Di ambang pintu, Cate masih membenamkan wajahnya di dada Joe, menangis sesenggukan. Bellinda perlahan ikut merengkuh suami dan putrinya.
Sementara itu, di meja makan, Takahiro tengah menelan gigitan terakhir dari empat buah singkong rebus yang menjadi jatah makannya. Ia mengunyah dalam diam, sengaja tak mengeluarkan suara.
Selang beberapa saat, napas Cate mulai teratur. Gadis itu mengurai pelukannya, mengusap sisa air mata di pipi, lalu berjalan menghampiri kursi terdekat untuk mengambil bingkisan dari Bee.
Joe dan Bellinda melepaskan pelukan mereka, memandangi punggung Cate.
"Ayah, Ibu," panggil Cate lembut. "Lihat apa yang aku bawa?"
Cate mengangkat bingkisan besar itu sedikit ke atas kepala, memamerkannya tepat di bawah pendar cahaya lentera. Kening Joe dan Bellinda serempak mengernyit.
"Apa itu, Nak?" tanya Bellinda.
Bukannya langsung menjawab, Cate melangkah menuju lincak kayu. Lewat isyarat tangan, ia menyuruh kedua orang tuanya mendekat dan duduk terlebih dahulu.
Setelah orang tuanya duduk, Cate membuka lapisan pertama berupa kantung kresek hitam besar, menyingkap kardus tebal di dalamnya.
Satu per satu, tangan Cate mengeluarkan isi bingkisan itu dan menjejerkannya di atas balai kayu. Ada satu kilogram telur ayam, karung kecil berisi lima belas kilogram beras putih bersih, tiga botol anggur merah, dan satu ekor daging ayam utuh yang sudah dibersihkan sempurna.
Napas Joe dan Bellinda tertahan. Mereka membeku di ujung kursi.
"Nak... kamu dapat semua ini dari mana?" tanya Joe, suaranya nyaris berbisik.
Kelopak mata Cate terpejam sesaat, lalu ia tersenyum. "Dari Paman Bee."
Raut wajah Bellinda perlahan berubah. Ia bangkit dari duduknya.
"Kita tidak bisa terima ini semuanya, sayang," tutur Bellinda lembut. "Di rumah ini cuma ada kita bertiga— maksud ibu berempat. Kalau kita tidak bisa menghabiskan semua ini, nanti yang ada terbuang sia-sia."
Joe menatap tumpukan bahan makanan itu dengan rahang mengeras. Ia lalu mengangguk pelan.
"Yang dikatakan ibumu ada benarnya.…
Menggunakan Pengetahuan Modern Untuk Menyelamatkan Sebuah Desa Di Dunia Lain
Keputusannya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments