Berhasil.
Satu kata itu terus berdengung di kepala Joe, menjadi pencapaian terbesar yang menyapu bersih semua rasa frustrasinya hari ini.
Setelah berkali-kali dipaksa menelan kekecewaan karena mangsanya lolos, rentetan usaha kerasnya yang pantang menyerah akhirnya terbayar lunas.
Pisau buruannya bergerak lincah—sret... sret...—memisahkan kulit tebal dari daging buruan segar di hadapannya.
Aroma amis darah dan tanah basah menguar di udara, namun Joe tak peduli. Setiap kali otot tangannya menarik lapisan kulit itu, sudut bibirnya tertarik ke atas.
Bayangan kebahagiaan keluarga kecilnya, terutama binar mata Cate saat melihat daging ini terhidang di meja, terus menari-nari di pelupuk matanya. Euforia itu membuatnya tak sabar ingin segera berlari menembus hutan untuk memamerkan hasil tangkapannya.
Namun, saking asyiknya melamunkan senyum sang putri, fokusnya sedikit goyah.
Sret!
Bilah pisau yang licin oleh lemak tak sengaja meleset, menyayat cukup dalam jari telunjuk Joe. Darah segar seketika menetes deras, jatuh bercampur dengan darah hewan buruannya di atas tanah.
Joe hanya mendesis pelan. Ia menarik tangannya, menatap luka yang menganga itu sejenak, lalu tanpa ragu mengisap darahnya dan mengusapkan sisa lukanya ke celana kain yang ia kenakan.
Bagi seorang pria yang masa lalunya penuh dengan pertempuran mematikan bersama mendiang teman-temannya, sayatan kecil ini bahkan tak pantas disebut luka. Ia kembali meraih pisaunya dengan tenang, melanjutkan pekerjaannya seolah tak terjadi apa-apa.
Setelah beberapa menit berjibaku, proses pengulitan itu selesai dengan sempurna. Lembaran kulit telah terpisah sepenuhnya, menyisakan gumpalan daging utuh mentah yang padat dan berat.
"Baiklah!" cetusnya bersemangat. "Saatnya pulang ke rumah!"
Tanpa membuang waktu memotongnya menjadi bagian kecil, Joe langsung mengangkat daging utuh yang masih meneteskan sisa darah itu ke atas bahunya. Otot punggungnya meregang menahan beban yang luar biasa, namun langkah kakinya terasa ringan.
Dengan…
Menggunakan Pengetahuan Modern Untuk Menyelamatkan Sebuah Desa Di Dunia Lain
Bintang Harapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments