"Yaudah Mas, aku mau lihat anak-anak dulu," ucap Azra bersiap untuk menyudahi percakapan di telepon. Namun, suara berat Azzam di seberang sana segera menghentikannya.
"Sayangnya mana? Kok ditutup begitu saja?" tanya Azzam setengah merayu, membuat rona merah di pipi Azra kembali terbit. Wanita itu tersenyum manis.
"Iya, assalamualaikum Mas Sayang. Aku tutup dulu teleponnya ya, jangan telat makan cintaku. Aku mau lihat anak-anak dulu," ucap Azra sebelum akhirnya benar-benar memutus sambungan telepon.
Ia menatap layar ponselnya yang perlahan menggelap selama beberapa saat. Perlahan namun pasti, senyuman di bibirnya luntur. Selama delapan tahun membina rumah tangga, getaran intuisi wanitanya sering kali menangkap ada sesuatu yang aneh dari sang suami. Namun, setiap kali ia mencoba mencari tahu, ia tidak pernah menemukan bukti apa pun yang disembunyikan oleh pria itu.
"Aku merasa ada yang janggal, tapi apa? Aku tidak menemukan apa-apa. Mas Azzam masih menjadi pria saleh yang kutemui delapan tahun lalu. Masih pria yang sama, yang selalu mencintaiku tanpa syarat. Tapi kenapa ... kenapa hatiku merasa ...," Azra menghela napas pelan, mengusir sesak di dadanya.
"Aku pasti terlalu overthinking belakangan ini," gumam Azra sembari memijat pelan pelipisnya.
"UMMAAAAAH!"
Teriakan melengking dari arah luar kamar seketika membuyarkan lamunan Azra dan membuatnya tersentak kaget.
"Ngagetin saja! Ada apa sih?!" pekik Azra seraya menatap putrinya yang tiba-tiba muncul di ambang pintu dengan wajah panik yang menggemaskan.
"Itu Ummaaaah, kucing Mailaaaa! Kucing Mailaaaa!" teriak Maira histeris sambil menarik-narik ujung daster ibunya.
"Kucingnya kenapa, Mai?" tanya Azra heran.
"Nyangkut bijinyaaaa!" pekik Maira dengan kedua mata bulat yang melebar sempurna.
"Astagfirullah, Mai! Kamu apakan kucingnya sampai bisa tersangkut di situ!" Azra langsung beranjak berdiri dengan panik.
Ia bergegas berlari keluar kamar menuju ruang tengah. Di sana, ia melihat Adam tengah kewalahan memegangi seekor kucing jantan yang bagian belakang tubuhnya terjepit di antara teralis meja besi. Kucing abu-abu itu mengeong kesakitan dan berontak, sementara wajah Adam sudah pucat pasi karena ketakutan tercakar.
"Ummah, tolong ...," ucap Adam dengan suara lirih yang nyaris menangis.
"Nda papa telcabut itu biji, nanti jadi pelempuan," sahut Maira dengan wajah polos tanpa dosa. Kedua matanya melirik ke arah Adam sementara jari-jari mungilnya saling bertaut di depan dada.
"Upil kamu itu perempuan!" desis Adam, kesal karena adiknya masih bisa berbicara ajaib di situasi genting ini.
"Adam, tidak boleh bicara begitu," tegur Azra menengahi.
"Maaf, Ummah," sahut Adam patuh.
Azra menggelengkan kepalanya pasrah. Dengan hati-hati, ia memegang tubuh kucing itu, melonggarkan jepitan teralis, dan perlahan menyelamatkannya. Begitu terbebas, kucing jantan itu langsung melesat lari terbirit-birit karena trauma. Maira yang melihat peliharaannya kabur segera berbalik untuk mengejar.
"Sini Galong, kita makan!" pekik Maira.
"MEONG!"
Adam menarik napas panjang, mengumpulkan seluruh tenaganya untuk berteriak, "JANGAN DIKEJAR LAGI KUCINGNYA, MAAAAAI!"
