EPISODE 2: Takdir Tragis Sang Figuran

Gisella melangkah menyusuri koridor panjang kediaman keluarga Arthur dengan langkah kaki yang sengaja dipelankan.

Tangan kanannya masih mendekap erat lipatan surat perceraian, seolah benda itu adalah tameng pelindung dari badai takdir yang mengintainya.

 Rumah ini luar biasa megah.

 Arsitekturnya bergaya neoklasik dengan pilar-pilar putih menjulang, lantai marmer Italia yang memantulkan bayangan tubuhnya dengan jernih, serta deretan lukisan cat minyak bernilai seni tinggi yang menggantung di sepanjang dinding.

Namun, kemewahan ini terasa dingin dan asing bagi Gisella.

Jiwanya yang berasal dari dunia modern—seorang wanita pekerja keras yang biasa hidup mandiri di apartemen sewaan yang sempit—merasa seperti penyusup di istana megah ini.

Gisella terus berjalan hingga dia menemukan sebuah kamar di ujung koridor lantai dua.

Berdasarkan memori samar yang tertinggal di tubuh ini, kamar dengan pintu kayu bercat putih bersih inilah tempat Gisella asli mengurung diri selama enam bulan terakhir.

Kebiasaan Gisella asli yang menolak tidur seranjang dengan Adrian dan memilih pisah ranjang sejak malam pertama pernikahan mereka ternyata menjadi keuntungan besar bagi Gisella yang sekarang.

Setidaknya, dia tidak perlu berbagi ruang pribadi dengan sang profesor dingin yang mengintimidasi itu.

"Ceklek."

Gisella mendorong pintu kamar dan melangkah masuk.

Ruangan itu luas, dilengkapi dengan ranjang ukuran king size bertirai kelambu tipis, sebuah meja rias penuh dengan kosmetik bermerek mahal yang berantakan, dan jendela kaca besar yang langsung menghadap ke arah taman belakang rumah.

Gisella segera mengunci pintu kamar dari dalam.

Dia berjalan menuju cermin besar yang melekat pada lemari pakaian oak.

Untuk pertama kalinya, dia menatap refleksi dirinya di dunia ini dengan saksama.

Wanita di dalam cermin itu memiliki kecantikan yang memikat, namun tampak rapuh.

Kulitnya seputih porselen, sepasang matanya bulat besar dengan bulu mata lentik, dan rambut cokelat bergelombang mengalir indah hingga ke pinggang.

 Namun, ada lingkaran hitam tipis di bawah matanya, dan wajahnya tampak pucat karena stres emosional yang dialami Gisella asli selama beberapa minggu terakhir sebelum jiwanya tergantikan.

"Kau sangat cantik, Gisella,"

bisik Gisella sambil menyentuh permukaan cermin, menatap bayangan dirinya sendiri.

"Tapi mengapa kau begitu bodoh? Mengapa kau membuang pria sehebat Adrian demi seorang parasit?"

Gisella menghela napas panjang, lalu berjalan menuju tepi ranjang.

Dia mendudukkan dirinya di atas kasur yang empuk, menyilangkan kaki, dan mulai memejamkan mata untuk menggali lebih dalam ingatan-ingatan tersembunyi milik tubuh ini.

Dia harus memahami detail plot novel asli agar tidak salah melangkah dalam satu bulan ke depan.

Dalam novel asli berjudul Belenggu Cinta di Aethelgard, tokoh utama pria adalah Adrian Arthur dan tokoh utama wanita adalah seorang dokter muda yang anggun dan cerdas.

Sementara itu, Gisella hanyalah sebutir debu—seorang figuran pengganggu, batu loncatan yang ditakdirkan ada hanya untuk memberikan penderitaan awal bagi Adrian sebelum pria itu menemukan cinta sejatinya.

Gisella asli tumbuh besar di bawah asuhan kakeknya setelah kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan.

Kakek Gisella adalah seorang pria tua sederhana yang kebetulan berada di tempat dan waktu yang tepat saat Tuan Besar Arthur terkena serangan jantung di sebuah taman kota bertahun-tahun lalu.

Tindakan cepat kakek Gisella menyelamatkan nyawa kepala keluarga Arthur tersebut.

 Utang budi itulah yang mengikat kedua keluarga ini.

