Episode 5

Bab 005

Sekolah

Kevin tidak menoleh sampai ia menghilang di ujung koridor.

Seline hanya sempat melihat Anton menyerahkan map tipis itu, lalu keduanya berjalan menjauh dengan langkah cepat. Ia tidak tahu kabar apa yang membuat pria sedingin Kevin berhenti sejenak, tetapi malam itu ia belajar satu hal lagi tentang rumah Hartono. Ada terlalu banyak pintu tertutup, dan sebagian besar bukan untuk orang seperti dirinya.

Pagi berikutnya, pintu tertutup pertama yang harus ia hadapi bukan milik Kevin, melainkan milik masa depan Darren.

"Sekolah?" Tante Chen mengulang, seolah kata itu baru pertama kali didengarnya. Ia duduk di ruang kecil sayap timur, memeriksa daftar belanja rumah tangga di tablet. "Tentu saja nanti diurus."

Seline berdiri di hadapannya. Darren menunggu di luar ruangan bersama Bi Zheng karena Tante Chen berkata pembicaraan orang dewasa tidak perlu didengar anak kecil.

"Maaf, Tante. Tahun ajaran sudah berjalan. Kalau terlalu lama, Darren tertinggal."

"Dia baru datang kemarin, Seline." Tante Chen tersenyum tanpa mengangkat mata dari layar. "Jangan terburu-buru. Lagipula sekolah di Jakarta tidak semudah itu. Harus ada berkas, rekomendasi, biaya..."

"Saya membawa rapor dan dokumen Darren." Seline mengeluarkan map plastik dari tasnya. Ujung map itu sudah sedikit kusut karena ia jaga sepanjang perjalanan dari Surabaya. "Nilainya bagus. Di sekolah lama, dia selalu masuk tiga besar."

Barulah Tante Chen menatap map itu.

"Bagus saja tidak cukup untuk masuk sekolah bagus di Jakarta."

Kalimat itu jatuh pelan, tetapi Darren yang berdiri di luar mungkin tetap bisa merasakannya dari balik pintu. Seline menahan napas.

"Kalau Tante bisa merekomendasikan sekolah yang sesuai, saya akan mengikuti."

"Sekolah biasa dulu saja. Tidak perlu langsung yang mahal."

Seline meremas ujung map. Ia tahu maksud Tante Chen masuk akal di permukaan. Namun ia juga tahu Darren. Anak itu terlalu cepat belajar, terlalu lapar pada buku, terlalu sering menyembunyikan kecewa agar kakaknya tidak merasa gagal.

"Tante," ucap Seline lebih pelan, "saya tidak meminta sekolah mahal untuk gaya. Darren butuh tempat yang bisa mengejar kemampuannya. Saya bisa membantu biaya secara bertahap."

Tante Chen mengangkat alis. "Dengan apa?"

Panas menjalar ke wajah Seline.

Ia punya uang dari pekerjaan ilustrasi daringnya, tetapi jumlahnya tidak cukup untuk terdengar meyakinkan di rumah ini. Menyebutnya di depan Tante Chen hanya akan membuka pertanyaan lain. Ia menelan jawaban itu.

"Saya akan mencari cara."

"Seline." Suara Tante Chen melembut, justru membuatnya lebih menyakitkan. "Tante mengerti kamu sayang adikmu. Tapi tinggal di rumah ini sudah cukup menjadi bantuan besar. Jangan langsung meminta terlalu banyak."

Seline menunduk.

Ia ingin berkata bahwa ia tidak meminta untuk dirinya. Ia ingin berkata bahwa Darren bukan barang tambahan yang bisa diletakkan di kamar belakang sambil menunggu nasib baik. Tetapi ia ingat ucapan semalam, orang yang benar belum tentu langsung menang.

"Ada apa ini?"

Suara pria dari pintu membuat Tante Chen menoleh. Om Richard masuk dengan kemeja lengan pendek, wajahnya ramah dan sedikit bingung melihat suasana ruangan.

"Tidak ada apa-apa," jawab Tante Chen cepat. "Seline hanya bertanya soal sekolah Darren."

"Oh, itu penting." Om Richard mengambil map dari tangan Seline sebelum istrinya sempat menahan. "Darren sebelas tahun, kan?"

"Iya, Om."

Om Richard membuka rapor. Alisnya terangkat. "Nilainya bagus sekali."

