Bab 2- Crimson queen

Hari selanjutnya...

Hujan terus mengguyur kota besar sejak dini hari. Namun kali ini, tidak ada lagi air mata yang Alena keluarkan dengan sia-sia.

Kini Alena berdiri di depan cermin besar di kamarnya. Gaun sederhana yang selama ini ia kenakan telah tergantung rapi di sudut ruangan dan ditinggalkan, seperti identitas lamanya.

Setelah keterpurukannya hari ini… ia akan kembali menjadi dirinya yang sebenarnya untuk membalas dendam atas kematian Marko.

Perlahan, ia mengenakan setelan hitam elegan. Jas panjang membalut tubuhnya dengan sempurna, hingga mempertegas lekuk tubuhnya yang anggun namun tegas.

Rambut hitamnya dibiarkan tergerai, jatuh lembut di bahu, kontras dengan tatapan matanya yang dingin dan tak lagi menyisakan kelembutan.

Bibirnya dipulas merah gelap sebagai simbol bahwa Aurelia Vanzara… telah kembali.

Ia menatap bayangannya sendiri dan nampak cantik sempurna. Namun di balik itu semua ada sesuatu yang jauh lebih menakutkan. Yaitu aura dominasi yang mencekam.

“Jika seseorang yang merenggutmu dariku…” bisiknya pelan. “Maka aku akan menghancurkan dunia mereka.”

______

____________

Markas Besar Vanzara Empire berada.

Ruangan itu nampak sunyi. Meja panjang dari kayu hitam membentang di tengah, dikelilingi pria-pria bersetelan formal yang tak satu pun berani berbicara. Bahkan napas pun terasa ditahan.

Hingga...

PINTU TERBUKA.

Lalu terdengar langkah sepatu hak tinggi yang menggema pelan, namun cukup untuk membuat semua orang berdiri serempak.

Alena masuk dan semua mata pun tertuju padanya. Dan seketika, ruangan pun terasa lebih dingin.

“Nona…” ucap mereka serempak dengan kepala menunduk.

Alena berjalan perlahan menuju kursi utama. Setiap langkahnya nampak tenang, terukur, dan penuh kendali. Ia tidak perlu meninggikan suara karena dengan kehadirannya saja sudah cukup membuat siapa pun tunduk.

Alena lalu duduk dan menyilangkan kakinya dengan elegan. Tatapannya menyapu seluruh ruangan dan menatap semua wajah yang tak ada senyuman dan tak ada emosi, melainkan hanya kekuasaan.

“Laporan,” ucap Alena singkat.

Lalu, seorang pria di sisi kanan maju sedikit. Dialah Vincent, tangan kanan kepercayaannya.

“Sudah tiga bulan kami menyelidiki, Nona,” katanya hati-hati. “Dan akhirnya kami menemukan pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan malam itu.”

Mendengar laporan tersebut Alena tidak bergerak. Namun matanya… telah menjadi berubah lebih tajam.

“Bicara.”

Vincent pun memberi isyarat. Lalu layar besar di ujung ruangan pun menyala. Kemudian foto-foto muncul. Wajah-wajah. Nama-nama. Dan lokasi keberadaan masing-masing.

“Kelompok mafia Black Seraph,” lanjut Vincent. “Dipimpin oleh Dante Moretti.”

Ruangan pun hening. Semua hanya terdiam namun mengerti. Nama itu nama yang baru saja di sebutkan… bukanlah nama kecil.

“Mereka mengambil alih wilayah utara secara paksa. Serangan terhadap Anda dan Tuan Marko adalah bagian dari rencana mereka untuk menghapus semua pesaing," lanjut Vincent.

Alena menatap layar. Lalu berhenti pada satu foto. Seorang pria yang bernama Dante.

Tatapan pria itu dingin. Namun tidak sedingin tatapan miliknya.

“Jadi…” suara Alena akhirnya terdengar.

Meskipun pelan namun cukup membuat bulu kuduk merinding.

“Ini orang-orang yang merenggut milikku.”

Saat ini tidak ada satupun yang menjawab karena tidak ada yang berani.

Alena lalu berdiri secara perlahan sehingga aura di ruangan itu berubah drastis menjadi terasa lebih berat dan lebih menekan.

“Mulai malam ini…” katanya, suaranya terdengar rendah namun penuh wibawa.

“Tidak akan ada lagi nama Black Seraph di dunia ini.”

Semua orang menegakkan tubuh mereka dan nampak tegang.

"Siap."

Alena lalu melangkah maju sedikit dengan tatapannya yang tajam seperti pisau.

“Aku tidak ingin ada yang tertangkap.”

Sunyi....

“Aku tidak ingin ada yang lolos.”

Napas tertahan...

“Habisi semuanya.”

Deg.

Beberapa orang menelan ludah. Namun tidak ada yang menolak dan tidak ada yang berani bertanya.

“Termasuk keluarga mereka… jaringan mereka… siapa pun yang terlibat,” lanjut Alena tanpa ragu.

