Episode 4 Ribut Lagi

Perdebatan itu semakin ramai. Semua berbicara hampir bersamaan hingga tak ada yang benar-benar mendengar satu sama lain, saling menyalahkan tidak ada yang mau kalah.

Baik mulut wanita pria sama saja hanya Alfian yang semakin frustasi melihat kekacauan di antara teman-temannya.

Bahkan Celia yang sejak tadi juga tidak mau kalah. Karena terlalu fokus beradu mulut, tangan Diego tidak sengaja mendorong tubuh Celia yang membuatnya melangkah mundur

Tubuhnya kehilangan keseimbangan. Untuk sesaat ia yakin akan jatuh.

Mata Celia melotot sudah membayangkan bahwa tubuhnya akan terhampar aspal yang sangat keras. Namun, sebelum itu terjadi, sebuah tangan dengan sigap meraih lengannya. Tangan yang lain menahan pinggangnya agar tidak benar-benar terjatuh.

Bruk.

Bukan tubuhnya yang menghantam lantai, melainkan langkahnya yang terhenti tepat saat Alfian berhasil menahan tubuhnya dengan posisi kayang.

Mata Celia melotot, dengan nafas memburu, Celia benar-benar kaget dan sementara tatapan Alfian tampak dingin dengan kerutan dahi di wajahnya.

"Lepas!" teriak Celia.

Sentuhan tangan Alfian baginya adalah dosa besar karena mereka bukan mahram.

"Lepas...!" teriaknya kembali.

Tidak berpikir panjang Alfian melepaskan Celia dan terjadi

Brukkk.

Suara benturan yang cukup keras terdengar membuat kericuhan seketika menjadi hening. Chaca dan Chika sama-sama membalikkan tubuh melihat apa yang terjadi membuat mereka kaget.

"Auhhhhh!" keluh Celia saat tubuhnya terbentur aspal dengan pinggang yang terasa sakit.

"Celia!" teriak keduanya serempak dengan menghampiri teman mereka dengan berjongkok memeriksa keadaan Celia.

"Apa-apaan sih lo hah!" umpat Chaca.

"Bukan kesalahan gue," sahut Alfian.

"Issss dasar!"

Chaca dan Chika membantu Celia untuk berdiri dengan Celia memegang pinggangnya yang terasa sakit.

"Dasar lo, lo sengaja bukan," sahut Celia.

"Lo yang nyuruh gue buat lepaskan dan gue sudah lakuin," sahut Alfian.

"Sudah-sudah hentikan semuanya dan jangan membuat keributan di depan pintu pagar konser ini, jika kalian semua masih berada di sini dan membuat kekacauan saya akan melaporkan polisi dan orang tua kalian bisa dipanggil!" tegas satpam memberi ancaman.

"Iya-iya pak," sahut mereka dengan serempak tampak terpaksa.

"Dasar anak remaja sekarang!" kedua satpam itu menggelengkan kepala dan kemudian berlalu dari hadapan para remaja yang masih menyimpan rasa kekesalan.

"Heh! urusan kita belum selesai ya," sahut Kania.

"Urusan apaan, kalian yang mulai duluan, mengejek kita bertiga dan lihatlah Allah maha adil langsung memberi karma kepada kalian dengan tiket kalian tiket palsu, katanya orang kaya, sekolah di sekolah elit dengan fasilitas mewah, ternyata murid-muridnya untuk nonton konser aja harus mencari tiket palsu," ejek Chaca.

"Eh jaga tuh mulut, apa kabar dengan kalian bertiga," sahut Diego.

"Ya, kita bertiga karena ditipu," sahut Celia mencari pembelaan.

"Ya sama aja," sahut Yogi tertawa terbahak-bahak bersama dengan teman-temannya.

"Ketawa-ketawa udah kayak sun go kong," ejek Chaca.

"Lo bertiga cewek alay," celetuk Diego.

"Hey kita ini wanita-wanita jenius," tegas Chika.

"Apaan jenius, lo bertiga cewek cabe-cabean, cegil, alay," ejek Yogi.

"Eh sembarang...." Celia bersama dengan teman-temannya mulai terpancing.

