Rahasia di Balik Topeng Kebekuan

"Mo Jiu. Sejujurnya, aku sudah menikah."

"Sejujurnya, aku sudah menikah."

Ucapan Mo Jiu membuatku membeku. Cangkir teh di tanganku menggantung di udara. Sulit dipercaya pria yang baru kukenal justru mengungkapkan rahasia sebesar itu.

Mo Jiu, pria yang ditakuti seluruh negeri, justru menceritakan kehidupan pribadinya kepadaku.

"Apakah istrimu cantik?" tanyaku, suaraku terdengar sengaja dibuat kasar dan menantang untuk menutupi getaran di hatiku.

"Kasihan juga istrimu. Kau menikahinya, lalu pergi begitu saja."

Mo Jiu menyipitkan mata. Sesaat kupikir pedangnya akan terhunus, tetapi ia hanya mengembuskan napas panjang.

"Ah... lihatlah wajahmu, sudah seperti mau menerkamku karena perkataanku yang jujur tadi," tambahku lagi, kali ini dengan nada yang sedikit lebih santai, mencoba menguji seberapa jauh aku bisa menekan batasan kesabarannya. "Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa kau tidak tertarik pada wanita? Ternyata kau hanyalah pria penakut yang lari dari tanggung jawab pernikahan."

Mo Jiu tidak membalas provokasiku. Dia kembali menyesap minumannya dengan gerakan yang sangat terkontrol, tatapannya menerawang jauh ke luar jendela, menatap gemerlap lampu lampion yang mencerminkan hiruk-pikuk kota.

"Aku tidak tahu wajah istriku sendiri," ucapnya tiba-tiba, suaranya nyaris berbisik namun terdengar sangat jelas di telingaku yang sunyi. "Setelah upacara pernikahan selesai malam itu, aku langsung pergi meninggalkan ibu kota menuju garis perbatasan. Sejak saat itu, aku tidak pernah lagi menemuinya, tidak pernah mencari tahu kabarnya, dan tidak pernah berniat untuk kembali ke kediaman itu."

Deg!

Jantungku berdetak kencang hingga terasa sakit di dadaku. Fakta itu menghantamku jauh lebih keras daripada benturan fisik apa pun. Dadaku sesak. Jadi... selama ini bukan karena dia membenciku.

Dia bahkan tak pernah melihat wajah istrinya.

"Apa kau selalu jujur kepada setiap orang asing yang kau temui tentang kehidupan pribadimu?" tanyaku, kali ini nadaku lebih lembut, tanpa basa-basi. Aku merasa perlu memahami apa yang ada di balik kepalanya yang keras itu.

Mo Jiu menoleh padaku, senyum tipis yang dingin tersungging di bibirnya. "Tidak. Baru kali ini ada pemuda asing yang berani bertanya bahkan tidak terlihat takut sedikit pun akan kematian."

Aku menyandarkan punggungku ke kursi, berusaha menutupi gejolak emosi yang membuncah di balik topeng penyamaranku. "Ah... tenang saja, rahasiamu aman bersamaku. Namaku Xiao An, seorang pengelana yang kebetulan lewat di kota ini. Aku hanya sangat menyukai makanan baru yang unik, itu saja. Kehidupan orang lain bukan urusanku, tapi kau tampak seperti pria yang butuh teman bicara."

Kebohonganku tentang identitas "Xiao An" terasa seperti duri di tenggorokanku sendiri. Mo Jiu menatapku tajam, seolah dia sedang berusaha menembus lapisan cadar dan penyamaran yang kupakai. "Baru kali ini aku bertemu dengan seorang pengelana yang begitu berisik sepertimu. Biasanya, orang-orang akan lari setelah melihatku, atau mereka akan tunduk ketakutan."

"Hahaha... aku tidak berisik, aku hanya ramah," elakku dengan tawa kecil yang terdengar canggung. "Dan aku tidak punya alasan untuk takut padamu, selama kau tidak mencoba membunuhku."

"Sama saja," jawabnya singkat, namun nadanya kini jauh lebih ringan dari sebelumnya.

Keheningan kembali menyelimuti kami, namun kali ini terasa berbeda. Aku mengamati pria di depanku ini dengan saksama. Untuk pertama kalinya, aku melihat kesepian di balik wajah dinginnya.

Ironis. Akulah yang menciptakan karakter itu.

