5. Harga Sebuah Ambisi

Saras merasa kedua tangannya semakin dingin. Bukan karena embusan AC di lobby hotel, melainkan karena waktu yang diberikan Bryan hampir habis, sementara Chantika tak kunjung ditemukan.

Bahkan petugas keamanan yang tadi memintanya menunggu pun tak kelihatan batang hidungnya.

"Kalau investasi ini gagal, tamat sudah riwayatku."

Ia mondar-mandir dengan gelisah. Sesekali pandangannya tertuju ke arah lift, berharap Chantika tiba-tiba muncul dari sana.

"Sudah lama aku mencari investor. Semua menolak berinvestasi. Hanya pria playboy itu satu-satunya harapanku. Tapi sekarang..."

Saras memijat pelipisnya.

Drrt...

Suara getar yang diiringi nada dering ponsel membuatnya tersentak. Hampir saja benda pipih itu terlepas dari genggamannya.

Nama yang muncul di layar membuat tenggorokannya mendadak terasa kering.

Bryan.

Saras menarik napas panjang sebelum akhirnya menerima panggilan itu.

"Waktumu sudah habis."

Suara Bryan terdengar dingin bahkan sebelum Saras sempat mengucapkan sepatah kata pun.

"Kakakmu, atau kamu yang datang ke kamarku. Kalau tidak, lupakan investasi itu."

Tut...

Panggilan langsung terputus.

"Sial!" desis Saras.

Hampir saja ia memekik jika tidak menyadari dirinya sedang berada di tempat umum.

Setelah beberapa saat terdiam, ia akhirnya melangkah menuju lift. Mau tak mau, ia harus menemui Bryan.

 

Tak lama kemudian, Saras berdiri di depan pintu kamar VIP milik Bryan. Tangannya terangkat perlahan.

Tok! Tok!

Beberapa detik kemudian, pintu terbuka.

Bryan berdiri di baliknya dengan wajah datar, tetapi sorot matanya menyiratkan ketidaksabaran.

"Jadi, kau tidak berhasil menemukan kakakmu?" tanyanya datar.

Saras menggeleng pelan. Jemarinya meremas erat tali tas yang menggantung di bahunya.

"Saya sudah meminta bantuan petugas keamanan mencarinya, Tuan. Tapi sampai saya ke sini, belum ada kabar."

Bryan menyunggingkan senyum tipis. "Kalau begitu, kau yang menggantikannya."

Ia membuka pintu lebih lebar. "Masuk."

"Tuan..." suara Saras bergetar. "Beri saya sedikit waktu lagi. Saya akan mencarikan wanita lain untuk Tuan."

Bryan menatapnya tanpa ekspresi. "Kau mau aku menunggu lagi?"

Saras terdiam.

"Kau pikir aku pria yang sesabar itu?"

Bryan melangkah mundur setengah langkah dari pintu, memberi jalan masuk.

"Masuk... atau pergi dari hadapanku sekarang juga."

Saras masih membeku di tempatnya. "Kalau aku pergi, semua usahaku selama ini akan sia-sia. Tapi kalau aku masuk ke dalam kamar playboy ini..."

Bryan menatapnya tajam. "Aku hitung sampai tiga."

Saras tanpa sadar menahan napas.

"Satu..."

Jantung Saras berdetak semakin kencang. Jemarinya mencengkeram tali tas hingga buku-buku jarinya memutih.

"Dua..."

Sebelum Bryan sempat mengucapkan angka berikutnya, Saras memejamkan mata sejenak. Lalu, dengan langkah berat, ia akhirnya melangkah masuk ke dalam kamar.

Bryan menyunggingkan senyum sinis, lalu menutup pintu kamarnya. Tatapannya menyapu tubuh Saras dari ujung kepala hingga kaki tanpa sedikit pun berusaha menyembunyikannya.

"Tubuhmu tidak seseksi kakakmu." Pandangan Bryan kemudian terangkat menatap wajah Saras. "Dan wajahmu juga tidak secantik dia."

Ia melipat kedua tangan di depan dada. "Jadi, nilai investasiku akan berkurang."

"Mana bisa begitu?" protes Saras. "Kita sudah sepakat soal nominal investasinya."

"Kenapa tidak?" Bryan terkekeh pelan. "Barang yang kuterima tidak sesuai dengan perjanjian. Wajar kalau aku menurunkan nilainya, bukan?"

Gigi Saras mengatup rapat. "Dia menyamakanku dengan barang."

Dan yang lebih menyakitkan, ia kembali dibandingkan dengan Chantika. Dipandang lebih rendah dari kakak tirinya, hal yang selama ini paling ia benci.

