Episode 5 Perjodohan

"Assalamualaikum!" Celia tampak tidak semangat memasuki rumah.

"Walaikum salam," sahut Ratih dan Darius yang saat ini berada di ruang tamu.

Celia menghampiri bundanya dan juga omnya dengan mencium punggung tangan mereka dan terlihat bagaimana Celia menjatuhkan tubuhnya pada sofa yang terlihat tidak semangat.

"Konsernya sudah berakhir Celia?" tanya Ratih melihat betapa lelahnya putrinya itu.

"Berakhir apanya Bunda, Celia, Chaca dan juga Chika tertipu tiket, tiket yang kami terima adalah tiket palsu, benar-benar menyebalkan sudah capek-capek menabung eh ternyata tidak jadi menonton konser," jawab Celia mencurahkan semua kekesalannya.

"Jadi kalian tidak jadi menonton konser dan uangnya hangus?" tanya Ratih memastikan membuat Celia menganggukkan kepala.

"Itu teguran dari Allah, masih banyak keperluan uang, bukan untuk dibuang-buang hanya untuk menonton konser," sahut Darius.

"Isss, Om kok ngomong kayak gitu sih," sahut Celia tampak kesal.

"Makanya menabung itu untuk keperluan yang berguna bukan untuk menonton konser dengan harga tiket yang mahal," sahut Darius.

"Namanya juga idola Om, jadi wajar saja menabung dari hari ke hari untuk menonton idola," sahut Celia.

"Boleh memiliki idola Celia, tetapi ingat jangan terlalu berlebihan mengidolakan seseorang yang seharusnya diidolakan itu adalah nabi Muhammad junjungan kita," sahut Darius.

"Iya-iya, kalau itu memang sudah idola nomor satu Celia," sahut Celia meyakinkan pada dirinya.

Ratih dan Darius saling melihat dengan gerak mata mereka mengarah pada Celia dan sepertinya kedua orang tersebut ingin mengatakan sesuatu pada Celia.

"Hmmmm, Celia ada hal penting yang ingin Om bicarakan dengan kamu," ucap Darius.

"Katakan," sahut Celia.

"Weekend nanti kita akan mengunjungi rumah teman Om," ucap Darius.

"Untuk apa?" tanya Celia.

"Hmmmm, kamu akan dijodohkan dengan putra mereka," jawab Darius.

"Hahhhhhh!" sahut Celia terpekik kaget mendengar pernyataan tersebut.

"Om, Celia masih muda bagaimana mungkin anak SMA sudah mulai dijodoh-jodohkan, Celia harus fokus belajar agar bisa masuk sekolah kedokteran!" tegas Celia.

"Ya justru itu, istri dari teman Om adalah seorang Dokter special anak dan memiliki rumah sakit terbesar di Jakarta, ini adalah jembatan untuk kamu melanjutkan pendidikan melalui perjodohan ini, kamu bisa masuk universitas kedokteran di luar negeri," jawab Darius.

"Bagaimana mungkin? Apa hubungannya perjodohan dengan memasuki universitas?" tanya Celia.

"Celia, Om tahu kamu memiliki cita-cita yang sangat tinggi, tetapi masalahnya kamu saat ini bersekolah di SMA dengan fasilitas yang sangat minim, untuk bisa masuk ke universitas luar negeri, kamu harus diangkat dari sekolah yang favorit dengan murid-murid pintar yang sudah mendunia contohnya sekolah Bintang," sahut Darius.

"Darimana Om tahu jika SMA Bintang memiliki murid-murid pintar, mereka hanya mengandalkan kekayaan orang tua mereka, angkuh dan sombong menjadi senjata bagi mereka," sahut Celia.

"Kamu tidak boleh meremehkan seperti itu Celia, bukankah setiap tahunnya pasti ada 10 sampai 15 murid masuk universitas luar negeri, baik itu Oxford, Harvard dan Universitas lainnya yang terkenal dan semua murid-muridnya berasal dari SMA Bintang," sahut Sekar.