Suaranya tetap tenang seolah ia tidak sedang memerintahkan pembantaian.

“Sapu bersih.”

“Siap, Nona.”

“Dan satu hal lagi,” tambah Alena hingga semua kembali menatapnya.

“Bawa Dante Moretti kepadaku.”

Sebuah senyuman tipis muncul di bibirnya. Nampak Indah namun mematikan.

“Aku ingin mengakhiri ini… dengan tanganku sendiri.”

Malam Itu…

Kota pun akan berubah menjadi medan perang. Mobil-mobil hitam melaju dari berbagai arah. Pasukan Vanzara bergerak tanpa suara.

Terorganisir dan mematikan.

_______

___________

Di satu markas Black Seraph...

DOR! DOR! DOR!

Tembakan meledak. Jeritan menggema. Satu per satu tubuh jatuh. Di bantai tiada ampun.

Tidak ada negosiasi. Yang ada hanya satu perintah—

HABISI.

Kembali ke Alena...

Ia berdiri di balkon gedung tinggi sambil menatap kota yang kini berada di bawah kendalinya.

Angin malam meniup rambutnya perlahan namun wajahnya tetap tenang akan tetapi tatapannya kosong.

“Marko…” bisiknya. “Semoga kau tenang disana. Dan setelah ini, aku akan meninggalkan dunia gelap ini selamanya."

Mata Alena perlahan menutup. Lalu terbuka kembali dengan sorot yang lebih dingin dari sebelumnya.

“Dan aku akan memastikan… mereka merasakan kehilangan yang sama.”

**

Biografi Aurelia Vanzara

Aurelia adalah wanita berusia 25 tahun dengan aura dingin yang memikat. Rambutnya hitam pekat, panjang hingga pinggang, sering diikat rendah dengan rapi. Matanya tajam berwarna abu-abu gelap, seolah mampu membaca kebohongan hanya dalam satu tatapan.

Kulitnya pucat mulus, kontras dengan lipstik merah gelap yang menjadi ciri khasnya. Tubuhnya tinggi semampai dengan postur tegap, selalu tampil elegan dalam balutan jas mahal atau gaun hitam sederhana namun mematikan.

Aurelia Vanzara lahir dari keluarga mafia paling berpengaruh di kota Valenza. Ayahnya, seorang don legendaris, dikenal kejam namun sangat disegani. Sejak kecil, Aurelia tidak dibesarkan sebagai anak perempuan biasa. Ia dilatih untuk bertahan, bukan untuk bergantung.

Pada usia 12 tahun, ia menyaksikan pembantaian keluarganya sendiri akibat pengkhianatan dari orang kepercayaan ayahnya sehingga malam itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia satu-satunya yang selamat, bukan karena keberuntungan, tetapi karena keberanian dan kecerdasannya melarikan diri.

Selama bertahun-tahun, Aurelia hidup dalam bayang-bayang dan menyusun rencana balas dendam. Ia membangun kekuatan dari nol, menyusup ke berbagai jaringan kriminal, dan perlahan menguasai dunia bawah tanah.

Di usia 20 tahun, ia berhasil merebut kembali kekuasaan keluarganya dan membunuh orang yang telah menghancurkan hidupnya. Sejak saat itu, ia dikenal sebagai The Crimson Queen, simbol kekuasaan, darah, dan balas dendam.