"Jiu-ge," panggilku pelan, menggunakan panggilan yang baru saja kuciptakan untuknya sebagai upaya mencairkan suasana. "Jika ada waktu lain, kita main lagi. Sekarang, waktuku pulang sebelum penjaga gerbang menutup akses. Jangan lupa, temui istrimu. Siapa tahu dia masih menunggumu di kediamannya, berharap kau akan pulang suatu hari nanti. Jangan menyesal jika suatu saat kau pulang dan dia sudah tidak ada lagi di sana."

Aku berdiri, menepuk pundak pria perkasa itu dengan gerakan yang tidak sopan, sebelum melangkah pergi. Mo Jiu terdiam, tidak bergerak sedikit pun dari tempat duduknya, hanya memandang punggungku dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun, sebelum aku melangkah keluar dari ruangan, aku sempat melirik ke belakang dan melihatnya. Untuk pertama kalinya, sebuah senyum tipis—senyum yang benar-benar nyata, bukan sekadar sinis atau ancaman—tersungging di bibirnya.

Saat aku berjalan kembali ke Kediaman Jianwu di bawah cahaya bulan yang dingin, pikiranku penuh dengan pertanyaan.

Aku melangkah pulang di bawah sinar bulan dengan pikiran yang semakin kacau.

Bagaimana jika Mo Jiu benar-benar kembali ke kediamannya? Dan bagaimana jika suatu hari dia mengetahui bahwa Xiao An dan Tang Anning adalah orang yang sama?

Untuk pertama kalinya, aku merasa cerita yang kutulis mulai bergerak di luar kendaliku.

