BAB 3 Mencintai ugal-ugalan

"Wahhhhh, ternyata Ara yang pertama," kata Ara malah meronta-ronta kesenangan bukannya merasa bersalah.

"Hehhhh, dengar, Gadis, aku akan menuntutmu karena melakukan pelecehan padaku," ancam Sean memperlihatkan rekaman CCTV di mana Ara mengecup pipinya.

"Tuntutlah. Ara bakalan tanggungjawab dan menikahi Kak Sean. Awwww, kau milikku, ganteng," ucap Ara dengan begitu berani menyentuh dagu Sean untuk beberapa saat lalu berlari kesenangan meninggalkan Sean yang lagi dan lagi terdiam mematung.

"Dasar gadis gila," umpat Sean yang jadi terheran-heran melihat Ara yang tidak ada takutnya.

"Tuan, sebelumnya saya atas nama Nona Ara minta maaf jika dia mengganggu Tuan," ucap bodyguard itu sebelum pergi meminta maaf atas perlakuan majikannya yang memang kadang terlalu berlebihan.

"Apa dia memang senang menggoda orang lain?" pertanyaan Sean yang langsung diangguki bodyguard itu.

Sean menarik napas berat lalu berbicara pada bodyguard yang masih berdiri di belakangnya.

"Jelang Bimo pulang, aku ingin kalian memperketat pengawasan di sekitar aku. Jangan biarkan orang yang tidak terlalu penting mendekat. Kapan perlu, batasi interaksi," ucap Sean yang diangguki bodyguard-nya.

Seminggu kemudian.

Malam ini Sean menghadiri pesta ulang tahun salah satu kolega bisnisnya ditemani Bimo, sang asisten, dengan setelan jas senada.

"Tuan Muda, aku dengar-dengar seorang wanita mengganggumu akhir-akhir ini?" pertanyaan Bimo sambil terus berjalan memasuki ruangan pesta.

"Mmmmh, aku tidak tahu apa motifnya mendekatiku," ucap Sean masih dengan wajah cool-nya terus berjalan.

"Kenapa tidak disingkirkan saja?" tanya Bimo yang mendengar dari rekan yang lain kalau wanita itu sampai berani mengecup pipi Sean.

"Masalahnya, dia bukan wanita yang punya niat jahat atau terselubung, Bim, seperti yang sudah-sudah. Gadis itu sepertinya hanya terobsesi terhadapku," kesimpulan Sean setelah hampir 15 hari ini merasakan sikap berlebihan Ara.

"Gadis?" ulang Bimo langsung mengangkat sebelah alisnya.

"Umurnya 19 tahun," jawab Sean singkat.

"Aku pikir dia seumuran Tuan Muda," ucap Bimo dengan ekspresi terkejutnya.

"Tidak," jawab Sean singkat.

....

Setelah menghampiri kolega bisnisnya, Sean mengajak Bimo duduk di salah satu sofa yang disediakan pihak penyelenggara pesta di pojok ruangan.

"Kak Sean," sapa Ara dengan excited begitu melihat Sean langsung berlari menghampirinya.

"Ohhhh, Tuhan, si pengganggu itu datang lagi." Sean langsung memijit pelipisnya melihat Ara yang sudah berlari ke arahnya.

"Kalau jodoh emang nggak ke mana, Tuhan selalu mempertemukan kita," senang Ara duduk tepat di sebelah Sean.

"Hai, Nona," sapa Bimo tersenyum lebar menatap Ara yang sangat manis dan ceria.

"Hallo, ganteng," kata Ara melambaikan tangannya lengkap dengan kedipan mata centilnya.

"Kalian semua berdiri menjauh," perintah Sean pada bodyguard-nya sekaligus Bimo dengan nada tegas.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Sean dengan wajah dinginnya menatap Ara yang duduk membuka tas genggamnya.

"Menghadiri pesta kolega bisnis Daddy," jawab Ara sambil menambah lipstik di bibirnya.

"Bersama Daddymu?" pertanyaan Sean menatap ke sekitar karena Ara hanya sendirian.

"Daddy sedang di luar kota jadi, meminta Ara untuk menggantikannya menghadiri pesta ini," jawab Ara menambah lagi lipstik di bibirnya.

"Sangat centil," ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi.

"Kenapa? Apa Ara terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatap ketika memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstiknya yang dijatuhkan Sean.

"Cantik?" ulang Sean dengan tatapan gelinya pada gadis kepedean itu.

"Ayolah, Kak, jadi pacar Ara aja. Ara suka sama Kak Sean, ganteng!" gemas Ara dengan tampang cegilnya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.

"Hehhhh, gadis, jaga sikap kamu," ucap Sean melepaskan pelukan Ara di lengannya dan duduk sedikit menjauh.

"Mmmmh, Ara suka Kak Sean, ayolah jadi pacar Ara," kata Ara menatap Sean dengan tatapan klepek-klepeknya.

