Episode 5

Bab 5: Tidur Bareng, Bantal Guling Hidup

Perempuan ini benar-benar lebih berbahaya daripada yang ia kira.

Kevin mengulang kalimat itu dalam kepala sepanjang sore, dan tetap tidak menemukan cara yang lebih masuk akal untuk menjelaskan Felicia Santoso.

Sebelum menikah, laporan tentang Felicia hanya berisi hal-hal memusingkan. Putri Santoso yang mengejar pria, tampil norak, mudah dibohongi, tidak punya prestasi, dan menjadi bahan bisik-bisik di lingkaran sosial Jakarta. Kevin menerima pernikahan kontrak itu karena strategis, bukan karena percaya laporan tersebut benar atau salah.

Sekarang, dalam dua hari, perempuan yang sama mendadak berbicara seperti orang berbeda, mengenali jebakan sosial, menolak uang berlebihan, memiliki sistem aneh di kepala, dan menyembunyikan wajah yang bisa membuat ruang rapat berhenti.

Lebih buruk lagi, ia terus berpikir keras.

Dan Kevin terpaksa mendengar semuanya.

"Pak Kevin?"

Kevin mengangkat kepala. Adi berdiri di depan meja kerja lantai tiga, membawa tablet dan beberapa dokumen.

"Laporan dari Phoenix Intel. Tidak ada aktivitas mencurigakan dari pihak Santoso hari ini. Tapi Jason menelepon tiga kali."

"Abaikan."

"Beliau bilang akan datang kalau telepon keempat tidak diangkat."

Kevin menatap Adi.

Adi langsung menunduk. "Saya akan minta security menahan beliau di gerbang."

"Bagus."

Adi hendak keluar, lalu ragu. "Bu Felicia meminta daftar staf rumah dan jadwal kerja dapur."

"Untuk apa?"

"Katanya agar tidak mengganggu sistem kerja rumah."

Kevin diam.

Felicia tidak meminta perhiasan, tidak meminta sopir pribadi, tidak meminta akses butik. Ia meminta jadwal staf.

Perempuan itu benar-benar tidak mengikuti naskah.

Malam turun bersama hujan deras. Jakarta di luar kaca The Residence berubah menjadi garis-garis lampu yang kabur. Felicia duduk di ruang keluarga, memakai sweater tipis dan celana longgar, membaca daftar staf yang diberikan Pak Budi.

"Pak Budi, staf dapur libur bergantian?"

"Betul, Bu. Tapi selalu ada dua orang standby."

"Kalau saya ingin masak sendiri?"

Pak Budi tampak kaget. "Ibu bisa meminta kami menyiapkan apa pun."

"Saya tahu. Tapi kadang tangan gatal kalau lihat dapur bagus."

Pak Budi tersenyum. "Kalau begitu, saya akan pastikan bahan-bahannya tersedia."

Felicia mengangguk puas.

*Dapur orang kaya itu seperti showroom. Kalau tidak dipakai masak, sayang banget. Minimal besok aku bikin nasi goreng penyelamat mental.*

Di tangga, Kevin yang baru turun berhenti sejenak.

Nasi goreng penyelamat mental.

Ia tidak tahu apakah harus bertanya atau pura-pura paham.

Felicia menoleh. "Mas Kevin belum tidur?"

"Belum."

Pak Budi segera menunduk dan pergi, memberi ruang bagi keduanya. Felicia menutup daftar staf. Matanya jatuh pada bahu Kevin yang tampak lebih kaku dari biasa.

"Mas Kevin sakit?"

"Tidak."

"Bahumu kaku."

"Tidak."

*Jawaban default dia cuma tidak, cukup, tidur. Kalau dijual sebagai robot, manualnya pasti tipis banget.*

Kevin berjalan melewatinya menuju dapur kecil, mengambil air. "Kamu banyak komentar."

Felicia membeku. "Saya?"

"Wajahmu."

"Oh." Felicia menyentuh pipi. "Maaf. Wajah saya memang agak cerewet."

Kevin hampir tersedak air.

Hujan makin deras saat mereka naik ke kamar. Sofa di kamar utama sudah diberi bantal tambahan, tapi ketika Kevin hendak duduk di sana, Felicia mendengar suara kecil dari sendi bahunya. Bukan keluhan, bukan erangan, hanya tarikan napas yang terlalu pendek.

"Mas Kevin."

"Apa?"

"Sofa itu terlalu pendek untuk badanmu."

"Tidak masalah."

"Kamu tinggi sekali. Tidur di sana bikin lehermu patah."

"Aku biasa."

Felicia menatapnya. Lalu menatap ranjang besar yang bisa menampung empat orang tanpa saling menyenggol.

"Kita bisa bagi ranjang."

Kevin diam.

Diamnya begitu total sampai Felicia ikut ragu.

"Maksud saya, pakai batas bantal. Kontrak tetap kontrak. Kita orang dewasa. Lagi pula ranjang ini lebih luas daripada kos-kosan saya dulu."

Kevin menatapnya lebih tajam. "Kos?"

Felicia menahan napas.

*Aduh, keceplosan lagi. Maksudnya kos dalam mimpi. Bisa tidak ya alasan itu dipakai?*

"Maksud saya, kamar lama saya," ralatnya cepat. "Intinya, kamu tidak perlu menyiksa punggung."

Kevin ingin menolak. Seharusnya ia menolak. Tapi bekas luka lama di bahu kirinya memang terasa nyeri sejak hujan turun. Sofa semalam membuat ototnya lebih tegang.

Dan Felicia menatapnya tanpa maksud menggoda.

Hanya khawatir.

"Batas bantal," katanya akhirnya.

Felicia langsung mengambil empat bantal kecil dan menyusunnya di tengah ranjang seperti tembok benteng.

*Tembok Berlin versi hotel bintang lima. Aman. Sangat aman. Kecuali dia ternyata jalan tidur dan menyerang. Tapi dia freezer, bukan zombie.*

Kevin duduk di sisi kanan ranjang. "Aku masih bisa mendengar."

Felicia menoleh. "Apa?"

Kevin berhenti bernapas sejenak.

"Hujan," katanya datar. "Masih bisa mendengar hujan. Jangan buka balkon."

"Oh. Iya."

Kevin mematikan lampu. Kamar menjadi gelap lembut, hanya disisakan cahaya kota dari celah tirai. Hujan memukul kaca dengan ritme stabil.

Di sisi kiri, Felicia berbaring kaku seperti papan. Kedua tangannya terlipat di atas perut.

*Normal. Ini normal. Banyak pasangan kontrak tidur satu ranjang dengan pagar bantal. Di drama mungkin ada yang begini. Jangan mikir aneh. Jangan lihat bahunya. Jangan ingat abs yang belum pernah kamu lihat. Eh, kenapa mikir abs? Stop, otak.*

Kevin memejamkan mata, rahang mengeras.

Malam itu lebih panjang dari rapat direksi.

Sepuluh menit kemudian, napas Felicia mulai teratur. Dua puluh menit kemudian, pikirannya tidak lagi membentuk kalimat jelas. Tiga puluh menit kemudian, tangan kirinya merayap melewati tembok bantal.

Kevin membuka mata saat sebuah tangan mendarat di lengannya.

"Felicia."

Tidak ada jawaban.

Perempuan itu tidur nyenyak.

Lalu ia bergeser. Bantal-bantal runtuh tanpa perlawanan. Felicia mendekat, menempelkan pipi ke lengan Kevin, lalu memeluknya seperti menemukan guling paling nyaman di dunia.

Tubuh Kevin kaku total.

"Felicia," panggilnya lebih rendah.

Felicia menggumam. "Hmm... sate..."

Kevin membeku.

*Satenya gede banget. Empuk. Tapi kok dingin? Panggang dulu... kasih bumbu kacang...*

Kevin menatap langit-langit.

Tidak.

Jangan bilang.

*Eh, ini bukan sate. Ini Mas Kevin? Ya sudah, panggang suami sekalian. Mahal soalnya, jangan gosong.*

Kevin menutup mata dengan sangat pelan.

Perempuan ini sedang bermimpi memanggang dirinya.

Ia seharusnya membangunkannya. Seharusnya mendorongnya menjauh. Tapi tangan Felicia terasa hangat di pinggangnya, napasnya lembut di lengan, dan tubuhnya yang semula kaku kini rileks sepenuhnya.

Kevin tidak ingat kapan terakhir kali seseorang memeluknya tanpa takut pada luka di wajahnya, tanpa menghitung keuntungan, tanpa berpura-pura.

Felicia mengeratkan pelukan.

"Jangan ambil satenya..." gumamnya.

Kevin menahan tawa yang nyaris keluar.

Di luar, hujan terus turun. Di dalam kamar, tembok bantal sudah kalah perang.

Kevin tetap berbaring kaku selama beberapa menit, lalu pelan-pelan menarik selimut agar menutup bahu Felicia. Gerakannya sangat hati-hati, seolah satu sentuhan salah bisa membangunkan rahasia yang tidak siap ia hadapi.

*Hangat...*

Suara hati Felicia kali ini kecil, kabur, tanpa komedi.

*Kevin... jangan sakit lagi...*

Jari Kevin berhenti di ujung selimut.

Dadanya terasa aneh.

Ia menoleh, memandang wajah tidur Felicia yang bersih dari makeup tebal. Dalam gelap, perempuan itu tampak lebih muda, lebih jujur, dan sangat tidak sadar bahwa ia baru saja menghancurkan jarak aman yang Kevin bangun bertahun-tahun.

"Perempuan bodoh," bisiknya nyaris tanpa suara.

Tapi ia tidak melepaskan pelukan itu.

Pagi belum datang, namun Kevin sudah tahu satu hal yang berbahaya.

Mendengar suara hati Felicia seharusnya menyebalkan.

Namun malam itu, untuk pertama kalinya, ia menunggu suara berikutnya.

Terpopuler

Comments

Marmy Sugeng Harianto

Marmy Sugeng Harianto

hahahaha panggang sekalian biar freezer nya mencair jadi hangat hangat kuku

2026-07-19

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!