BAB 5 Sang pewaris

"Baiklah, sebagai anak satu-satunya, aku akan memenuhi keinginan Ayah untuk memimpin perusahaan keluarga kita, tapi..." ucapan Sean menggantung.

"Tapi apa?" ucap Ayah yang sangat tahu kalau anak pembangkang itu tidak akan pernah menurut tanpa syarat.

"Aku ingin memimpin perusahaan dengan independen tanpa campur tangan siapa pun, termasuk keluarga besar kita," pernyataan Sean yang membuat Ayahnya bernapas berat.

"Aku tidak peduli mau dia keluarga atau tidak. Dalam bisnis, aku hanya akan bersama orang-orang yang berkompeten di bidangnya, bukan karena dia adalah keluargaku," pernyataan Sean yang sangat tidak suka dengan cara kerja sistem kekeluargaan yang kadang sangat tidak adil.

"Apa Ayah setuju?" tanya Sean yang akhirnya sang Ayah mengangguk lantaran sudah melihat kemampuan Sean dalam memimpin perusahaan pribadinya.

"Dan satu lagi, hentikan perjodohan yang Ayah rencanakan untukku," ucap Sean karena puncak pertengkaran yang membuat Sean keluar dari rumah utama, bahkan dicoret dari pewaris takhta, adalah masalah perjodohan.

"Tapi Shania adalah wanita ideal untuk menjadi Nyonya Besar penerus keluarga kita. Bahkan, dia mengerti dengan jelas tata krama dalam keluarga besar kita," ucap Ayah yang mengenal bibit, bebet, dan bobot Shania. Sebab itulah dia menjodohkan Sean dengan Shania.

"Jika Shania ideal menurut Ayah, jadikan saja dia istri kedua," pernyataan Sean.

Plakkkk!

Kali ini Ibunya yang menampar lengan Sean.

"Hahahaha, Ibu bisa cemburu juga," tawa cekikikan Sean.

"Ibu bisa mendapatkan yang lebih baik darinya," bisik Sean yang bahkan sudah sedari dulu ingin membawa Ibunya pergi agar terbebas dari aturan yang mengekang keluarga ini.

Plakkkk!

Kali ini Ayah yang menampar lengan Sean.

"Jangan coba-coba membawa kabur istriku," tegas Ayah yang walaupun selama ini terlihat tegas dan cuek, tetapi pada kenyataannya dia sangat mencintai istrinya. Bahkan, beberapa kali juga pernah melanggar aturan keluarga demi istrinya.

"Jika Ayah masih memaksa Ibuku mengikuti aturan yang sudah tidak sewajarnya lagi, aku akan membawanya pergi," pernyataan Sean tanpa ragu.

"Sean, jika memang kamu tidak menyukai Shania, maka bawakan calon menantu untuk Ayahmu. Barangkali dia akan menyukainya," kata Ibu menengahi pembicaraan.

"Ibu dengar, aku hanya akan menikahi wanita yang aku sukai, bukan yang Ayah sukai," pernyataan Sean.

"Kau memang tidak boleh menikahi wanita yang aku sukai," pernyataan Ayah yang membuat Sean langsung tertawa lepas.

Satu-satunya wanita yang Ayah sukai hanyalah Ibu, itu pun masih sering dimarahinya.

"Baiklah, Ayah. Aku akan memimpin perusahaan keluarga jika Ayah menyetujui persyaratan yang aku ajukan," ucap Sean yang sebenarnya sangat menghormati Ayahnya.

Hanya saja, Sean ingin membuka pikiran Ayahnya agar tidak terlalu terpaku dengan aturan lama yang bahkan kadang hanya memberatkan kehidupan semodern sekarang.

"Deal?" ucap Sean sambil mengulurkan tangannya dengan perasaan senang. Akhirnya, Ayahnya yang keras kepala itu melunak.

