Bab 3: Aura yang Tersembunyi

​Perjalanan menuju kampus pagi itu terasa sangat berbeda bagi Arkana Wijaya. Jakarta Barat yang biasanya bising oleh raungan mesin kendaraan hibrida dan desis kereta maglev layang, kini diselimuti oleh atmosfer ketegangan yang aneh. Di dalam gerbong kereta otonom yang ia naiki, tidak ada lagi penumpang yang tertidur atau asyik bermain dengan kacamata Virtual Reality mereka. Semua orang terpaku pada layar gawai masing-masing, saling berbisik dengan raut wajah cemas sekaligus penasaran.

​Arkana berdiri di dekat pintu kaca gerbong, memegang tiang besi dengan santai. Namun, jika ada orang yang memperhatikannya dengan teliti, mereka akan menyadari bahwa Arkana sama sekali tidak menggunakan tenaga untuk menahan tubuhnya dari guncangan kereta. Ia berdiri dengan keseimbangan yang mutlak, seolah-olah kakinya telah menyatu dengan lantai gerbong.

​Sejak melangkah keluar dari kos, Arkana terpaksa harus beradaptasi dengan perubahan drastis pada indranya. Efek dari Body Tempering Tingkat Pertama ternyata jauh lebih masif dari yang ia duga.

​Telinganya kini mampu mendengar detak jantung pria paruh baya yang berdiri tiga meter di sebelahnya. Ia bahkan bisa menangkap frekuensi bisikan dua mahasiswi di ujung gerbong yang sedang membicarakan video viral tentang kucing liar yang tumbuh sebesar macan tutul di daerah Kebayoran.

​Penglihatannya pun tidak kalah mengerikan; Arkana bisa melihat dengan jelas debu-debu mikro yang beterbangan di udara, serta riak energi transparan yang samar-samar menyelimuti tubuh beberapa orang di dalam kereta.

​"Energi spiritual benar-benar telah menyebar ke segala penjuru," batin Arkana, sambil menatap ke luar jendela kaca yang menampilkan pemandangan kota Jakarta dari ketinggian. "Tapi energi ini masih sangat liar dan tidak teratur. Tanpa teknik kultivasi yang benar, manusia biasa hanya akan menyerapnya secara pasif melalui makanan atau udara, menyebabkan perubahan fisik yang acak."

​Berkat ingatan kuno dari Cincin Kaisar Abadi, Arkana tahu bahwa situasi ini sangat berbahaya. Manusia yang tidak siap menerima lonjakan energi spiritual bisa mengalami kerusakan organ interior jika emosi mereka tidak stabil. Bumi saat ini ibarat sebuah wadah kering yang tiba-tiba diguyur air bah; jika tidak ada saluran yang tepat, air tersebut hanya akan merusak sekitarnya.

​Beberapa menit kemudian, kereta maglev berhenti di stasiun terdekat dari Universitas Nusantara—kampus tempat Arkana menuntut ilmu. Begitu melangkah turun, ia langsung disambut oleh pemandangan yang tidak biasa di gerbang utama kampus.

​Biasanya, gerbang hanya dijaga oleh dua atau tiga satpam robotik. Namun pagi ini, sepasang robot itu telah dinonaktifkan, digantikan oleh belasan personel keamanan manusia berpakaian hitam legam tanpa atribut resmi. Mereka berdiri tegak dengan tatapan mata yang dingin dan waspada, memeriksa setiap kartu mahasiswa yang masuk secara manual dengan alat pemindai genggam.

​"Arka! Hei, tungguin gua!"

​Sebuah tepokan keras mendarat di bahu kanan Arkana. Jika itu adalah Arkana yang lama, tepokan sekuat itu pasti akan membuatnya sedikit terhuyung. Namun sekarang, tubuh Arkana bahkan tidak bergeming satu milimeter pun. Justru si pemukul yang meringis kesakitan, memegang telapak tangannya sendiri yang memerah.

