Rahasia Perjodohan Anak SMA

Rahasia Perjodohan Anak SMA

Episode 1 Saling Ejek.

Pagi itu, langit masih berwarna biru muda ketika gerbang SMA Negeri mulai dipadati para siswa. Satu per satu sepeda motor memasuki area parkir dengan suara klakson terdengar begitu berisik.

Sementara beberapa siswa yang berjalan kaki terlihat tergesa-gesa karena takut terlambat. Suara klakson kendaraan, sapaan antarteman, dan pengumuman dari pengeras suara sekolah bercampur menjadi satu, menciptakan suasana pagi yang riuh dan penuh kehidupan.

"Hey, suara motor knalpot kamu besok jangan seperti ini lagi!"

"Ampun-ampun pak!" salah satu murid pria tertangkap guru yang tampak mengawasi gerbang sekolah yang saat ini menjewer telinganya di saat knalpotnya diubah dengan suara yang berisik mengganggu ketenangan para murid.

"Sekolah tempat belajar bukan untuk bergaya!" tegas guru tersebut semakin mengeraskan jewerannya

"Iya-iya, pak!" sahut pria itu dan kemudian izinkan untuk masuk.

"Ayo cepat, 3 menit lagi bel akan berbunyi. Baju kamu di rapikan!"

"Jangan diperlihatkan poninya jika memakai hijab!"

Sejak tadi guru pria itu sembari memegang rol panjang berbahan kayu tampak mengawasi para siswa-siswi yang memasuki sekolah.

Kelakuan anak SMA yang masih labil memang tidak pernah lepas dari namanya yang tidak menaati peraturan sekolah.

"Selamat pagi bapak tampan!" salah satu murid tampak centil memberikan ucapan selamat.

"Selamat pagi, jangan lupa langsung ke kelas ya!" ucap Pak Budi.

"Siap, Pak!" jawab beberapa siswa serempak.

Jika murid-murid SMA Negeri 1 Cendrawasih sudah mulai buru-buru memasuki sekolah sebelum mendapat masalah karena terlambat.

Lain dengan tiga gadis dengan menggunakan seragam putih abu-abunya, menaiki motor mereka masing-masing tampak berkendara dengan berjejer seolah-olah atau milik nenek moyang mereka.

"Pak Budi hari ini piket, kita bisa terlambat dan akan dihukum!" Chika sudah mulai panik dengan mengendarai motornya yang berada di sebelah kiri.

"Benar, aku tidak ingin membersihkan toilet yang baunya minta ampun," sahut Chaca berkendara di sebelah kanan.

"Tidak boleh panik saat berkendara, kita tidak akan sampai ke sekolah dan yang adanya kita hanya akan memperburuk keadaan," sahut Celia yang berada di tengah-tengah keduanya.

"Lihat penantian kita sudah di depan mata, kita harus bersiap tepat waktu sampai!" lanjut Celia melihat pada lurusan sekolah tersebut tampak di SMA mereka sudah berada di depan mata dan banyak kemungkinan bahwa mereka tidak akan terlambat.

"Siap!" sahut Chika dengan menundukkan kepala seolah-olah ingin bersama-sama lebih melajukan motor mereka.

Tin-tin-tin-tin-tin

Ketiga gadis tersebut tampak kaget dan bahkan mendadak merem dan untung saja masih bisa mengendalikan kondisi yang membuat motor mereka tidak tersungkur.

2 mobil mewah melewati mereka yang membuat tiga perhatian gadis cantik itu melihat ke arah mobil berwarna hitam dan merah merona itu.

"Jalan bukan punya nenek moyang kalian!" seorang pria tampak membuka jendela kaca dan memberi ejekan kepada mereka.

"Huhhhhh, ini jalanan juga bukan punya kalian!" teriak Chika.

"Issss mentang-mentang punya mobil," umpat Celia.

"Sudah-sudah, waktu kita hanya tinggal 2 menit lagi. Ayo buruan!" Chaca mengingat bahwa mereka sudah mengabaikan sisa waktu mereka untuk hal yang tidak penting dan akhirnya ketiga murid itu kelempangan dengan melajukan motornya dengan kecepatan sampai tidak terkendali.

"Pak buka!" teriak Celia saat Pak satpam menutup gerbang sekolah dan motor mereka tidak sempat memasuki area sekolah.

