Pil Penyubur

Nadhira berdiri diruang tengah, sorot matanya yang sayu tertuju pada foto pernikahannya dengan Arhan lima tahun yang lalu. Bukan waktu yang sebentar, kini pernikahan Dira dan Arhan sudah menginjak usia lima tahun. Tapi Nadhira mulai merasakan keanehan dalam rumah tangganya.

Sikap Arhan yang selalu dingin padanya, tidak ada ungkapan cinta, ciuman mesra sebelum berangkat kerja, atau pelukan hangat sebelum tidur kegiatan itu tidak pernah Arhan lakukan selama lima tahun menikah dengan Dira.

Menurut Dira Arhan ini tidak sehangat ketika Arhan sebelum mengucap ijab. Dira kira mungkin ini hanyalah sikap Arhan yang sangat cuek padanya. Karena walaupun tidak ada ungkapan cinta, tapi Arhan tetap memberi Dira nafkah lahir maupun batin, tidak pernah membentak dira dan selalu memperhatikan asupan nutrisi setiap pagi untuk Dira. Mungkin perhatian kecil itu adalah sebuah bentuk kasih sayang yang Arhan berikan untuk Dira.

"Ra..." Arhan yang sudah memakai kemeja kerjanya keluar dari kamar sambil menggulung lengan kemejanya.

"Iya mas...?" jawab Dira lembut, wanita mungil yang kini berusia dua puluh lima tahun itu tersenyum hangat pada Arhan.

"Vitamin buat kamu sudah mas siapkan diatas nakas, diminum ya. Biar apa yang sedang kita usahakan cepet terkabul. kita bisa secepatnya memiliki keturunan." ucap Arhan dengan senyum yang terkesan dipaksakan. Tapi Dira tidak menyadari itu.

"Makasih ya mas, nanti Dira minum vitamin nya. Oh ya, Dira sudah siapkan sarapan di meja makan."

Kemudian Dira pergi ke kamar dan meminum pil vitamin berwarna putih, kata Arhan itu adalah pil untuk penyubur rahim agar Dira cepat dikaruniai anak.

Semburat senyuman menghiasi wajah cantiknya dengan polesan makeup sederhana. Kemudian Dira berjalan menyusul suaminya untuk sarapan pagi.

"Kapan kamu akan memiliki keturunan Han, usia pernikahan kamu dengan Nadhira sudah menginjak lima tahun. Ibu mau cucu, apa kamu gak ada niatan buat ajak istri kamu periksa ke dokter, takutnya ada masalah dengan rahim istri kamu." ucap Bu Rena yang sedang menyantap sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh Nadhira. Mereka sarapan tanpa nunggu Nadhira terlebih dahulu.

Nadhira menghentikan langkahnya dibalik tangga rumah, ia ingin mendengar jawaban dari Arhan.

"Sabar ya Bu Arhan sedang usaha dengan Dira, mungkin belum waktunya buat kita untuk memiliki momongan."

"Cepatlah ibu sudah tidak sabar Han.."

Nadhira tampak menghela nafasnya pelan, tangannya kini berada diatas perutnya yang masih rata. Kini tangan itu bergerak mengelus perutnya.

"Ya Allah karuniakanlah seorang anak untuk aku dan mas Arhan." gumam Dira lalu berjalan menuju meja makan.

"Ibu, mas. Gimana masakannya enak? Maaf sekali Dira hanya masak soup ayam dan telur dadar, tadi Dira bangunnya kesiangan." ucap Dira seraya duduk disamping Arhan.

"Gapapa Ra, masakan kamu memang selalu enak." ucap Bu Rena.

Sarapan berjalan tanpa banyak obrolan, semua sibuk dengan fikiran masing-masing. Arhan yang sudah terbayang dengan hadiah yang berada disaku celananya, hadiah untuk seseorang yang teramat istimewa di hati nya.

"Mas..hati-hati ya, kalau mas pulang telat jangan lupa buat hubungi Dira." ucap Dira dengan lembut. Senyum manis selalu terukir pada wajahnya yang sangat manis.

Arhan hanya menganggukkan kepalanya, senyum datar dengan menatap sekilas pada Raya. Senyuman yang terasa hambar untuk ukuran seorang suami.

"Mas berangkat Ra, mas titip ibu. Jangan lupa buat bantu ibu minum obat." ucap Arhan seraya melangkah kearah mobil yang sedang ia panaskan.