Namun, bagaimanapun caranya, investasi itu harus ia dapatkan tanpa berkurang sedikit pun. Jika gagal, ia akan tetap menjadi seorang staf dan semakin diremehkan ayahnya.

Investasi ini adalah satu-satunya kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya juga memiliki kemampuan, meski bukan dengan cara yang akan pernah disetujui sang ayah.

"Aku masih perawan," ucap Saras akhirnya.

"Meski tubuhku tidak seseksi atau wajahku tidak secantik Kak Chantika..."

Kalimat itu terhenti di tenggorokannya. Hanya menggema di kepalanya.

Bryan mengangkat sebelah alis. "Yakin?"

"Kau akan tahu nanti," jawab Saras pelan sambil memalingkan wajah.

Bryan mengangguk-angguk kecil. Tatapannya kembali meneliti Saras. "Aku bisa tetap berinvestasi sesuai kesepakatan."

Ia berhenti sejenak, sengaja menggantung kalimatnya. "Tapi... semuanya tergantung padamu."

"Langsung saja," kata Saras singkat. "Setelah itu aku harus pulang."

Bryan tertawa pendek. "Sudah tidak sabar rupanya."

Ia melangkah mendekat. "Tenang saja. Malam ini akan menjadi malam yang tidak akan mudah kau lupakan."

Saras mengepalkan kedua tangannya. "Bagaimana mungkin aku melupakannya? Malam ketika aku harus menyerahkan kehormatanku pada pria tua bangka sepertimu. Mengorbankan harga diriku demi mendapatkan investasi ini."

Kalimat yang tak pernah terucap dari mulut Saras. Hanya bergema di kepalanya. Ia memejamkan mata sejenak, berusaha menguatkan dirinya.

"Sekarang," kata Bryan. "Lepas bajumu."

Saras membulatkan matanya.

"Kenapa?" tanya Bryan. "Kamu berharap aku melakukannya tanpa membuka bajumu?"

Saras tak menjawab.

"Aku mau melihat barang yang akan kupakai adalah barang bagus," lanjut Bryan. "Memastikan gak ada bagian yang terluka atau terlihat menjijikan.

Ingin rasanya Saras mengumpat dan menendang pria di depannya ini.

"Cepat buka," titah Bryan dengan suara rendah. Namun justru membuat Saras merasa tertekan. "Aku bukan orang yang sabar. Jika kau membuatku tak senang, maka investasi itu gak akan pernah ada."

Akhirnya Saras menurunkan tasnya. Melepaskan satu persatu kancing bajunya.

Bryan menatapnya tanpa berkedip. Sorot matanya penuh nafsu. Tanpa sadar menjilat bibirnya sendiri ketika melihat Saras melepaskan kemejanya.

Sumpah demi apapun, Saras ingin menghilang dari tempat itu detik itu juga. Kini hanya tersisa pakaian dalam yang menutupi tubuhnya.

"Cukup," kata Bryan.

Seketika Saras mengangkat wajahnya. "Kenapa?" batinnya. "Dia tak lagi menginginkan aku?"

 

...🔸🔸🔸...

..."Ambisi yang dibangun dengan mengorbankan orang lain sering kali menuntut pengorbanan yang lebih besar dari pemiliknya sendiri."...

..."Keserakahan selalu menawarkan jalan pintas, tetapi harga yang harus dibayar sering kali jauh lebih mahal daripada yang dibayangkan."...

..."Tak semua hukuman datang dari pengadilan. Sebagian hadir sebagai konsekuensi dari pilihan yang kita buat sendiri."...

..."Seseorang yang tega menjatuhkan orang lain demi kepentingannya sendiri akan memahami arti penyesalan ketika berada di posisi yang sama."...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Anonim

Anonim

Karma untuk Saras yang tega menjebak kakaknya demi investasi yang dia inginnkan terbayar dengan cepat.

Demi ambisi Saras menuai hasil kelicikannya.

Harga dirinya jatuh. Kehormatannya ditukar dengan ambisi untuk mendapatkan investasi.

Naaah...semakin direndahkan dengan kata-kata yang terucap dari Brian.

Saras, terima nasibmu. Ini hasil dari perbuatan bejatmu karena sudah menjerumuskan Chantika.

Masih beruntung Chantika tak sengaja mendapatkan Enzo, seorang perjaka.

Bryan yang kamu bilang pria tua bangka itu sudah berapa perempuan yang dia tiduri.