"Heh, heh, kalian ini, main terobos-terobos aja, bagaimana jika gerbang sekolah roboh karena tertabrak motor kalian!" Pak Budi tampak sudah tidak sabar ingin memberi hukuman kepada tiga murid itu.

"Pak baru juga lewat 10 detik!" sahut Celia.

"Tidak ada alasan, ayo cepat turun dari motor, lewat 1 menit 2 menit 1 detik bahkan lewat sekian-sekian detik juga tetap saja harus dihukum karena terlambat!" tegas pak Budi.

"Yahhhhhh," sahut ketiganya tampak lemas dan tidak bersemangat yang mendapat hukuman dari guru piket yang dikenal begitu galak.

"Pak kita jangan dihukum dong, kita harus mengikuti pelajaran Bu Raya," sahut Celia dengan suaranya yang tampak lesu dengan penuh harapan agar guru piket tidak memberi hukuman kepada mereka.

"Celia, jika tidak ingin ketinggalan pelajaran, maka kamu seharusnya bangun lebih pagi agar tidak terlambat ke sekolah. Ingat sekolah ini memiliki peraturan dan pantang untuk dilanggar tidak terkecuali murid paling pintar di sekolah ini termasuk kamu!" tegas pak Budi.

"Pak nanti kita traktir makan ayam Richeese deh, kalau tidak makan seblak," sahut Chaca.

"Hey, tidak ada penyogokan bagi saya, saya adalah guru yang taat aturan dan non korupsi!" tegas pak Budi.

"Sekarang kalian parkirkan motor kalian, kemudian ambil sapu dan bersihkan selokan dari ujung sini sampai ujung sana, bapak akan kembali lagi dan jika masih ada satu sampah maupun itu daun yang jatuh dari pohon, hukuman kalian akan ditambah!" ucap pak Budi sembari menunjuk pohon memberikan hukuman kepada tiga murid yang terlambat datang ke sekolah.

"Pak....." ketiganya serentak tampak tidak ingin melakukan hukuman yang diberikan oleh guru tersebut.

"Tidak ada toleransi cepat laksanakan sebelum pelajaran di les pertama kali yang berakhir!" tegas pak Budi kemudian langsung pergi.

"Pak, jangan gitu dong pak!"

"Pak!"

Mereka tanpa komplain terhadap Pak Budi yang tidak dipedulikan oleh Pak Budi yang sudah memasuki area sekolah dan menyerahkan untuk mengawasi hukuman pada ketiga murid tersebut kepada satpam.

"Guys, ayo buruan kita kerjain, kita bisa ketinggalan pelajaran Bu Raya nanti!" Celia tidak memiliki waktu untuk protes.

"Pak bantu masukin motor!" titah Celia meminta tolong kepada satpam dan untung saja satpam ingin melakukannya dan Celia kemudian mengambil sapu lidi, kerokan sampah dan alat lainnya dengan membagikan kepada teman-temannya.

"Ayo-ayo cepat kerjakan!" ucap Celia menarik kembali semangat kedua temannya yang tampak lesu.

"Issss, menyebalkan sekali harus membersihkan selokan seperti ini, bau," keluh Chaca terlihat mengambil sampah dari dalam selokan.

"Namanya juga kita terlambat ke sekolah, jadi otomatis kita akan mendapat hukuman," sahut Celia.

"Itu pasti gara-gara mobil tadi, coba saja kalau pengemudinya tidak membuat kita kaget dan otomatis kita tidak akan terganggu konsentrasinya dan akan datang tepat waktu ke sekolah," sahut Chika.

"Benar, mobil itu yang menjadi pelaku utamanya," sahut Celia ikut-ikutan kesal.

"Wah, SMA Negeri memang terbiasa harus menggunakan sebagian murid untuk membersihkan lingkungan sekolah!" Chika, Chaca dan Celia melihat ke arah suara tersebut dan terbuka beberapa murid SMA Bintang yang disebrangan dengan SMA mereka.

SMA dengan gedung dan fasilitas bagaikan langit dan bumi. SMA Cendrawasih harus berhadapan dengan SMA Bintang dengan jarak aspal yang membentang.