"Ya itu karena mereka memiliki uang yang banyak, orang tua mereka berpengaruh dan dengan mudah memasukkan mereka universitas luar negeri," sahut Celia.

"Bukan hanya karena pengaruh dari orang tua, tetapi juga pendidikan dan sistem yang ada di sekolah itu menjadikan murid-muridnya berprestasi dan bisa mengirimnya ke universitas luar negeri," sahut Sekar.

"Dan jika kamu ingin masuk universitas luar negeri, maka kamu harus melanjutkan SMA di sekolah Bintang agar jalur yang kamu tempuh dipermudah, tetapi kamu harus lebih bekerja keras dalam belajar dan bersaing dengan murid-murid di SMA Bintang," sahut Darius.

"Biayanya dari mana?" tanya Celia.

"Kembali pada pembahasan perjodohan, jika kamu setuju maka kamu akan dimasukkan ke sekolah SMA Bintang dengan beasiswa penuh yang diberikan teman Om pada kamu," jawab Darius.

"Dengan syarat harus dijodohkan dengan putranya?" tebak Celia.

"Benar," jawab Darius.

"Celia, Mama dengar putra dari teman Om, kamu ini orangnya sangat pintar, ramah, baik, anaknya juga taat agama, sopan dan terlebih lagi dia sangat menghargai orang tua," sahut Ratih.

"Apakah yang dimaksud adalah Rafa yang pernah diceritakan Chika, karena menurut Chika satu-satunya murid paling waras di SMA itu hanya Rafa," batin Celia.

"Celia menurut Om....."

"Baiklah Celia mau," Celia dengan cepat menjawab dan bahkan Darius belum sempat menyampaikan kata-katanya membuat Darius dan Ratih saling melihat satu sama lain.

"Jika ini memang demi pendidikan, maka oke Celia mau, Celia akan dijodohkan dengan anak teman Om, tidak masalah," sahut Celia dengan cepat dan sangat yakin.

"Kamu yakin?" tanya Darius.

Celia mengangguk-anggukkan kepala.

"Baguslah," sahut Darius.

*******

Brukkk

Ponsel dijatuhkan di atas meja dengan layar ponsel tersebut terlihat bagaimana terjadi keributan di depan konser.

"Sejak kapan kamu menjadi preman!" Angga terlihat marah berdiri di depan putranya Alfian yang masih melihat video tersebut.

"Alfian Papa tidak tahu seperti apa lagi mendidik kamu, setiap hari kamu selalu saja membuat masalah, jika tidak dipanggil ke sekolah kamu, maka akan ada laporan-laporan seperti ini dan bagaimana jika ada polisi di daerah sana, kamu mau nama Papa kamu tercemar karena ulah kamu yang tidak bisa kamu ubah," Angga sejak tadi tidak berhenti memarahi Alfian.

"Ini bukan kesalahan Alfian, tetapi...."

"Lihatlah jika sudah terjadi dan maka tidak akan pernah mengakui kesalahannya, kamu ini seorang pria, seorang pria adalah gentlemen dan bukan pengecut yang apa-apa selalu menyalahkan orang lain!" tegas Angga.

"Alfian, kamu seharusnya bersyukur memiliki orang tua seperti Mama dan Papa yang memberikan kamu fasilitas dan tidak kekurangan apapun, sekolah di tempat yang bagus dan apapun yang kamu inginkan masih bisa dipenuhi kedua orang tua kamu, kami sebagai orang tua hanya meminta satu kepada kamu untuk menjadi anak baik dan tidak membuat kekacauan sekecil apapun itu!" sahut Mawar.

"Kenapa Mama dan Papa selalu menuntut ini dan itu pada Alfian. Alfian sudah melakukan yang terbaik, berusaha untuk belajar dan sekolah dengan baik, tetapi tetap saja salah, Mama dan Papa selalu menyalahkan tanpa mencari tahu dulu kebenarannya," sahut Alfian mencoba membela diri.

"Sudahlah. Papa tidak ingin berdebat apapun dengan kamu, weekend kamu jangan kemana-mana dan tetap di rumah ini, teman Papa akan datang dan kamu akan dijodohkan dengan keponakannya," sahut Angga.