2026-07-27

1

Fadillah Ahmad

Fadillah Ahmad

Masa sih, nggk ada satupun investor ysng tertarik berinvestasi di Perusahaan keluargamu itu Saras? 😂😂😂

Mungkin, Investor nggk ada yang percaya kali... Sama Perusahaan Keluargamu itu Saras... 😂😂😂 Jadinya nggk ada yang mau deh yang berinvestasi di Perusahaan Keluargamu... 😂😂😂

2026-07-09

2

Fadillah Ahmad

Fadillah Ahmad

Nggk ada! Nggk ada waktu tbahan buatmu Saras! 😂😂😂 Dan kenapa pula kau menumbalkan Wanita lain ha? Kan yang menginginkan investasi itu, kau sendiri, bukn wanita lain! Jadi jangan pernah menumbalkan Wanita lain, demi kelentinganmu Sendiri tau! 😂😂😂

2026-07-09

1

lihat semua
Episodes
1 1. Segelas Pengkhianatan
2 2. Pertolongan dari Pintu yang Salah
3 3. Rencana yang Berantakan
4 4. Takdir Tak Bisa Dijebak
5 5. Harga Sebuah Ambisi
6 6. Takdir yang Tak Terduga
7 7. Ketagihan
8 8. Wanita Pertama Tuan Enzo
9 9. Harga Sebuah Kesepakatan
10 10. Sidik Jari Sang Nyonya
11 11. Wanita yang Diakui Sang CEO
12 12. Kebenaran yang Tertunda
13 13. Identitas yang Kusimpan
14 14. Rahasia di Balik Pria Biasa
15 15. Pria Biasa dengan Rahasia Luar Biasa
16 16. Makan Malam Pertama
17 17.Ketika Dua Dunia Bertemu
18 18. Rindu yang Menyusup di Tengah Malam
19 19. Rumah Bernama Kamu
20 20. Selangkah Menuju Pernikahan
21 21. Jejak yang Tak Sinkron
22 22. Jejak yang Tak Sesederhana Dugaan
23 23. Jejak yang Tak Sesederhana Dugaan
24 24. Jejak Kebenaran dan Sebuah Lamaran
25 25. Sebelum Lamaran Itu Datang
26 26. Kejujuran Seorang Putri
27 27. CEO atau Staf Biasa?
28 28. Restu di Ambang Lamaran
29 29. Akses ke Keluarga Rahardja
30 30. Lamaran Seorang Staf Biasa
31 31. Siapa Kamu Sebenarnya?
32 32. Ujian Tanpa Gelar
33 33. Keputusan Rahardja
34 34.Keputusan Seorang Ayah
35 35. Hasrat Memiliki
36 36. Kecurigaan Saras
37 37. Rahasia di Balik Tirai
38 38. Rahasia yang Tak Terbukti
39 39. Bukan Sekadar Kontrak
40 40. Profesionalisme Seorang Enzo
41 41. Rahasia Calon Menantu
42 42. Jejak yang Disembunyikan
43 43. Jejak yang Mulai Diburu
44 44. Satu Langkah Sebelum Pernikahan
45 45. Jebakan Sebuah Kepercayaan
46 46. Janji di Tengah Ancaman
47 47. Janji di Gerbang Kehormatan
48 48. Selangkah Lebih Dulu
49 49. Target Bernama The Ghost
50 50. Rumah Bernama Kamu
51 51. Senyum yang Mulai Terusik
52 52. Badai Mulai Bergerak
53 53. Dua Wajah Seorang Enzo
54 54. Saat Sang Ghost Kembali
55 55. Topeng Sang Legenda
56 56. Di Balik Topeng Putih
57 57. Saat Rasa Penasaran Tumbuh
58 58. Jejak yang Mengarah Padanya
59 59. Jejak yang Sengaja Dihapus
60 60. Jejak Menuju Gudang Timur
61 61. Sedetik Sebelum Peluru
62 62. Kelemahan Sang Hantu
63 63. Jejak yang Mulai Terbaca
64 64. Di Antara Hangat dan Bahaya
65 65. Semakin Dekat dengan Rahasia
66 66. Semakin Dekat, Semakin Jauh
67 67. Jabatan Bukan Warisan
68 68. Jalur Mundur yang Tertutup
69 69. Di Tengah Kepungan
70 70. Sandera di Tengah Baku Tembak
71 71. Sang Penembak Misterius
72 72. Puzzle Sang Pemburu
73 73. Tempat untuk Pulang
74 74. Musuh yang Mulai Memahami
75 75. Pertanyaan Rahardja
76 76. Pelajaran Tentang Hormat
77 77. Lawan yang Akhirnya Berhadapan
78 78. Duel Tanpa Peluru
79 79. Mencari Celah
80 80. Celah yang Tak Akan Diberikan
81 81. Menjaga Batas
82 82. Batas yang Tak Boleh Dilanggar
83 83. Rumah yang Harus Dilindungi
84 84. Dua Garis, Dua Takdir
85 85. Pilihan yang Menyesakkan
86 86. Rahasia yang Tersingkap
87 87. Pilihlah Jujur
88 88. Tiga Bulan yang Terlambat
89 89. Seorang Ayah Menagih Pertanggungjawaban
90 90. Harga Sebuah Tanggung Jawab
91 91. Di Antara Dosa dan Tanggung Jawab
92 92. Takdir yang Enggan Pergi
93 93. Badai Baru di Ambang Pintu
94 94. Tanggung Jawab yang Tak Bisa Ditunda
95 95. Bukan Bagian dari Rahardja
96 96. Hak yang Tak Boleh Dirampas
97 97. Tanggung Jawab Tak Bisa Dipindahkan
98 98. Kejujuran yang Pahit
99 99. Restu yang Bukan Karena Kepercayaan
100 100. Langkah Bryan Dimulai
101 101. Umpan untuk Sang Hantu
102 102. Jebakan di Balik Penyergapan
103 103.
104 104. Kelemahan Sang Ghost
105 105. Satu Luka, Satu Petunjuk
106 106. Dua Jejak, Satu Identitas
107 107. Aroma yang Terlalu Familiar
108 108. Ingatan yang Terkubur
109 109. Saudara di Balik Topeng
110 110. Di Antara Hukum dan Keadilan
111 111. Kebohongan yang Mulai Terlihat
112 112. Pintu yang Dibuka dari Dalam
113 113. Langkah yang Membuka Rahasia
114 114. Satu Nama yang Mengubah Segalanya
115 115. Di Antara Hukum dan Keadilan
116 116. Antara Cinta dan Hukum
117 117. Tak Ada Lagi Rahasia
118 118. Keluarga yang Akhirnya Kembali
119 119. Jalan Keluar yang Salah
120 120. Kasih Sayang Bukan Hak Waris
121 121. Kesempatan Sebelum Hukum Datang
122 122. Pertanyaan Seorang Ayah
123 123. Antara Penyesalan dan Perburuan
124 124. Batas Baru Sang Bayangan
125 125. Tak Ada Lagi Tempat Bersembunyi
126 126. Belajar Berdiri Sendiri
127 127. Alasan Baru Sang Bayangan
128 128. SUAMIMU BUKAN SUAMIMU
129 129. Pada Akhirnya, Kita Memilih
Episodes