"Sudah hentikan!" bentak Alfian.

"Kita sebaiknya pergi dari sini, mereka bertiga hanya cari perhatian dan tidak ada gunanya meladeninya orang-orang seperti mereka!" tegas Alfian terlebih dahulu berlalu dari hadapan orang-orang tersebut dan sebelum itu matanya menata Celia yang juga menatapnya dengan penuh kemarahan.

"Huhhhh, buang-buang waktu berhadapan dengan orang-orang seperti kalian!" ucap Valery terlalu dari hadapan Celia dan teman-temannya, kemudian diikuti dengan Kania Diego dan juga Yogi.

"Huhhhh yang adanya kita yang membuang -buang waktu berhadapan dengan orang-orang kaya songong!" teriak Chika dengan emosi.

"Celia kamu tidak apa-apa?" tanya Chaca.

"Tidak.....issss amit-amit tangan kotornya menyentuh tubuhku," Celia kegelian pada tubuhnya sendiri yang disentuh oleh Alfian seolah-olah hal itu sangat menjijikkan dan begitu najis.

"Sebaiknya kita pergi dari tempat ini, percuma nabung mahal-mahal eh ujung-ujungnya kita tidak bisa nonton konser idola kita," sahut Celia dengan kesal.

"Ya sudah ayo!" ajak Chika dengan mereka bertiga yang akhirnya meninggalkan tempat tersebut.

*****

"Ini sungguh memalukan Kania, kita bukan orang kekurangan yang tidak mampu membeli tiket, apa-apa sih lo, kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Valery melampiaskan kemarahannya kepada sahabatnya di saat mereka tampak nongkrong di tempat biasa.

"Valery gue juga tidak tahu jika kejadiannya akan seperti ini, gue sudah hati-hati untuk membeli tiket dan tidak tahu jika aku ujung-ujungnya kita akan tertipu," sahut Valery.

"Tetapi harga diri kita benar-benar turun di depan gadis cabe-cabean itu," sahut Yogi.

"Setuju," sahut Diego.

"Kenapa sih, mereka selalu mencari masalah dengan kita, tidak ada satupun anak SMA Cendrawasih berani dengan SMA Bintang, tetapi mereka bertiga selalu nyolot, nantangi dan sangat geragas yang tidak tahu etika," sahut Valery tampak begitu kesal.

"Aku sedang mengatakan kepada kalian semua untuk tidak berurusan dengan mereka bertiga, cewek-cewek itu hanya iri dengan kita yang bisa memiliki apapun dan sekolah di tempat yang bagus," sahut Alfian.

"Setuju sih," sahut Valery.

"Sudahlah guise, gue minta maaf atas apa yang terjadi, gue bener-bener nggak nyangka kejadiannya akan seperti ini, semoga ini menjadi pelajaran untuk gue kedepannya dan gue janji akan lebih hati-hati lagi," sahut Kania.

"Sudahlah, gue mau pulang capek!" sahut Valery terlihat moodnya berantakan.

Alfian tidak mengatakan apapun dan juga berlalu dari teman-temannya.

"Alfian tunggu!" Yogi dan Diego langsung berlari menyusul Alfian.

"Isss, awas saja wanita yang telah menjual tiket kepadaku, jika sampai aku menemukannya maka aku akan menyelesaikannya saat itu juga, berani-beraninya dia menipu ku dan membuat teman-temanku malu," umpat Kania dengan kesal.

*****

Tidak jadi menonton konser idola mereka, Celia bersama dengan keduanya tampak menikmati makanan seblak di pinggir jalan. Seperti biasa level ketiganya level yang tingkat pedas sehingga membuat mereka makan berkeringat dengan suara desahan kepedasan.

"Pokoknya gue akan mencari wanita yang menjual tiket itu, enak saja uang kita bertiga sudah habis dan kita bahkan tidak bisa melihat idola kita," sahut Chika dengan kekesalannya dan ditambah dengan pedasnya seblak yang dia makan.

"Makanya mesan tiket itu yang benar-benar aja," sahut Celia.

"Tau ni, uangnya sudah ditabung setahun, eh malah di tipu," sahut Chaca.