Azra terkekeh melihat interaksi kedua anaknya. Ia mendekati Adam lalu mengelus lembut kepala putranya yang masih tersengal-sengal. "Sabar, Sayang. Kata Abi kan Adam harus sabar biar disayang sama Allah," ucap Azra lembut berusaha menenangkan.
Adam mengerucutkan bibirnya dalam-dalam. "Masa sampai sekarang Allah belum sayang Adam? Adam sudah banyak banget sabar menghadapi Adek, Ummah. Kelakuannya berubah terus seperti kambing. Mau dijual tapi dosa, mau disimpan juga enggak jadi pahala, mana makannya banyak lagi. Kalau kata Abi, dapat pahala enggak, dosa juga enggak, berarti merawat anak seperti dia itu hukumnya makruh."
"Eh? Makruh?" Azra terbelalak kaget, lalu terdiam sejenak mencerna logika luar biasa putranya. "Iya sih ... tapi tidak begitu juga konsepnya, Adam. Bikin adekmu itu sudah tercatat logo halal, bukan makruh. Tapi ...," Mendadak Azra ikut bingung harus menjelaskan dari sudut pandang fikih yang mana.
"Hais, Ummah minim ilmu kalau soal debat seperti ini. Mendingan nanti kamu tanya langsung ke Abi saja," ucap Azra merasa pening sendiri.
Adam yang mendengar jawaban ibunya kembali mengerucutkan bibir, lalu tatapan matanya berubah menjadi serius dan sarat akan permohonan. "Abi selalu sibuk, Ummah. Adam mau sekolah saja di luar. Ingin punya teman banyak, tidak mau main sama Maira terus di rumah. Ummah ... coba Ummah bujuk Abi. Adam mau sekolah di sekolah umum."
Azra tertegun menatap sepasang mata putranya yang begitu berharap. Hatinya mencelos, menyadari bahwa pengisolasian yang dilakukan Azzam selama delapan tahun ini mulai berdampak pada psikologis anak-anak mereka yang kian tumbuh besar.
"Duh, bagaimana ya, Nak ...,"
"Ayo dong, Ummaaaah. Tolong bujuk Abi," rengek Adam sembari menggoyang-goyang lengan baju Azra.
Sementara Adam terus memohon, Azra hanya bisa terdiam dengan pikiran yang berkecamuk. Ia benar-benar bingung dan takut. Bagaimana caranya ia harus membicarakan masalah sensitif ini pada Azzam, pria yang selama delapan tahun ini selalu menjadi otoritas mutlak yang tak pernah bisa dibantah dalam rumah tangga mereka?
________________________________
Sabaaaar masih awalan🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
jumirah slavina
belom akhiran🤣🤣🤣🤣
Aku sebenar'y slalu skip cerita poligami krn tidak suka dengan perPoligamian., bukan juga penentang poligami yang penting bukan Suami' ku pelaku'y...
tapi krn ini Azar memang TIDAK TAU SAMA SEKALI tentang dia istri k'2 Aku baca krn dia bukan VALAKor tapi semua ini salah Jam yang gak tegas terhadap hidup'y...
2026-07-06
7
Agnezz
sebetulnya walaupun homeschooling , anak2 masih bisa bergaul dengan dunia luar. mungkin anak2nya perlu les2 yg bisa berinteraksi dengan anak2 lain. ikut club sepak bola misalnya. ini Abinya aja yg mengurung anak istri dirumah. Bersosialisasi perlu untuk pertumbuhan karakter anak walau perlu diawasi.
2026-07-06
4
Muft Smoker
udh pasti km Dan ank2 di proteksi Dr Dunia luar azra ,, krn gx mau tau klo di luar sana azzam punya komando pusat ,,
meski pusat Dunia ny yg aslii adalah km Dan ank2 ,,
duuh gmn klo si azra tau yx ,, jambaaak aj si azzam ra ,, 😒😒😒😒😒
2026-07-06
3