Izin Nikah dari Dira

Dira mendorong pelan kursi roda Bu Rena, subuh tadi Bu Rena kembali tidak bisa menggerakkan kakinya alhasil untuk hari ini Bu Rena harus memakai kursi roda sampai dengan nanti jadwal kontrol dan ambil obat.

Dibawah sinar hangat matahari pagi, Dira membungkukan tubuhnya perlahan. Tangannya yang halus memijat pelan kaki ibu mertuanya yang sedikit bengkak. Tidak lupa senyum selalu mengambang pada wajahnya yang sangat cantik dengan polesan makeup tipis.

Dari lantai atas, Arhan berdiri didepan jendela kamarnya, sorot matanya tertuju pada Dira dan ibunya yang sedang berjemur menikmati hangatnya mentari pagi. Rahang tegas itu kian mengendur seiring dengan melihat tawa riang dari ibunya yang sedang bercanda ruangan dengan Dira, istri yang tidak pernah Arhan cintai.

Kau memang cantik Ra, baik hati, kasih sayangmu begitu tulus pada ibu. Tapi entah mengapa aku tidak pernah jatuh hati sedikitpun kepadamu. Niatku menikahimu dari awal tetaplah sama, memanfaatkan kamu untuk dijadikan pengasuh ibu dan menjadi pekerja rumah gratisan. Kamu memiliki poin plus dalam kehidupanku.

Senyum terukir pada wajah Arhan.

"Pagi buk Rena dan mbak Dira," Sapa tetangga rumah yang kebetulan lewat sambil menggendong cucu yang terlihat gembul dan sangat lucu.

"Pagi Bu, dari mana?" tanya Bu Rena, ia meminta Dira untuk membantu mendorongnya ke arah pagar rumah menuju keberadaan tetangga yang nyapa tadi.

"Ini buk lagi ajak jalan-jalan aja cucu,"

"Wah lucu sekali, keliatan sehat banget Bu cucunya." timpal Bu Rena sambil memandangi bayi gembul yang sedang tertidur, dan berharap ia akan segera dapat cucu juga.

"Alhamdulilah Bu, mbak Dira ayok program insyaAllah akan ada jalan buat hamil. Bayi ini juga dari hasil program, anak saya memang rahimnya sedikit bermasalah jadi mereka program bayi tabung."

lagi-lagi ada nyelekit dihati Dira, di luar sana banyak sekali pasangan yang mengusahakan untuk segera hamil, sedangkan Dira baru bilang ingin periksa ke dokter saja sudah ditampis oleh Arhan.

Senyum tipis yang terkesan di paksakan kini menghiasi wajah Dira.

"Iya Bu insyaAllah, saya pun sedang mengusahakan dengan mas Arhan."

"IsyaAllah Dira juga akan segera hamil Bu, Dira ini sehat cuman belum dapat rezeki saja." ucap Bu Rena.

Kemudian setelah tetangga itu pergi Dira mendorong Bu Rena menuju kamar Bu Rena, karena ibu mertuanya itu mengeluh kepalanya pusing. Padahal itu hanyalah alasan saja, Bu Rena sedang bersedih karena sudah lima tahun menanti seorang cucu, belum juga terkabulkan.

Dilantai atas Arhan masih setia berdiri, apa yang terjadi dibawah sana ia tahu dan mendengar juga, senyum terukir diwajahnya yang manis, seolah ia telah diberi jalan yang sangat lebar untuk menikahi pujaan hatinya.

"Bu, minum obatnya masih satu jam lagi. Dira tinggal ke atas dulu ya, nanti Dira kesini lagi buat bantu ibu minum obat." ucap Dira lembut sambil membantu Bu Rena untuk menyandarkan tubuhnya pada ranjang kayu.

"Makasih ya Ra, kamu memang menantu yang baik. Jangan dengarkan apa yang tadi membuat hatimu sakit ya."

Dira menganggukkan kepalanya.

Setelah menutup pintu kamar ibu mertuanya, Dira berjalan perlahan untuk menaiki tangga. Tapi tiba-tiba, cekalan lengan kokoh mampu menghentikan langkah Dira.

Arhan yang berdiri dibelah tubuh mungil Dira.

"Mas....?"

"Ikut mas sebentar Ra!" ucap Arhan, perlahan menuntun tangan Dira untuk mengikutinya menuju ruang keluarga, kemudian Arhan langsung mengisyaratkan Dira u tuk duduk di sopa sebelah Arhan.

