Episode 4

Bab 4

Putri Asli Keluarga Kin

Mobil yang membawa Nikita meninggalkan bandara bergerak masuk ke arus tol menuju Jakarta.

Sisi duduk di kursi belakang, masih sibuk memikirkan pria yang baru mereka tinggalkan. Anak itu memeluk boneka kelinci kecilnya, lalu bertanya untuk ketiga kalinya, "Mami, kalau Papi palsu tadi bukan Papi, kenapa dia punya anak ganteng juga?"

Nikita menatap layar tablet di pangkuannya tanpa mengangkat kepala. "Karena orang lain juga bisa punya anak."

"Tapi Hiram baik. Dia lihat Sisi seperti mau bilang halo."

"Dia baru selesai ketakutan."

"Oh." Sisi mengangguk serius. "Berarti nanti kalau ketemu lagi, Sisi bilang halo pelan-pelan."

Nikita tidak menolak.

Di layar tablet, peta Jakarta terbuka di sebelah file lama tentang kematian Lidia. Foto hitam putih makam Lidia berada di halaman pertama. Di bawahnya, ada tanggal kematian, nama dokter yang menandatangani surat, dan catatan pemeriksaan yang terlalu singkat untuk seseorang yang disebut meninggal mendadak.

Ponsel Nikita bergetar lagi.

Satria.

Nikita memasang earbud. "Bicara."

"Nona, hasil pencarian terakhir sudah lengkap," kata Satria. Nada suaranya tidak lagi seperti laporan saham. Kali ini lebih hati-hati. "Tentang keluarga kandung Anda."

Jari Nikita berhenti di layar tablet.

Sisi yang duduk di sampingnya langsung menoleh, tetapi tidak menyela.

"Lanjutkan," kata Nikita.

"Ayah kandung Anda adalah Kin Surya, kepala Keluarga Kin. Ibu kandung Anda Tan Liana, putri Keluarga Tan. Dua keluarga itu termasuk lingkaran konglomerat paling berpengaruh di Jakarta. Keluarga Kin di properti, teknologi, dan rumah sakit. Keluarga Tan punya jaringan politik dan militer yang kuat."

Mobil melewati deretan gedung tinggi. Kaca jendela memantulkan wajah Nikita yang tenang.

Tenang itu bukan berarti kosong.

Hanya saja, sejak kecil ia belajar bahwa kabar besar tidak boleh membuat tangan gemetar di depan orang lain.

Satria melanjutkan, "Dua puluh empat tahun lalu, bayi perempuan Keluarga Kin tertukar di RS Bunda Jakarta. Di keluarga itu sekarang ada lima putra dan satu putri yang selama ini dianggap anak kandung. Namanya Kin Celine."

"Putri palsu," kata Nikita.

"Secara biologis, iya. Data yang kami dapat menunjukkan Celine tidak cocok dengan garis darah Kin. Tapi Keluarga Kin membesarkannya sebagai putri satu-satunya selama dua puluh empat tahun."

Sisi memeluk kelincinya lebih erat. Ia mungkin belum memahami semua kata, tetapi ia tahu suara orang dewasa berubah ketika sesuatu buruk sedang dibicarakan.

"Lima putra itu?" tanya Nikita.

"Kevin, Yansen, Steven, Jayden, dan Hansen. Mereka semua sangat melindungi Celine. Setiap lamaran atau rencana perjodohan yang membuat Celine tidak nyaman selalu mereka tolak. Di mata publik, Celine adalah putri kesayangan Keluarga Kin. Lembut, sakit-sakitan, dan selalu dijaga."

Nikita menatap foto Lidia lagi.

Putri kesayangan.

Kalimat itu terdengar jauh. Seolah berasal dari bahasa yang pernah ia dengar, tetapi tidak pernah ditujukan kepadanya.

"Apakah mereka tahu?" tanyanya.

"Surya dan Liana mulai curiga beberapa bulan terakhir. Mereka diam-diam melakukan tes DNA ulang. Hasilnya baru keluar. Anda adalah putri kandung mereka."

Di dalam mobil, suasana mendadak hening.

Sisi merayap mendekat dan meletakkan kepala kecilnya di lengan Nikita.

"Mami?"

Nikita menurunkan tablet.

"Tidak apa-apa."

"Mereka keluarga Mami?"

Pertanyaan anak kecil selalu telanjang. Tidak ada lapisan sopan santun, tidak ada strategi.

Nikita mengusap rambut Sisi.

"Secara darah, mungkin."

"Kalau secara hati?"

Jari Nikita berhenti.

Di layar ponsel, Satria tidak bicara. Ia menunggu.

Nikita menatap jalan di depan. Jakarta siang itu terlalu terang, tetapi di dalam dadanya ada pintu lama yang tetap gelap.

"Aku tidak butuh keluarga yang membuangku," katanya.

Satria menghela napas pelan di seberang. "Saya mengerti."

"Kirim semua data ke folder terenkripsi. Utamakan penyelidikan Lidia dan asal-usul Sisi. Keluarga Kin bukan prioritas."

