Bab 4

Kesadaran Yan Kai perlahan kembali. Kelopak matanya bergerak pelan sebelum akhirnya terbuka sepenuhnya.

"...Di mana aku?"

Ia segera bangkit sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit pening. Ingatan terakhir yang ia miliki adalah cahaya keemasan dari buku tua di perpustakaan yang tiba-tiba menyedot tubuhnya. Namun tempat yang kini berada di hadapannya benar-benar membuatnya kehilangan kata-kata.

"Ini..."

Yan Kai mematung. Di hadapannya terbentang dunia yang bahkan tidak pernah berani ia bayangkan dalam mimpi. Langit berwarna biru jernih tanpa sedikit pun noda awan.

Puluhan pulau raksasa melayang bebas di angkasa, dihubungkan oleh jembatan-jembatan batu yang seolah terbentuk secara alami. Dari sisi setiap pulau mengalir air terjun yang jatuh ke bawah langit tanpa pernah mencapai dasar, menciptakan pelangi-pelangi indah yang menghiasi seluruh cakrawala.

Pohon-pohon raksasa dengan daun berwarna keemasan tumbuh di berbagai tempat. Bunganya memancarkan cahaya lembut, sementara kupu-kupu berukuran sebesar telapak tangan beterbangan di antara rerumputan yang berkilauan seperti dipenuhi embun abadi.

Tak jauh dari sana tampak sungai yang airnya sebening kristal, mengalir perlahan di udara layaknya seekor naga panjang yang melayang bebas.

Suasana itu begitu damai, begitu suci, seolah bukan bagian dari dunia manusia. Yan Kai bahkan lupa bernapas beberapa saat.

"Tempat apa ini...?"

Belum sempat rasa kagumnya menghilang, tiba-tiba terdengar suara yang sangat berat bergema dari kejauhan.

"Manusia..."

Suara itu mengguncang seluruh ruang. Yan Kai langsung menoleh, matanya membelalak seketika. Di balik hamparan padang rumput yang luas, berdiri sebuah pilar batu hitam setinggi gunung.

Di sekelilingnya menjulang puluhan rantai raksasa berwarna hitam pekat yang dipenuhi rune-rune kuno berwarna emas, melilit sesuatu yang ukurannya bahkan lebih besar daripada sebuah gunung.

Saat Yan Kai memusatkan pandangannya, napasnya seolah berhenti.

Seekor naga hitam raksasa dengan sisik sekelam malam sedang dirantai di tengah-tengah pilar tersebut. Tubuhnya begitu besar hingga kepala naganya saja hampir menyamai sebuah bukit.

Sepasang tanduk panjang melengkung ke belakang, sementara kedua matanya yang berwarna merah darah memancarkan aura yang membuat siapa pun akan gemetar ketakutan.

Sayapnya yang luar biasa besar tertusuk oleh empat rantai raksasa, kedua kaki depannya terkunci oleh belenggu kuno, dan lehernya pun dililit segel yang dipenuhi simbol-simbol aneh. Di atas tubuh naga itu, ribuan aksara emas terus berputar, memancarkan cahaya yang menekan auranya agar tidak dapat keluar.

Yan Kai tanpa sadar menelan ludah. Ia belum pernah melihat makhluk semengerikan itu. Namun anehnya, tatapan naga tersebut justru tertuju kepadanya.

"Manusia. Dekatlah."

Suara itu kembali bergema. Yan Kai sempat ragu beberapa saat, namun rasa penasarannya jauh lebih besar daripada rasa takutnya. Dengan langkah perlahan, ia mulai mendekati naga tersebut hingga akhirnya berhenti beberapa puluh langkah dari kepala sang naga.

Barulah ia dapat melihat betapa tua makhluk itu—meski matanya masih dipenuhi wibawa, terdapat kelelahan yang begitu dalam di balik tatapannya.

Yan Kai akhirnya memberanikan diri bertanya. "Di... di mana ini? Dan kenapa kau menyuruhku mendekat?"

Untuk beberapa saat naga itu hanya menatap Yan Kai tanpa berkedip. Lalu terdengar suara tawa pelan yang menggema di seluruh dimensi.

"Hahaha... menarik. Benar-benar menarik. Tak kusangka, setelah ribuan tahun, akhirnya ada manusia yang mampu memasuki tempat ini."

Yan Kai semakin bingung. Naga itu perlahan membuka mulutnya.

"Tempat yang sedang kau pijak bernama Dimensi Tak Berujung. Dimensi ini bukanlah bagian dari dunia tempatmu berasal. Ini adalah sebuah penjara."

"Penjara?" Yan Kai mengulang pelan.

"Benar. Ribuan tahun yang lalu, seorang dewa tertinggi menciptakan dimensi ini hanya untuk satu tujuan—mengurungku."