"Sudahlah kita jadikan saja semua ini pelajaran dan semoga kedepannya hal ini tidak akan terjadi lagi," sahut Celia dengan bijak.

"Isss, tetapi tetap saja murid-murid SMA Bintang itu menyebalkan, lihatlah laki-laki gendut itu mendorong kamu sampai membuat kamu jatuh," sahut Chaca.

"Namanya juga bedanya besar, mana mampu Dia menjaga keseimbangannya, tetapi untung saja Celia tidak cedera dan jika sampai cedera kita akan minta ganti rugi," sahut Chika.

"Memang tidak cedera, tetapi tubuhku disentuh oleh laki-laki itu, laki-laki sombong dan angkuh, manja dan menyebalkan," Celia tidak berhenti mengumpat dengan kemarahannya pada Alfian.

"Kamu harus mandi suci Celia, jika tidak virus dari kesombongan mereka akan menular pada kamu," ucap Chika.

"Setuju," sahut Chaca.

"Ya, begitu sampai rumah nanti aku akan langsung mandi suci, mandi kembang 7 rupa untuk menghilangkan aura jahat di tubuhku," sahut Celia.

"Huhhhhh, semoga saja kita tidak akan berurusan lagi dengan murid-murid SMA Bintang," sahut Chika.

"Amin!" Celia dan Chaca mengucapkan Amin dengan sangat keras dan bahkan sama-sama serentak.

Bersambung.....

