Episode 4

Bab 4: Mendarat di Bali

REYN hanya diam.

Tiga hari kemudian, diam itu berubah menjadi suara baling-baling yang belum terlihat, tetapi sudah membuat semua orang di vila tepi laut itu menoleh ke langit.

Sebelum suara itu datang, pagi di Bali sebenarnya masih tampak terlalu indah untuk disebut tempat lahirnya skandal baru.

Langit biru bersih. Angin laut membawa aroma garam dan bunga kamboja dari halaman vila. Kamera dipasang di setiap sudut, sebagian terbuka di depan kolam, sebagian tersembunyi di balik tanaman hias. Di pintu masuk, papan besar bertuliskan `Skandal Cinta Musim 3` berdiri dengan lampu-lampu kecil yang akan menyala saat malam.

Wenny turun dari mobil produksi sambil menahan napas.

"Senyum," bisik Lilian dari belakang kamera kru, hanya cukup keras untuk didengar Wenny.

Wenny menoleh sedikit. Lilian tidak ikut masuk sebagai peserta, tetapi timnya mendapat izin mendampingi sampai area registrasi. Di tangan manajernya ada kotak makanan khusus bebas gluten, seolah benda itu lebih penting daripada koper Wenny sendiri.

"Aku tahu," jawab Wenny pelan.

Ia mengangkat wajah.

Kamera pertama langsung bergerak mendekat.

"Selamat datang di `Skandal Cinta`, Wenny Santoso!" suara Koko terdengar dari depan pintu, penuh energi seperti orang yang sudah mencium rating tinggi dari jarak jauh.

Koko berdiri dengan kemeja motif tropis, ear monitor di satu telinga, dan tablet di tangan. Di belakangnya, beberapa kru memberi aba-aba agar Wenny berhenti tepat di tanda kecil di lantai.

"Bagaimana perasaanmu jadi peserta musim ini?" tanya Koko.

Wenny memasang senyum yang aman. "Deg-degan. Tapi Bali cantik sekali, jadi semoga acaranya juga menyenangkan."

"Aman. Kami cuma akan membuat kamu jatuh cinta, bukan jatuh di red carpet lagi."

Beberapa kru tertawa.

Wenny ikut tertawa, meski sudut bibirnya sedikit kaku.

Dari sofa panjang di ruang tamu terbuka, seorang laki-laki dengan kemeja putih langsung berdiri dan melambaikan tangan.

"Akhirnya datang juga Putri Nasional kita!" seru Kevin Tanuwijaya. "Aku sudah siap jadi figuran di kisah cinta orang lain."

Wenny tertawa lebih tulus kali ini. "Jangan terlalu cepat menyerah, Kevin."

"Aku realistis. Kalau REYN datang, ranking visual laki-laki di sini langsung selesai."

"Kamu bahkan belum melihat peserta lain," sahut Natasha Wijaya dari kursi dekat jendela. Ia tampak anggun dengan dress hijau lembut, senyumnya manis, tapi matanya cepat menilai dari kepala sampai kaki.

Di samping Natasha, Stella Hartono duduk dengan kaki disilangkan, tenang seperti sedang menghadiri rapat keluarga, bukan reality show kencan. Rambutnya tersanggul rendah, anting berlian kecil berkilau setiap kali ia menoleh.

"Kevin memang suka mengumumkan kekalahan sebelum pertandingan dimulai," kata Stella.

"Itu namanya strategi mengundang simpati," balas Kevin.

Laki-laki di samping Stella tersenyum tipis. Felix Hartono. CEO muda, rapi, dan terlalu tenang. Ia tidak banyak bicara, tetapi setiap kali Stella bergerak, matanya mengikuti sepersekian detik. Gerakan kecil itu hampir tidak terlihat. Hampir.

Wenny menyimpan catatan itu dalam hati.

Kemudian ia melihat Rosa.

Rosalyn Chandra berdiri dekat meja minuman, gaun putihnya membuatnya tampak bersih dan lembut di kamera. Senyumnya segera mengembang begitu mata mereka bertemu.

"Wenny." Rosa berjalan mendekat. "Aku senang kamu tetap ikut. Aku sempat khawatir kamu trauma setelah kejadian red carpet."

Kalimatnya terdengar manis.

Terlalu manis.

Wenny membalas senyum itu dengan suhu yang sama dinginnya. "Terima kasih sudah khawatir."

"Tentu. Kita kan teman satu industri."

"Benar. Karena itu aku yakin kamu tahu kamera di sini jauh lebih banyak daripada di red carpet."

Senyum Rosa berhenti sekejap.

Kevin yang berdiri tidak jauh langsung pura-pura batuk. Natasha menunduk pada gelasnya. Stella mengangkat alis, seperti baru menemukan hiburan kecil.

Koko dari belakang monitor hampir tidak bisa menyembunyikan senyumnya.