Lagi-lagi Raya hanya menatap punggung Arhan yang begitu menjauh darinya. Bahkan Dira belum sempat untuk mencium punggung tangan Arhan, tidak ada lagi kecupan hangat diatas jidat seperti yang Dira harapkan.

Dira melambaikan tangannya saat mobil Arhan melaju keluar dari garasi, tapi Arhan tidak membalas lambaian tangan Dira, mobilnya terus melaju. Senyum Arhan mengembang sepanjang perjalanan menuju kantornya, selain hatinya sedang berbunga-bunga, ia juga bahagia karena posisi ia akan naik satu tingkat di kantornya. satu Minggu lagi Arhan akan diangkat menjadi direktur diperusahaanya.

Dira kembali berkata dengan pekerjaan rumah yang sangat banyak, mulai dari menyapu mengepel mencuci pakaian semuanya Dira lakukan seorang diri tanpa adanya bantuan tangan dari asisten rumah tangga, ditambah lagi Dira harus mengurus Bu Rena yang kadang tidak bisa berjalan dan harus didorong di kursi roda.

Diruang loundry Dira sedang menggosok pakaian yang sudah menggunung, pakaian dirinya, Arhan dan Bu Rena. Semua Raya kerjakan dengan seorang diri. Peluh mengucur membasahi dahinya, bahkan sampai Dira tidak ada waktu untuk merawat dirinya saking sibuk dengan pekerjaan rumah yang sangat banyak.

"Cepek sekali.." keluh Dira. Ia hanya bisa mengeluh seorang diri, karena jika mengeluh didepan Arhan itu hanyalah percuma. Pasti ada saja alasan yang Arhan layangkan pada Dira.

Satu Minggu yang lalu.

"Mas badan Dira pada sakit semua, tulang-tulangnya terasa sangat ngilu. Mungkin ini disebabkan karena Dira terlalu banyak gerak untuk membersihkan rumah sebesar ini, ditambah lagi Dira harus mengurus ibu, bantu angkat badan ibu kalau ibu mau ke air. Mas, Dira boleh ga minta sesuatu?" Dira sambil bersandar pada sandaran ranjang kayu. Sementara Arhan sedang sibuk dengan ponselnya.

"Apa?" Arhan tanpa menoleh ke arah Dira.

"Gaji mas kan sekarang mungkin udah cukup untuk sewa asisten rumah tangga, setidaknya bisa sedikit meringankan pekerjaan rumah Dira. Mas tau ga, Dira keteteran banget ngurus rumah yang lumayan luas ini, ditambah harus masak."

"Kamu gak ikhlas melakukan itu semua Ra, kamu gak mikirin mas juga, kalau cari uang itu capek, lelah dan energi terkuras banyak. Dan bukan masalah gaji mas besar atau kecil, tapi mas juga punya kebutuhan yang banyak. Buat nabung, berobat ibu, pajak rumah, mobil siapa yang urus? Semuanya mas yang urus Ra. Mas minta kerja samanya sama kamu. Kamu urus pekerjaan rumah, sementara mas cari uang dengan tenang."

Sejak saat itu Dira tidak mau lagi meminta sesuatu pada suaminya. Dira meras tidak enak dengan jawaban suaminya, Dira merasa hidupnya ini adalah beban bagi suaminya.

"Ra..." Bu Rena tiba-tiba datang.

"Iya Bu.."

"Kamu tau gak, si Resi anaknya Bu Ratih baru tiga bulan menikah sekarang sudah isi lagi. Kamu kapan, sudah lima tahun loh Ra, apa gak mau coba ajak Arhan buat cek ke dokter takutnya ada masalah pada rahim kamu Ra?"

Pertanyaan itu lagi, awalnya Dira tidak merasa tersinggung dengan omongan seperti itu. Tapi lama kelamaan Dira juga merasa tidak nyaman dan membuat hatinya nyelekit.

"Iya Bu, nanti Dira coba buat ajak mas Arhan, tapi semoga saja rahim Dira sehat. Sejauh ini mas Arhan dan Dira juga sedang mengusahakan."