Ketika kakek Gisella jatuh sakit parah enam bulan lalu, permintaan terakhirnya adalah melihat cucu perempuannya yang sebatang kara memiliki masa depan yang aman.

Tuan Besar Arthur, tanpa ragu, langsung mengatur pernikahan antara cucu sulungnya, Adrian, dengan Gisella.

Adrian, sebagai putra yang berbakti dan menghormati keputusan kakeknya, menerima pernikahan itu tanpa protes, meskipun dia tidak memiliki perasaan apa pun pada Gisella.

"Masalahnya adalah, Gisella asli sudah terlanjur dicuci otaknya oleh Julian,"

gumam Gisella sambil mengepalkan tinjunya kesal.

Julian adalah teman kuliah Gisella asli.

Pria itu tampan dengan modal kata-kata manis yang manipulatif.

 Julian tahu bahwa Gisella akan menikah dengan pewaris keluarga Arthur yang kaya raya.

Alih-alih melepaskannya, Julian justru memanfaatkan kepolosan dan kecintaan buta Gisella asli.

Julian berpura-pura menangis, mengatakan bahwa hatinya hancur melihat wanita yang dicintainya menikah dengan pria lain, dan berjanji akan membawa Gisella kabur setelah wanita itu berhasil mendapatkan uang kompensasi perceraian dari keluarga Arthur.

Gisella asli yang bodoh memercayai setiap kata bajingan itu.

Sepanjang enam bulan pernikahan, dia memperlakukan Adrian seperti musuh bebuyutan.

Dia menolak disentuh, selalu berteriak histeris setiap kali Adrian mencoba mendekat, dan terus-menerus membuat onar di depan mertuanya agar mereka muak dan mengizinkan Adrian menceraikannya.

Kemarin, dalam puncak kemarahannya karena Adrian tak kunjung menyetujui perceraian, Gisella asli nekat menabrakkan dirinya ke jendela kaca ruang tamu hingga kepalanya terbentur dan pingsan.

Saat itulah, jiwa Gisella yang asli lenyap, digantikan oleh jiwa Gisella dari dunia modern.

"Tring!"

Suara notifikasi dari ponsel pintar di atas meja rias membuyarkan lamunan Gisella.

Dia tersentak, lalu melangkah cepat untuk mengambil ponsel tersebut.

Di layar datar itu, sebuah nama tertera jelas pada bilah pesan masuk: Julian.

Gisella merasakan gelombang kemarahan yang mendidih di dalam dadanya—sebuah reaksi sisa dari emosi tubuh asli yang mendadak bercampur dengan rasa muak dari jiwanya yang baru.

Dia membuka pesan tersebut.

> Julian:Gisella, sayangku, bagaimana keadaannya? Apakah Adrian si pria kaku itu sudah menandatangani surat cerainya? Ingat, jangan lupa tuntut kompensasi satu juta dolar seperti yang kita rencanakan. Aku sudah menyiapkan apartemen kecil yang indah untuk kita berdua di pinggiran kota. Aku sangat merindukanmu. Beritahu aku jika semuanya sudah selesai, aku akan menjemputmu sekarang juga.

>

Gisella menatap layar ponsel itu dengan seringai dingin. "Apartemen kecil yang indah? Cih, apartemen kumuh yang akan kau gunakan untuk mengurungku setelah kau menguras seluruh uangku, maksudmu?"

cibir Gisella sinis.

Di dalam plot asli, setelah Gisella membawa uang satu juta dolar itu, Julian langsung membujuknya untuk menginvestasikan seluruh uang tersebut ke dalam 'proyek bisnis' fiktif miliknya.

Begitu uang berpindah tangan, sikap Julian berubah 180 derajat.

Dia mulai bersikap dingin, jarang pulang, dan puncaknya, Gisella memergoki Julian sedang bermesraan dengan wanita lain di apartemen yang dibeli dengan uangnya.

Ketika Gisella protes, Julian justru memukulinya, mencaci-makinya sebagai wanita murahan yang diceraikan keluarga kaya, lalu mengusirnya ke jalanan tanpa sepeser uang pun.

Gisella asli yang tidak memiliki keterampilan kerja dan menderita trauma mental akhirnya tewas membeku di pinggir jalan saat musim dingin tiba.

"Takdir yang sangat tragis untuk seorang figuran bodoh," bisik Gisella, matanya berkilat penuh tekad.

"Tapi maaf saja, Julian. Gisella yang sekarang tidak akan membiarkan dirimu menyentuh sepeser pun uang dari keluarga Arthur, dan aku tidak akan sudi menjadi alat pemuas keserakanmu."

Gisella mengetik balasan dengan jari-jarinya yang lentik, berusaha menjaga gaya bahasa Gisella asli agar Julian tidak menaruh curiga terlalu cepat.

> Gisella:Adrian belum menandatanganinya dengan sepenuhnya. Prosesnya rumit karena orang tuanya masih menghalangi. Dia meminta waktu satu bulan untuk mengurus semuanya secara legal agar tidak memicu skandal media. Jangan jemput aku dulu. Aku harus tetap tinggal di sini selama satu bulan ini untuk memastikan dia tidak mengubah pikirannya tentang perceraian.

>

Hanya butuh waktu kurang dari satu menit bagi Julian untuk membalas.

> Julian:Satu bulan?! Mengapa lama sekali? Sayang, apa kau yakin dia tidak sedang mencoba merayumu? Jangan terkecoh oleh kekayaannya, Gisella. Hanya aku yang benar-benar mencintaimu tulus dari hati. Bagaimana dengan uang kompensasinya? Apa dia setuju memberikan satu juta dolar?*

>

Gisella memutar matanya malas membaca pesan itu.

Pria ini bahkan tidak bertanya apakah kepalanya yang terluka kemarin sudah membaik atau belum.

Yang ada di pikirannya hanyalah satu juta dolar.

> Gisella: Dia masih mempertimbangkannya. Jika kau terus mendesak dan membuat kekacauan, dia bisa saja membatalkan perceraian dan mengurungku di sini selamanya. Jadi, diamlah dan tunggu instruksiku selanjutnya. Jangan hubungi aku jika tidak penting, Adrian mulai memeriksa ponselku.

>

Setelah mengirim pesan terakhir itu, Gisella langsung menyetel nomor Julian ke mode senyap.

 Dia melemparkan ponselnya kembali ke atas kasur dengan perasaan puas.

"Satu masalah tertunda untuk sementara," gumamnya sambil berjalan menuju jendela besar kamarnya.

Dari lantai dua, dia bisa melihat pemandangan taman belakang yang luas dan asri.

Di sudut taman, terdapat sebuah rumah kaca kecil yang dipenuhi dengan tanaman hias dan beberapa peralatan laboratorium mini.

Tiba-tiba, pintu rumah kaca itu terbuka, dan sosok jangkung Adrian melangkah keluar.

Pria itu telah mengganti kemeja putihnya dengan kaus hitam santai yang membungkus ketat otot dada dan lengannya yang terlatih, dilengkapi dengan celemek kerja berwarna abu-abu.

Dia tampaknya baru saja selesai merawat beberapa tanaman sampel risetnya.

Gisella memperhatikan Adrian dari balik tirai jendela.

Pria itu tampak begitu fokus, mandiri, dan memancarkan aura otoritas yang tenang.

Sulit dipercaya bahwa pria sesempurna ini disia-siakan oleh Gisella asli hanya demi seorang Julian yang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan seujung kuku Adrian.

"Adrian Arthur... kau adalah tiket kesalamatanku di dunia ini," batin Gisella.

Gisella tahu dia tidak bisa selamanya menumpang di rumah keluarga Arthur.

Setelah satu bulan berlalu, dia harus tetap pergi demi menghormati harga diri dan kesepakatan mereka.

Namun, satu bulan ini adalah waktu emas yang harus dia manfaatkan sebaik mungkin.

Dia harus membangun reputasi yang baik, memulihkan hubungan dengan keluarga Arthur agar tidak ada permusuhan di masa depan, dan yang terpenting—dia harus memastikan Adrian tidak memandangnya sebagai wanita gila yang patut dikasihani atau dibenci.

"Aku butuh rencana kerja,"

kata Gisella pada dirinya sendiri. Dia berjalan menuju meja belajar di sudut kamar, mengambil selembar kertas kosong dan sebuah pulpen.

Dia mulai menuliskan beberapa poin penting untuk strategi bertahan hidupnya selama 30 hari ke depan:

 1. Putus Hubungan dengan Julian: Cari bukti kelicikan Julian secara perlahan untuk memotong rantai manipulasinya sepenuhnya tanpa memicu kecurigaan.