Di ruang observasi yang terpisah dari vila utama, Chelsea menepuk meja.

"Baru datang sudah panas!" serunya. "Aku suka Wenny versi begini. Cantik, sopan, tapi kalau disentuh bisa nyetrum."

Jay duduk di sebelahnya dengan headset besar. Matanya tetap pada layar utama, tepatnya pada frame Wenny yang berdiri di antara Rosa dan Kevin.

"Dia lebih tenang dari yang gue kira," komentar Jay.

"Kamu kenal dia?"

"Tidak langsung." Jay menyesap kopi. "Tapi ada orang yang sudah terlalu lama memperhatikan dia."

Chelsea langsung menoleh. "REYN?"

Jay hanya tersenyum.

Komentar live di layar kecil mulai berlari.

`Wenny vs Rosa, episode 1 langsung panas.`

`Stella vibes-nya mahal banget.`

`Felix lihat Stella kayak suami, enggak sih?`

`Mana REYN? Jangan bilang batal.`

Di vila, Koko mengumpulkan semua peserta di aula terbuka yang menghadap laut. Satu per satu mereka memperkenalkan diri untuk kamera. Kevin membuat semua orang tertawa dengan pengakuan bahwa ia ikut acara ini karena ibunya lelah melihatnya pulang sendirian ke acara keluarga. Natasha bicara tentang ingin mencari orang yang tulus. Stella menjawab singkat, "Aku hanya ingin melihat seberapa jujur orang di depan kamera." Felix menambahkan, "Saya ikut karena alasan pribadi."

Stella menoleh padanya.

Felix tetap menatap kamera, tetapi sudut bibirnya naik sedikit.

Wenny menangkap momen itu, lalu cepat mengalihkan pandangan saat kamera mengarah padanya.

"Aku ikut karena hidup kadang membawa kita ke tempat yang tidak direncanakan," kata Wenny. "Mungkin acara ini salah satunya."

"Dan soal cinta?" Koko memancing.

Wenny menggenggam jari sendiri di pangkuan. "Aku tidak ingin memaksa apa pun. Kalau memang ada yang tulus, aku percaya itu akan terasa."

Rosa tersenyum kecil. "Tulus di depan kamera itu sulit, Wen."

Wenny menoleh. "Karena itu kita lihat saja siapa yang bisa."

Kevin hampir bertepuk tangan, tetapi menahan diri ketika kamera bergerak ke arahnya.

Koko tampak puas. "Baik. Masih ada satu peserta yang belum datang."

Semua orang sudah tahu siapa.

Meski tidak ada yang menyebut nama itu, udara langsung berubah.

Wenny menatap pintu masuk vila, lalu memarahi dirinya sendiri karena terlalu cepat menoleh. Ia tidak boleh terlihat menunggu. Ia bukan penggemar di konser. Ia peserta acara, aktris profesional, perempuan dewasa yang baru tiga hari lalu jatuh ke pelukan pria itu dan masih belum bisa melupakan cara pria itu bertanya apakah ia terluka.

Di ruang observasi, Chelsea mengguncang lengan Jay. "Dia datang sekarang? Tolong bilang dia datang sekarang."

Jay melirik jam. "Kalau dia mau bikin dramatis, ya sekarang."

Seolah mendengar kalimat itu, suara rendah mulai terdengar dari kejauhan.

Awalnya seperti dengung besar yang memotong angin laut. Lalu semakin dekat. Daun-daun palem di halaman bergerak kencang. Kru saling memberi aba-aba. Kamera diarahkan ke langit.

Kevin berdiri. "Jangan bilang dia datang pakai helikopter."

Koko tersenyum lebar. "Kami bilang musim ini spesial, kan?"

Helikopter hitam muncul dari balik garis pantai.

Komentar live meledak.

`ANJIR REYN!`

`Ice Prince literally turun dari langit.`

`Wenny jangan kedip!`

Angin dari baling-baling menyapu halaman vila saat helikopter mendarat di area luas dekat kolam. Rambut Wenny berantakan mengenai pipinya. Ia mengangkat tangan untuk menahan helaian rambut, tetapi matanya tidak bisa lepas dari pintu helikopter yang mulai terbuka.

Sepatu hitam turun lebih dulu.

Lalu sosok tinggi berjaket gelap, kacamata hitam, dan aura yang membuat seluruh tempat terasa seperti panggung konser.

REYN.

Ia melangkah turun tanpa terburu-buru.

Semua kamera mengikutinya. Semua peserta menatapnya. Bahkan Rosa tidak sempat menyembunyikan kekagetan di wajahnya.

REYN berhenti di tengah halaman.

Ia mengangkat tangan, melepas kacamata hitamnya.

Untuk satu detik, matanya menyapu seluruh vila.

Lalu melewati semua orang.

Dan berhenti tepat pada Wenny.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!