SMA swasta yang dikenal mewah dengan murid-murid berasal dari kalangan orang kaya, memiliki fasilitas yang mewah dan menjadi musuh buyutan dari SMA Negeri cendrawasih.

2 wanita dengan kedua tangannya berada di dadanya tersenyum memberi ejekan, dua pria yang juga tertawa dan terlihat 1 pria tampan dengan wajahnya yang tampak dingin, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya dan melihat ke arah tiga gadis yang saat ini tampak direndahkan.

"Heh apa urusan kalian. Ini sekolah kami dan jangan iri!" sahut Celia.

"Hahhhhh, iri, heh sekolah kampungan, mana mungkin sekolah seperti kita harus iri dengan murid-murid kampungan seperti kalian," sahut wanita itu.

"Sembarangan ngomong kampungan!" Chaca seperti biasa paling mudah tersinggung tidak takut sama sekali menyeberang jalan dengan mengambil sapu ingin memukul 5 murid SMA yang mengganggu mereka.

Bersambung...

...Hay para pembaca setia, saya kembali memberikan karya terbaru saya, Besar harapan saya kalian menyukai karya saya dan karya ini bisa booming dan disukai banyak pembaca....

...Jangan lupa terus mendukung karya-karya saya, sedikit banyaknya yang kalian berikan kepada saya menambahkan motivasi saya untuk terus berkarya....

...Jangan Pernah menabung bab untuk membaca karena setiap episode akan ada hal yang menarik....

...Saya ucapkan terima kasih salam cinta dari saya Author ........

