Pion yang Mulai Melawan

"Terserah kau saja, tapi di depan orang tua, statusmu tetaplah sebagai istri kami."

Suara dingin Shen Changge memecah kesunyian di halaman paviliun yang luas itu. Angin pagi yang dingin menyapu dedaunan kering, menambah kesan mencekam di antara kami. Kalimat itu bukan sekadar perintah, melainkan sebuah pengingat akan belenggu yang sengaja ia pasang di kakiku. Aku tahu posisiku di sini; aku hanyalah pajangan yang harus dipelihara demi martabat keluarga, meski sebenarnya aku hanyalah target dari kebencian mereka yang tak berdasar.

Dingin sekali... mungkin mereka terlalu banyak makan es hingga hati mereka membeku, pikirku sinis. Aku menarik napas panjang, mencoba menahan emosi yang bergejolak di dada.

Aku mengomel panjang lebar di dalam hati, namun di hadapan mereka, yang kudapatkan hanyalah tatapan datar dan tajam dari dua pria yang kejam itu. Mereka berdiri tegak, memancarkan aura dominasi yang membuat siapapun merasa kecil.

Kenapa aku harus menciptakan karakter sekaku dan semenyebalkan mereka di dalam novelku sendiri? sesalku dalam batin. Jika aku tahu akan berakhir menjadi korban dalam cerita ciptaanku sendiri, aku pasti akan membuat mereka menjadi pria yang penuh kasih sayang dan perhatian.

Aku memanyunkan bibir, meski wajahku tertutup cadar yang menyembunyikan ekspresi kekesalanku. Tentu saja, mereka tidak akan pernah tahu gejolak emosi yang sedang kualami di balik topeng kain ini. Aku merasa seperti burung dalam sangkar emas—terlihat megah dari luar, namun mati perlahan di bagian dalam.

"Kembalilah. Jangan keluar dari kediaman ini tanpa izin," ucap suara lain yang terdengar lebih lembut, namun sarat akan otoritas.

Itu Hou Juntian, suami ketigaku. Suaranya kontras dengan sikapnya—lembut di telinga, namun wajahnya tetap sedatar batu tanpa ekspresi. Aku menatapnya sejenak, mencoba mencari secercah kehangatan, namun yang kutemukan hanyalah ketegasan militer yang kaku. Pria ini adalah seorang jenderal muda, dan kedisiplinan sudah mendarah daging dalam setiap gerak-geriknya.

"Kalian ini, benar-benar mengurungku seperti burung yang takut lepas," gerutuku dengan nada yang sengaja kutinggikan, lalu berbalik pergi meninggalkan mereka tanpa menoleh sedikit pun. Langkah kakiku terdengar tegas di atas ubin halaman, diikuti Xiao Chu yang tampak pucat pasi ketakutan, napasnya tersengal-sengal berusaha menyamai langkahku.

Shen Changge dan Hou Juntian mematung di tempat mereka berdiri, menatap punggungku yang perlahan menjauh, menghilang di balik gerbang paviliun. Hening panjang menyelimuti udara, seolah dunia sedang menunggu apa yang akan mereka katakan selanjutnya. Tidak ada suara burung, tidak ada desau angin, hanya ada ketegangan yang menggantung di antara kedua pria itu.

"Adik ketiga," Shen Changge akhirnya memecah keheningan dengan suara rendah yang berat, "kenapa aku merasa Tang Anning hari ini terasa berbeda? Dulu, dia bahkan tidak berani menatap mata kita, apalagi melayangkan protes. Sekarang, lihatlah... dia bahkan berani menunjukkan kemarahan secara terang-terangan dan membalas setiap kata kita."

Hou Juntian terdiam, sepasang matanya yang tajam menyapu area paviliun dengan insting seorang jenderal muda. Meskipun usianya baru delapan belas tahun, firasatnya jarang sekali meleset. Ia merasakan sesuatu yang ganjil, sebuah pergeseran dalam aura yang dipancarkan oleh wanita yang seharusnya mereka abaikan.