 2. Perbaiki Hubungan dengan Keluarga:Tunjukkan sikap hormat, bantu pekerjaan rumah, dan ubah pandangan buruk Nyonya Arthur dan Valerie.

 3. Jaga Kesehatan Adrian: Manfaatkan pengetahuan dari novel bahwa Adrian menderita kelelahan kronis dan gejala awal diabetes karena kebiasaan mengonsumsi makanan manis saat stres bekerja.

 4. Mandiri Finansial: Cari peluang kerja lepas atau gunakan kemampuan bahasa asing (Gisella dari dunia modern menguasai bahasa Prancis dan analisis data) untuk mengumpulkan modal sebelum keluar dari rumah ini.

Gisella menatap daftar itu dengan senyuman puas.

"Bagus. Mulai besok, operasi mengubah takdir tragis sang figuran resmi dimulai."

Gisella melirik jam dinding yang menunjukkan pukul tujuh malam.

Perutnya tiba-tiba berbunyi dengan nyaring, mengingatkannya bahwa tubuh ini belum makan apa pun sejak pingsan kemarin.

Mengingat para pelayan di rumah ini biasanya sangat segan memasak untuk Gisella asli karena sifatnya yang suka melempar piring jika makanannya tidak sesuai selera, Gisella memutuskan untuk turun ke dapur sendirian.

Dia membuka pintu kamarnya perlahan, memastikan koridor sudah sepi, lalu melangkah turun menuju lantai satu dengan mengendap-endap.

Detak jantungnya berpacu sedikit lebih cepat saat dia mendekati area dapur bersih yang luas dengan peralatan memasak berbasis stainless steel yang berkilau.

Namun, langkah kaki Gisella mendadak terhenti tepat di ambang pintu dapur.

 Di sana, di dekat meja konter marmer, Adrian sedang berdiri membelakanginya, memegang sebuah cangkir kopi panas di satu tangan dan sebuah stoples berisi kue kering manis di tangan lainnya.

Pria itu tampak bersiap untuk mengonsumsi tumpukan gula itu sebagai asupan energi untuk kerja lemburnya malam ini.

Gisella teringat salah satu detail di bab pertengahan novel asli: Adrian Arthur didiagnosis menderita diabetes di usia muda karena pola makan yang buruk selama fase riset intensifnya.

Tanpa berpikir panjang, didorong oleh insting penyelamatan karakter yang kuat, Gisella langsung melangkah masuk ke dalam dapur dan berseru dengan suara tegas,

"Hentikan, Adrian! Jangan makan kue itu lagi!"

Adrian tersentak.

 Dia membalikkan badannya dengan cepat, menatap Gisella yang tiba-tiba muncul di dapurnya dengan tatapan tajam dan penuh kebingungan.

Kue kering di tangannya menggantung di udara, menciptakan keheningan yang canggung di antara mereka berdua.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