"Baiklah, Ayah menyetujui semua keinginan kamu, tapi kamu harus kembali tinggal di rumah ini," ucap Ayah yang membuat Sean terdiam.

Semenjak Sean pergi empat bulan yang lalu, rumah utama menjadi sangat sepi. Ayah tidak bisa memungkiri kalau dia juga merindukan anak pembangkang yang sejak dulu selalu membuatnya berteriak setiap hari di sepanjang rumah mewah dua lantai ini.

"Tidak, aku akan tetap tinggal di rumahku," pernyataan Sean.

"Jadi, kamu bakalan tetap ninggalin Ibu," suara kecil Ibu yang merasa sangat kesepian sejak Sean tak pernah lagi pulang.

"Ibu bisa tinggal di rumahku," kata Sean sambil menggenggam tangan Ibu dan mengecupnya.

"Kau ingin tinggal di rumah ini atau kami yang akan pindah ke rumahmu yang kecil itu?" pernyataan Ayah yang tentunya tidak mau berpisah dengan istrinya meskipun sehari.

"Yang mengajak Ayah pindah siapa?" tawa Sean meledek Ayah yang rupanya tidak mau ditinggal Ibu walaupun cuma sehari.

"Aku adalah Ayahmu dan tanpa aku, tidak ada seorang pun yang boleh membawa pergi istriku," pernyataan kepemilikan dari Ayah.

"Tapi aku anaknya," pernyataan Sean.

"Biji toge, jangan merasa lebih berhak. Kau itu ada hanya karena aku membuatnya," pernyataan Ayah yang tiba-tiba kehilangan wibawa setelah lama tidak berdebat dengan Sean.

"Dan buatanmu adalah duplikat, sama-sama keras kepala," ucap Ibu yang kadang merasa lelah melihat Sean yang sejak dulu selalu bertengkar dengan Ayahnya setiap saat.

"Aku, keras kepala?" tanya Ayah sambil menunjuk dirinya sendiri yang kemudian diangguki Ibu.

Keesokan harinya.

Sean berangkat ke perusahaan utama bersama Ayahnya setelah sarapan.

Ayah melakukan konferensi pers kepada publik yang sangat mengejutkan, bukan cuma perpindahan jabatan, tetapi juga pergantian kepemilikan perusahaan kepada putra tunggalnya.

"Aku pikir dia tidak menyayangiku," ucap Sean sambil mengusap setetes air mata yang jatuh di sudut matanya.

Setelah pengumuman yang mengundang pro dan kontra itu, di hari yang sama Sean langsung menjabat sebagai presiden direktur Brisbane Company.

Siang harinya, selesai makan, Ayah akan langsung pulang, tetapi dia ingin menanyakan sesuatu kepada Sean.

"Sean, di mana kamu membeli bolu pandan kemarin?" tanya Ayah yang membuat Sean terdiam seketika.

Sean menatap Bimo yang sedang mengumpulkan berkas di sebelahnya sambil tengah senyum-senyum sendiri.

"Aku lupa. Lagian, kenapa harus bolu pandan yang kemarin? Bukankah banyak toko bolu pandan yang lain?" pernyataan Sean yang memang tidak tahu di mana orang menjual bolu itu.

Karena si gadis pengganggu yang memberikannya kemarin!

"Bolu pandan itu rasanya beda. Sayang sekali kemasan bolu itu polos sehingga tidak tertera identitas apa pun tentang toko penjualannya," ucap Ayah dengan lirih.

"Ayah menginginkannya lagi?" tanya Sean.

"Iya, setelah menyuruh pelayan membeli beberapa, tidak ada rasanya yang seenak itu," ucap Ayah yang sepertinya ingin membeli bolu itu lagi ketika pulang kantor.

"Sudahlah, Ayah pulang dulu. Istirahat. Nanti aku carikan," ucap Sean.