"Aku merasakan hal yang sama. Sesuatu tentang dirinya telah berubah drastis," jawab Hou Juntian dingin. "Awasi dia. Jangan sampai dia membuat masalah di luar sana; firasatku mengatakan dia sedang merencanakan sesuatu yang tidak terduga dan bisa membahayakan reputasi keluarga kita."

Hou Juntian tidak mau mengambil risiko. Ia menoleh ke sudut kegelapan yang tersembunyi di balik pilar kayu besar.

"Pengawal!" serunya tiba-tiba.

Dalam sekejap, sosok bayangan hitam muncul di hadapan mereka, berlutut dengan kecepatan yang tidak manusiawi. Kehadirannya begitu senyap, seolah-olah ia muncul langsung dari bayang-bayang yang memanjang di tanah.

"Ya, Tuan."

"Awasi Nona Muda. Ikuti setiap langkahnya, dengarkan setiap bisikannya, dan laporkan kepada kami apa pun yang ia lakukan," perintah Hou Juntian tegas, auranya memancar penuh wibawa.

"Baik, Tuan."

Sosok bayangan itu menghilang dalam sekejap mata, kembali ke dalam kegelapan tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

Hou Juntian segera memperketat keamanan di sekitar Kediaman Jianwu. Ia tahu, istri mereka bukanlah orang yang bisa diremehkan lagi. Namun, bagi Shen Changge, tindakan ini terasa berlebihan, atau mungkin, ia hanya tidak ingin mengakui bahwa ia mulai tertarik pada perubahan sang istri.

"Adik ketiga, kau terlalu kejam padanya," gumam Shen Changge, meski jauh di lubuk hatinya, ia setuju dengan langkah tersebut. Baginya, perubahan sikap Tang Anning adalah ancaman nyata terhadap ketenangan hidup mereka yang teratur.

"Kakak kedua," sahut Hou Juntian tanpa menoleh, matanya masih menatap ke arah pintu paviliun tempatku menghilang, "kita sebagai suami memiliki tanggung jawab untuk menjaga gadis itu. Meskipun pernikahan ini hanyalah karena perjodohan konyol yang dipaksakan orang tua, dia adalah kunci kesuksesan garis keturunan kita. Kita tidak bisa membiarkannya hancur atau melakukan sesuatu yang memalukan keluarga di luar sana."

Shen Changge mendengus sinis, tangannya mengepal erat di sisi jubahnya. "Ikuti saja kemauanmu. Tapi aku tidak yakin akan hasilnya. Hatiku sudah terlanjur tertuju pada wanita lain—satu-satunya wanita yang kusayangi sejak masa kecilku, penyelamatku yang sesungguhnya di masa kelam itu."

Hou Juntian menghela napas panjang, menatap kakaknya dengan tatapan penuh keheranan.

"Lagi-lagi soal penyelamat masa kecilmu itu. Sampai kapan kau akan terus terobsesi? Apakah kau sudah benar-benar menemukannya, atau kau hanya sedang bermimpi dalam tidurmu? Dunia tidak berputar hanya untuk mencari seorang gadis dari masa lalu."

Pertanyaan itu membuat Shen Changge terdiam. Ia pun sebenarnya tidak tahu jawabannya. Obsesinya pada sosok penyelamat masa kecil itu telah menjadi dinding yang memisahkan dirinya dari kenyataan, termasuk dari istri sahnya sendiri, Tang Anning.

Sementara itu, di dalam paviliun, aku sedang duduk di depan meja rias, menyusun rencana di kepalaku. Aku tahu mereka pasti akan mengawasiku, mungkin mengirim pengawal bayangan untuk mengintip gerak-gerikku. Namun, mereka lupa satu hal: penulis dari cerita ini adalah aku. Aku tahu setiap sudut rumah ini, setiap rahasia gelap yang kusembunyikan di balik dinding-dinding kayu tua ini.

Jika mereka memainkan peran suami dingin dan kejam, maka aku akan menjadi istri yang tidak bisa diatur oleh mereka.

