Episode 2

Bab 2: Dia Bisa Dengar Suara Hatiku?!

Ia mendengar semuanya.

Kevin Surya berdiri diam di ambang ruang ganti, masih memegang handuk, sementara Felicia menatapnya dengan wajah paling polos yang pernah ia lihat malam itu.

"Mas Kevin?" Felicia memiringkan kepala. "Ada yang salah?"

Salah?

Kevin hampir tertawa dingin.

Dalam dua menit terakhir, istrinya yang baru dinikahi karena kontrak itu sudah menyebutnya suami freezer, menyebut Madam Liem nenek sihir, dan mengaku mendengar sistem gosip di kepalanya. Kalau ada yang salah, seluruh malam ini salah.

Namun wajah Felicia tidak menunjukkan tanda sedang bercanda. Matanya justru waspada, seperti anak kecil yang ketahuan memecahkan vas tapi belum tahu vasa mana yang pecah.

Kevin menatapnya lebih tajam.

*Kenapa dia lihat aku begitu? Jangan-jangan dia curiga aku ngomong sama udara. Senyum, Cia. Senyum. Kamu normal. Kamu pengantin baru normal yang tidak punya AI infotainment di otak.*

Jari Kevin menegang.

Suara itu masuk ke kepalanya dengan jelas. Bukan dari mulut Felicia. Bibir perempuan itu tertutup rapat, bahkan tersenyum manis.

"Tidak ada," kata Kevin.

Felicia langsung menghela napas lega.

*Aman. Si freezer tidak sadar. Untung mukanya memang datar, jadi susah tahu dia curiga atau cuma hidup tanpa ekspresi.*

Kevin menutup mata sekejap.

Si freezer.

Perempuan ini benar-benar tidak takut mati.

"Pakai obatnya," katanya pendek.

"Iya."

Kevin berjalan ke sofa, mengambil selimut tipis dari lemari, lalu duduk dengan punggung kaku. Ia bisa saja keluar dari kamar. Ia bisa tidur di ruang kerja. Tapi rasa penasaran menahannya di sana.

Felicia membuka kotak obat dengan gerakan hati-hati. Gaun pengantinnya masih mengembang seperti awan yang salah tempat di kamar modern itu. Ia melepas sepatu, meringis saat kapas menyentuh tumit lecetnya, lalu menggigit bibir agar tidak bersuara.

Kevin memperhatikan dari sudut mata.

*Sakit juga ternyata. Tapi jangan manja. Baru hari pertama jadi istri kontrak, masa sudah drama gara-gara sepatu.*

"Kalau sakit, bilang Pak Budi," ucap Kevin.

Felicia mendongak. "Saya bisa urus sendiri."

"Keras kepala."

"Hemat tenaga, Mas. Saya baru pindah dunia, eh, maksud saya pindah rumah."

Kevin menatapnya.

Felicia membeku.

*Bodoh! Mulut, kerja sama dong sama otak!*

Kevin bisa merasakan sudut bibirnya ingin naik. Ia menahannya dengan susah payah.

"Tidur," katanya.

Felicia mengangguk cepat, lalu menyeret gaun pengantinnya ke ruang ganti. Sepuluh menit kemudian, ia keluar dengan piyama satin sederhana yang sudah disiapkan staf. Makeup tebalnya belum dihapus, rambutnya masih penuh jepit, dan ekspresinya sudah setengah mati lelah.

Kevin mematikan lampu utama. Hanya lampu tidur di sisi ranjang yang tersisa.

Malam pertama mereka berakhir tanpa canggung romantis. Yang ada hanya ranjang terlalu besar, sofa terlalu mahal, dan rahasia terlalu tidak masuk akal.

Kevin berbaring di sofa, satu lengan menutup mata.

Di ranjang, Felicia berguling pelan.

*Sistem? Si Kepo? Kamu masih ada?*

***"Ada dong, Host. Aku standby dua puluh empat jam. Mau tutorial malam pertama?"***

Felicia hampir tersedak.

*Jangan ngomong aneh-aneh! Dia di sofa!*

Kevin membuka mata.

Tutorial apa?

***"Oke, oke. Aku sopan. Untuk malam ini, saran survival: jangan percaya siapa pun di keluarga Surya, terutama Madam Liem dan Brandon."***

*Brandon siapa lagi?*

***"Kakak tiri suamimu. Playboy, toxic, dan merasa dirinya pewaris utama."***

Felicia menarik selimut sampai dagu.

*Besok saja. Otakku sudah penuh. Kalau ada tombol skip episode, aku pencet sekarang.*

Kevin menatap langit-langit.

Jadi suara kedua itu memang bukan halusinasi Felicia. Ada sesuatu yang berbicara dengannya. Sebuah sistem.

Dan ia satu-satunya orang yang bisa mendengar pikiran Felicia.

Pagi datang dengan bau kopi hitam dan roti panggang.

Felicia membuka mata, butuh lima detik untuk mengingat bahwa kamar mewah ini bukan hotel, melainkan rumah suami kontraknya. Butuh tiga detik lagi untuk melihat sofa sudah kosong.

Ia duduk mendadak.

"Mas Kevin?"

Tidak ada jawaban.

Di meja kecil dekat ranjang, ada segelas air hangat dan plester luka baru. Di sampingnya, secarik catatan dengan tulisan rapi.

Pakai. Jangan infeksi.

Felicia memegang catatan itu agak lama.

*Hah. Cowok es batu punya fitur perhatian juga? Ini bug atau update terbaru?*

Di ruang makan lantai bawah, Pak Budi sudah menunggu dengan sarapan lengkap. Bubur ayam, telur setengah matang, buah potong, dan teh tawar hangat tersusun rapi.

"Selamat pagi, Bu Felicia."

"Selamat pagi, Pak Budi. Mas Kevin?"

"Pak Kevin ada di ruang kerja. Beliau meminta Ibu sarapan dulu."

Felicia duduk. "Pak Budi, boleh saya tanya sesuatu?"

"Tentu, Bu."

"Di rumah ini ada aturan khusus yang harus saya tahu?"

Pak Budi tampak berpikir sejenak. "Pak Kevin tidak suka suara berisik pada malam hari. Ruang kerja beliau tidak boleh dimasuki tanpa izin. Area garasi bawah khusus staf keamanan. Selain itu, Ibu bebas menggunakan rumah ini."

"Termasuk dapur?"

"Tentu."

Felicia tersenyum. "Bagus. Saya tidak bisa bertahan hidup cuma dengan makanan cantik."

Pak Budi tertawa pelan, lalu cepat menunduk seolah takut terlalu akrab. "Baik, Bu."

Felicia menyendok bubur, tapi matanya menangkap sebuah bingkai foto di rak samping ruang keluarga. Di foto itu, Kevin berdiri bersama seorang pria muda berjas putih, lengannya dirangkul santai dari belakang. Pria itu tersenyum lebar, terlalu dekat, terlalu nyaman.

Felicia mengunyah lebih lambat.

*Lho. Ini siapa? Kok akrab banget?*

Ia berdiri dan mendekati foto itu. Kevin dalam foto terlihat lebih muda, wajah kirinya tetap tertutup rambut, tapi tubuhnya tidak sekaku sekarang. Pria di sebelahnya tampak cerah seperti matahari yang nyasar ke kutub.

Di bagian bawah bingkai tertulis: Kevin & Jason, Singapore, 2019.

Felicia menyipit.

*Jason. Oke. Sahabat? Atau... ehem. Jangan-jangan ini alasan dia bikin kontrak tidak menuntut hubungan suami istri?*

Di lantai dua, Kevin yang sedang membaca laporan berhenti.

Pensil di tangannya patah.

*Aku paham. Kevin mungkin tidak tertarik sama perempuan. Mungkin dia terpaksa menikah demi keluarga. Ya ampun, plot twist-nya masuk akal banget.*

Kevin berdiri.

Di ruang makan, Felicia masih memandang foto itu dengan ekspresi serius.

*Kalau benar dia gay, aku harus hati-hati. Jangan sampai aku ganggu hidup orang. Tapi kalau Jason pacarnya, kenapa fotonya dipajang di rumah? Ini bukan red flag, ini neon sign.*

"Felicia."

Suara Kevin membuatnya hampir menjatuhkan bingkai.

Ia berbalik cepat. "Mas Kevin! Pagi."

Kevin berdiri beberapa langkah darinya, wajah tanpa ekspresi, tapi matanya gelap.

"Apa yang kamu lakukan?"

"Lihat foto."

"Taruh kembali."

Felicia menurut. "Maaf. Saya tidak tahu itu pribadi."

Kevin berjalan mendekat, mengambil bingkai itu, lalu meletakkannya agak terbalik di rak. "Jason teman."

Felicia mengangguk terlalu cepat. "Tentu. Teman."

*Teman yang rangkulannya kayak punya saham di badan kamu, Mas.*

Kevin menatapnya tajam.

"Teman," ulangnya, lebih dingin.

Felicia tersenyum. "Saya tidak bilang apa-apa."

"Wajahmu bilang banyak."

*Gawat. Apakah wajahku sejelas itu?*

Kevin hampir menjawab, lalu menahan diri.

Ia tidak boleh terlihat tahu.

Ponsel Kevin bergetar. Nama Jason Setiawan muncul di layar. Felicia melihatnya sekilas, dan matanya langsung membesar.

Kevin mengangkat telepon sebelum perempuan itu sempat membuat teori baru.

"Apa?"

Suara Jason terdengar samar tapi ceria dari speaker yang tidak sengaja terlalu keras. "Bro! Pengantin baru! Masih hidup? Gimana malam pertama?"

Felicia tersedak tehnya.

Kevin mematikan speaker dengan ibu jari. "Diam."

Jason tertawa di seberang. "Gue mau mampir siang ini. Mau kenalan sama istri kontrak lo."

"Tidak perlu."

"Justru perlu. Gue penasaran sama perempuan yang bikin keluarga Surya ribut satu ballroom."

Felicia pura-pura tidak mendengar, tapi telinganya jelas memerah.

*Si Jason mau datang? Oke. Ini kesempatan. Aku harus observasi langsung. Kalau mereka benar pasangan, aku harus jadi istri kontrak yang suportif. Modern problem needs modern solution.*

Kevin memejamkan mata.

Rasanya ia ingin membenturkan kepala ke dinding.

"Jangan datang," katanya pada Jason.

"Wah, makin mencurigakan. Sampai nanti, Kev!"

Telepon terputus.

Felicia menatap Kevin dengan senyum yang terlalu sopan.

"Jason mau datang?"

"Tidak."

"Tapi dia bilang sampai nanti."

"Dia tidak diundang."

"Oh."

*Makin mencurigakan. Drama cinta rahasia konglomerat. Aku harus cari tahu kebenarannya sebelum salah langkah.*

Kevin menatap istrinya yang baru sehari dikenal, lalu mengerti satu hal dengan sangat jelas.

Kemampuan membaca pikiran ini bukan berkah.

Ini hukuman.

Sementara Felicia menyesap teh dengan wajah polos, dalam hatinya ia sudah membuat misi pribadi pertama di dunia baru ini.

Ia harus menyelidiki siapa sebenarnya Jason Setiawan.

Terpopuler

Comments

Marmy Sugeng Harianto

Marmy Sugeng Harianto

kebakaran jenggot

2026-07-19

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!