Jantung Dira berdebar kencang saat tangan besar itu menggenggam penuh telapak tangannya. Suatu hal yang belum pernah Arhan lakukan padanya. Sorot mata Arhan dibuat sememelas mungkin pada Dira membuat Dira makin bertanya-tanya dalam benaknya.

"Ada apa mas?, lagi banyak masalah dikantor?" tanya Dira polos.

Arhan menggeleng pelan. "Ra, kamu tau sesedih apa dengan ucapan tetangga tadi sama ibu?" ucap Arhan dengan sorot mata yang terus memandangi wajah Dira.

"Dira tau mas, tapi mau bagaimana lagi. Mas dan Dira pun sudah usaha untuk mewujudkan kemauan ibu, tapi tuhan memang belum mengizinkan pada kami untuk memiliki keturunan." Dira sangat halus, sorot matanya yang teduh memandangi wajah suaminya.

Arhan menghela nafas kasar, rahangnya mengeras. "Ra, mas tau ini adalah keputusan yang sangat berat sekali untuk kita berdua..."

Perkataan itu menggantung diatas atap ruang tengah, menyisakan rasa penarasan yang bergumul didalam benak Nadhira, jantungnya kian berdebar kencang.

"Ra, mau tidak mau kamu harus mengizinkan. Mas sangat berat sekali untuk mengatakan ini padamu Ra, tapi mas takut sekali. Takut tidak bisa mengabulkan permintaan ibu, mas takut waktu ibu sudah singkat didunia ini dan permintaannya belum juga terkabulkan." ucap Arhan setiap kata yang keluar dari mulutnya membuat genggaman tangannya mengerat.

Nadhira tiba-tiba merasa sesak didalam dadanya, ia sudah menebak apa yang akan Arhan katakan selanjutnya. Perlahan air matanya menggenang, membuat iris mata yang bening itu makin indah berkilauan.

Arhan mencium punggung tangan Nadhira, sebuah kecupan yang tidak terasa nyaman. Sebuah rasa yang teramat sakit untuk Nadhira nikmati.

"Izinkan mas untuk menikah lagi Ra, demi ibu Ra.

Deg.

Perkataan itu bagai sebuah batu besar yang dilempar tepat sasaran pada dada Dira. Sakit, sesak bahkan untuk menarik nafaspun itu sangat terasa sulit bagi Nadhira.

"Mas sayangkan Dira, keberadaan Dira sangat berarti untuk mas." ucap Arhan ia letakan genggaman tangan Dira pada dahinya, sementara Dira hanya terdiam matanya tertuju pada sebuah foto pernikahannya bersama Arhan lima tahun yang lalu, ia yang tersenyum manis sedangkan Arhan yang menatap kamera dengan ekspresi datar.

"Ra, mas mohon demi ibu...."

"Apa mas tidak mau melakukan program dulu sama Dira, sebelum memutuskan untuk menikah lagi?" Dira dengan tatapan datar, air matanya sudah mengalir deras di pipi. Tidak ada pemberontakan. Sakitnya Dira adalah diam.

"Ra, melakukan program itu butuh biaya yang sangat besar sayang,"

Sayang?

Sebuah kata yang baru Arhan ucapkan pada Nadhira.

"Belum lagi peluangnya yang sangat kecil, kasusnya banyak teman mas yang melakukan segala program tapi hasilnya nihil, membutuhkan waktu yang banyak dan uang yang tidak sedikit pula. Mas takut terlambat Ra"

Dira mengalihkan pandangannya dari Arhan. Hatinya begitu perih, tapi Dira tidak mau untuk berontak. Karena itu semu percuma.

"Ra mas mohon sama kamu... Izinkan mas.."

Dira menarik menghembuskan nafasnya pelan.

"Asalkan mas berlaku adil, Dira izinkan. Dira sadar Dira belum bisa ngasih keturunan buat mas." ucap Dira, ucapan terakhirnya menggantung karena tidak tahan dengan Isak tangis.

Arhan memeluk tubuh kecil Dira, tatapannya dibuat sesedih mungkin.

"Makasih ya Ra, Mas sangat sayang sama kamu. Tapi percayalah mas melakukan ini semua karena terpaksa."