"Papa bilang apa?" tanya Alfian.

"Kamu harus berubah, Papa sudah angkat tangan dengan kamu!" tegas Angga.

"Papa jangan ngaco, ini sudah tahun 2026 dan bukan zaman Siti Nurbaya yang penuh dengan perjodohan. Alfian juga masih remaja dan masih duduk di bangku SMA dan tidak pantas untuk membicarakan perjodohan!" tegas Alfian.

"Kamu tidak pernah mendengarkan apa yang Papa dan Mama katakan, jika kamu tidak ingin dijodohkan, maka Mama dan Papa akan mengirim kamu ke tempat kakak kamu, kamu lebih baik melanjutkan sekolah di London dan biar Kakak kamu yang mengurus kamu!" tegas Angga.

"Apah!" pekik Alfian merasa tidak masuk akal dengan semua perkataan dari sang ayah dan Alfian juga melihat ibunya yang tampak setuju dengan apapun yang dikatakan suaminya.

Alfian mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya, terlihat frustasi dengan peraturan yang telah diberikan sang ayah dan semakin lama semakin tidak masuk akal yang mencuri haknya sebagai anak remaja dengan aturan yang penuh.

Bersambung....

Episodes
1 Episode 1 Saling Ejek.
2 Episode 2 Kesal
3 Episode 3 Perang Di Konser
4 Episode 4 Ribut Lagi
5 Episode 5 Perjodohan
6 Episode 6 Bertemu Dalam Kaget
7 Episode 7 Murid Baru
8 Episode 8 Musuh Bubuyutan
9 Episode 9 Di Hukum Bersama
10 Episode 10 Terus Bertengkar
11 Episode 11 Jalan Bersama
12 Episode 12 Salah Paham
13 Episode 13 Merasa Tidak Pantas
14 Episode 14 Boncengan Bersama
15 Episode 15 Ngedate
16 Episode 16 Lebih Terbuka
17 Episode 17 Cemburu Dalam Diam
18 Episode 18 Terjebak
19 Episode 19 mulai tidak percaya diri
20 Episode 20 Merasa Tertinggal
21 Episode 21 Ejekan Celia
22 Episode 22 Mulai Mengajari
23 Episode 23 Usai
24 Episode 24 Kekecewaan
25 Episode 25 Godaan Bunda
26 Episode 26 Kok Posesif
27 Episode 27 Terbongkar
28 Episode 28 Menenangkan
29 Episode 29 Penegasan
30 Episode 30 Persiapan
31 Episode 31 Study Tour
32 Episode 32 Cemburu
33 Episode 33 Kepergok
34 Episode 34 Kecewa
35 Episode 35 Romantis Tipis-tipis
36 Episode 36 Rencana Muncak
37 Episode 37 Memuncak
38 Episode 38 Terjebak
39 Episode 39 Perhatian
40 Episode 40 Pencapaian Terbayar
41 Episode 41 Sulit Mengekpresikan Perasaan
42 Episode 42 Keributan
43 Episode 43 Kembali Pulang
44 Episode 44 Pasangan Manis
45 Episode 45 Mendekati Ujian
46 Episode 46 Menghadapi Ujian
47 Episode 47 Hari Menegangkan.
48 Episode 48 Imbalan Yang Di Tagih
49 Episode 49 Di Tembak
50 Episode 50 Marah
51 Episode 51 Ini Terlalu Manis
52 Episode 52 Resmi Jadian
53 Episode 53 Salah Paham
54 Episode 54 Sedih
55 Episode 57 Di Jebak
56 Episode 56 Pria Itu
57 Episode 57 Takut
58 Episode 58 Ketakutan Celia
59 Episode 59 Mencari Bersama
60 Episode 60 Dia Dalangnya
61 Episode 61 Dia Orang Yang Sebentar
62 Episode 62 Makanan Rakyat
63 Episode 63 Makan Di Rumah Celia
64 Episode 64 Izin Liburan