"Tapi kau baru membawanya semalam. Bagaimana bisa sudah lupa tempat membelinya?" ucap Ayah menatap Sean yang langsung membuang muka.

"Katakan, kau mendapatkannya di mana?" ucap Ayah yang sudah akan pulang, tetapi kembali berjalan menghampiri Sean yang duduk di kursi kerja.

"Bimo, di mana kalian membeli bolu itu?" tanya Ayah menatap Bimo yang selalu ikut ke mana pun Sean pergi.

"Di, di..." Bimo menjadi gelagapan ketika ditanyai Ayah.

"Seseorang memberikannya," kata Sean akhirnya menjawab setelah lama diam.

"Untukmu?" tanya Ayah.

"Tidak, untuk orang tuaku," ucap Sean yang ingat perkataan Ara.

Di sini Ayah bisa menyimpulkan kalau Sean sedang dekat dengan seorang wanita, tetapi Ayah tidak akan ikut campur sesuai janjinya.

"Baiklah, Ayah pulang," kata Ayah tiba-tiba memeluk Sean sampai anak yang jarang mendapat pelukan itu melotot.

"Nanti minta dia buatkan untuk Ayah lagi, ya," bisik Ayah sambil menepuk-nepuk bahu Sean dengan senyum lebarnya.

"Belum jadi calon mertua sudah merepotkan," celetuk Sean sambil menggelengkan kepala menatap Ayahnya yang sudah berjalan pergi.

Terpopuler

Comments

Yel

Yel

lanjuttt 😍

2026-07-18

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Mau Kenalan
2 BAB 2 Jangan di Blokir
3 BAB 3 Mencintai ugal-ugalan
4 BAB 4 Aturan Lama
5 BAB 5 Sang pewaris
6 BAB 6 Cemburu
7 BAB 7 Cinta si gadis polos
8 BAB 8 Cinta Pemaksaan
9 BAB 9 Pacar kecilku
10 BAB 10 Ternyata dia adalah pria matang
11 BAB 11 Sedikit Kecewa
12 BAB 12 Siapa itu
13 BAB 13 Sudah saat nya
14 BAB 14 Jangan menangis
15 BAB 15 Asisten Dosen
16 BAB 16 Ara mau putus
17 BAB 17 Ara tantrum
18 BAB 18 Mencintai Ara
19 BAB 19 Bermanja-manja
20 BAB 20 Memohon Pada Sean
21 BAB 21 Tidak mau menerima uang jajan
22 BAB 22 Jalan tengah
23 BAB 23 Ingin mengenalkan
24 BAB 24 Batal
25 BAB 25 Sangat menyayangi pacar kecil
26 BAB 26 Menghadiri acara pesta
27 BAB 27 Pacar kecil Sean yang polos
28 BAB 28 Sean cemburu
29 BAB 29 Kesalahpahaman
30 BAB 30 Jahatnya Sean
31 BAB 31 Galak layaknya harimau
32 BAB 32 Permasalahan
33 BAB 33 Wanita pendamping
34 BAB 34 Tidak menyalahkan orang lain
35 BAB 35 Bertemu tiga tahun lagi
36 BAB 36 Ini tidak mudah
37 BAB 37 Hanya Ingin Bertemu Ara
38 BAB 38 Bertemu sekali saja
39 BAB 39 Lekas Kembali
40 BAB 40 Ara pulang!.
41 BAB 41 Kenapa tidak berubah
42 BAB 42 Suka pada pria lain
43 BAB 43 Kamu menculiknya
44 BAB 44 Sebuah feedback
45 BAB 45 Ingin Merawat Sean
46 BAB 46 Mengetahui kebenaran
47 BAB 47 Habis kesabaran
48 BAB 48 Hilang rasa malu
49 BAB 49 Sama persis
50 BAB 50 Bertemu Ibu
51 BAB 51 Bersama Ara
52 BAB 52 Tidur di kamar Sean
53 BAB 53 Prinsip Sean
54 BAB 54 Tidak cocok dan jelek
55 BAB 55 Ingin Menikah
56 BAB 56 Berikan satu alasan
57 BAB 57 Menggantikan Daddy
58 BAB 58 Apa yang akan terjadi
59 BAB 59 Selalu bersama
60 BAB 60 Jangan menyakiti nya
61 BAB 61 Penjara bawah tanah
62 BAB 62 Ingin menaklukkan dunia
63 BAB 63 Hantu dunia nyata
64 BAB 64 Daddy
65 BAB 65 Gadis bandel
66 BAB 66 Salah paham
67 BAB 67 Tidak ada pernikahan rahasia
68 BAB 68 Berbaikan
69 BAB 69 Menyentuh
Episodes