Updated 129 Episodes

1
1. Segelas Pengkhianatan
2
2. Pertolongan dari Pintu yang Salah
3
3. Rencana yang Berantakan
4
4. Takdir Tak Bisa Dijebak
5
5. Harga Sebuah Ambisi
6
6. Takdir yang Tak Terduga
7
7. Ketagihan
8
8. Wanita Pertama Tuan Enzo
9
9. Harga Sebuah Kesepakatan
10
10. Sidik Jari Sang Nyonya
11
11. Wanita yang Diakui Sang CEO
12
12. Kebenaran yang Tertunda
13
13. Identitas yang Kusimpan
14
14. Rahasia di Balik Pria Biasa
15
15. Pria Biasa dengan Rahasia Luar Biasa
16
16. Makan Malam Pertama
17
17.Ketika Dua Dunia Bertemu
18
18. Rindu yang Menyusup di Tengah Malam
19
19. Rumah Bernama Kamu
20
20. Selangkah Menuju Pernikahan
21
21. Jejak yang Tak Sinkron
22
22. Jejak yang Tak Sesederhana Dugaan
23
23. Jejak yang Tak Sesederhana Dugaan
24
24. Jejak Kebenaran dan Sebuah Lamaran
25
25. Sebelum Lamaran Itu Datang
26
26. Kejujuran Seorang Putri
27
27. CEO atau Staf Biasa?
28
28. Restu di Ambang Lamaran
29
29. Akses ke Keluarga Rahardja
30
30. Lamaran Seorang Staf Biasa
31
31. Siapa Kamu Sebenarnya?
32
32. Ujian Tanpa Gelar
33
33. Keputusan Rahardja
34
34.Keputusan Seorang Ayah
35
35. Hasrat Memiliki
36
36. Kecurigaan Saras
37
37. Rahasia di Balik Tirai
38
38. Rahasia yang Tak Terbukti
39
39. Bukan Sekadar Kontrak
40
40. Profesionalisme Seorang Enzo
41
41. Rahasia Calon Menantu
42
42. Jejak yang Disembunyikan
43
43. Jejak yang Mulai Diburu
44
44. Satu Langkah Sebelum Pernikahan
45
45. Jebakan Sebuah Kepercayaan
46
46. Janji di Tengah Ancaman
47
47. Janji di Gerbang Kehormatan
48
48. Selangkah Lebih Dulu
49
49. Target Bernama The Ghost
50
50. Rumah Bernama Kamu
51
51. Senyum yang Mulai Terusik
52
52. Badai Mulai Bergerak
53
53. Dua Wajah Seorang Enzo
54
54. Saat Sang Ghost Kembali
55
55. Topeng Sang Legenda
56
56. Di Balik Topeng Putih
57
57. Saat Rasa Penasaran Tumbuh
58
58. Jejak yang Mengarah Padanya
59
59. Jejak yang Sengaja Dihapus
60
60. Jejak Menuju Gudang Timur
61
61. Sedetik Sebelum Peluru
62
62. Kelemahan Sang Hantu
63
63. Jejak yang Mulai Terbaca
64
64. Di Antara Hangat dan Bahaya
65
65. Semakin Dekat dengan Rahasia
66
66. Semakin Dekat, Semakin Jauh
67
67. Jabatan Bukan Warisan
68
68. Jalur Mundur yang Tertutup
69
69. Di Tengah Kepungan
70
70. Sandera di Tengah Baku Tembak
71
71. Sang Penembak Misterius
72
72. Puzzle Sang Pemburu
73
73. Tempat untuk Pulang
74
74. Musuh yang Mulai Memahami
75
75. Pertanyaan Rahardja
76
76. Pelajaran Tentang Hormat
77
77. Lawan yang Akhirnya Berhadapan
78
78. Duel Tanpa Peluru
79
79. Mencari Celah
80
80. Celah yang Tak Akan Diberikan
81
81. Menjaga Batas
82
82. Batas yang Tak Boleh Dilanggar
83
83. Rumah yang Harus Dilindungi
84
84. Dua Garis, Dua Takdir
85
85. Pilihan yang Menyesakkan
86
86. Rahasia yang Tersingkap
87
87. Pilihlah Jujur
88
88. Tiga Bulan yang Terlambat
89
89. Seorang Ayah Menagih Pertanggungjawaban
90
90. Harga Sebuah Tanggung Jawab
91
91. Di Antara Dosa dan Tanggung Jawab
92
92. Takdir yang Enggan Pergi
93
93. Badai Baru di Ambang Pintu
94
94. Tanggung Jawab yang Tak Bisa Ditunda
95
95. Bukan Bagian dari Rahardja
96
96. Hak yang Tak Boleh Dirampas
97
97. Tanggung Jawab Tak Bisa Dipindahkan
98
98. Kejujuran yang Pahit
99
99. Restu yang Bukan Karena Kepercayaan
100
100. Langkah Bryan Dimulai
101
101. Umpan untuk Sang Hantu
102
102. Jebakan di Balik Penyergapan
103
103.
104
104. Kelemahan Sang Ghost
105
105. Satu Luka, Satu Petunjuk
106
106. Dua Jejak, Satu Identitas
107
107. Aroma yang Terlalu Familiar
108
108. Ingatan yang Terkubur
109
109. Saudara di Balik Topeng
110
110. Di Antara Hukum dan Keadilan
111
111. Kebohongan yang Mulai Terlihat
112
112. Pintu yang Dibuka dari Dalam
113
113. Langkah yang Membuka Rahasia
114
114. Satu Nama yang Mengubah Segalanya
115
115. Di Antara Hukum dan Keadilan
116
116. Antara Cinta dan Hukum
117
117. Tak Ada Lagi Rahasia
118
118. Keluarga yang Akhirnya Kembali
119
119. Jalan Keluar yang Salah
120
120. Kasih Sayang Bukan Hak Waris
121
121. Kesempatan Sebelum Hukum Datang
122
122. Pertanyaan Seorang Ayah
123
123. Antara Penyesalan dan Perburuan
124
124. Batas Baru Sang Bayangan
125
125. Tak Ada Lagi Tempat Bersembunyi
126
126. Belajar Berdiri Sendiri
127
127. Alasan Baru Sang Bayangan
128
128. SUAMIMU BUKAN SUAMIMU
129
129. Pada Akhirnya, Kita Memilih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!