"Kamu sadar dengan apa yang barusan kamu ucapkan? Tidak malu?" pertanyaan beruntun Sean mengingatkan kodrat wanita yang tidak seharusnya menyatakan perasaan lebih dulu.

"Kenapa harus malu? Ara kan cuma bilang apa yang ada di hati Ara," ucap Ara dengan polos.

"Sejak kapan kamu menyukaiku?" pertanyaan Sean yang selama ini merasa tidak pernah bertemu dengan Ara, baru-baru ini dia melihat Ara.

"Sejak pandang pertama. Kak Sean tampan sekali, Ara suka. Ayolah, Kak, jadi pacar Ara," kata Ara to the point sampai Sean terperanjat mendengarnya.

"Ara, apa yang kamu lakukan?" tiba-tiba teman Ara menariknya sampai berdiri.

"Mell, tu,"

"Pulang," kata Melly langsung menarik tangan Ara agar segera pergi dari sana secepatnya.

"Tapi, Mell,"

"Jalan sendiri atau aku seret," pilihan Melly dengan wajah galaknya yang membuat Ara takut juga.

"Daaa, Kak Sean, Ara pulang dulu, nanti," bahkan belum sempat Ara menyelesaikan ucapannya, Melly sudah menariknya agar segera pergi.

"Tuan Muda, gadis itu sangat nekat dan bar-bar," tawa Bimo duduk dekat Sean sambil menutup mulutnya.

Bisa-bisanya dia langsung menembak Sean secara to the point.

"Tapi dia sangat manis dan tulus. Sepertinya dia memang murni suka pada Tuan Muda," komentar Bimo yang langsung berubah pandangan setelah bertemu dengan Ara.

"Terimalah, Tuan Muda, punya pacar kecil sepertinya akan membuat hari-hari lebih berwarna," goda Bimo membayangkan Sean punya pacar kecil yang sangat cerewet sementara Sean sendiri suka ketenangan.

"Diam kamu, Bim."

.....

"Melly, lepasin," rengek Ara yang terus berjalan mengikuti Melly yang menyeret tangannya.

"Ara, dengar ya, harga diri itu letaknya jauh di atas cinta. Jangan sampai rasa suka kamu itu membuat kamu dipandang rendah, apalagi murahan," nasihat Melly pada Ara sebagai sahabatnya.

Mereka memang hampir seumuran, namun untuk tingkat kedewasaan Melly jauh di atas Ara yang masih sangat labil dan selalu menuruti nalurinya.

"Ara suka Kak Sean," kata Ara yang entah kenapa tidak bisa menahan perasaannya yang begitu menggebu-gebu setiap kali bertemu Sean.

"Iya, kamu suka dia, tapi bukan berarti kamu harus mendekati dia sampai lupa harga diri dengan menyatakan perasaan langsung," ucap Melly mencubit paha Ara saking geramnya.

"Haaaa, terus Ara harus gimana, Mell?" rengek Ara mengelus-elus pahanya yang dicubit Melly.

"Dapatkan dengan elegan," ucap Melly merujuk pada cara berkelas seorang wanita yang menarik pria dengan pesonanya.

"Tidak, aku akan mencintai Kak Sean secara ugal-ugalan," pernyataan Ara sampai Melly menjitak kepalanya.

"Pokoknya dia harus jadi pacar Ara," ucap Ara yang kalau sudah suka bakalan ngotot sampai hilang akal sehat.

Terpopuler

Comments

partini

partini

😂😂🤦 keren Thor baru kali ini ada cewek yg suka duluan tapi polosnya kebangetan

2026-07-16

3

Yel

Yel

untung buka profil author lagi, eh trnyata udah ada cerita baru 😍 semangat double up thor