​"Aduh! Sialan, lo pasang besi ya di balik jaket lo? Keras banget!" seru Dani, sahabat karib Arkana sejak semester pertama. Dani adalah tipikal mahasiswa teknik yang ekspresif, dengan rambut berantakan dan jaket denim penuh tambalan logo band cyber-punk.

​Arkana dengan cepat mengendalikan ekspresi wajahnya. "Cuma perasaan lo aja kali, Dan. Lo-nya aja yang lemes belum sarapan. Ada apa sih rame-rame begini? Kampus ketat banget."

​Dani langsung melupakan rasa sakit di tangansnya. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Arkana, berbisik dengan nada yang sangat serius. "Lo semalam gak mati lampu apa? Seluruh Jakarta mati total, Ka! Terus lo lihat gak langit semalam? Ada aurora gila warna hijau sama ungu! Dan denger-denger dari anak-anak forum, penjaga di depan itu bukan satpam kampus. Mereka dari biro keamanan khusus bentukan pemerintah pusat. Katanya ada anomali energi yang keindikasi di sekitar wilayah kampus kita semalam."

​Jantung Arkana berdesir pelat. Anomali energi semalam? Apakah itu karena proses pengikatan jiwanya dengan Cincin Kaisar Abadi yang memicu lonjakan Qi murni secara lokal di sekitar kosnya yang tidak jauh dari kampus?

​"Biro keamanan khusus?" tanya Arkana, berpura-pura bingung.

​"Iya! Namanya Badan Investigasi Krisis Energi atau apa lah, gua lupa. Yang jelas, mereka punya hak veto buat nutup fasilitas umum kalau dianggap berbahaya," sahut Dani penuh semangat saat mereka berjalan melewati pos pemeriksaan. Alat pemindai di tangan petugas berbaju hitam sempat berbunyi tit pendek saat diarahkan ke tubuh Arkana, tetapi petugas itu hanya mengernyitkan dahi sejenak sebelum mengizinkannya masuk. Tampaknya, alat itu hanya bisa mendeteksi fluktuasi Qi yang aktif, sedangkan Arkana telah berhasil menyembunyikan energinya jauh di dalam lubang meridiannya.

​Ketika mereka tiba di Gedung Utama, auditorium lantai tiga sudah dipenuhi oleh ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan. Suasana di dalam ruangan sangat bising. Di atas panggung utama, beberapa dosen senior tampak berdiri mendampingi seorang pria paruh baya yang mengenakan setelan jas abu-abu formal. Pria itu memiliki potongan rambut militer yang rapi dan sepasang mata yang sangat tajam, mengawasi seluruh mahasiswa yang masuk dengan pandangan yang mengintimidasi.

​Begitu Arkana melangkah masuk ke dalam auditorium, insting kultivatornya langsung memberikan sinyal bahaya. Cincin hitam di jarinya memberikan denyutan hangat yang halus, sebuah peringatan otomatis.

​Arkana memicingkan matanya, memfokuskan penglihatannya ke arah pria berjas abu-abu di atas panggung. Di bawah pandangan batinnya yang telah terbuka, Arkana tersentak. Pria itu tidak seperti manusia biasa di sekitarnya yang hanya memiliki riak energi tipis. Di dalam tubuh pria itu, terdapat aliran energi spiritual yang terstruktur dengan jelas, berputar di sekitar area dadanya meskipun jalurnya tampak sangat kasar dan tidak efisien.

​"Dia seorang kultivator!" batin Arkana terkejut. "Tidak... bukan kultivator sejati. Aliran energinya dipaksakan melalui obat-obatan atau teknik yang cacat. Kekuatannya mungkin baru setara dengan pertengahan ranah Body Tempering, tetapi di dunia yang baru bangkit ini, dia sudah menjadi manusia super."

​Fakta ini membuat Arkana menyadari sesuatu yang krusial. Pemerintah atau organisasi rahasia tertentu ternyata sudah mengetahui keberadaan energi spiritual jauh sebelum The Great Awakening semalam terjadi. Mereka hanya menyembunyikannya dari publik sembari melatih segelintir orang secara rahasia.

