Episode 3

Bab 3: Sistem Kepo Aktif!

Ia harus menyelidiki siapa sebenarnya Jason Setiawan.

Rencana itu baru terbentuk tiga detik di kepala Felicia ketika Kevin menatapnya dari seberang ruang makan seolah ia baru saja mengumumkan rencana kudeta.

"Jangan."

Felicia yang sedang memegang cangkir teh berkedip. "Jangan apa?"

"Menyentuh barang pribadiku."

"Saya tidak menyentuh apa-apa."

"Foto."

Felicia tersenyum kecil. "Sudah saya taruh kembali."

Kevin jelas tidak percaya. Ponselnya kembali bergetar, kali ini bukan panggilan, melainkan pesan. Ia membaca sebentar, mengetik balasan singkat, lalu memasukkan ponsel ke saku.

Di kepala Felicia, alarm gosip langsung berbunyi.

*Pasti Jason. Pasti dia membatalkan janji karena Kevin panik. Hmm. Makin mencurigakan.*

Kevin menarik napas pelan.

"Aku ada rapat daring," katanya. "Jangan naik ke lantai tiga."

"Baik, Mas Kevin."

*Lantai tiga dilarang. Foto Jason dilarang. Suami ini hidupnya lebih banyak password daripada aplikasi bank.*

Kevin berhenti selangkah, lalu menoleh. "Sarapanmu habiskan."

Ia pergi sebelum Felicia sempat menjawab.

Pak Budi muncul dari arah dapur sambil membawa jus jambu merah. "Bu Felicia ingin tambah bubur?"

"Tidak usah, Pak. Terima kasih." Felicia menunggu sampai langkah Kevin benar-benar hilang di tangga, lalu menurunkan suara. "Pak Budi, lantai tiga itu apa?"

Pak Budi tersenyum sopan. "Ruang kerja pribadi Pak Kevin, Bu. Hanya Pak Kevin, Pak Adi, dan tim keamanan tertentu yang boleh masuk."

"Oh. Rahasia perusahaan?"

"Kurang lebih begitu."

Felicia mengangguk. "Baik. Saya tidak akan naik."

*Untuk sekarang.*

Pak Budi pura-pura tidak melihat sorot mata majikan barunya yang terlalu penasaran. Ia hanya menunduk dan kembali ke dapur.

Begitu sendirian, Felicia menghabiskan teh, lalu membawa dirinya ke kamar utama. Ia mengunci pintu, menutup tirai, dan duduk bersila di atas ranjang.

"Si Kepo," bisiknya. "Keluar."

***"Hadir, Host tersayang! Akhirnya dipanggil juga. Aku kira kamu lebih tertarik investigasi pacar rahasia suami daripada tutorial survival."***

"Jangan mulai." Felicia menunjuk udara kosong. "Aku butuh penjelasan. Lengkap. Tapi jangan bikin kepalaku meledak."

Sebuah panel transparan muncul di depan matanya. Tulisan biru muda berkedip seperti layar game, tapi tidak ada proyektor, tidak ada gawai, tidak ada apa pun.

MISI UTAMA

Bantu Kevin Surya menjadi penguasa Surya Group dalam 3 tahun.

MISI AFEKSI

Naikkan Love Meter Kevin Surya sampai 100.

STATUS HOST

Poin: 50

Inventory: Level 1

Shop: Terkunci sebagian

Felicia menatap layar itu dengan mulut setengah terbuka.

"Love Meter?" ulangnya.

***"Betul! Saat ini Love Meter Kevin untukmu berada di angka..."***

Angka muncul.

5/100

Felicia tersinggung. "Cuma lima?"

***"Itu sudah bagus, Host. Tadi malam sebelum kamu menyebutnya freezer, nilainya dua."***

"Dia tidak tahu aku menyebutnya begitu."

Di lantai tiga, Kevin yang baru duduk di depan laptop langsung mengangkat kepala.

Tahu.

Sangat tahu.