Mata Yan Kai membelalak. Naga itu melanjutkan kisahnya dengan suara yang jauh lebih berat.

"Dahulu kala, ras naga pernah menguasai langit dan bumi. Kami adalah penguasa sejati dunia. Tidak ada makhluk yang mampu menandingi kekuatan kami. Tetapi kesombongan melahirkan peperangan—kami mengangkat senjata melawan para dewa."

Tatapan naga itu berubah suram.

"Perang berlangsung selama ratusan tahun. Langit runtuh. Lautan mengering. Gunung-gunung hancur. Tak terhitung banyaknya ras yang musnah akibat perang tersebut. Namun pada akhirnya, ras naga kalah."

Yan Kai mendengarkan dengan saksama.

"Sebagian besar naga dibunuh. Sebagian lainnya, termasuk aku, dikurung. Bukan dalam satu tempat, melainkan dipisahkan ke berbagai dimensi yang diciptakan khusus oleh para dewa."

Naga itu mengangkat sedikit kepalanya. Suara rantai langsung bergemuruh.

"Kau sekarang berada di salah satu penjara itu. Dan aku adalah Naga Kegelapan."

Keheningan menyelimuti tempat itu. Yan Kai masih mencoba mencerna semua cerita yang baru saja ia dengar. Semua terdengar begitu mustahil. Namun setelah melihat sendiri tempat ini, ia tidak memiliki alasan untuk meragukannya.

Naga Kegelapan kembali menatapnya. "Manusia. Aku ingin mengajukan sebuah kesepakatan."

Yan Kai mengangkat kepala. "Kesepakatan?"

"Ya." Suara naga itu berubah lebih pelan. "Bebaskan aku."

Yan Kai terdiam. Naga itu menggerakkan sedikit tubuhnya hingga rantai-rantai raksasa bergemerincing keras. "Putuskan rantai yang menyegelku."

Yan Kai langsung menggeleng. "Aku... aku bahkan tidak bisa mengangkat rantai sebesar itu. Aku hanya seorang pelayan sekte. Aku bahkan tidak tahu cara berkultivasi."

Naga itu menganggukkan kepala pelan. "Aku tahu. Itulah sebabnya aku tidak memintamu menghancurkan segel itu dengan kekuatanmu."

Yan Kai mengernyit. "Lalu bagaimana?"

Tatapan merah sang naga perlahan menyala. "Pinjamkan tubuhmu kepadaku."

Yan Kai terdiam. Naga itu melanjutkan.

"Aku masih memiliki sedikit kekuatan yang tersisa. Jika jiwaku memasuki tubuhmu untuk sementara, aku dapat menggunakan tubuhmu sebagai media untuk menghancurkan segel-segel ini. Begitu aku bebas, aku akan keluar dari dimensi ini. Kemudian aku akan memenuhi janjiku."

Yan Kai bertanya polos. "Janji apa?"

Naga itu tersenyum tipis. "Aku akan memberikan setengah dari seluruh kekuatan yang masih kumiliki kepadamu."

"Setengah... kekuatan?" Yan Kai mengulang lirih. Mata pemuda itu perlahan membesar.

Selama delapan tahun hidup di Sekte Hutan Bambu, ia selalu dipandang rendah karena tidak memiliki kekuatan. Ia dihina, dipukul, diinjak, dipermalukan—semua itu karena dirinya lemah.

Kini, di hadapannya berdiri seekor naga kuno yang menawarkan kekuatan. Bahkan setengah dari kekuatan seekor naga saja mungkin sudah cukup untuk mengubah hidupnya selamanya.

Yan Kai menundukkan kepala sejenak. Di benaknya hanya terlintas satu pemikiran sederhana: kalau aku menjadi kuat, tidak akan ada lagi yang bisa menindasku.

Tanpa sedikit pun mencurigai maksud tersembunyi di balik tawaran tersebut, Yan Kai mengangkat kepalanya dan mengangguk mantap.

"Baik. Aku setuju."

Mendengar jawaban itu, mata merah Naga Kegelapan perlahan menyipit. Di balik wajahnya yang tampak tenang, sudut bibir naga itu perlahan terangkat membentuk senyuman tipis yang sulit diartikan—senyuman yang telah lama tidak muncul selama ribuan tahun masa pengurungannya.

Terpopuler

Comments

Haryo pambayun

Haryo pambayun

oke...sprtinya itw bagoes...

2026-08-25

0

BOIEL-POINT .........

BOIEL-POINT .........

very niCe Thor ......