​"Harap tenang, semuanya. Silakan ambil tempat duduk masing-masing," suara Profesor Bramanto, Dekan Fakultas Teknik, bergema melalui pengeras suara, mencoba menenangkan massa yang gelisah.

​Setelah auditorium mulai kondusif, Profesor Bramanto menyerahkan mikrofon kepada pria berjas abu-abu di sampingnya.

​"Selamat pagi, para mahasiswa sekalian," suara pria itu berat, berwibawa, dan memiliki resonansi yang kuat, tanda bahwa ia menggunakan energi fisiknya untuk memperkeras volume suaranya tanpa perlu berteriak. "Nama saya Aditia Pramono. Saya adalah perwakilan dari Kementerian Pertahanan dan Keamanan Nasional, Divisi Respons Anomali Alam."

​Seluruh ruangan seketika hening. Kehadiran pejabat kementerian di kampus teknik bukanlah hal yang biasa.

​"Saya tahu kalian semua bingung, takut, dan memiliki banyak pertanyaan mengenai fenomena alam yang terjadi semalam," lanjut Aditia, matanya menyapu seluruh ruangan. "Pemerintah ingin menegaskan bahwa situasi saat ini berada di bawah kendali penuh. Fenomena kosmik semalam memicu radiasi gelombang elektromagnetik baru yang kami sebut sebagai Partikel E-01. Partikel ini memiliki dampak langsung pada struktur biologi makhluk hidup dan lingkungan."

​Arkana tersenyum sinis di dalam hati. Partikel E-01? Sebuah nama ilmiah yang dikarang dengan rapi oleh pemerintah untuk menyamarkan nama asli dari energi penciptaan alam semesta: Qi.

​"Untuk mengantisipasi dampak buruk dan menjaga stabilitas nasional, pemerintah akan melakukan skrining kesehatan massal di setiap universitas mulai hari ini. Siapa pun yang menunjukkan gejala adaptasi positif terhadap Partikel E-01 akan dipisahkan ke dalam program karantina mandiri dan pelatihan khusus di bawah pengawasan militer demi keselamatan publik," tegas Aditia.

​Mendengar kata "karantina mandiri" dan "pengawasan militer", suasana auditorium kembali riuh dengan protes dan bisikan ketakutan dari para mahasiswa. Mereka tahu betul bahwa di era modern ini, masuk ke dalam program khusus militer berarti kehilangan kebebasan pribadi secara mutlak.

​Di tengah kegaduhan itu, tatapan mata Aditia tiba-tiba berhenti, terkunci tepat ke arah sudut belakang auditorium—tempat di mana Arkana sedang duduk.

​Sebagai seorang yang telah melatih fisiknya hingga batas ranah manusia, Aditia memiliki intuisi yang sangat tajam terhadap bahaya. Entah mengapa, saat matanya menyapu area belakang, ia merasakan sebuah tekanan tak kasat mata yang sangat dingin, seolah-olah ada seekor predator purba yang sedang mengawasinya dari kegelapan.

​Aditia mengerutkan alisnya, matanya menatap tajam ke arah barisan tempat duduk Arkana.

​Di tempat duduknya, Arkana tetap mempertahankan ekspresi wajahnya yang lesu dan bingung, persis seperti mahasiswa lain di sekitarnya. Namun di balik penampilannya yang biasa saja, tangan kanan Arkana yang berada di bawah meja perlahan mengepal. Energi hangat dari Kitab Primordial Kaisar Abadi mengalir pelan, siap meletup kapan saja jika penyamarannya terbongkar.

