BAB 2

Panggil saja Abhinav Ruchir atau biasa di panggil Abhi dan memiliki darah Prancis dari sisi Mommy, serta Italia dan Indonesia dari sisi Daddy.

Aku bukan tipe orang yang banyak bicara. Bagiku, tindakan jauh lebih penting daripada janji. Aku terbiasa memastikan semuanya berjalan sesuai kendali, terutama menyangkut privasi dan orang-orang di sekitar aku.

Aku tidak suka berbagi, dan aku tidak suka diganggu, aku tipe orang yang selalu ada di depan untuk membereskan masalah, dan aku punya proteksi yang cukup ekstrem terhadap apa pun yang aku anggap berharga.

Aku sarankan jangan pernah mencoba untuk melampaui batasku.

Bagiku mencintai tidak pernah tentang seberapa besar suara yang di keluarkan untuk mengumbar janji, melainkan tentang seberapa dalam napas yang di tahan setiap kali menatap mata wanitanya.

Aku adalah pria yang percaya bahwa cinta adalah kata kerja sebuah rentetan aksi yang dilakukan di balik layar, tanpa perlu tepuk tangan, apalagi pengakuan dunia. Ia mencintai wanitanya bukan dengan cara yang riuh, melainkan dengan ketenangan yang menghanyutkan, seperti sungai yang diam namun arusnya sanggup membelah batu paling keras sekalipun.

​Jika orang lain melihatnya sebagai sosok yang dingin atau irit bicara, maka wanitanya melihat sisi yang berbeda. Di hadapannya, tembok pertahanan yang ia bangun selama bertahun-tahun runtuh begitu saja. Ia adalah tipe pria yang akan memperhatikan hal-hal kecil yang tidak disadari orang lain suhu kopi yang ia pesan agar tidak terlalu panas untuk lidah wanitanya, cara wanitanya merapikan rambut saat merasa cemas, atau lagu yang tiba-tiba membuat wanitanya terdiam dalam lamunan.

Ia tidak perlu bertanya, "Apa yang salah?" karena ia sudah tahu jawabannya hanya dengan melihat garis halus di kening sang kekasih.

​Cintanya termanifestasi dalam tindakan. Jika wanitanya lelah, ia tidak sekadar berkata, "Istirahatlah," melainkan ia akan memastikan seluruh urusan yang membuat wanitanya lelah itu selesai, agar wanitanya benar-benar bisa tidur dengan tenang.

Ia adalah pelindung yang tangguh. Dalam kamus hidupnya, ada batas tegas antara apa yang boleh disentuh dunia dan apa yang menjadi wilayah sakralnya yaitu wanitanya.

Posesivitas yang ia miliki bukanlah bentuk ketidakpercayaan, melainkan bentuk dedikasi yang begitu akut. Ia menganggap wanitanya sebagai harta paling berharga yang harus dijaga dari setiap ancaman, baik yang nyata maupun yang hanya sekadar tatapan mata orang asing yang terlalu lama tertuju pada sang kekasih.

​Ia mencintai tanpa syarat, namun juga dengan batasan yang sangat ketat. Ia tidak akan membiarkan siapa pun melukai wanitanya, bahkan tidak akan membiarkan wanitanya melukai dirinya sendiri karena kesedihan yang tak perlu. Ia akan hadir di sana, berdiri sebagai tameng, diam namun memastikan segalanya terkendali.

Ketika dunia sedang berisik dan menuntut perhatian, ia justru menjadi tempat paling tenang untuk pulang.

​Dalam dunianya yang sunyi, ia tidak butuh banyak kata untuk mengungkapkan rasa. Bagi pria ini, satu tatapan tajam yang mematikan bagi orang lain, berubah menjadi tatapan yang begitu lembut saat tertuju pada wanitanya. Ia memuja setiap inci eksistensi wanitanya, dari pola pikir yang membuatnya kagum hingga kelemahan yang justru membuatnya ingin terus melindunginya.

Ia adalah pria yang tidak banyak berjanji, karena ia terlalu sibuk membuktikan cintanya setiap hari. Baginya, mencintai wanita ini adalah tugas utama, kehormatan tertinggi, dan satu-satunya alasan mengapa ia terus berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri setiap waktu.

Ia mencintai bukan untuk memiliki, melainkan untuk memastikan bahwa selama ia masih bernapas, wanitanya tidak akan pernah merasakan dunia yang terlalu berat sendirian.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!