2026-07-12

0

yos helmi

yos helmi

🤣🤣🤣🤣

2026-07-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50 : Seminggu Setelah Pertempuran
51 Bab 51: Pil Penempa Tubuh
52 Bab 52: Menyerap Pil Penempa Tubuh
53 Bab 53: Sebuah Pesan
54 Bab 54: Ketegangan Di Sekte Bulan Darah
55 Bab 55: Perasaan Yang Familier
56 Bab 56: Cerita Terakhir Sang Naga
57 Bab 57: Kenaikan Ranah
58 Bab 58: Pergerakan Skala Besar
59 Bab 59: Benturan Pertama
60 Bab 60: Pecahnya Perang
61 Bab 61: Perkenalan Diri
62 Bab 62: Yan Kai Vs 7 Ketua Faksi
63 Bab 63: Jimat Mantra Boneka Jiwa
64 Bab 64: Yun Xi
65 Bab 65: Tiga Hari Berlalu
66 Bab 66: Gurun Pasir Emas
67 Bab 67: Lelang
68 Bab 68: Perjalanan Menuju Gurun Pasir Emas
69 Bab 69: Rintangan Di Gurun Pasir Emas
70 Bab 70: Keluhan Di Pagi Hari
71 Bab 71: Jebakan Di Tengah Gurun
72 Bab 72: Phoenix
73 Bab 73: Tindakan Darurat
74 Bab 74: Terbenamnya Matahari
75 Bab 75: Batu Misterius
76 Bab 76: Peti Mati Di Atas Altar
77 Bab 77: Membuka Peti Mati
78 Bab 78: Alkemis Tingkat 7
79 Bab 79: Kembali Ke Lembah Sunyi
80 Bab 80: Menjadi Seorang Alkemis
81 Bab 81: Masa Lalu
82 Bab 82: Bertemu Kembali
83 Bab 83: Balasan Yang Setimpal
84 Bab 84: Sekte Bunga Mawar
85 Bab 85: Guru Baru
86 Bab 86: Keputusan Ketua Liu Rong
87 Bab 87: Insiden Di Pagi Hari
88 Bab 88: Makan Malam Bersama
89 Bab 89: Satu Tahun Pelatihan
90 Bab 90: Memurnikan Pil Kaisar Langit
91 Bab 91: Fenomena Alam
92 Bab 92: Beristirahat
93 Bab 93: Sebuah Pertanyaan
94 Bab 94: Pergi Dari Sekte Bunga Mawar
95 Bab 95: Pertemuan 2 Guru Yan Kai
96 Bab 96: Menyerahkan Pil Kaisar Langit
97 Bab 97: Kepergian Liu Rong
98 Bab 98: Tubuh Dewi Teratai Es
99 Bab 99: Ranah Kaisar
100 Bab 100: Tamu Agung Di Istana Awan
101 Bab 101: Mati Saja Sana
102 Bab 102: Teknik Tingkat Langit
103 Bab 103: Munculnya Pasukan Raja Lei Zhen
104 Bab 104: 1 VS 4
105 Bab 105: 1 VS 4 (2)
106 Bab 106: Menemani Latihan
107 Bab 107: Misi Balas Dendam
108 Bab 108: Benturan 3 Kultivator Ranah Kaisar
109 Bab 109: Domain Salju Seribu Musim
110 Bab 110: Hasil Pertarungan
111 Bab 111: Terobosan Su Lian
112 Bab 112: Duel Yang Menentukan
113 Bab 113: Awal Dari Sebuah Perjalanan
114 Bab 114: Obrolan Di Perjalanan
115 Bab 115: Qilin Air
116 Bab 116: Kemunculan Sosok Yang Tak Di Duga
117 Bab 117: Meminta Maaf
118 Bab 118: Tiba Di Kekaisaran Langit Abadi
119 Bab 119: Diskusi Penting
120 Bab 120: Peta Kekuatan Kekaisaran Langit Abadi
121 Bab 121: Langkah Awal Di Kekaisaran
122 Bab 122: Rubah Ekor Sembilan
123 Bab 123: Menundukkan Rubah Ekor Sembilan
124 Bab 124: Sebuah Nama
125 Bab 125: Han Jiao
126 Bab 126: 3 VS 3
127 Bab 127: 3 VS 3 (2)
128 Bab 128: Tuan Muda Klan Ling
129 Bab 129: Ide Nekat
130 Bab 130: Gerbang Dimensi Menuju Alam Rahasia kuno
131 Bab 131: Alam Rahasia Kuno
132 Bab 132: Ras Iblis
133 Bab 133: Tetua Agung Klan Luo
134 Bab 134: Keterkejutan Yan Kai
135 Bab 135: Tubuh Yang Terbangun
136 Bab 136: Inti Jiwa Iblis
137 Bab 137: Ranah Kaisar Tahap Puncak
