Keinginan Hana

Hana Aulia, seorang wanita cantik yang kini melangkah mendekatinya dengan gerakan pelan. Azzam terdiam, menatap wanita itu dengan sorot mata yang dingin tanpa kehangatan sedikit pun. Enggan membuat keributan di dalam, Azzam memberi isyarat, lalu mengajak wanita itu keluar ruangan untuk berbicara di sudut koridor rumah sakit yang sepi.

"Aku tidak bicara apa pun pada Umi," ucap Hana dengan suara pelan, mencoba membela diri sebelum dituduh.

Azzam mengembuskan napas kasar. Ia memijat pangkal hidungnya yang terasa pening akibat beban pikiran yang bertumpuk. "Kamu bisa katakan apa saja pada Umi, Hana, tapi jangan buat aku terpojok seperti tadi," ucap Azzam dengan nada geram yang tertahan.

Hana menatap suaminya dengan tatapan tak percaya, seolah tidak menyangka pria itu akan sekejam ini menuduhnya. "Lalu aku harus mengatakan apa? Mengatakan jika kamu pergi selama berminggu-minggu untuk menemui istri keduamu?!" ucap Hana dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Melihat air mata itu, Azzam justru membuang pandangannya ke samping, enggan merasa iba.

"Atau aku harus mengatakan jika kamu tidak pernah mau menyentuhku selama delapan tahun pernikahan kita? Apa kamu tahu, Mas? Aku harus terus menutup telinga rapat-rapat kala orang-orang di sekitar kita mencemooh dan mengatakan kalau aku wanita mandul?!" sentak Hana dengan tatapan penuh rasa kecewa yang mendalam. Pertahanan yang ia bangun bertahun-tahun runtuh seketika.

Azzam tetap bergeming, mendengarkan setiap keluh kesah dan rasa sakit yang ditumpahkan wanita di hadapannya. Hana adalah istri pertamanya secara hukum dan di mata keluarga besar. Ia menikahi Hana beberapa bulan sebelum dirinya mengikat janji suci dengan Azra di Bandung.

"Kamu yang membuatku berada di posisi sulit ini, Hana. Kamu yang memintanya sejak awal! Apa kamu lupa? Mau aku ingatkan lagi? Kamu ... yang ... memintanya," ucap Azzam penuh penekanan pada setiap kata, telunjuknya mengarah tepat pada Hana.

Hana, si pemilik tatapan teduh itu, kini menatap Azzam dengan pancaran mata yang sangat kompleks. Di dalam bola mata jernih yang mulai basah itu, ada kerinduan yang mendalam dari seorang istri yang jarang disentuh, ada keraguan yang menyiksa, namun yang paling mendominasi adalah sebuah kepasrahan yang teramat sangat.

Hana tahu segalanya. Ia tahu ke mana suaminya pergi setiap kali menghilang ke Bandung. Ia tahu tentang keberadaan Azra, dan ia tahu tentang kedua anak yang dilahirkan dari rahim wanita lain itu. Namun, demi bakti dan cintanya yang tak berbalas pada Azzam, Hana memilih untuk mengunci rapat mulutnya di depan keluarga besar, menanggung luka itu seorang diri dalam diam yang menyiksa.

Detik itu juga, ingatan Hana berputar ke belakang. Mengenang kembali bagaimana awal mula pria kaku di hadapannya ini akhirnya mau menikahinya.

"Nikahi aku, Mas, tolong ... tolong ...," ratap Hana delapan tahun lalu sembari menggenggam ujung kemeja Azzam.

"Aku tidak bisa, Hana. Aku sudah memiliki calon istri. Aku sangat mencintainya, tolong jangan memaksaku," tolak Azzam dingin kala itu, tegas mempertahankan hubungannya dengan Azra.

"Aku tidak masalah! Aku tidak masalah jika kamu tidak mau menyentuhku! Kamu mau menganggapku tidak ada pun, aku tidak masalah! Tapi tolong, demi kehormatan keluargaku, nikahi aku, Mas ...,"

Air mata Hana luruh semakin deras kala mengingat memori yang menampar harga dirinya itu. Ia memalingkan wajah, menyembunyikan isak tangisnya. Sementara Azzam tetap menatapnya dengan rahang mengeras, berusaha meredam emosi yang menggelegak di dada.

"Aku bahkan harus menyembunyikan status pernikahan kita dari Azra. Wanita yang seharusnya menjadi istri pertama, tapi terpaksa harus menjadi yang kedua dan hidup terasing karenamu. Sekarang, setelah semua terjadi, kamu menuntut hal yang dulu kamu katakan sudah kamu ikhlaskan?" ucap Azzam dengan suara rendah namun menusuk.

