Bab 48 - Demam Kirana
Hari masih sangat pagi ketika aku mendengar langkah ringan di kamar. Laras masuk perlahan, membawa Kirana dalam gendongan. Gadis kecil itu sudah bangun, tetapi matanya masih berat oleh kantuk, tangannya bergerak pelan memainkan blus Laras.
"Dia bangun dan tidak mau minum dari botol," bisik Laras, membaringkannya lembut di sampingku di ranjang. "Aku bawa dia ke sini karena aku mau keluar, pergi ke kampus untuk melihat kelas."
Aku merapat ke sisi putriku, memeluknya dengan penuh sayang. Ia meringkuk di dadaku, menarik napas dalam, dan dalam beberapa menit matanya sudah tertutup lagi, kembali tidur dengan tenang. Namun tak lama kemudian, aku terbangun oleh tangis melengking yang menusuk, membuat darahku terasa beku. Cahaya matahari masih redup, tetapi aku tidak melihat apa pun selain panas menyengat dari tubuh kecil Kirana yang menempel padaku. Kutempelkan tangan ke dahinya. Panas sekali. Matanya penuh air mata, napasnya pendek dan terengah, seluruh tubuhnya meringkuk seakan ada sesuatu yang sakit jauh di dalam.
Kepalaku masih sedikit berputar karena wine semalam, mulutku kering, tetapi rasa mabuk itu lenyap seketika, digantikan panik yang mencengkeram dadaku kuat-kuat. Aku berlari ke telepon, tanganku gemetar sampai hampir tak bisa menekan nomor.
"Tolong siapkan mobil sekarang," teriakku kepada sopir, tanpa menunggu ia selesai memberi salam. "Ini Kirana, tubuhnya panas sekali, kita harus membawanya ke dokter sekarang juga!"
Setelah itu aku menelepon Arkan. Suaraku tercekat tangis dan putus asa.
"Arkan, cepat pulang! Dia demam tinggi sekali, tidak berhenti menangis, aku tidak tahu harus apa... Aku seharusnya tidak minum semalam, seharusnya aku menjaganya lebih baik, aku ibu yang buruk!" Kata-kata itu keluar bertabrakan di antara isak. "Aku tidak sanggup melihatnya kesakitan seperti ini, aku tidak tahan!"
"Tenang, sayang, bernapas," katanya, tegas dan lembut sekaligus. Aku menyadari ia sudah bergerak, terdengar suara mesin di latar belakang. "Aku s…
Bos Mafia yang Mencintai Putriku
Episode 48
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 61 Episodes
Comments