Malam itu, di balik tirai sutra yang bergoyang pelan tertiup angin, aku mulai menuliskan bab baru dalam hidupku. Sebuah lembaran di mana Tang Anning tidak lagi menjadi korban, melainkan sang penguasa takdir. Dan untuk kedua suami yang sombong itu, mereka baru saja memulai permainan yang tak akan pernah bisa mereka menangkan.

Tunggu saja, bisikku pada bayangan di dinding. Dunia ini mungkin milik kalian, tapi naskah ceritanya... ada di tanganku.

Episodes
1 Menjadi Istri yang Terbuang
2 Pion yang Mulai Melawan
3 Langkah dalam Bayang-Bayang
4 Pertemuan Tak Terduga di Paviliun Jinsheng
5 Rahasia di Balik Topeng Kebekuan
6 Tuduhan yang Membalikkan Keadaan
7 Retakan di Balik Topeng
8 Titah Sang Kaisar dan Status Baru yang Menjerat
9 Permainan di Balik Bayang-Bayang
10 Topeng yang Terlepas dan Benih Permusuhan
11 Sandiwara Sang "Teh Hijau" dan Amarah yang Sia-sia
12 Jeweran Penegak Aturan dan Retaknya Ego
13 Ciuman di Tengah Badai dan Ultimatum Sang Jenderal
14 Topeng yang Retak dan Konfrontasi Maut
15 Rahasia yang Tersembunyi di Balik Keheningan
16 Perjalanan Dua Ribu Li dan Bayang-Bayang yang Mengintai
17 Tamparan Kebenaran dan Retaknya Persaudaraan
18 Kunjungan Tak Terduga Sang Putra Mahkota
19 Harga Sebuah Kesetiaan
20 Pengkhianatan di Balik Bayang-bayang
21 Kepulangan yang Penuh Ketegangan
22 Hadiah Tak Terduga
23 Ancaman Konyol Shen Changge
24 Kebenaran yang Terungkap
25 Tuntutan Sang Jenderal
26 Skandal di Kediaman Jianwu
27 Di Ambang Perpisahan
28 Sidang Perceraian di Istana
29 Bisik-Bisik di Balairung
30 Godaan Sang Jenderal
31 Kilas Balik dan Perasaan yang Berkecamuk
32 Hukuman Sang Suami
33 Racun di Balik Panah
34 Kehadiran yang Terabaikan
35 Bawaan Bayi atau Memang Jengkel?
36 Badai di Hari Bahagia
37 Kekacauan dan calon kakak ipar
38 Tragedi & Godaan Putra Mahkota
39 Cemburu Mo Jiu
40 Nyidam Sang Putri Mahkota
41 Penderitaan Bersama Para Suami
42 Pesona Ketiga Pangeran
43 Drama Ibu hamil
44 Makan Malam bersama Kaisar
45 Rutinitas membaca kitab
46 Angin Musim Gugur dan Janji di Balik Tabir
47 Bayangan di Balik Gerbang Istana
48 Bayangan di Balik Tirai Sutra
49 Bayangan di Balik Tirai Sutra
50 Perangkap di Balik Cangkir Porselen
51 Air Mata Buaya di Balik Pintu Tertutup
52 Pengakuan di Bawah Bayangan Pedang
53 Langkah Awal Menuju Balas Dendam
54 Umpan di Sarang Serigala
55 Permainan Berakhir
56 Ketenangan Setelah Badai
57 Musim Semi di Paviliun Jianwu
58 Kejutan Ganda di Musim Semi
59 Bayangan Sang Putra Mahkota
60 Surat Rahasia dari Perbatasan
61 Ratu Strategi di Balik Layar
62 Simfoni Kematian di Aula Perjamuan
63 Tiga Wajah Baru di Paviliun Jianwu
64 Ujian Pertama untuk Sang Bibi dan Paman
65 Strategi Baru di Meja Makan
66 Aliansi Tikus dan Kucing di Pelabuhan Selatan
67 Evaluasi Bahasa Era Kekaisaran
68 Bayangan Terakhir di Gerbang Istana