Terpopuler

Comments

Emi Sudiarni

Emi Sudiarni

bgus, kak snang bca klw membuat novel. tentang. sma atau khidupan di kampus

2026-07-23

0

Herman Lim

Herman Lim

lanjut thor

2026-07-08

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Saling Ejek.
2 Episode 2 Kesal
3 Episode 3 Perang Di Konser
4 Episode 4 Ribut Lagi
5 Episode 5 Perjodohan
6 Episode 6 Bertemu Dalam Kaget
7 Episode 7 Murid Baru
8 Episode 8 Musuh Bubuyutan
9 Episode 9 Di Hukum Bersama
10 Episode 10 Terus Bertengkar
11 Episode 11 Jalan Bersama
12 Episode 12 Salah Paham
13 Episode 13 Merasa Tidak Pantas
14 Episode 14 Boncengan Bersama
15 Episode 15 Ngedate
16 Episode 16 Lebih Terbuka
17 Episode 17 Cemburu Dalam Diam
18 Episode 18 Terjebak
19 Episode 19 mulai tidak percaya diri
20 Episode 20 Merasa Tertinggal
21 Episode 21 Ejekan Celia
22 Episode 22 Mulai Mengajari
23 Episode 23 Usai
24 Episode 24 Kekecewaan
25 Episode 25 Godaan Bunda
26 Episode 26 Kok Posesif
27 Episode 27 Terbongkar
28 Episode 28 Menenangkan
29 Episode 29 Penegasan
30 Episode 30 Persiapan
31 Episode 31 Study Tour
32 Episode 32 Cemburu
33 Episode 33 Kepergok
34 Episode 34 Kecewa
35 Episode 35 Romantis Tipis-tipis
36 Episode 36 Rencana Muncak
37 Episode 37 Memuncak
38 Episode 38 Terjebak
39 Episode 39 Perhatian
40 Episode 40 Pencapaian Terbayar
41 Episode 41 Sulit Mengekpresikan Perasaan
42 Episode 42 Keributan
43 Episode 43 Kembali Pulang
44 Episode 44 Pasangan Manis
45 Episode 45 Mendekati Ujian
46 Episode 46 Menghadapi Ujian
47 Episode 47 Hari Menegangkan.
48 Episode 48 Imbalan Yang Di Tagih
49 Episode 49 Di Tembak
50 Episode 50 Marah
51 Episode 51 Ini Terlalu Manis
52 Episode 52 Resmi Jadian
53 Episode 53 Salah Paham
54 Episode 54 Sedih
55 Episode 57 Di Jebak
56 Episode 56 Pria Itu
57 Episode 57 Takut
58 Episode 58 Ketakutan Celia
59 Episode 59 Mencari Bersama
60 Episode 60 Dia Dalangnya
61 Episode 61 Dia Orang Yang Sebentar
62 Episode 62 Makanan Rakyat
63 Episode 63 Makan Di Rumah Celia
64 Episode 64 Izin Liburan
65 Episode 65 Apa Yang di lakukan Alfian
66 Episode 66 Marah Besar
67 Episode 67 Penahanan
68 Episode 68 Kekecewaan Bunda
69 Episode 69 Ada Sesuatu
70 Episode 70 Apa Ini Persaingan
71 Episode 70 Alfian Punya Banyak Cara
72 Episode 72 Petualangan Baru
73 Episode 73
74 Episode 74 Anak Remaja
75 Episode 75 Berbaikan
76 Episode 76 Ribut
77 Episode 77 Tidak Ada Yang Mau Mengalah
78 Episode 78 Celia Mencoba memberi Nasihat
79 Episode 79 Berbaikan
80 Episode 80 Selesai
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Episode 1 Saling Ejek.
2
Episode 2 Kesal
3
Episode 3 Perang Di Konser
4
Episode 4 Ribut Lagi
5
Episode 5 Perjodohan
6
Episode 6 Bertemu Dalam Kaget
7
Episode 7 Murid Baru
8
Episode 8 Musuh Bubuyutan
9
Episode 9 Di Hukum Bersama
10
Episode 10 Terus Bertengkar
11
Episode 11 Jalan Bersama
12
Episode 12 Salah Paham
13
Episode 13 Merasa Tidak Pantas
14
Episode 14 Boncengan Bersama
15
Episode 15 Ngedate
16
Episode 16 Lebih Terbuka
17
Episode 17 Cemburu Dalam Diam
18
Episode 18 Terjebak
19
Episode 19 mulai tidak percaya diri
20
Episode 20 Merasa Tertinggal
21
Episode 21 Ejekan Celia
22
Episode 22 Mulai Mengajari
23
Episode 23 Usai
24
Episode 24 Kekecewaan
25
Episode 25 Godaan Bunda
26
Episode 26 Kok Posesif
27
Episode 27 Terbongkar
28
Episode 28 Menenangkan
29
Episode 29 Penegasan
30
Episode 30 Persiapan
31
Episode 31 Study Tour
32
Episode 32 Cemburu
33
Episode 33 Kepergok
34
Episode 34 Kecewa
35
Episode 35 Romantis Tipis-tipis
36
Episode 36 Rencana Muncak
37
Episode 37 Memuncak
38
Episode 38 Terjebak
39
Episode 39 Perhatian
40
Episode 40 Pencapaian Terbayar
41
Episode 41 Sulit Mengekpresikan Perasaan
42
Episode 42 Keributan
43
Episode 43 Kembali Pulang
44
Episode 44 Pasangan Manis
45
Episode 45 Mendekati Ujian
46
Episode 46 Menghadapi Ujian
47
Episode 47 Hari Menegangkan.
48
Episode 48 Imbalan Yang Di Tagih
49
Episode 49 Di Tembak
50
Episode 50 Marah
51
Episode 51 Ini Terlalu Manis
52
Episode 52 Resmi Jadian
53
Episode 53 Salah Paham
54
Episode 54 Sedih
55
Episode 57 Di Jebak
56
Episode 56 Pria Itu
57
Episode 57 Takut
58
Episode 58 Ketakutan Celia
59
Episode 59 Mencari Bersama
60
Episode 60 Dia Dalangnya
61
Episode 61 Dia Orang Yang Sebentar
62
Episode 62 Makanan Rakyat
63
Episode 63 Makan Di Rumah Celia
64
Episode 64 Izin Liburan
65
Episode 65 Apa Yang di lakukan Alfian
66
Episode 66 Marah Besar
67
Episode 67 Penahanan
68
Episode 68 Kekecewaan Bunda
69
Episode 69 Ada Sesuatu
70
Episode 70 Apa Ini Persaingan
71
Episode 70 Alfian Punya Banyak Cara
72
Episode 72 Petualangan Baru
73
Episode 73
74
Episode 74 Anak Remaja
75
Episode 75 Berbaikan
76
Episode 76 Ribut
77
Episode 77 Tidak Ada Yang Mau Mengalah
78
Episode 78 Celia Mencoba memberi Nasihat
79
Episode 79 Berbaikan
80
Episode 80 Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!