Melihat Hana yang kian tergugu dalam tangisnya, Azzam terdiam. Ia menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan untuk menenangkan diri. Namun, kalimat berikutnya yang keluar dari bilah bibir Azzam terdengar seperti ancaman yang mutlak.

"Jangan memaksaku untuk melakukan hal yang paling kamu benci, Hana," ucap Azzam dingin.

Kalimat itu seketika membuat ekspresi Hana berubah drastis. Rasa kecewanya mendadak sirna, tergantikan oleh ketakutan yang besar. Ia tahu betul apa arti ucapan Azzam, pria itu bisa saja menceraikannya dan membongkar semua rahasia ini ke hadapan keluarga.

"Aku minta maaf, Mas ... aku minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi," ucap Hana terbata-bata dengan nada memohon.

Azzam hanya mengangguk samar, menerima permohonan maaf itu tanpa niat menenangkan istrinya. Tiba-tiba, ponsel di saku celana Azzam berdering nyaring. Pria itu merengkuh benda pipih tersebut dan melihat nama yang tertera di layar.

Hana sempat melirik sekilas, menangkap nama 'Humairah' tertulis di sana sebelum Azzam menjauhkan ponselnya. Azzam hanya menatap Hana sekilas dengan tatapan datar, lalu melangkah pergi begitu saja tanpa pamit sembari menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan telepon tersebut.

"Ya, Sayang? Mas sudah sampai," ucap Azzam. Nada suaranya mendadak berubah drastis, begitu lembut, hangat, dan penuh cinta, berbanding terbalik dengan kekejaman yang baru saja ia tunjukkan pada Hana.

Hana yang mendengarnya dari kejauhan hanya bisa terpaku di tempatnya berdiri. Hatinya seolah tercabik-cabik oleh belati yang sangat tajam. Perih, namun ia sadar, ia tidak akan pernah bisa lepas dari kubangan rasa sakit yang sengaja ia ciptakan sendiri sejak delapan tahun lalu.

_______________

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

jarang d'sentuh apa gak pernah d'sentuh..

beda cerita kali ini... keren Kak Ra berani keluar dr zona nyaman., walaupun masih tentang RumTang...

2026-07-05

12

Ais

Ais

hmmm jd kasihan sm azra tp azzam baik banget mungkin karena cinta maka azzam menutup mata dr masa lalu azra toh azra melakukan itu karena keterpaksaan tp apakah keluarga besar azzam akan bs menerima smua masa lalu azra yg kelam sementara manusia selalu saja menilai manusia lain dr bebet bobot bibit dan kesetaraan dr segi harta dan tahta tanpa mau melihat personal pribadi manusia itu sndr tanpa embel"bibit bebet bobot dan kesetaraan dr segi harta dan tahta

2026-07-05

1

jumirah slavina

jumirah slavina

Kamu juga Jam kenapa mau., Kamu kn laki²., harus'y tegas donk menolak., ko' menerima aja menikahi s' Hana...

apa krn masa lalu Azra keluarga menolak terus Kamu mau menikahi Hana demi bisa menikah dengan Azra d'belakang keluarga'mu

rumit yang Kamu bikin sendiri Jam.. Jam...