69 Fajar Baru di Atas Singgasana
70 Warisan Generasi Ketiga di Paviliun Jianwu
71 Realitas di Balik Layar Komputer
72 Plot Twist yang Tidak Ada di Draf
73 Quotes dari para karakter Transmigrasi
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Menjadi Istri yang Terbuang
2
Pion yang Mulai Melawan
3
Langkah dalam Bayang-Bayang
4
Pertemuan Tak Terduga di Paviliun Jinsheng
5
Rahasia di Balik Topeng Kebekuan
6
Tuduhan yang Membalikkan Keadaan
7
Retakan di Balik Topeng
8
Titah Sang Kaisar dan Status Baru yang Menjerat
9
Permainan di Balik Bayang-Bayang
10
Topeng yang Terlepas dan Benih Permusuhan
11
Sandiwara Sang "Teh Hijau" dan Amarah yang Sia-sia
12
Jeweran Penegak Aturan dan Retaknya Ego
13
Ciuman di Tengah Badai dan Ultimatum Sang Jenderal
14
Topeng yang Retak dan Konfrontasi Maut
15
Rahasia yang Tersembunyi di Balik Keheningan
16
Perjalanan Dua Ribu Li dan Bayang-Bayang yang Mengintai
17
Tamparan Kebenaran dan Retaknya Persaudaraan
18
Kunjungan Tak Terduga Sang Putra Mahkota
19
Harga Sebuah Kesetiaan
20
Pengkhianatan di Balik Bayang-bayang
21
Kepulangan yang Penuh Ketegangan
22
Hadiah Tak Terduga
23
Ancaman Konyol Shen Changge
24
Kebenaran yang Terungkap
25
Tuntutan Sang Jenderal
26
Skandal di Kediaman Jianwu
27
Di Ambang Perpisahan
28
Sidang Perceraian di Istana
29
Bisik-Bisik di Balairung
30
Godaan Sang Jenderal
31
Kilas Balik dan Perasaan yang Berkecamuk
32
Hukuman Sang Suami
33
Racun di Balik Panah
34
Kehadiran yang Terabaikan
35
Bawaan Bayi atau Memang Jengkel?
36
Badai di Hari Bahagia
37
Kekacauan dan calon kakak ipar
38
Tragedi & Godaan Putra Mahkota
39
Cemburu Mo Jiu
40
Nyidam Sang Putri Mahkota
41
Penderitaan Bersama Para Suami
42
Pesona Ketiga Pangeran
43
Drama Ibu hamil
44
Makan Malam bersama Kaisar
45
Rutinitas membaca kitab
46
Angin Musim Gugur dan Janji di Balik Tabir
47
Bayangan di Balik Gerbang Istana
48
Bayangan di Balik Tirai Sutra
49
Bayangan di Balik Tirai Sutra
50
Perangkap di Balik Cangkir Porselen
51
Air Mata Buaya di Balik Pintu Tertutup
52
Pengakuan di Bawah Bayangan Pedang
53
Langkah Awal Menuju Balas Dendam
54
Umpan di Sarang Serigala
55
Permainan Berakhir
56
Ketenangan Setelah Badai
57
Musim Semi di Paviliun Jianwu
58
Kejutan Ganda di Musim Semi
59
Bayangan Sang Putra Mahkota
60
Surat Rahasia dari Perbatasan
61
Ratu Strategi di Balik Layar
62
Simfoni Kematian di Aula Perjamuan
63
Tiga Wajah Baru di Paviliun Jianwu
64
Ujian Pertama untuk Sang Bibi dan Paman
65
Strategi Baru di Meja Makan
66
Aliansi Tikus dan Kucing di Pelabuhan Selatan
67
Evaluasi Bahasa Era Kekaisaran
68
Bayangan Terakhir di Gerbang Istana
69
Fajar Baru di Atas Singgasana
70
Warisan Generasi Ketiga di Paviliun Jianwu
71
Realitas di Balik Layar Komputer
72
Plot Twist yang Tidak Ada di Draf
73
Quotes dari para karakter Transmigrasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!