Tanpa Dira sadari senyum penuh kemenangan terukir pada wajah Arhan

Bersambung

Terpopuler

Comments

Dibalik Senja

Dibalik Senja

Kpn kebusukan arhan terbongkar kasian dira

2026-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 Menikah Karena Kasihan
2 Pil Penyubur
3 Nota Perhiasan
4 Izin Nikah dari Dira
5 Noda Merah dibalik Kerah Kemeja
6 Kecupan yang Terasa Hambar
7 Pil Kontrasepsi & Akal Cerdik Dira
8 Pulang dengan Membawa Istri Kedua
9 Servis Terbaik dari Istri Pertama
10 Istri Kedua dari Neraka
11 Dua Garis Merah yang Membuat Dilema.
12 Hanya Istri yang dimanfaatkan
13 Benih yang Gugur
14 Memadu Kasih diatas Penderitaan Istri Pertama
15 Mas Arhan Pahlawanku
16 Kemana Harus Pulang
17 Kemenangan Ayu dan Penderitaan Dira
18 Tali Pertolongan
19 Tinggal dirumah Mewah
20 Jejak yang Masih Tertinggal
21 Pertemuan yang Penuh Haru
22 Ibu Sambung yang Tepat
23 Anggap Saja Sebagai Ibu Lara
24 Tragedi Heels nyangkut
25 Biar Waktu yang Menjawab
26 Tawaran Bu Mira
27 Perhatian dari Arya Terasa Berbeda
28 Kasih Sayang yang Berlimpah
29 Sidang Perceraian
30 Penyesalan yang Mulai Terasa
31 Aib yang Terbongkar
32 Mantan Suami Dira
33 Penurunan Jabatan
34 Pertengkaran Hebat
35 Cincin Bermata Biru
36 Anggukan Samar
37 Pengungkapan Cinta yang Tertunda
38 Bertemu Mantan
39 Kartu Undangan dan Kecurigaan
40 Mandi Kembang
41 Hari Pernikahan
42 Terimakasih Telah Melepas Berlian
43 Pertengkaran Hebat
44 Godaan Selepas Akad
45 Deep Talk Menjelang Tidur
46 Honeymoon
47 Hangat Dalam Dekapan
48 Foto yang Membuat Panas
49 Cinta yang Salah Kehidupan yang Hancur
50 Rasa Cinta yang Semakin Kuat
51 Saat Kenangan Menjadi Hukuman
52 Bahagia Dalam Dekapan yang Tepat
53 Panggilan Masalalu
54 Satu Bulan Penuh Cinta
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Menikah Karena Kasihan
2
Pil Penyubur
3
Nota Perhiasan
4
Izin Nikah dari Dira
5
Noda Merah dibalik Kerah Kemeja
6
Kecupan yang Terasa Hambar
7
Pil Kontrasepsi & Akal Cerdik Dira
8
Pulang dengan Membawa Istri Kedua
9
Servis Terbaik dari Istri Pertama
10
Istri Kedua dari Neraka
11
Dua Garis Merah yang Membuat Dilema.
12
Hanya Istri yang dimanfaatkan
13
Benih yang Gugur
14
Memadu Kasih diatas Penderitaan Istri Pertama
15
Mas Arhan Pahlawanku
16
Kemana Harus Pulang
17
Kemenangan Ayu dan Penderitaan Dira
18
Tali Pertolongan
19
Tinggal dirumah Mewah
20
Jejak yang Masih Tertinggal
21
Pertemuan yang Penuh Haru
22
Ibu Sambung yang Tepat
23
Anggap Saja Sebagai Ibu Lara
24
Tragedi Heels nyangkut
25
Biar Waktu yang Menjawab
26
Tawaran Bu Mira
27
Perhatian dari Arya Terasa Berbeda
28
Kasih Sayang yang Berlimpah
29
Sidang Perceraian
30
Penyesalan yang Mulai Terasa
31
Aib yang Terbongkar
32
Mantan Suami Dira
33
Penurunan Jabatan
34
Pertengkaran Hebat
35
Cincin Bermata Biru
36
Anggukan Samar
37
Pengungkapan Cinta yang Tertunda
38
Bertemu Mantan
39
Kartu Undangan dan Kecurigaan
40
Mandi Kembang
41
Hari Pernikahan
42
Terimakasih Telah Melepas Berlian
43
Pertengkaran Hebat
44
Godaan Selepas Akad
45
Deep Talk Menjelang Tidur
46
Honeymoon
47
Hangat Dalam Dekapan
48
Foto yang Membuat Panas
49
Cinta yang Salah Kehidupan yang Hancur
50
Rasa Cinta yang Semakin Kuat
51
Saat Kenangan Menjadi Hukuman
52
Bahagia Dalam Dekapan yang Tepat
53
Panggilan Masalalu
54
Satu Bulan Penuh Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!