Sukkkaaaa 👍

2026-07-18

0

lihat semua
Episodes
1 EPISODE 1: Terbangun di Meja Perceraian
2 EPISODE 2: Takdir Tragis Sang Figuran
3 EPISODE 3: Beri Aku Waktu Satu Bulan
4 EPISODE 4: Kesepakatan di Kamar yang Salah
5 EPISODE 5: Menu Sarapan yang Berubah
6 EPISODE 6: Batasi Gula untuk Profesor Adrian
7 EPISODE 7: Kecurigaan Sang Adik Ipar
8 EPISODE 8: Langkah Kaki di Taman Kota
9 EPISODE 9: Mengapa Dia Menjadi Sangat Anggun?
10 EPISODE 10: Sisi Lain Adrian Arthur
11 EPISODE 11: Menghindari Jalanan Maut
12 EPISODE 12: Kamar Nomor Dua
13 EPISODE 13: Detak Jantung yang Salah Arah
14 EPISODE 14: Malam Pertama dengan Aturan Baru
15 EPISODE 15: Aroma Sup di Dapur Arthur
16 EPISODE 16: Pertanyaan Dingin Sang Suami
17 EPISODE 17: Perubahan yang Terlalu Tiba-tiba
18 EPISODE 18: Tatapan Mata yang Melelehkan Es
19 EPISODE 19: Membela Diri di Depan Valerie
20 EPISODE 20: Hadiah Kecil untuk Nyonya Arthur
21 EPISODE 21: Jebakan Masa Lalu yang Mengintai
22 EPISODE 22: Adrian yang Mulai Memperhatikan
23 EPISODE 23: Sepiring Iga Bakar Pengubah Suasana
24 EPISODE 24: Sandiwara yang Mulai Pudar
25 EPISODE 25: Ketakutan yang Menjadi Nyata
26 EPISODE 26: Janji Satu Bulan yang Tersisa
27 EPISODE 27: Surat Cerai di Dalam Laci
28 EPISODE 28: Langkah Kaki yang Seirama
29 EPISODE 29: Ketika Es Mulai Retak
30 EPISODE 30: Rahasia Kecil Gisella
31 EPISODE 31: Tamu Tak Diundang di Pintu Depan
32 EPISODE 32: Siapa yang Kau Sebut Pembantu?
33 EPISODE 33: Amarah Adrian yang Terpendam
34 EPISODE 34: Pembelaan di Depan Elena
35 EPISODE 35: Rasa Cemburu yang Tersamarkan
36 EPISODE 36: Malam yang Dingin dan Teh Hangat
37 EPISODE 37: Kepedulian yang Dianggap Kewajiban
38 EPISODE 38: Valerie Mulai Luluh
39 EPISODE 39: Masakan Gisella Mengubah Segalanya
40 EPISODE 40: Bayang-Bayang Julian yang Mendekat
41 EPISODE 41: Pesan Singkat dari Sang Parasit
42 EPISODE 42: Menolak Kembali ke Kubangan
43 EPISODE 43: Adrian Menjadi Perisai
44 EPISODE 44: Sentuhan Tak Sengaja di Lab
45 EPISODE 45: Kemampuan Tersembunyi Gisella
46 EPISODE 46: Profesor yang Terpukau
47 EPISODE 47: Siapa Kau Sebenarnya?
48 EPISODE 48: Teka-Teki Jiwa yang Berbeda
49 EPISODE 49: Makan Malam Keluarga yang Hangat
50 EPISODE 50: Hasil Tes Kesehatan Tuan Arthur
51 EPISODE 51: Peringatan Dini untuk Gula Darah