Seline merasakan tenggorokannya menghangat. "Dia suka belajar, Om. Kalau bisa, saya ingin dia masuk sekolah yang baik. Saya tahu ini merepotkan, tapi saya mohon Om pertimbangkan."

Ia tidak menangis. Ia hanya membungkuk sedikit, cukup rendah untuk menunjukkan permintaan, tidak cukup rendah untuk menyerahkan harga dirinya.

Om Richard menatapnya lebih lama. Mungkin ia melihat sesuatu yang Tante Chen tidak ingin lihat. Seorang kakak perempuan berusia delapan belas tahun yang datang dengan dua koper tua, tetapi membawa rapor adiknya seolah membawa dokumen perusahaan paling penting.

"Pelita Harmoni masih punya kelas akselerasi," kata Om Richard. "Kepala sekolahnya teman lama saya. Saya bisa telepon."

Tante Chen langsung berkata, "Richard, sekolah itu mahal."

"Bisa pakai nama keluarga Hartono dulu. Urusan biaya nanti saya atur." Om Richard tersenyum kepada Seline. "Darren ikut tes penempatan. Kalau nilainya masuk, dia sekolah di sana."

Seline hampir tidak percaya. "Terima kasih, Om."

"Jangan berterima kasih dulu. Dia tetap harus lulus tes."

"Dia akan belajar."

Pintu terbuka sedikit. Darren yang rupanya tidak tahan menunggu mengintip dari balik bahu Bi Zheng. "Aku pasti lulus, Om."

Om Richard tertawa. "Nah, itu baru semangat."

Tante Chen tersenyum, tetapi senyum itu tidak menyentuh matanya. "Kalau begitu, terserah kamu saja."

Urusan sekolah bergerak lebih cepat setelah Om Richard turun tangan. Siang itu juga, ia menelepon seseorang. Sore harinya, jadwal tes penempatan Darren sudah keluar untuk dua hari kemudian. Seline menyalin alamat sekolah di buku kecil, memastikan rute, jam, dan dokumen yang dibutuhkan.

Di teras samping, Darren duduk dengan buku matematika terbuka. Ia belajar seperti orang yang sedang menyiapkan diri untuk perang.

"Jangan terlalu tegang," kata Seline, menaruh segelas susu di sebelahnya. "Kamu masih punya dua hari."

"Aku tidak boleh gagal."

"Boleh gugup. Tidak boleh menyerah sebelum mulai."

Darren mengangguk serius.

Sebuah suara ringan datang dari arah garasi. "Kalau butuh diantar, aku bisa."

Seline menoleh. Jason Hartono berdiri di dekat tangga, memakai kaus putih dan jaket tipis, kunci mobil tergantung di jarinya. Wajahnya jauh lebih terbuka daripada Kevin atau Wilson.

"Ko Jason," Seline menyapa.

Jason tersenyum. "Aku dengar Darren mau tes di Pelita Harmoni. Jalurnya lumayan ribet kalau belum biasa. Aku bisa antar kalian. Kalau nanti diterima, aku juga sering lewat sana pagi-pagi."

Darren langsung menatap Seline dengan harapan yang terlalu jelas.

Seline ragu. "Kami tidak ingin merepotkan."

"Tidak repot. Aku memang keluar pagi." Jason berjongkok sedikit agar sejajar dengan Darren. "Kamu suka matematika?"

"Suka."

"Bagus. Di sekolah itu, anak yang suka matematika biasanya disayang guru."

Darren untuk pertama kalinya tersenyum lepas sejak tiba di rumah Hartono.

Seline melihat senyum itu, lalu pertahanannya melemah. "Kalau Ko Jason benar-benar tidak repot, kami berterima kasih."

"Deal."

Jason mengangkat kunci mobil seperti memberi janji kecil. Setelah beberapa menit berbicara soal sekolah, ia pamit karena harus pergi. Mobilnya bergerak keluar dari garasi samping, tetapi sebelum mencapai gerbang, ia melambat.

Di balik kaca depan, Jason melihat ke arah teras tempat Seline masih berdiri di samping Darren.

Ia menatap cukup lama sampai klakson pendek dari mobil lain membuatnya tersadar.

Barulah Jason menekan gas, membawa pergi pandangan yang belum sempat ia beri nama.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!