Felicia menggulir panel dengan jari, walau ia sendiri tidak yakin menyentuh udara itu masuk akal. "Kenapa harus Kevin jadi penguasa Surya Group?"

***"Karena kalau bukan dia, Surya Group akan jatuh ke tangan Brandon dan Madam Liem. Dalam lima tahun, perusahaan runtuh, banyak orang hancur, dan kamu termasuk korban pertama."***

Senyum Felicia hilang.

***"Kevin adalah pewaris paling kompeten, tapi posisinya ditekan sejak kecil. Madam Liem ingin Brandon naik. Liem family sudah menanam orang di hampir semua divisi penting."***

"Kenapa Hendrik Surya diam?"

***"Pak Hendrik kuat, tapi tua dan terlalu percaya pada istrinya. Dia juga punya rasa bersalah rumit terhadap Kevin."***

Felicia memeluk bantal. "Rasa bersalah apa?"

Panel berubah menjadi file berjudul PROFIL RISIKO: KEVIN SURYA.

Foto Kevin muncul. Lebih muda, wajah kiri penuh perban, tubuh kecil berdiri di halaman rumah besar yang tidak ia kenali.

Dada Felicia terasa tertarik.

***"Usia delapan tahun, Kevin dikirim ke Singapore dengan alasan pendidikan. Faktanya, Madam Liem memakai koneksi Wijaya Group untuk menyingkirkannya."***

Felicia diam.

***"Di sana dia dikurung, dipukul, dan diberi paparan racun saraf dosis kecil. Luka di wajahnya berasal dari serangan anjing penjaga. Setelah empat tahun, Om Hendra menemukan dan membawanya kembali."***

"Berhenti." Suara Felicia mengecil.

Ia menatap foto anak kecil itu. Poni dalam foto belum cukup panjang untuk menutupi luka, jadi separuh wajahnya terlihat. Mata anak itu kosong, seperti sudah terlalu lelah untuk meminta tolong.

*Dia masih delapan tahun...*

Di lantai tiga, napas Kevin tertahan.

Tidak banyak orang tahu detail itu. Bahkan di keluarga Surya, cerita resminya hanya kecelakaan saat sekolah di luar negeri.

Bagaimana Felicia bisa tahu?

Atau lebih tepat, bagaimana sistem aneh di kepalanya tahu?

Felicia mengusap wajah. "Jadi racun itu masih ada?"

***"Iya. Chronic neurotoxin. Gejalanya muncul setiap tahun: demam tinggi, nyeri saraf, tubuh kaku, kadang mimpi buruk ekstrem. Belakangan ada indikasi dosis tambahan dari pihak internal."***

"Madam Liem?"

***"Dugaan kuat. Bukti belum cukup."***

Felicia meremas bantal sampai buku jarinya putih.

*Pantas dia kayak tembok. Kalau hidupku dari kecil begitu, mungkin aku bukan tembok lagi, sudah jadi bunker.*

Kevin menunduk perlahan. Jari-jarinya menekan tepi meja.

Ia seharusnya marah karena rahasianya dibongkar. Ia seharusnya memanggil Adi dan menyelidiki Felicia detik itu juga.

Namun suara hati Felicia tidak terdengar mengejek.

Untuk pertama kalinya, ia mendengar iba yang tidak dibuat-buat.

"Si Kepo," Felicia berkata pelan. "Apa bisa disembuhkan?"

***"Bisa, tapi sulit. Butuh poin tinggi, data medis lengkap, dan akses ke ahli toksikologi tertentu. Shop punya item pendukung, tapi belum terbuka."***

"Berarti tugasku bukan cuma bikin dia jadi CEO."

***"Benar, Host. Kamu harus menjaga dia tetap hidup sampai waktunya."***

Kamar terasa lebih dingin.

Felicia memandangi panel lain. Ada menu Inventory, Toko Sistem, Misi Harian, Arsip Gosip, dan Obat Khusus. Ketika ia membuka Inventory, ruang kosong seperti laci tak terlihat muncul di layar.