Terpopuler

Comments

Dibalik Senja

Dibalik Senja

Polosnya km ra ,tdk adakah rs curiga slm ini pd suamimu .5tahun bkn wkt sbntar ,yg sbr iy ra psti km akan mendptkn kebahagiaan

2026-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 Menikah Karena Kasihan
2 Pil Penyubur
3 Nota Perhiasan
4 Izin Nikah dari Dira
5 Noda Merah dibalik Kerah Kemeja
6 Kecupan yang Terasa Hambar
7 Pil Kontrasepsi & Akal Cerdik Dira
8 Pulang dengan Membawa Istri Kedua
9 Servis Terbaik dari Istri Pertama
10 Istri Kedua dari Neraka
11 Dua Garis Merah yang Membuat Dilema.
12 Hanya Istri yang dimanfaatkan
13 Benih yang Gugur
14 Memadu Kasih diatas Penderitaan Istri Pertama
15 Mas Arhan Pahlawanku
16 Kemana Harus Pulang
17 Kemenangan Ayu dan Penderitaan Dira
18 Tali Pertolongan
19 Tinggal dirumah Mewah
20 Jejak yang Masih Tertinggal
21 Pertemuan yang Penuh Haru
22 Ibu Sambung yang Tepat
23 Anggap Saja Sebagai Ibu Lara
24 Tragedi Heels nyangkut
25 Biar Waktu yang Menjawab
26 Tawaran Bu Mira
27 Perhatian dari Arya Terasa Berbeda
28 Kasih Sayang yang Berlimpah
29 Sidang Perceraian
30 Penyesalan yang Mulai Terasa
31 Aib yang Terbongkar
32 Mantan Suami Dira
33 Penurunan Jabatan
34 Pertengkaran Hebat
35 Cincin Bermata Biru
36 Anggukan Samar
37 Pengungkapan Cinta yang Tertunda
38 Bertemu Mantan
39 Kartu Undangan dan Kecurigaan
40 Mandi Kembang
41 Hari Pernikahan
42 Terimakasih Telah Melepas Berlian
43 Pertengkaran Hebat
44 Godaan Selepas Akad
45 Deep Talk Menjelang Tidur
46 Honeymoon
47 Hangat Dalam Dekapan
48 Foto yang Membuat Panas
49 Cinta yang Salah Kehidupan yang Hancur
50 Rasa Cinta yang Semakin Kuat
51 Saat Kenangan Menjadi Hukuman
52 Bahagia Dalam Dekapan yang Tepat
53 Panggilan Masalalu
54 Satu Bulan Penuh Cinta
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Menikah Karena Kasihan
2
Pil Penyubur
3
Nota Perhiasan
4
Izin Nikah dari Dira
5
Noda Merah dibalik Kerah Kemeja
6
Kecupan yang Terasa Hambar
7
Pil Kontrasepsi & Akal Cerdik Dira
8
Pulang dengan Membawa Istri Kedua
9
Servis Terbaik dari Istri Pertama
10
Istri Kedua dari Neraka
11
Dua Garis Merah yang Membuat Dilema.
12
Hanya Istri yang dimanfaatkan
13
Benih yang Gugur
14
Memadu Kasih diatas Penderitaan Istri Pertama
15
Mas Arhan Pahlawanku
16
Kemana Harus Pulang
17
Kemenangan Ayu dan Penderitaan Dira
18
Tali Pertolongan
19
Tinggal dirumah Mewah
20
Jejak yang Masih Tertinggal
21
Pertemuan yang Penuh Haru
22
Ibu Sambung yang Tepat
23
Anggap Saja Sebagai Ibu Lara
24
Tragedi Heels nyangkut
25
Biar Waktu yang Menjawab
26
Tawaran Bu Mira
27
Perhatian dari Arya Terasa Berbeda
28
Kasih Sayang yang Berlimpah
29
Sidang Perceraian
30
Penyesalan yang Mulai Terasa
31
Aib yang Terbongkar
32
Mantan Suami Dira
33
Penurunan Jabatan
34
Pertengkaran Hebat
35
Cincin Bermata Biru
36
Anggukan Samar
37
Pengungkapan Cinta yang Tertunda
38
Bertemu Mantan
39
Kartu Undangan dan Kecurigaan
40
Mandi Kembang
41
Hari Pernikahan
42
Terimakasih Telah Melepas Berlian
43
Pertengkaran Hebat
44
Godaan Selepas Akad
45
Deep Talk Menjelang Tidur
46
Honeymoon
47
Hangat Dalam Dekapan
48
Foto yang Membuat Panas
49
Cinta yang Salah Kehidupan yang Hancur
50
Rasa Cinta yang Semakin Kuat
51
Saat Kenangan Menjadi Hukuman
52
Bahagia Dalam Dekapan yang Tepat
53
Panggilan Masalalu
54
Satu Bulan Penuh Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!