2026-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Mau Kenalan
2 BAB 2 Jangan di Blokir
3 BAB 3 Mencintai ugal-ugalan
4 BAB 4 Aturan Lama
5 BAB 5 Sang pewaris
6 BAB 6 Cemburu
7 BAB 7 Cinta si gadis polos
8 BAB 8 Cinta Pemaksaan
9 BAB 9 Pacar kecilku
10 BAB 10 Ternyata dia adalah pria matang
11 BAB 11 Sedikit Kecewa
12 BAB 12 Siapa itu
13 BAB 13 Sudah saat nya
14 BAB 14 Jangan menangis
15 BAB 15 Asisten Dosen
16 BAB 16 Ara mau putus
17 BAB 17 Ara tantrum
18 BAB 18 Mencintai Ara
19 BAB 19 Bermanja-manja
20 BAB 20 Memohon Pada Sean
21 BAB 21 Tidak mau menerima uang jajan
22 BAB 22 Jalan tengah
23 BAB 23 Ingin mengenalkan
24 BAB 24 Batal
25 BAB 25 Sangat menyayangi pacar kecil
26 BAB 26 Menghadiri acara pesta
27 BAB 27 Pacar kecil Sean yang polos
28 BAB 28 Sean cemburu
29 BAB 29 Kesalahpahaman
30 BAB 30 Jahatnya Sean
31 BAB 31 Galak layaknya harimau
32 BAB 32 Permasalahan
33 BAB 33 Wanita pendamping
34 BAB 34 Tidak menyalahkan orang lain
35 BAB 35 Bertemu tiga tahun lagi
36 BAB 36 Ini tidak mudah
37 BAB 37 Hanya Ingin Bertemu Ara
38 BAB 38 Bertemu sekali saja
39 BAB 39 Lekas Kembali
40 BAB 40 Ara pulang!.
41 BAB 41 Kenapa tidak berubah
42 BAB 42 Suka pada pria lain
43 BAB 43 Kamu menculiknya
44 BAB 44 Sebuah feedback
45 BAB 45 Ingin Merawat Sean
46 BAB 46 Mengetahui kebenaran
47 BAB 47 Habis kesabaran
48 BAB 48 Hilang rasa malu
49 BAB 49 Sama persis
50 BAB 50 Bertemu Ibu
51 BAB 51 Bersama Ara
52 BAB 52 Tidur di kamar Sean
53 BAB 53 Prinsip Sean
54 BAB 54 Tidak cocok dan jelek
55 BAB 55 Ingin Menikah
56 BAB 56 Berikan satu alasan
57 BAB 57 Menggantikan Daddy
58 BAB 58 Apa yang akan terjadi
59 BAB 59 Selalu bersama
60 BAB 60 Jangan menyakiti nya
61 BAB 61 Penjara bawah tanah
62 BAB 62 Ingin menaklukkan dunia
63 BAB 63 Hantu dunia nyata
64 BAB 64 Daddy
65 BAB 65 Gadis bandel
66 BAB 66 Salah paham
67 BAB 67 Tidak ada pernikahan rahasia
68 BAB 68 Berbaikan
69 BAB 69 Menyentuh
Episodes

Updated 69 Episodes

1
BAB 1 Mau Kenalan
2
BAB 2 Jangan di Blokir
3
BAB 3 Mencintai ugal-ugalan
4
BAB 4 Aturan Lama
5
BAB 5 Sang pewaris
6
BAB 6 Cemburu
7
BAB 7 Cinta si gadis polos
8
BAB 8 Cinta Pemaksaan
9
BAB 9 Pacar kecilku
10
BAB 10 Ternyata dia adalah pria matang
11
BAB 11 Sedikit Kecewa
12
BAB 12 Siapa itu
13
BAB 13 Sudah saat nya
14
BAB 14 Jangan menangis
15
BAB 15 Asisten Dosen
16
BAB 16 Ara mau putus
17
BAB 17 Ara tantrum
18
BAB 18 Mencintai Ara
19
BAB 19 Bermanja-manja
20
BAB 20 Memohon Pada Sean
21
BAB 21 Tidak mau menerima uang jajan
22
BAB 22 Jalan tengah
23
BAB 23 Ingin mengenalkan
24
BAB 24 Batal
25
BAB 25 Sangat menyayangi pacar kecil
26
BAB 26 Menghadiri acara pesta
27
BAB 27 Pacar kecil Sean yang polos
28
BAB 28 Sean cemburu
29
BAB 29 Kesalahpahaman
30
BAB 30 Jahatnya Sean
31
BAB 31 Galak layaknya harimau
32
BAB 32 Permasalahan
33
BAB 33 Wanita pendamping
34
BAB 34 Tidak menyalahkan orang lain
35
BAB 35 Bertemu tiga tahun lagi
36
BAB 36 Ini tidak mudah
37
BAB 37 Hanya Ingin Bertemu Ara
38
BAB 38 Bertemu sekali saja
39
BAB 39 Lekas Kembali
40
BAB 40 Ara pulang!.
41
BAB 41 Kenapa tidak berubah
42
BAB 42 Suka pada pria lain
43
BAB 43 Kamu menculiknya
44
BAB 44 Sebuah feedback
45
BAB 45 Ingin Merawat Sean
46
BAB 46 Mengetahui kebenaran
47
BAB 47 Habis kesabaran
48
BAB 48 Hilang rasa malu
49
BAB 49 Sama persis
50
BAB 50 Bertemu Ibu
51
BAB 51 Bersama Ara
52
BAB 52 Tidur di kamar Sean
53
BAB 53 Prinsip Sean
54
BAB 54 Tidak cocok dan jelek
55
BAB 55 Ingin Menikah
56
BAB 56 Berikan satu alasan
57
BAB 57 Menggantikan Daddy
58
BAB 58 Apa yang akan terjadi
59
BAB 59 Selalu bersama
60
BAB 60 Jangan menyakiti nya
61
BAB 61 Penjara bawah tanah
62
BAB 62 Ingin menaklukkan dunia
63
BAB 63 Hantu dunia nyata
64
BAB 64 Daddy
65
BAB 65 Gadis bandel
66
BAB 66 Salah paham
67
BAB 67 Tidak ada pernikahan rahasia
68
BAB 68 Berbaikan
69
BAB 69 Menyentuh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!