52 EPISODE 52: Rencana Elena yang Gagal Total
53 EPISODE 53: Sorot Mata Cemburu Sang Profesor
54 EPISODE 54: Berjalan Bersama di Bawah Hujan
55 EPISODE 55: Payung yang Hanya Cukup untuk Berdua
56 EPISODE 56: Hangatnya Mantel Adrian
57 EPISODE 57: Detak Jantung di Balik Dada Bidang
58 EPISODE 58: Mengapa Hatiku Berubah?
59 EPISODE 59: Julian Mencoba Memeras
60 EPISODE 60: Menghadapi Sang Mantan Toksik
61 EPISODE 61: Aku Bukan Gisella yang Dulu!
62 EPISODE 62: Adrian Datang Tepat Waktu
63 EPISODE 63: "Dia Adalah Istriku"
64 EPISODE 64: Pukulan Telak untuk Julian
65 EPISODE 65: Ketakutan Gisella Akan Akhir Cerita
66 EPISODE 66: Pelukan Penenang di Dalam Mobil
67 EPISODE 67: Rahasia yang Tersimpan Rapat
68 EPISODE 68: Valerie Menjadi Sekutu
69 EPISODE 69: Rencana Liburan Keluarga Arthur
70 EPISODE 70: Menunda Kepergian Selamanya
71 EPISODE 71: Perjalanan ke Area Perkemahan
72 EPISODE 72: Udara Segar dan Pertanyaan Baru
73 EPISODE 73: Kilauan Bintang di Atas Tenda
74 EPISODE 74: Percakapan Larut Malam
75 EPISODE 75: Kejutan Bahasa Asing Gisella
76 EPISODE 76: Adrian Menemukan Kejanggalan
77 EPISODE 77: Jiwa yang Tercuri
78 EPISODE 78: Aku Menyukai Dirimu yang Sekarang
79 EPISODE 79: Pengakuan di Bawah Langit Malam
80 EPISODE 80: Penolakan Terhadap Masa Lalu
81 EPISODE 81: Kita Mulai dari Titik Awal
82 EPISODE 82: Kembali ke Rumah dengan Status Baru
83 EPISODE 83: Elena yang Semakin Terdesak
84 EPISODE 84: Siasat Licik di Belakang Layar
85 EPISODE 85: Surat Cerai yang Dihancurkan
86 EPISODE 86: Menjadi Nyonya Arthur Seutuhnya
87 EPISODE 87: Pesta Dansa Universitas
88 EPISODE 88: Gaun Anggun yang Memukau Adrian
89 EPISODE 89: Dansa Pertama di Bawah Lampu
90 EPISODE 90: Pria Lain yang Mencoba Mendekat
91 EPISODE 91: Proteksi Berlebihan Sang Profesor
92 EPISODE 92: Bisikan Lembut di Sudut Ruangan
93 EPISODE 93: Kebenaran Tentang Kakek Gisella
94 EPISODE 94: Utang Budi yang Berubah Menjadi Cinta
95 EPISODE 95: Valerie Mengusir Elena
96 EPISODE 96: Kekalahan Sang Antagonis
97 EPISODE 97: Julian yang Putus Asa
98 EPISODE 98: Jebakan Terakhir Sang Mantan
99 EPISODE 99: Penyelamatan di Lorong Gelap
100 EPISODE 100: Adrian Terluka demi Gisella
101 EPISODE 101: Kepanikan di Rumah Sakit
102 EPISODE 102: Air Mata yang Menetes
103 EPISODE 103: Merawat Sang Profesor Dingin
Episodes