65 Episode 65 Apa Yang di lakukan Alfian
66 Episode 66 Marah Besar
67 Episode 67 Penahanan
68 Episode 68 Kekecewaan Bunda
69 Episode 69 Ada Sesuatu
70 Episode 70 Apa Ini Persaingan
71 Episode 70 Alfian Punya Banyak Cara
72 Episode 72 Petualangan Baru
73 Episode 73
74 Episode 74 Anak Remaja
75 Episode 75 Berbaikan
76 Episode 76 Ribut
77 Episode 77 Tidak Ada Yang Mau Mengalah
78 Episode 78 Celia Mencoba memberi Nasihat
79 Episode 79 Berbaikan
80 Episode 80 Selesai
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Episode 1 Saling Ejek.
2
Episode 2 Kesal
3
Episode 3 Perang Di Konser
4
Episode 4 Ribut Lagi
5
Episode 5 Perjodohan
6
Episode 6 Bertemu Dalam Kaget
7
Episode 7 Murid Baru
8
Episode 8 Musuh Bubuyutan
9
Episode 9 Di Hukum Bersama
10
Episode 10 Terus Bertengkar
11
Episode 11 Jalan Bersama
12
Episode 12 Salah Paham
13
Episode 13 Merasa Tidak Pantas
14
Episode 14 Boncengan Bersama
15
Episode 15 Ngedate
16
Episode 16 Lebih Terbuka
17
Episode 17 Cemburu Dalam Diam
18
Episode 18 Terjebak
19
Episode 19 mulai tidak percaya diri
20
Episode 20 Merasa Tertinggal
21
Episode 21 Ejekan Celia
22
Episode 22 Mulai Mengajari
23
Episode 23 Usai
24
Episode 24 Kekecewaan
25
Episode 25 Godaan Bunda
26
Episode 26 Kok Posesif
27
Episode 27 Terbongkar
28
Episode 28 Menenangkan
29
Episode 29 Penegasan
30
Episode 30 Persiapan
31
Episode 31 Study Tour
32
Episode 32 Cemburu
33
Episode 33 Kepergok
34
Episode 34 Kecewa
35
Episode 35 Romantis Tipis-tipis
36
Episode 36 Rencana Muncak
37
Episode 37 Memuncak
38
Episode 38 Terjebak
39
Episode 39 Perhatian
40
Episode 40 Pencapaian Terbayar
41
Episode 41 Sulit Mengekpresikan Perasaan
42
Episode 42 Keributan
43
Episode 43 Kembali Pulang
44
Episode 44 Pasangan Manis
45
Episode 45 Mendekati Ujian
46
Episode 46 Menghadapi Ujian
47
Episode 47 Hari Menegangkan.
48
Episode 48 Imbalan Yang Di Tagih
49
Episode 49 Di Tembak
50
Episode 50 Marah
51
Episode 51 Ini Terlalu Manis
52
Episode 52 Resmi Jadian
53
Episode 53 Salah Paham
54
Episode 54 Sedih
55
Episode 57 Di Jebak
56
Episode 56 Pria Itu
57
Episode 57 Takut
58
Episode 58 Ketakutan Celia
59
Episode 59 Mencari Bersama
60
Episode 60 Dia Dalangnya
61
Episode 61 Dia Orang Yang Sebentar
62
Episode 62 Makanan Rakyat
63
Episode 63 Makan Di Rumah Celia
64
Episode 64 Izin Liburan
65
Episode 65 Apa Yang di lakukan Alfian
66
Episode 66 Marah Besar
67
Episode 67 Penahanan
68
Episode 68 Kekecewaan Bunda
69
Episode 69 Ada Sesuatu
70
Episode 70 Apa Ini Persaingan
71
Episode 70 Alfian Punya Banyak Cara
72
Episode 72 Petualangan Baru
73
Episode 73
74
Episode 74 Anak Remaja
75
Episode 75 Berbaikan
76
Episode 76 Ribut
77
Episode 77 Tidak Ada Yang Mau Mengalah
78
Episode 78 Celia Mencoba memberi Nasihat
79
Episode 79 Berbaikan
80
Episode 80 Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!