Episodes
1 Bab 1- Malam yang tiada akhir
2 Bab 2- Crimson queen
3 Bab 3- Balas dendam
4 Bab 4- Sebuah keputusan
5 Bab 5- Identitas Baru
6 Bab 6- Dua pria
7 Bab 7- Arogan
8 Bab 8- Perkelahian
9 Bab 9- Panik
10 Bab 10- Status
11 Bab 11- Administrasi
12 Bab 12- Repot?
13 Bab 13- Pengacau
14 Bab 14- Tiga arah
15 Bab 15- Ibu tiri
16 Bab 16- Toko bunga
17 Bab 17- Alena’s Floral Boutique
18 Bab 18- Bak pahlawan
19 Bab 19- Mengatakan Cinta?
20 Bab 20- Pendamping
21 Bab 21- Hubungan resmi
22 Bab 22- Di perkenalkan
23 Bab 23- Ular berbisa
24 Bab 24- Kencan pertama
25 Bab 25- Max kembali
26 Bab 26- Jangan melebihi batas, Max
27 Bab 27- Lamaran Larut Malam
28 Bab 28- Kepastian
29 Bab 29- Sebuah Restu
30 Bab 30- Menuju hari -H
31 Bab 31- Kilau Pengantin
32 Bab 32- Sah
33 Bab 33- Unboxing
34 Bab 34- Jamuan Malam
35 Bab 35- Ketegangan di Meja Makan
36 Bab 36- Obsesi
37 Bab 37- Jebakan
38 Bab 38- Perangkap Busuk
39 Bab 39- Topeng yang Hancur
40 Bab 40- Ketukan Palu sang Ayah
41 Bab 41- Seiring waktu
42 Bab 42- Hamil
43 Bab 43- Singkat cerita
44 Bab 44- Doa di Ujung Keputusasaan
45 Bab 45- Putri kecil
46 Bab 46- Gelak Tawa sang Kakek
47 Bab 47- Rumah Kita
48 Bab 48- Sisi Lain Bramantyo
49 Bab 49- Ambisi Terselubung
50 Bab 50- 4 tahun kemudian...
51 Bab 51- Badai
52 Bab 52- Badai 2
53 Bab 53- Napas Terakhir sang Pelindung
54 Bab 54- Sebuah panggilan
55 Bab 55- Firasat
56 Bab 56- Berita duka
57 Bab 57- di Kamar Jenazah
58 Bab 58- Di Atas Tanah Merah
59 Bab 59- Hasil TKP
60 Bab 60- Sosok Sahabat yang Kembali
61 Bab 61: Moana hilang!
62 Bab 62- Kebangkitan Ratu Mafia
63 Bab 63- Kembalinya Aurelia Vanzara
64 Bab 64- Plot Twist!
65 Bab 65- Penguasa Kegelapan
66 Bab 66- Pengadilan Aurelia
67 Bab 67- Jejak
68 Bab 68- Akhirnya...
69 Bab 69- Antara Cinta & Dendam
70 Bab 70- Cinta di ujung senapan
71 Bab 71- Peluru Bersarang
72 Bab 72- Penyesalan
73 Bab 73- Operasi Darurat
74 Mengasuh anak dari Maduku
75 Bab 75- Tatapan Sang Istri
76 Bab 76- Keputusan Terakhir
77 Bab 77- The End
78 Notes Author
79 Promo novel baru
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1- Malam yang tiada akhir
2
Bab 2- Crimson queen
3
Bab 3- Balas dendam
4
Bab 4- Sebuah keputusan
5
Bab 5- Identitas Baru
6
Bab 6- Dua pria
7
Bab 7- Arogan
8
Bab 8- Perkelahian
9
Bab 9- Panik
10
Bab 10- Status
11
Bab 11- Administrasi
12
Bab 12- Repot?
13
Bab 13- Pengacau
14
Bab 14- Tiga arah
15
Bab 15- Ibu tiri
16
Bab 16- Toko bunga
17
Bab 17- Alena’s Floral Boutique
18
Bab 18- Bak pahlawan
19
Bab 19- Mengatakan Cinta?
20
Bab 20- Pendamping
21
Bab 21- Hubungan resmi
22
Bab 22- Di perkenalkan
23
Bab 23- Ular berbisa
24
Bab 24- Kencan pertama
25
Bab 25- Max kembali
26
Bab 26- Jangan melebihi batas, Max
27
Bab 27- Lamaran Larut Malam
28
Bab 28- Kepastian
29
Bab 29- Sebuah Restu
30
Bab 30- Menuju hari -H
31
Bab 31- Kilau Pengantin
32
Bab 32- Sah
33
Bab 33- Unboxing
34
Bab 34- Jamuan Malam
35
Bab 35- Ketegangan di Meja Makan
36
Bab 36- Obsesi
37
Bab 37- Jebakan
38
Bab 38- Perangkap Busuk
39
Bab 39- Topeng yang Hancur
40
Bab 40- Ketukan Palu sang Ayah
41
Bab 41- Seiring waktu
42
Bab 42- Hamil
43
Bab 43- Singkat cerita
44
Bab 44- Doa di Ujung Keputusasaan
45
Bab 45- Putri kecil
46
Bab 46- Gelak Tawa sang Kakek
47
Bab 47- Rumah Kita
48
Bab 48- Sisi Lain Bramantyo
49
Bab 49- Ambisi Terselubung
50
Bab 50- 4 tahun kemudian...
51
Bab 51- Badai
52
Bab 52- Badai 2
53
Bab 53- Napas Terakhir sang Pelindung
54
Bab 54- Sebuah panggilan
55
Bab 55- Firasat
56
Bab 56- Berita duka
57
Bab 57- di Kamar Jenazah
58
Bab 58- Di Atas Tanah Merah
59
Bab 59- Hasil TKP
60
Bab 60- Sosok Sahabat yang Kembali
61
Bab 61: Moana hilang!
62
Bab 62- Kebangkitan Ratu Mafia
63
Bab 63- Kembalinya Aurelia Vanzara
64
Bab 64- Plot Twist!
65
Bab 65- Penguasa Kegelapan
66
Bab 66- Pengadilan Aurelia
67
Bab 67- Jejak
68
Bab 68- Akhirnya...
69
Bab 69- Antara Cinta & Dendam
70
Bab 70- Cinta di ujung senapan
71
Bab 71- Peluru Bersarang
72
Bab 72- Penyesalan
73
Bab 73- Operasi Darurat
74
Mengasuh anak dari Maduku
75
Bab 75- Tatapan Sang Istri
76
Bab 76- Keputusan Terakhir
77
Bab 77- The End
78
Notes Author
79
Promo novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!