"Baik, Nona."

"Dan Satria."

"Ya?"

"Jika mereka datang, jangan halangi. Tapi jangan beri mereka jalan mudah."

Ada jeda singkat. "Dipahami."

Panggilan terputus.

Sisi menatap ibunya lama-lama, lalu mengangkat kedua tangan kecilnya.

"Peluk?"

Nikita menatapnya.

Sisi sudah memasang wajah paling polos. "Sisi tidak tahu harus bilang apa, jadi peluk aja."

Kali ini, Nikita tidak menahan senyum. Ia menarik Sisi ke pelukan, membiarkan anak itu menempelkan pipi hangat ke dadanya.

Mobil terus melaju menuju Hotel Rafaelo Jakarta.

Di sisi lain kota, Budiman Estate sedang jauh dari tenang.

Ruang keluarga utama biasanya rapi seperti halaman majalah interior. Tetapi siang itu, bantal sofa berantakan, beberapa pengawal berdiri di sudut dengan kepala tertunduk, dan Axel duduk di kursi tunggal seperti anak sekolah yang menunggu hukuman.

Di sofa tengah, Oma Budiman memegang tongkat kayu gelap. Wanita tua itu berusia lebih dari tujuh puluh, tetapi punggungnya masih tegak. Matanya tajam, rambut peraknya disanggul rapi, dan satu ketukan tongkatnya cukup membuat seluruh ruangan diam.

"Jadi," katanya pelan, "Hiram keluar dari rumah karena kartu tarot Jessica?"

Axel menelan ludah. "Bukan cuma karena itu, Oma. Jessica bilang bercanda. Katanya kartu menunjukkan Hiram akan bertemu Mami di bandara. Hiram dengar, lalu..."

Oma Budiman menatapnya.

Axel segera menunduk. "Lalu saya lalai."

Hiram duduk di samping Ethan. Anak itu sudah ganti baju, tetapi wajahnya masih pucat. Tangannya memegang gelas susu hangat tanpa diminum.

Oma Budiman melembut saat melihat cicitnya. "Hiram, kenapa kamu percaya ucapan Tante Jessica?"

Hiram menunduk. Suaranya kecil. "Karena Nana bilang kalau Mami ada, Nana tidak akan sakit lagi."

Ruangan itu hening.

Ethan, yang sejak tadi berdiri dekat jendela, menutup mata sesaat.

Nana.

Nama itu seperti jarum kecil yang selalu menemukan tempat paling sakit di dada keluarga ini. Putri kecilnya yang lain sedang lemah di kamar karena demam berulang, dan dokter belum memberi jawaban yang menenangkan.

Oma Budiman meletakkan tangan di atas tangan Hiram. "Cucu Oma tidak boleh pergi sendiri lagi."

Hiram mengangguk.

"Tapi wanita yang menolongmu itu," lanjut Oma, matanya kembali tajam, "harus ditemukan."

Axel langsung mengangkat kepala. "Namanya Nikita. Saya lihat di kartu bagasinya."

"Dalam tiga hari," kata Oma Budiman. "Cari tahu siapa dia, tinggal di mana, keluarganya siapa. Bukan untuk mengganggu. Untuk berterima kasih dengan benar."

Axel mengangguk cepat. "Siap, Oma."

Ethan akhirnya membuka suara. "Aku sendiri yang akan mencari tahu."

Oma Budiman menoleh. "Kamu tertarik?"

"Dia menyelamatkan Hiram."

"Bukan itu yang Oma tanya."

Axel pura-pura batuk lagi. Ethan menatapnya sekilas, dan Axel langsung duduk tegak seperti tidak punya paru-paru.

Oma Budiman tidak memaksa. Ia tahu cucunya. Semakin dikejar, semakin diam.

"Ada satu urusan lain," kata Ethan. "Aku akan ke Keluarga Kin."

Oma Budiman menyipit. "Untuk?"

"Membatalkan pertunangan."

Hiram mengangkat wajah. Axel juga menoleh tajam.

Ethan berkata dengan datar, "Pertunangan lama antara aku dan putri bungsu Keluarga Kin ditetapkan saat kami masih kecil. Aku tidak pernah menyetujui itu. Sekarang waktunya dibereskan."

Oma Budiman mengetuk tongkatnya pelan. "Putri bungsu Keluarga Kin. Maksudmu Celine?"

"Siapa pun yang mereka anggap putri bungsu."

Di wajah Ethan tidak ada keraguan. Baginya, perjodohan yang tidak pernah ia pilih hanyalah dokumen lama yang harus ditutup.

Axel membuka mulut, lalu menutupnya lagi. Setelah kejadian di bandara, ia merasa dunia sedang menyiapkan lelucon yang terlalu besar.

Ethan hendak menolak seorang perempuan dari Keluarga Kin.

Padahal calon tunangan yang sebenarnya baru saja meninggalkan bandara dengan membawa koper hitam dan seorang anak perempuan kecil.

Terpopuler

Comments

Tri Septi

Tri Septi

ceritanya semakin menarik👍 🙏

2026-07-12

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!