Episodes
1 ​Bab 1: Warisan di Ujung Senja Modern
2 Bab 2: Penempaan Fisik dan Dunia yang Berubah
3 Bab 3: Aura yang Tersembunyi
4 Bab 4: Skrining Massal dan Ujian Pertama
5 Bab 5: Pusaran Qi dan Langkah Pertama Kultivasi Sejati
6 Bab 6: Ancaman Pertama di Balik Kabut
7 Bab 7: Pemurnian Inti dan Isyarat Bahaya
8 Bab 8: Kilat Perak di Puri Indah
9 Bab 9: Pelarian di Bawah Bayang-Bayang
10 Bab 10: Simpul Spiritual Pelabuhan Tua
11 Bab 11: Bayang-Bayang di Dermaga Sunyi
12 Bab 12: Terowongan Kolonial Kuno
13 Bab 13: Tempat Perlindungan Kuno dan Jejak Sang Kakek
14 Bab 14: Ketenangan di Dalam Badai
15 Bab 15: Rahasia Glodok dan Peta Makam Purba
16 Bab 16: Badai Berkumpul di Sentul
17 Bab 17: Menyusup ke Ruang Makam Purba
18 Bab 18: Amukan Penjaga Akar
19 Bab 19: Altar Ilusi dan Jebakan Formasi Seribu Akar
20 Bab 20: Warisan Kamar Inti dan Terobosan Kilat
21 Bab 21: Pukulan Perak Melawan Pedang Plasma
22 Bab 22: Pengolahan Pil Pertama dan Target Nasional
23 Bab 23: Sinkronisasi Elemen dan Radar yang Bergetar
24 Bab 24: Penyergapan Senyap di Alun-Alun Fatahillah
25 Bab 25: Gempa Politik Siber dan Benih Organisasi Baru
26 Bab 26: Merajut Jaring Rahasia
27 Bab 27: Jebakan Akademis dan Intaian dari Atap
28 Bab 28: Badai di Gunung Salak dan Penyaringan Darah Baru
29 Bab 29: Baptisan Api dan Tatapan dari Puncak Langit
30 Bab 30: Badai yang Berbenturan
31 Bab 31: Riak di Pasar Gelap dan Undangan Berdarah
32 Bab 32: Topeng Asura dan Langkah Pertama di Arena
33 Bab 33: Taruhan Gila dan Intervensi Sang Genius
34 Bab 34: Duel Dua Aliran dan Patahan Pedang Giok
35 Bab 35: Murka Ranah Foundation dan Klaim Sang Kaisar
36 Bab 36: Penyerapan Murni dan Bayang-Bayang Badai
37 Bab 37: Aliansi Dua Sisi dan Baptisan Darah Pertama
38 Bab 38: Badai Kuantum dan Fondasi Abadi
39 Bab 39: Titah Kaisar di Pelabuhan Darah
40 Bab 40: Faksi Kaisar Abadi dan Cetak Biru Baru Jakarta
41 Bab 41: Topeng Baru di Menara Kaca
42 Bab 42: Restrukturisasi Jiwa dan Formula Baru
43 Bab 43: Intrik Naga Hitam dan Jaring Labah-Labah
44 Bab 44: Keajaiban Hijau Giok dan Kepanikan Korporat
45 Bab 45: Perjamuan Berdarah di Atas Awan
46 Bab 46: Harga Sebuah Nyawa dan Tunduknya sang Naga Finansial
47 Bab 47: Tambang Spiritual dan Kebangkitan Faksi Bayangan
48 Bab 48: Operasi Senyap Gunung Gede dan Gema Aliansi Kuno
49 Bab 49: Pertemuan di Batas Kota dan Gerbang Neraka Barat
50 Bab 50: Tarian Bayang dan Kepunahan Aliansi Kuno
51 Bab 51: Hancurnya Puncak Gunung Kuno
52 Bab 52: Gema Pasca-Badai dan Penyamaran Sempurna
53 Bab 53: Transaksi Gelap di Bawah Monumen Besi
54 Bab 54: Invasi Senyap dari Negeri Matahari Terbit