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50 : Seminggu Setelah Pertempuran
51
Bab 51: Pil Penempa Tubuh
52
Bab 52: Menyerap Pil Penempa Tubuh
53
Bab 53: Sebuah Pesan
54
Bab 54: Ketegangan Di Sekte Bulan Darah
55
Bab 55: Perasaan Yang Familier
56
Bab 56: Cerita Terakhir Sang Naga
57
Bab 57: Kenaikan Ranah
58
Bab 58: Pergerakan Skala Besar
59
Bab 59: Benturan Pertama
60
Bab 60: Pecahnya Perang
61
Bab 61: Perkenalan Diri
62
Bab 62: Yan Kai Vs 7 Ketua Faksi
63
Bab 63: Jimat Mantra Boneka Jiwa
64
Bab 64: Yun Xi
65
Bab 65: Tiga Hari Berlalu
66
Bab 66: Gurun Pasir Emas
67
Bab 67: Lelang
68
Bab 68: Perjalanan Menuju Gurun Pasir Emas
69
Bab 69: Rintangan Di Gurun Pasir Emas
70
Bab 70: Keluhan Di Pagi Hari
71
Bab 71: Jebakan Di Tengah Gurun
72
Bab 72: Phoenix
73
Bab 73: Tindakan Darurat
74
Bab 74: Terbenamnya Matahari
75
Bab 75: Batu Misterius
76
Bab 76: Peti Mati Di Atas Altar
77
Bab 77: Membuka Peti Mati
78
Bab 78: Alkemis Tingkat 7
79
Bab 79: Kembali Ke Lembah Sunyi
80
Bab 80: Menjadi Seorang Alkemis
81
Bab 81: Masa Lalu
82
Bab 82: Bertemu Kembali
83
Bab 83: Balasan Yang Setimpal
84
Bab 84: Sekte Bunga Mawar
85
Bab 85: Guru Baru
86
Bab 86: Keputusan Ketua Liu Rong
87
Bab 87: Insiden Di Pagi Hari
88
Bab 88: Makan Malam Bersama
89
Bab 89: Satu Tahun Pelatihan
90
Bab 90: Memurnikan Pil Kaisar Langit
91
Bab 91: Fenomena Alam
92
Bab 92: Beristirahat
93
Bab 93: Sebuah Pertanyaan
94
Bab 94: Pergi Dari Sekte Bunga Mawar
95
Bab 95: Pertemuan 2 Guru Yan Kai
96
Bab 96: Menyerahkan Pil Kaisar Langit
97
Bab 97: Kepergian Liu Rong
98
Bab 98: Tubuh Dewi Teratai Es
99
Bab 99: Ranah Kaisar
100
Bab 100: Tamu Agung Di Istana Awan
101
Bab 101: Mati Saja Sana
102
Bab 102: Teknik Tingkat Langit
103
Bab 103: Munculnya Pasukan Raja Lei Zhen
104
Bab 104: 1 VS 4
105
Bab 105: 1 VS 4 (2)
106
Bab 106: Menemani Latihan
107
Bab 107: Misi Balas Dendam
108
Bab 108: Benturan 3 Kultivator Ranah Kaisar
109
Bab 109: Domain Salju Seribu Musim
110
Bab 110: Hasil Pertarungan
111
Bab 111: Terobosan Su Lian
112
Bab 112: Duel Yang Menentukan
113
Bab 113: Awal Dari Sebuah Perjalanan
114
Bab 114: Obrolan Di Perjalanan
115
Bab 115: Qilin Air
116
Bab 116: Kemunculan Sosok Yang Tak Di Duga
117
Bab 117: Meminta Maaf
118
Bab 118: Tiba Di Kekaisaran Langit Abadi
119
Bab 119: Diskusi Penting
120
Bab 120: Peta Kekuatan Kekaisaran Langit Abadi
121
Bab 121: Langkah Awal Di Kekaisaran
122
Bab 122: Rubah Ekor Sembilan
123
Bab 123: Menundukkan Rubah Ekor Sembilan
124
Bab 124: Sebuah Nama
125
Bab 125: Han Jiao
126
Bab 126: 3 VS 3
127
Bab 127: 3 VS 3 (2)
128
Bab 128: Tuan Muda Klan Ling
129
Bab 129: Ide Nekat
130
Bab 130: Gerbang Dimensi Menuju Alam Rahasia kuno
131
Bab 131: Alam Rahasia Kuno
132
Bab 132: Ras Iblis
133
Bab 133: Tetua Agung Klan Luo
134
Bab 134: Keterkejutan Yan Kai
135
Bab 135: Tubuh Yang Terbangun
136
Bab 136: Inti Jiwa Iblis
137
Bab 137: Ranah Kaisar Tahap Puncak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!