Updated 103 Episodes

1
EPISODE 1: Terbangun di Meja Perceraian
2
EPISODE 2: Takdir Tragis Sang Figuran
3
EPISODE 3: Beri Aku Waktu Satu Bulan
4
EPISODE 4: Kesepakatan di Kamar yang Salah
5
EPISODE 5: Menu Sarapan yang Berubah
6
EPISODE 6: Batasi Gula untuk Profesor Adrian
7
EPISODE 7: Kecurigaan Sang Adik Ipar
8
EPISODE 8: Langkah Kaki di Taman Kota
9
EPISODE 9: Mengapa Dia Menjadi Sangat Anggun?
10
EPISODE 10: Sisi Lain Adrian Arthur
11
EPISODE 11: Menghindari Jalanan Maut
12
EPISODE 12: Kamar Nomor Dua
13
EPISODE 13: Detak Jantung yang Salah Arah
14
EPISODE 14: Malam Pertama dengan Aturan Baru
15
EPISODE 15: Aroma Sup di Dapur Arthur
16
EPISODE 16: Pertanyaan Dingin Sang Suami
17
EPISODE 17: Perubahan yang Terlalu Tiba-tiba
18
EPISODE 18: Tatapan Mata yang Melelehkan Es
19
EPISODE 19: Membela Diri di Depan Valerie
20
EPISODE 20: Hadiah Kecil untuk Nyonya Arthur
21
EPISODE 21: Jebakan Masa Lalu yang Mengintai
22
EPISODE 22: Adrian yang Mulai Memperhatikan
23
EPISODE 23: Sepiring Iga Bakar Pengubah Suasana
24
EPISODE 24: Sandiwara yang Mulai Pudar
25
EPISODE 25: Ketakutan yang Menjadi Nyata
26
EPISODE 26: Janji Satu Bulan yang Tersisa
27
EPISODE 27: Surat Cerai di Dalam Laci
28
EPISODE 28: Langkah Kaki yang Seirama
29
EPISODE 29: Ketika Es Mulai Retak
30
EPISODE 30: Rahasia Kecil Gisella
31
EPISODE 31: Tamu Tak Diundang di Pintu Depan
32
EPISODE 32: Siapa yang Kau Sebut Pembantu?
33
EPISODE 33: Amarah Adrian yang Terpendam
34
EPISODE 34: Pembelaan di Depan Elena
35
EPISODE 35: Rasa Cemburu yang Tersamarkan
36
EPISODE 36: Malam yang Dingin dan Teh Hangat
37
EPISODE 37: Kepedulian yang Dianggap Kewajiban
38
EPISODE 38: Valerie Mulai Luluh
39
EPISODE 39: Masakan Gisella Mengubah Segalanya
40
EPISODE 40: Bayang-Bayang Julian yang Mendekat
41
EPISODE 41: Pesan Singkat dari Sang Parasit
42
EPISODE 42: Menolak Kembali ke Kubangan
43
EPISODE 43: Adrian Menjadi Perisai
44
EPISODE 44: Sentuhan Tak Sengaja di Lab
45
EPISODE 45: Kemampuan Tersembunyi Gisella
46
EPISODE 46: Profesor yang Terpukau
47
EPISODE 47: Siapa Kau Sebenarnya?
48
EPISODE 48: Teka-Teki Jiwa yang Berbeda
49
EPISODE 49: Makan Malam Keluarga yang Hangat
50
EPISODE 50: Hasil Tes Kesehatan Tuan Arthur
51
EPISODE 51: Peringatan Dini untuk Gula Darah
52
EPISODE 52: Rencana Elena yang Gagal Total
53
EPISODE 53: Sorot Mata Cemburu Sang Profesor
54
EPISODE 54: Berjalan Bersama di Bawah Hujan
55
EPISODE 55: Payung yang Hanya Cukup untuk Berdua
56
EPISODE 56: Hangatnya Mantel Adrian
57
EPISODE 57: Detak Jantung di Balik Dada Bidang
58
EPISODE 58: Mengapa Hatiku Berubah?
59
EPISODE 59: Julian Mencoba Memeras
60
EPISODE 60: Menghadapi Sang Mantan Toksik
61
EPISODE 61: Aku Bukan Gisella yang Dulu!
62
EPISODE 62: Adrian Datang Tepat Waktu
63
EPISODE 63: "Dia Adalah Istriku"
64
EPISODE 64: Pukulan Telak untuk Julian
65
EPISODE 65: Ketakutan Gisella Akan Akhir Cerita
66
EPISODE 66: Pelukan Penenang di Dalam Mobil
67
EPISODE 67: Rahasia yang Tersimpan Rapat
68
EPISODE 68: Valerie Menjadi Sekutu
69
EPISODE 69: Rencana Liburan Keluarga Arthur
70
EPISODE 70: Menunda Kepergian Selamanya
71
EPISODE 71: Perjalanan ke Area Perkemahan
72
EPISODE 72: Udara Segar dan Pertanyaan Baru
73
EPISODE 73: Kilauan Bintang di Atas Tenda
74
EPISODE 74: Percakapan Larut Malam
75
EPISODE 75: Kejutan Bahasa Asing Gisella
76
EPISODE 76: Adrian Menemukan Kejanggalan
77
EPISODE 77: Jiwa yang Tercuri
78
EPISODE 78: Aku Menyukai Dirimu yang Sekarang
79
EPISODE 79: Pengakuan di Bawah Langit Malam
80
EPISODE 80: Penolakan Terhadap Masa Lalu
81
EPISODE 81: Kita Mulai dari Titik Awal
82
EPISODE 82: Kembali ke Rumah dengan Status Baru
83
EPISODE 83: Elena yang Semakin Terdesak
84
EPISODE 84: Siasat Licik di Belakang Layar
85
EPISODE 85: Surat Cerai yang Dihancurkan
86
EPISODE 86: Menjadi Nyonya Arthur Seutuhnya
87
EPISODE 87: Pesta Dansa Universitas
88
EPISODE 88: Gaun Anggun yang Memukau Adrian
89
EPISODE 89: Dansa Pertama di Bawah Lampu
90
EPISODE 90: Pria Lain yang Mencoba Mendekat
91
EPISODE 91: Proteksi Berlebihan Sang Profesor
92
EPISODE 92: Bisikan Lembut di Sudut Ruangan
93
EPISODE 93: Kebenaran Tentang Kakek Gisella
94
EPISODE 94: Utang Budi yang Berubah Menjadi Cinta
95
EPISODE 95: Valerie Mengusir Elena
96
EPISODE 96: Kekalahan Sang Antagonis
97
EPISODE 97: Julian yang Putus Asa
98
EPISODE 98: Jebakan Terakhir Sang Mantan
99
EPISODE 99: Penyelamatan di Lorong Gelap
100
EPISODE 100: Adrian Terluka demi Gisella
101
EPISODE 101: Kepanikan di Rumah Sakit
102
EPISODE 102: Air Mata yang Menetes
103
EPISODE 103: Merawat Sang Profesor Dingin

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!