55 Bab 55: Pembaptisan Darah di Marunda
56 Bab 56: Runtuhnya Algojo Neo-Tokyo dan Kepanikan Bawah Tanah Monas
57 Bab 57: Riak Merah dari Neo-Tokyo
58 Bab 58: Amukan Badai di Selat Malaka
59 Bab 59: Ultimatum Sang Kaisar
60 Bab 60: Badai Baru di Horizon Barat
61 Bab 61: Uji Coba Nano-Teknologi di Kaki Gunung Gede
62 Bab 62: Benturan Logika dan Kehampaan Molekuler
63 Bab 63: Mobilisasi Armada Diego Garcia dan Jaringan Pertahanan Jawa
64 Bab 64: Jaring Konduktor Langit
65 Bab 65: Senjata Makan Tuan
66 Bab 66: Penghakiman di Anjungan Hyperion
67 Bab 67: Gejolak di Jantung Krakatau
68 Bab 68: Penjinakan Krakatau dan Akhir Sang Jenderal
69 Bab 69: Invasi Sunyi di Jantung Kromium
70 Bab 70: Takhta Mutlak di Atas Puing Kromium
71 Bab 71: Fajar Baru dan Guncangan Global
72 Bab 72: Benturan Dua Era di Kaki Kerinci
73 Bab 73: Murka dari Langit dan Payung Primordial
74 Bab 74: Jembatan Langit dan Pembalasan Kuantum
75 Bab 75: Tarian Pedang di Ruang Hampa
76 Bab 76: Penetrasi Koridor Perak dan Kegagalan Logika OMNI-2
77 Bab 77: Runtuhnya Singgasana Langit Triumvirat
78 Bab 78: Hujan Bintang dan Kepulangan Sang Asura
79 Bab 79: Konsili Rahasia Para Tetua Kuno
80 Bab 80: Badai Menyapa Dieng
81 Bab 81: Kehancuran Ilusi Kuno
82 Bab 82: Kehancuran Dua Faksi Kuno
83 Bab 83: Sinkronisasi Dieng dan Cetak Biru Nirwana
84 Bab 84: Guncangan Ibu Kota dan Ambang Inti Emas
85 Bab 85: Konfrontasi Selat Sunda dan Fajar Inti Emas Sejati
86 Bab 86: Murka Asura dan Kehancuran Armada Leviathan
87 Bab 87: Guncangan Global dan Langkah Strategis Pertama
88 Bab 88: Mobilisasi Armada Hitam dan Target Pertama benteng Samudra
89 Bab 89: Badai Pengaburan Dan Strategi Kesunyian
90 Bab 90: Pembongkaran Kubah Malice
91 Bab 91: Pendaratan Divisi Bayangan Dan Pembantaian Paladin Kelas Penjaga
92 Bab 92: Konsolidasi Diego Garcia dan Gema Teror ke Dunia Barat
93 Bab 93: Intersepsi Malaikat Jatuh dan Dominasi Ruang Batin
94 Bab 94: Kehancuran Tirani Mekanis dan Pintu Gerbang Laut Merah
95 Bab 95: Terobosan Bab-el-Mandeb dan Runtuhnya Tembok Api Barat
96 Bab 96: Blokade Sinai dan Keputusasaan Terusan Suez
97 Bab 97: Runtuhnya Kunci Suez dan Fajar Mediterania
98 Bab 98: Badai Mediterania dan Armada Hantu Olympia
99 Bab 99: Pembantaian di Selat Sisilia dan Pembebasan Jiwa
100 Bab 100: Pendaratan Marseille dan Invasi Daratan Eropa
101 Bab 101: Eksekusi Protokol Kiamat Siber dan Runtuhnya Garis Pertahanan Rhine
102 Bab 102: Pengepungan Brussels dan Singgasana Panik Euro-Tech
103 Bab 103: Runtuhnya Takhta Barat dan Kehancuran Direktur Agung
104 Bab 104: Konsolidasi Global dan Kepulangan Agung Sang Asura
Episodes