2026-07-05

7

lihat semua
Episodes
1 Kehangatan Pagi
2 Kebohongan Azzam
3 Kehidupan Yang Lain
4 Keinginan Hana
5 Kelakuan Maira
6 Posisi Yang Sulit
7 Istri Simpanan?
8 Nenek Itu Yang Ciapaaa?
9 Tingkah Si Biang Gula
10 Tersudut
11 Asbunnya Maira
12 Kebanggaan Seorang Anak
13 Parfum Yang Tertinggal
14 Suami Nyaris Sempurna
15 Curiga?
16 Tiket Ke London?
17 Harapan Azra
18 Bertemu?
19 Kebahagiaan Hana
20 Itu Suamiku
21 Puncak?
22 Dia Istri Pertama, Mas
23 Kesakitan Azra
24 Kemarahan Keluarga Ardana
25 Ceraikan Aku!
26 2 Istri Yang Saling Bicara
27 Tak Bisa Kehilangan
28 Pinjam Mai?
29 Pertemuan Pertama 2 Bocah menggemaskan
30 Cucu Perempuan Keluarga Ardana
31 Alasan Hana
32 2 Cucu Keluarga Ardana
33 Oh No ...
34 Surat Maryam
35 Pengantar Tidur Maira
36 Sikap Dingin Azra
37 Tetap Pada Keputusan?
38 Keributan Pagi
39 Rezeki Atau Cobaan?
40 Dipulangkan
41 Kedatangan Mertua
42 Obrolan Panas
43 Aku Akan Melepaskan Hana
44 Rumah Yang Dingin
45 Talak
46 Syarat Hana
47 Keputusan Berat
48 Jaga Kepercayaanku~
49 Hari Pertama Adam Sekolah
50 Bertukar Pikiran
51 Pembelaan Ayah Mertua
52 Kerinduan Azzam
53 Sikap Farhan
54 Puaca Jiblil!
55 Di jemput
56 Kediaman Ardana
57 Perhatian Di Balik Rasa Ketus
58 Kelakuan 2 Cadel
59 Ego
60 2 Bocah Keramat
61 Milik Sepenuhnya
62 Keributan Pagi
63 Batas Kesabaran Azzam
64 Aku Kembalikan Putrimu
65 Drop
66 Keadaan Bunda Khonsa
67 Pamit
68 Luka Seorang Anak
69 Lepaskan, Hana!
70 Tipuan Maira
71 Ibu & Anak
72 Periksa Kandungan
73 Sah Bercerai
74 Berdamai
75 Semakin Manis
76 Dion Sagara
77 Tak Sengaja
78 Pria Masa Lalu
79 Mendadak Lahiran
80 Si Cantik Baby Aisyah
81 Cemburunya Maira
82 Solusi
83 Maira Sakit
84 DBD
85 Ubaidillah
86 Pertemuan Pertama Azzam & Azra
87 Menantu Kebanggan Umi
88 Kecerewetan Putri Azzam
89 Titik Bahagia
90 CELITA BALUUUU
91 CERITA FRESH
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Kehangatan Pagi
2
Kebohongan Azzam
3
Kehidupan Yang Lain
4
Keinginan Hana
5
Kelakuan Maira
6
Posisi Yang Sulit
7
Istri Simpanan?
8
Nenek Itu Yang Ciapaaa?
9
Tingkah Si Biang Gula
10
Tersudut
11
Asbunnya Maira
12
Kebanggaan Seorang Anak
13
Parfum Yang Tertinggal
14
Suami Nyaris Sempurna
15
Curiga?
16
Tiket Ke London?
17
Harapan Azra
18
Bertemu?
19
Kebahagiaan Hana
20
Itu Suamiku
21
Puncak?
22
Dia Istri Pertama, Mas
23
Kesakitan Azra
24
Kemarahan Keluarga Ardana
25
Ceraikan Aku!
26
2 Istri Yang Saling Bicara
27
Tak Bisa Kehilangan
28
Pinjam Mai?
29
Pertemuan Pertama 2 Bocah menggemaskan
30
Cucu Perempuan Keluarga Ardana
31
Alasan Hana
32
2 Cucu Keluarga Ardana
33
Oh No ...
34
Surat Maryam
35
Pengantar Tidur Maira
36
Sikap Dingin Azra
37
Tetap Pada Keputusan?
38
Keributan Pagi
39
Rezeki Atau Cobaan?
40
Dipulangkan
41
Kedatangan Mertua
42
Obrolan Panas
43
Aku Akan Melepaskan Hana
44
Rumah Yang Dingin
45
Talak
46
Syarat Hana
47
Keputusan Berat
48
Jaga Kepercayaanku~
49
Hari Pertama Adam Sekolah
50
Bertukar Pikiran
51
Pembelaan Ayah Mertua
52
Kerinduan Azzam
53
Sikap Farhan
54
Puaca Jiblil!
55
Di jemput
56
Kediaman Ardana
57
Perhatian Di Balik Rasa Ketus
58
Kelakuan 2 Cadel
59
Ego
60
2 Bocah Keramat
61
Milik Sepenuhnya
62
Keributan Pagi
63
Batas Kesabaran Azzam
64
Aku Kembalikan Putrimu
65
Drop
66
Keadaan Bunda Khonsa
67
Pamit
68
Luka Seorang Anak
69
Lepaskan, Hana!
70
Tipuan Maira
71
Ibu & Anak
72
Periksa Kandungan
73
Sah Bercerai
74
Berdamai
75
Semakin Manis
76
Dion Sagara
77
Tak Sengaja
78
Pria Masa Lalu
79
Mendadak Lahiran
80
Si Cantik Baby Aisyah
81
Cemburunya Maira
82
Solusi
83
Maira Sakit
84
DBD
85
Ubaidillah
86
Pertemuan Pertama Azzam & Azra
87
Menantu Kebanggan Umi
88
Kecerewetan Putri Azzam
89
Titik Bahagia
90
CELITA BALUUUU
91
CERITA FRESH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!