Episodes
1 Episode 1 Saling Ejek.
2 Episode 2 Kesal
3 Episode 3 Perang Di Konser
4 Episode 4 Ribut Lagi
5 Episode 5 Perjodohan
6 Episode 6 Bertemu Dalam Kaget
7 Episode 7 Murid Baru
8 Episode 8 Musuh Bubuyutan
9 Episode 9 Di Hukum Bersama
10 Episode 10 Terus Bertengkar
11 Episode 11 Jalan Bersama
12 Episode 12 Salah Paham
13 Episode 13 Merasa Tidak Pantas
14 Episode 14 Boncengan Bersama
15 Episode 15 Ngedate
16 Episode 16 Lebih Terbuka
17 Episode 17 Cemburu Dalam Diam
18 Episode 18 Terjebak
19 Episode 19 mulai tidak percaya diri
20 Episode 20 Merasa Tertinggal
21 Episode 21 Ejekan Celia
22 Episode 22 Mulai Mengajari
23 Episode 23 Usai
24 Episode 24 Kekecewaan
25 Episode 25 Godaan Bunda
26 Episode 26 Kok Posesif
27 Episode 27 Terbongkar
28 Episode 28 Menenangkan
29 Episode 29 Penegasan
30 Episode 30 Persiapan
31 Episode 31 Study Tour
32 Episode 32 Cemburu
33 Episode 33 Kepergok
34 Episode 34 Kecewa
35 Episode 35 Romantis Tipis-tipis
36 Episode 36 Rencana Muncak
37 Episode 37 Memuncak
38 Episode 38 Terjebak
39 Episode 39 Perhatian
40 Episode 40 Pencapaian Terbayar
41 Episode 41 Sulit Mengekpresikan Perasaan
42 Episode 42 Keributan
43 Episode 43 Kembali Pulang
44 Episode 44 Pasangan Manis
45 Episode 45 Mendekati Ujian
46 Episode 46 Menghadapi Ujian
47 Episode 47 Hari Menegangkan.
48 Episode 48 Imbalan Yang Di Tagih
49 Episode 49 Di Tembak
50 Episode 50 Marah
51 Episode 51 Ini Terlalu Manis
52 Episode 52 Resmi Jadian
53 Episode 53 Salah Paham
54 Episode 54 Sedih
55 Episode 57 Di Jebak
56 Episode 56 Pria Itu
57 Episode 57 Takut
58 Episode 58 Ketakutan Celia
59 Episode 59 Mencari Bersama
60 Episode 60 Dia Dalangnya
61 Episode 61 Dia Orang Yang Sebentar
62 Episode 62 Makanan Rakyat
63 Episode 63 Makan Di Rumah Celia
64 Episode 64 Izin Liburan
65 Episode 65 Apa Yang di lakukan Alfian
66 Episode 66 Marah Besar
67 Episode 67 Penahanan
68 Episode 68 Kekecewaan Bunda
69 Episode 69 Ada Sesuatu
70 Episode 70 Apa Ini Persaingan
71 Episode 70 Alfian Punya Banyak Cara
72 Episode 72 Petualangan Baru
73 Episode 73
74 Episode 74 Anak Remaja
75 Episode 75 Berbaikan
76 Episode 76 Ribut
77 Episode 77 Tidak Ada Yang Mau Mengalah
78 Episode 78 Celia Mencoba memberi Nasihat
79 Episode 79 Berbaikan
80 Episode 80 Selesai
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Episode 1 Saling Ejek.
2
Episode 2 Kesal
3
Episode 3 Perang Di Konser
4
Episode 4 Ribut Lagi
5
Episode 5 Perjodohan
6
Episode 6 Bertemu Dalam Kaget
7
Episode 7 Murid Baru
8
Episode 8 Musuh Bubuyutan
9
Episode 9 Di Hukum Bersama
10
Episode 10 Terus Bertengkar
11
Episode 11 Jalan Bersama
12
Episode 12 Salah Paham
13
Episode 13 Merasa Tidak Pantas
14
Episode 14 Boncengan Bersama
15
Episode 15 Ngedate
16
Episode 16 Lebih Terbuka
17
Episode 17 Cemburu Dalam Diam
18
Episode 18 Terjebak
19
Episode 19 mulai tidak percaya diri
20
Episode 20 Merasa Tertinggal
21
Episode 21 Ejekan Celia
22
Episode 22 Mulai Mengajari
23
Episode 23 Usai
24
Episode 24 Kekecewaan
25
Episode 25 Godaan Bunda
26
Episode 26 Kok Posesif
27
Episode 27 Terbongkar
28
Episode 28 Menenangkan
29
Episode 29 Penegasan
30
Episode 30 Persiapan
31
Episode 31 Study Tour
32
Episode 32 Cemburu
33
Episode 33 Kepergok
34
Episode 34 Kecewa
35
Episode 35 Romantis Tipis-tipis
36
Episode 36 Rencana Muncak
37
Episode 37 Memuncak
38
Episode 38 Terjebak
39
Episode 39 Perhatian
40
Episode 40 Pencapaian Terbayar
41
Episode 41 Sulit Mengekpresikan Perasaan
42
Episode 42 Keributan
43
Episode 43 Kembali Pulang
44
Episode 44 Pasangan Manis
45
Episode 45 Mendekati Ujian
46
Episode 46 Menghadapi Ujian
47
Episode 47 Hari Menegangkan.
48
Episode 48 Imbalan Yang Di Tagih
49
Episode 49 Di Tembak
50
Episode 50 Marah
51
Episode 51 Ini Terlalu Manis
52
Episode 52 Resmi Jadian
53
Episode 53 Salah Paham
54
Episode 54 Sedih
55
Episode 57 Di Jebak
56
Episode 56 Pria Itu
57
Episode 57 Takut
58
Episode 58 Ketakutan Celia
59
Episode 59 Mencari Bersama
60
Episode 60 Dia Dalangnya
61
Episode 61 Dia Orang Yang Sebentar
62
Episode 62 Makanan Rakyat
63
Episode 63 Makan Di Rumah Celia
64
Episode 64 Izin Liburan
65
Episode 65 Apa Yang di lakukan Alfian
66
Episode 66 Marah Besar
67
Episode 67 Penahanan
68
Episode 68 Kekecewaan Bunda
69
Episode 69 Ada Sesuatu
70
Episode 70 Apa Ini Persaingan
71
Episode 70 Alfian Punya Banyak Cara
72
Episode 72 Petualangan Baru
73
Episode 73
74
Episode 74 Anak Remaja
75
Episode 75 Berbaikan
76
Episode 76 Ribut
77
Episode 77 Tidak Ada Yang Mau Mengalah
78
Episode 78 Celia Mencoba memberi Nasihat
79
Episode 79 Berbaikan
80
Episode 80 Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!