Episodes
1 Menjadi Istri yang Terbuang
2 Pion yang Mulai Melawan
3 Langkah dalam Bayang-Bayang
4 Pertemuan Tak Terduga di Paviliun Jinsheng
5 Rahasia di Balik Topeng Kebekuan
6 Tuduhan yang Membalikkan Keadaan
7 Retakan di Balik Topeng
8 Titah Sang Kaisar dan Status Baru yang Menjerat
9 Permainan di Balik Bayang-Bayang
10 Topeng yang Terlepas dan Benih Permusuhan
11 Sandiwara Sang "Teh Hijau" dan Amarah yang Sia-sia
12 Jeweran Penegak Aturan dan Retaknya Ego
13 Ciuman di Tengah Badai dan Ultimatum Sang Jenderal
14 Topeng yang Retak dan Konfrontasi Maut
15 Rahasia yang Tersembunyi di Balik Keheningan
16 Perjalanan Dua Ribu Li dan Bayang-Bayang yang Mengintai
17 Tamparan Kebenaran dan Retaknya Persaudaraan
18 Kunjungan Tak Terduga Sang Putra Mahkota
19 Harga Sebuah Kesetiaan
20 Pengkhianatan di Balik Bayang-bayang
21 Kepulangan yang Penuh Ketegangan
22 Hadiah Tak Terduga
23 Ancaman Konyol Shen Changge
24 Kebenaran yang Terungkap
25 Tuntutan Sang Jenderal
26 Skandal di Kediaman Jianwu
27 Di Ambang Perpisahan
28 Sidang Perceraian di Istana
29 Bisik-Bisik di Balairung
30 Godaan Sang Jenderal
31 Kilas Balik dan Perasaan yang Berkecamuk
32 Hukuman Sang Suami
33 Racun di Balik Panah
34 Kehadiran yang Terabaikan
35 Bawaan Bayi atau Memang Jengkel?
36 Badai di Hari Bahagia
37 Kekacauan dan calon kakak ipar
38 Tragedi & Godaan Putra Mahkota
39 Cemburu Mo Jiu
40 Nyidam Sang Putri Mahkota
41 Penderitaan Bersama Para Suami
42 Pesona Ketiga Pangeran
43 Drama Ibu hamil
44 Makan Malam bersama Kaisar
45 Rutinitas membaca kitab
46 Angin Musim Gugur dan Janji di Balik Tabir
47 Bayangan di Balik Gerbang Istana
48 Bayangan di Balik Tirai Sutra
49 Bayangan di Balik Tirai Sutra
50 Perangkap di Balik Cangkir Porselen
51 Air Mata Buaya di Balik Pintu Tertutup
52 Pengakuan di Bawah Bayangan Pedang
53 Langkah Awal Menuju Balas Dendam
54 Umpan di Sarang Serigala
55 Permainan Berakhir
56 Ketenangan Setelah Badai
57 Musim Semi di Paviliun Jianwu
58 Kejutan Ganda di Musim Semi
59 Bayangan Sang Putra Mahkota
60 Surat Rahasia dari Perbatasan
61 Ratu Strategi di Balik Layar
62 Simfoni Kematian di Aula Perjamuan
63 Tiga Wajah Baru di Paviliun Jianwu
64 Ujian Pertama untuk Sang Bibi dan Paman
65 Strategi Baru di Meja Makan
66 Aliansi Tikus dan Kucing di Pelabuhan Selatan
67 Evaluasi Bahasa Era Kekaisaran
68 Bayangan Terakhir di Gerbang Istana
69 Fajar Baru di Atas Singgasana
70 Warisan Generasi Ketiga di Paviliun Jianwu
71 Realitas di Balik Layar Komputer
72 Plot Twist yang Tidak Ada di Draf
73 Quotes dari para karakter Transmigrasi
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Menjadi Istri yang Terbuang
2
Pion yang Mulai Melawan
3
Langkah dalam Bayang-Bayang
4
Pertemuan Tak Terduga di Paviliun Jinsheng
5
Rahasia di Balik Topeng Kebekuan
6
Tuduhan yang Membalikkan Keadaan
7
Retakan di Balik Topeng
8
Titah Sang Kaisar dan Status Baru yang Menjerat
9
Permainan di Balik Bayang-Bayang
10
Topeng yang Terlepas dan Benih Permusuhan
11
Sandiwara Sang "Teh Hijau" dan Amarah yang Sia-sia
12
Jeweran Penegak Aturan dan Retaknya Ego
13
Ciuman di Tengah Badai dan Ultimatum Sang Jenderal
14
Topeng yang Retak dan Konfrontasi Maut
15
Rahasia yang Tersembunyi di Balik Keheningan
16
Perjalanan Dua Ribu Li dan Bayang-Bayang yang Mengintai
17
Tamparan Kebenaran dan Retaknya Persaudaraan
18
Kunjungan Tak Terduga Sang Putra Mahkota
19
Harga Sebuah Kesetiaan
20
Pengkhianatan di Balik Bayang-bayang
21
Kepulangan yang Penuh Ketegangan
22
Hadiah Tak Terduga
23
Ancaman Konyol Shen Changge
24
Kebenaran yang Terungkap
25
Tuntutan Sang Jenderal
26
Skandal di Kediaman Jianwu
27
Di Ambang Perpisahan
28
Sidang Perceraian di Istana
29
Bisik-Bisik di Balairung
30
Godaan Sang Jenderal
31
Kilas Balik dan Perasaan yang Berkecamuk
32
Hukuman Sang Suami
33
Racun di Balik Panah
34
Kehadiran yang Terabaikan
35
Bawaan Bayi atau Memang Jengkel?
36
Badai di Hari Bahagia
37
Kekacauan dan calon kakak ipar
38
Tragedi & Godaan Putra Mahkota
39
Cemburu Mo Jiu
40
Nyidam Sang Putri Mahkota
41
Penderitaan Bersama Para Suami
42
Pesona Ketiga Pangeran
43
Drama Ibu hamil
44
Makan Malam bersama Kaisar
45
Rutinitas membaca kitab
46
Angin Musim Gugur dan Janji di Balik Tabir
47
Bayangan di Balik Gerbang Istana
48
Bayangan di Balik Tirai Sutra
49
Bayangan di Balik Tirai Sutra
50
Perangkap di Balik Cangkir Porselen
51
Air Mata Buaya di Balik Pintu Tertutup
52
Pengakuan di Bawah Bayangan Pedang
53
Langkah Awal Menuju Balas Dendam
54
Umpan di Sarang Serigala
55
Permainan Berakhir
56
Ketenangan Setelah Badai
57
Musim Semi di Paviliun Jianwu
58
Kejutan Ganda di Musim Semi
59
Bayangan Sang Putra Mahkota
60
Surat Rahasia dari Perbatasan
61
Ratu Strategi di Balik Layar
62
Simfoni Kematian di Aula Perjamuan
63
Tiga Wajah Baru di Paviliun Jianwu
64
Ujian Pertama untuk Sang Bibi dan Paman
65
Strategi Baru di Meja Makan
66
Aliansi Tikus dan Kucing di Pelabuhan Selatan
67
Evaluasi Bahasa Era Kekaisaran
68
Bayangan Terakhir di Gerbang Istana
69
Fajar Baru di Atas Singgasana
70
Warisan Generasi Ketiga di Paviliun Jianwu
71
Realitas di Balik Layar Komputer
72
Plot Twist yang Tidak Ada di Draf
73
Quotes dari para karakter Transmigrasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!