Updated 104 Episodes

1
​Bab 1: Warisan di Ujung Senja Modern
2
Bab 2: Penempaan Fisik dan Dunia yang Berubah
3
Bab 3: Aura yang Tersembunyi
4
Bab 4: Skrining Massal dan Ujian Pertama
5
Bab 5: Pusaran Qi dan Langkah Pertama Kultivasi Sejati
6
Bab 6: Ancaman Pertama di Balik Kabut
7
Bab 7: Pemurnian Inti dan Isyarat Bahaya
8
Bab 8: Kilat Perak di Puri Indah
9
Bab 9: Pelarian di Bawah Bayang-Bayang
10
Bab 10: Simpul Spiritual Pelabuhan Tua
11
Bab 11: Bayang-Bayang di Dermaga Sunyi
12
Bab 12: Terowongan Kolonial Kuno
13
Bab 13: Tempat Perlindungan Kuno dan Jejak Sang Kakek
14
Bab 14: Ketenangan di Dalam Badai
15
Bab 15: Rahasia Glodok dan Peta Makam Purba
16
Bab 16: Badai Berkumpul di Sentul
17
Bab 17: Menyusup ke Ruang Makam Purba
18
Bab 18: Amukan Penjaga Akar
19
Bab 19: Altar Ilusi dan Jebakan Formasi Seribu Akar
20
Bab 20: Warisan Kamar Inti dan Terobosan Kilat
21
Bab 21: Pukulan Perak Melawan Pedang Plasma
22
Bab 22: Pengolahan Pil Pertama dan Target Nasional
23
Bab 23: Sinkronisasi Elemen dan Radar yang Bergetar
24
Bab 24: Penyergapan Senyap di Alun-Alun Fatahillah
25
Bab 25: Gempa Politik Siber dan Benih Organisasi Baru
26
Bab 26: Merajut Jaring Rahasia
27
Bab 27: Jebakan Akademis dan Intaian dari Atap
28
Bab 28: Badai di Gunung Salak dan Penyaringan Darah Baru
29
Bab 29: Baptisan Api dan Tatapan dari Puncak Langit
30
Bab 30: Badai yang Berbenturan
31
Bab 31: Riak di Pasar Gelap dan Undangan Berdarah
32
Bab 32: Topeng Asura dan Langkah Pertama di Arena
33
Bab 33: Taruhan Gila dan Intervensi Sang Genius
34
Bab 34: Duel Dua Aliran dan Patahan Pedang Giok
35
Bab 35: Murka Ranah Foundation dan Klaim Sang Kaisar
36
Bab 36: Penyerapan Murni dan Bayang-Bayang Badai
37
Bab 37: Aliansi Dua Sisi dan Baptisan Darah Pertama
38
Bab 38: Badai Kuantum dan Fondasi Abadi
39
Bab 39: Titah Kaisar di Pelabuhan Darah
40
Bab 40: Faksi Kaisar Abadi dan Cetak Biru Baru Jakarta
41
Bab 41: Topeng Baru di Menara Kaca
42
Bab 42: Restrukturisasi Jiwa dan Formula Baru
43
Bab 43: Intrik Naga Hitam dan Jaring Labah-Labah
44
Bab 44: Keajaiban Hijau Giok dan Kepanikan Korporat
45
Bab 45: Perjamuan Berdarah di Atas Awan
46
Bab 46: Harga Sebuah Nyawa dan Tunduknya sang Naga Finansial
47
Bab 47: Tambang Spiritual dan Kebangkitan Faksi Bayangan
48
Bab 48: Operasi Senyap Gunung Gede dan Gema Aliansi Kuno
49
Bab 49: Pertemuan di Batas Kota dan Gerbang Neraka Barat
50
Bab 50: Tarian Bayang dan Kepunahan Aliansi Kuno
51
Bab 51: Hancurnya Puncak Gunung Kuno
52
Bab 52: Gema Pasca-Badai dan Penyamaran Sempurna
53
Bab 53: Transaksi Gelap di Bawah Monumen Besi
54
Bab 54: Invasi Senyap dari Negeri Matahari Terbit
55
Bab 55: Pembaptisan Darah di Marunda
56
Bab 56: Runtuhnya Algojo Neo-Tokyo dan Kepanikan Bawah Tanah Monas
57
Bab 57: Riak Merah dari Neo-Tokyo
58
Bab 58: Amukan Badai di Selat Malaka
59
Bab 59: Ultimatum Sang Kaisar
60
Bab 60: Badai Baru di Horizon Barat
61
Bab 61: Uji Coba Nano-Teknologi di Kaki Gunung Gede
62
Bab 62: Benturan Logika dan Kehampaan Molekuler
63
Bab 63: Mobilisasi Armada Diego Garcia dan Jaringan Pertahanan Jawa
64
Bab 64: Jaring Konduktor Langit
65
Bab 65: Senjata Makan Tuan
66
Bab 66: Penghakiman di Anjungan Hyperion
67
Bab 67: Gejolak di Jantung Krakatau
68
Bab 68: Penjinakan Krakatau dan Akhir Sang Jenderal
69
Bab 69: Invasi Sunyi di Jantung Kromium
70
Bab 70: Takhta Mutlak di Atas Puing Kromium
71
Bab 71: Fajar Baru dan Guncangan Global
72
Bab 72: Benturan Dua Era di Kaki Kerinci
73
Bab 73: Murka dari Langit dan Payung Primordial
74
Bab 74: Jembatan Langit dan Pembalasan Kuantum
75
Bab 75: Tarian Pedang di Ruang Hampa
76
Bab 76: Penetrasi Koridor Perak dan Kegagalan Logika OMNI-2
77
Bab 77: Runtuhnya Singgasana Langit Triumvirat
78
Bab 78: Hujan Bintang dan Kepulangan Sang Asura
79
Bab 79: Konsili Rahasia Para Tetua Kuno
80
Bab 80: Badai Menyapa Dieng
81
Bab 81: Kehancuran Ilusi Kuno
82
Bab 82: Kehancuran Dua Faksi Kuno
83
Bab 83: Sinkronisasi Dieng dan Cetak Biru Nirwana
84
Bab 84: Guncangan Ibu Kota dan Ambang Inti Emas
85
Bab 85: Konfrontasi Selat Sunda dan Fajar Inti Emas Sejati
86
Bab 86: Murka Asura dan Kehancuran Armada Leviathan
87
Bab 87: Guncangan Global dan Langkah Strategis Pertama
88
Bab 88: Mobilisasi Armada Hitam dan Target Pertama benteng Samudra
89
Bab 89: Badai Pengaburan Dan Strategi Kesunyian
90
Bab 90: Pembongkaran Kubah Malice
91
Bab 91: Pendaratan Divisi Bayangan Dan Pembantaian Paladin Kelas Penjaga
92
Bab 92: Konsolidasi Diego Garcia dan Gema Teror ke Dunia Barat
93
Bab 93: Intersepsi Malaikat Jatuh dan Dominasi Ruang Batin
94
Bab 94: Kehancuran Tirani Mekanis dan Pintu Gerbang Laut Merah
95
Bab 95: Terobosan Bab-el-Mandeb dan Runtuhnya Tembok Api Barat
96
Bab 96: Blokade Sinai dan Keputusasaan Terusan Suez
97
Bab 97: Runtuhnya Kunci Suez dan Fajar Mediterania
98
Bab 98: Badai Mediterania dan Armada Hantu Olympia
99
Bab 99: Pembantaian di Selat Sisilia dan Pembebasan Jiwa
100
Bab 100: Pendaratan Marseille dan Invasi Daratan Eropa
101
Bab 101: Eksekusi Protokol Kiamat Siber dan Runtuhnya Garis Pertahanan Rhine
102
Bab 102: Pengepungan Brussels dan Singgasana Panik Euro-Tech
103
Bab 103: Runtuhnya Takhta Barat dan Kehancuran Direktur Agung
104
Bab 104: Konsolidasi Global dan Kepulangan Agung Sang Asura

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!