Ruang tengah berdinding tanah liat itu tak lagi terasa kelewat sepi. Kehadiran Cate, Uchi, dan Takahiro seolah menyalakan kembali perapian tak kasatmata yang sudah lama padam di hati ibunda Vyora.
Wajah wanita paruh baya itu semringah, tawanya sesekali renyah mengudara, seakan ia sedang dikelilingi oleh anak-anak kandungnya sendiri yang telah lama pergi.
Mengesampingkan penat yang membebani bahunya, Vyora akhirnya bisa bernapas lega. Ia duduk bersila di sisi kiri Cate, sementara sahabatnya itu tampak pasrah terhimpit oleh sang ibu di sisi kanan.
"Kebetulan Ibu dan Ayah masih belum tidur," kata Vyora tenang. "Ada sesuatu yang ingin ku sampaikan sama kalian."
Seolah menulikan telinga, wanita paruh baya itu sama sekali tak merespons putrinya. Ia malah makin asyik unyeng-unyeng dan mencubit gemas kedua pipi Cate, membuat rambut pendek gadis berambut merah itu berantakan ke segala arah bak sarang burung.
Vyora mengabaikan pengabaian itu. Tekadnya sudah bulat demi rencana yang telah ia susun sebelumnya, jadi ia memilih untuk merangkai kembali kalimatnya.
Namun, sebelum bibirnya terbuka, bayangan sang ayah muncul dari ambang pintu dapur. Pria tua itu melangkah pelan, kedua tangannya berhati-hati membawa nampan berisi tiga cangkir teh mengepul dan sepiring jagung rebus utuh yang baru matang.
"Apa yang ingin kau katakan, nak?"
Suara parau yang termakan usia itu memecah fokus ruangan, berhasil membuat Vyora, Uchi, dan Takahiro menoleh serempak ke arah pria yang kini meletakkan nampan di atas meja usang mereka.
"Aku dan yang lainnya berencana untuk kembali menanam benih padi besok pagi."
Pernyataan itu bekerja bak sihir pembeku. Tangan sang ibu yang sedang asyik menekan pipi Cate seketika terhenti di udara. Tingkahnya yang kelewat riang mendadak lenyap tanpa sisa.
Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Cate; ia lekas menjauhkan wajah, meringis kesakitan sambil mengusap-usap kedua pipinya yang memerah panas dengan telapak tangan.
"Untuk apa?"
Hanya dua kata itu yang lolos dari b…
Menggunakan Pengetahuan Modern Untuk Menyelamatkan Sebuah Desa Di Dunia Lain
Vyora dan Temannya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments