Episode 4

Bab 4: Wajah Asli yang Mempesona

Dan cowok es batu itu ternyata jauh lebih retak daripada yang ia bayangkan.

Kalimat itu terus menempel di kepala Felicia sampai siang, bahkan ketika ia berdiri di depan cermin kamar mandi utama dengan kapas pembersih di tangan.

Pantulan di cermin menunjukkan wajah pengantin baru yang tidak masuk akal. Foundation terlalu tebal, alis digambar terlalu hitam, blush on seperti habis lari lima kilometer, dan lipstik merah tua yang membuatnya terlihat lebih seperti tante sosialita galak daripada perempuan dua puluh dua tahun.

Felicia menatap dirinya sendiri, lalu menatap botol cleansing oil di wastafel.

"Si Kepo."

***"Hadir, Host. Mau tutorial skincare atau tutorial balas dendam?"***

"Dua-duanya nanti. Sekarang, kenapa wajah ini... begini?"

***"Makeup pertahanan diri."***

Felicia mengerjap. "Maaf?"

Panel kecil muncul di samping cermin. Isinya potongan ingatan yang bukan miliknya. Seorang gadis muda berdiri di kamar Santoso, memegang bedak murah dengan tangan gemetar. Di belakangnya, suara Linda Liem-Santoso terdengar lembut tapi menusuk.

"Felicia, perempuan terlalu cantik itu mengundang masalah. Kamu anak baik, kan? Jangan membuat Papa malu."

Ingatan berganti. Stella remaja menatapnya di meja rias dengan senyum manis.

"Kak Cia cocok pakai makeup tebal begini. Lebih... aman. Kalau Kakak tampil terlalu cantik, nanti orang kira Kakak genit."

Felicia meletakkan kapas perlahan.

*Jadi ini bukan selera buruk. Ini hasil gaslight bertahun-tahun.*

Di ruang kerja lantai tiga, Kevin yang sedang membaca laporan Phoenix Intel kembali berhenti.

Gaslight. Linda. Stella.

Ia menyimpan nama itu dalam kepalanya.

Di kamar mandi, Felicia menuang cleansing oil ke telapak tangan dan mulai memijat wajahnya. Lapisan makeup luruh sedikit demi sedikit. Foundation cokelat kekuningan turun bersama air. Alis palsu menghilang. Lipstik merah meninggalkan jejak seperti darah di kapas.

Semakin wajah itu bersih, semakin Felicia terdiam.

Kulit di cermin ternyata putih bersih dengan rona sehat. Bentuk wajahnya kecil, dagu halus, hidung mancung, bibir alami berwarna merah muda. Mata yang tadi tenggelam di balik eyeliner tebal kini terlihat jernih dan panjang, dengan bulu mata lentik yang tidak perlu maskara berlapis-lapis.

Ia menyeka sisa makeup di sudut mata.

Seorang perempuan asing menatap balik.

Cantik.

Bukan cantik biasa.

Cantik yang bisa membuat orang di ballroom lupa kalimat berikutnya.

Felicia menelan ludah.

*Ya ampun. Ini wajah disembunyikan bertahun-tahun? Linda dan Stella bukan cuma jahat. Mereka takut saingan.*

***"Analisis tepat, Host. Pemilik tubuh lama tumbuh percaya bahwa kecantikannya adalah sumber masalah. Dia sengaja memakai makeup buruk, baju norak, dan sikap bodoh agar tidak mengancam Stella."***

"Dan tetap dijodohkan dengan Kevin."

***"Karena keluarga Santoso butuh kontrak Surya. Mereka pikir Kevin yang terluka dan terpinggirkan cukup aman untuk dijadikan tempat membuang Felicia."***

Felicia mematikan keran.

"Membuang," ulangnya pelan.

Kata itu pahit.

Ia bukan pemilik tubuh lama, tapi dada ini tetap terasa sesak. Mungkin karena sisa perasaan Felicia lama masih tinggal di sana, berlapis takut, malu, dan keinginan kecil untuk dipilih oleh ayah sendiri.

Felicia mengganti gaun rumah yang disiapkan di lemari. Kali ini ia memilih blouse putih sederhana dan celana kain krem, bukan dress bermotif besar yang ada di koper lamanya. Rambut panjangnya ia keringkan, lalu dibiarkan jatuh di punggung tanpa jepit heboh.

Ketika ia keluar dari kamar mandi, kamar utama terasa lebih terang.

Kevin sedang berdiri di dekat meja, memegang sebuah map hitam. Ia mungkin baru masuk beberapa detik lalu, tetapi langkahnya berhenti begitu melihat Felicia.

Benar-benar berhenti.

Felicia juga berhenti.

"Mas Kevin?"

Kevin tidak menjawab.

Selama beberapa detik, matanya menatap wajah Felicia tanpa berkedip. Poni panjang menutupi separuh ekspresinya, tapi rahang yang biasanya kaku kini seperti lupa mengeras.

Felicia menyentuh pipinya sendiri. "Ada yang aneh?"

*Jangan bilang masih ada sisa eyeliner. Kalau ada, aku lompat dari balkon. Eh, jangan. Mahal kalau kaca rusak.*

Kevin mendengar, tapi tidak langsung bereaksi.

Aneh?

Tidak.

Wajah di hadapannya berbeda jauh dari pengantin perempuan semalam. Tanpa lapisan makeup buruk, Felicia Santoso terlihat seperti orang lain. Lebih muda, lebih tajam, dan terlalu hidup untuk rumah yang selama ini dingin.

"Kamu..." Kevin berhenti.

Felicia menunggu.

"Cuci muka."

Felicia menatapnya datar.

*Komentar abad ini. Pria ini melihat transformasi dari badut mahal ke manusia normal, lalu kesimpulannya cuci muka.*

Kevin berdeham pelan. "Map kontrak tambahan."

"Oh." Felicia mengambil map itu. "Apa isinya?"

"Akses rumah, kartu kendaraan, batas penggunaan rekening, jadwal keluarga Surya."

"Saya punya rekening?"

"Mulai hari ini."

Felicia membuka map. Di dalamnya ada kartu debit hitam, daftar akses pintu, dan dokumen dengan banyak angka. Ia melihat limit bulanan yang tertera, lalu matanya melebar.

"Mas Kevin, ini kebanyakan."

"Untuk kebutuhanmu."

"Kebutuhan saya bukan beli pulau."

"Kalau kurang, bilang."

Felicia memandangnya seperti ia baru berbicara dalam bahasa alien.

*Orang kaya memang beda server. Limit bulanannya bisa buat modal franchise bakmi.*

Kevin menahan dorongan untuk bertanya franchise bakmi apa.

"Saya tidak mau bergantung pada uangmu," kata Felicia, kali ini lebih serius.

Kevin menatapnya. "Itu bagian kontrak."

"Saya paham. Tapi saya ingin mencatat semua pengeluaran. Kalau nanti kita bercerai, tidak ada yang bisa bilang saya mengambil keuntungan."

Kevin diam agak lama.

Kebanyakan orang yang masuk ke rumah Surya akan menghitung apa yang bisa mereka ambil. Felicia justru memikirkan bukti agar tidak dituduh.

*Aku boleh pakai uangnya untuk bertahan, tapi bukan untuk jadi parasit. Hidup sudah dilempar ke sini, masa harga diri ikut dijual satu paket sama kontrak?*

Suara hati itu membuat tatapan Kevin berubah tipis.

"Lakukan sesukamu," katanya.

Felicia mengangguk puas. "Terima kasih."

Kevin berbalik hendak pergi, tetapi langkahnya tertahan saat melihat tumpukan kapas kotor di meja rias. Warnanya cokelat, merah, hitam. Seperti bekas perang kecil.

"Kenapa dulu memakai makeup seperti itu?"

Pertanyaan itu keluar lebih dulu dari yang ia rencanakan.

Felicia menegang sebentar. Lalu ia mengangkat bahu, mencoba ringan. "Kebiasaan buruk."

*Karena Linda dan Stella membuat Felicia lama percaya bahwa cantik itu dosa sosial. Karena Papa terlalu sibuk jadi orang baik untuk semua orang sampai lupa melindungi anak sendiri. Karena gadis itu takut bersinar.*

Kevin berdiri diam.

Kalimat-kalimat itu masuk ke kepalanya, satu per satu.

Ia tidak tahu bagian mana yang membuat dadanya terasa tidak nyaman. Mungkin karena ia mengerti rasanya disembunyikan. Mungkin karena ia tahu bagaimana seseorang bisa tumbuh dengan luka yang diberi nama "demi kebaikanmu."

"Mulai sekarang," katanya pelan, "pakai yang kamu mau."

Felicia mengangkat wajah.

"Di rumah ini, tidak ada Linda. Tidak ada Stella."

Ucapan itu singkat. Datar. Tapi bagi Felicia, rasanya seperti seseorang membuka jendela di kamar yang sudah lama pengap.

Ia tersenyum kecil. Bukan senyum pengantin palsu semalam. Bukan senyum sopan untuk bertahan hidup. Senyum itu muncul cepat, lembut, lalu hilang sebelum ia sadar.

"Baik, Mas Kevin."

Kevin segera memalingkan wajah.

*Lho? Telinganya merah?*

"Aku rapat," katanya cepat.

Ia keluar dari kamar dengan langkah lebih kaku dari biasanya.

Felicia menatap pintu yang tertutup, lalu tertawa pelan.

***"Love Meter naik, Host."***

"Berapa?"

***"Delapan."***

Felicia memutar mata. "Pelan banget."

Di koridor, Kevin berhenti.

Tangannya menyentuh telinga sendiri.

Panas.

Sial.

Perempuan ini benar-benar lebih berbahaya daripada yang ia kira.

Terpopuler

Comments

Marmy Sugeng Harianto

Marmy Sugeng Harianto

mulai timbul benih benih ini

2026-07-19

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!