***"Inventory Level 1 bisa menyimpan barang kecil sampai total sepuluh kilogram. Waktu di dalamnya berhenti. Cocok untuk dokumen, uang, obat, dan camilan darurat."***

"Camilan darurat penting."

***"Aku tahu kamu Host berkualitas."***

Felicia hampir tertawa, tapi foto Kevin kecil masih membayang di matanya.

Ia membuka menu Obat Khusus. Banyak item terkunci, hanya dua yang menyala redup.

TRUTH SERUM

HAPPY CRAZY PILL

"Nama obatnya kenapa kayak acara komedi?"

***"Branding itu penting, Boss."***

"Efeknya?"

***"Truth Serum membuat target sulit berbohong selama lima menit. Happy Crazy Pill membuat target kehilangan kontrol malu selama beberapa menit. Aman, tidak mematikan, tapi cooldown panjang dan poin mahal."***

Felicia menyandarkan punggung ke kepala ranjang.

Dalam satu jam, dunia barunya berubah dari pernikahan kontrak aneh menjadi perang keluarga, racun kronis, perebutan perusahaan, dan sistem yang menjual obat skandal.

*Oke, Cia. Tarik napas. Kamu cuma harus membantu suami kontrak yang trauma, melawan mertua psikopat, mengalahkan kakak playboy, mengumpulkan poin, menyembuhkan racun, dan mungkin mencari tahu apakah Jason pacarnya. Santai. Super santai. Literally cuma level neraka.*

Di lantai tiga, Kevin menutup laptop.

Ia tidak bisa lagi pura-pura rapat.

Lima menit kemudian, pintu kamar diketuk.

Felicia panik. Panel menghilang.

"Siapa?"

"Aku."

Felicia merapikan rambut yang bahkan tidak berantakan. "Masuk, Mas."

Kevin membuka pintu, berdiri di luar tanpa melangkah masuk. Tatapannya jatuh pada bantal yang hampir penyok di pelukan Felicia, lalu pada wajahnya yang lebih pucat dari tadi.

"Kamu sakit?"

"Tidak."

"Wajahmu pucat."

"Kebanyakan informasi."

Kevin menatapnya lama.

"Informasi apa?"

Felicia hampir menjawab jujur, lalu menggigit lidah.

*Tidak mungkin bilang aku baru tahu masa kecilmu dari AI gosip. Dia bisa lapor rumah sakit jiwa.*

"Soal kontrak," katanya. "Saya baru sadar tiga tahun itu tidak singkat."

Kevin masuk selangkah. "Menyesal?"

Felicia menatapnya.

Wajah dingin itu masih sama. Poni menutup luka. Bahunya tegak, seakan tidak ada yang bisa menyakitinya lagi. Tapi sekarang Felicia tahu, tubuh tinggi itu pernah menjadi anak kecil yang tidak bisa pulang.

"Belum," jawabnya.

Kevin diam.

Felicia memaksakan senyum kecil. "Saya hanya berpikir, kalau kita harus bekerja sama tiga tahun, sebaiknya saya tahu aturan mainnya."

"Aturan pertama," kata Kevin, "jangan percaya keluarga Surya."

"Termasuk kamu?"

Kevin menatapnya tanpa berkedip. "Terutama aku."

Ia berbalik pergi.

Felicia memandangi punggungnya sampai pintu tertutup.

Di kepalanya, Si Kepo berbisik lebih pelan dari biasanya.

***"Host, misi ini memang tidak mudah."***

Felicia menarik napas panjang, lalu melihat cincin di jarinya.

"Aku tahu."

Untuk pertama kalinya sejak bangun di ballroom, ia tidak lagi merasa hanya terseret masuk ke drama orang kaya.

Ia sudah berdiri di tengah pusaran.

Dan cowok es batu itu ternyata jauh lebih retak daripada yang ia bayangkan.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!