Updated 69 Episodes

1
BAB 1 Mau Kenalan
2
BAB 2 Jangan di Blokir
3
BAB 3 Mencintai ugal-ugalan
4
BAB 4 Aturan Lama
5
BAB 5 Sang pewaris
6
BAB 6 Cemburu
7
BAB 7 Cinta si gadis polos
8
BAB 8 Cinta Pemaksaan
9
BAB 9 Pacar kecilku
10
BAB 10 Ternyata dia adalah pria matang
11
BAB 11 Sedikit Kecewa
12
BAB 12 Siapa itu
13
BAB 13 Sudah saat nya
14
BAB 14 Jangan menangis
15
BAB 15 Asisten Dosen
16
BAB 16 Ara mau putus
17
BAB 17 Ara tantrum
18
BAB 18 Mencintai Ara
19
BAB 19 Bermanja-manja
20
BAB 20 Memohon Pada Sean
21
BAB 21 Tidak mau menerima uang jajan
22
BAB 22 Jalan tengah
23
BAB 23 Ingin mengenalkan
24
BAB 24 Batal
25
BAB 25 Sangat menyayangi pacar kecil
26
BAB 26 Menghadiri acara pesta
27
BAB 27 Pacar kecil Sean yang polos
28
BAB 28 Sean cemburu
29
BAB 29 Kesalahpahaman
30
BAB 30 Jahatnya Sean
31
BAB 31 Galak layaknya harimau
32
BAB 32 Permasalahan
33
BAB 33 Wanita pendamping
34
BAB 34 Tidak menyalahkan orang lain
35
BAB 35 Bertemu tiga tahun lagi
36
BAB 36 Ini tidak mudah
37
BAB 37 Hanya Ingin Bertemu Ara
38
BAB 38 Bertemu sekali saja
39
BAB 39 Lekas Kembali
40
BAB 40 Ara pulang!.
41
BAB 41 Kenapa tidak berubah
42
BAB 42 Suka pada pria lain
43
BAB 43 Kamu menculiknya
44
BAB 44 Sebuah feedback
45
BAB 45 Ingin Merawat Sean
46
BAB 46 Mengetahui kebenaran
47
BAB 47 Habis kesabaran
48
BAB 48 Hilang rasa malu
49
BAB 49 Sama persis
50
BAB 50 Bertemu Ibu
51
BAB 51 Bersama Ara
52
BAB 52 Tidur di kamar Sean
53
BAB 53 Prinsip Sean
54
BAB 54 Tidak cocok dan jelek
55
BAB 55 Ingin Menikah
56
BAB 56 Berikan satu alasan
57
BAB 57 Menggantikan Daddy
58
BAB 58 Apa yang akan terjadi
59
BAB 59 Selalu bersama
60
BAB 60 Jangan menyakiti nya
61
BAB 61 Penjara bawah tanah
62
BAB 62 Ingin menaklukkan dunia
63
BAB 63 Hantu dunia nyata
64
BAB 64 Daddy
65
BAB 65 Gadis bandel
66
BAB 66 Salah paham
67
BAB 67 Tidak ada pernikahan rahasia
68
BAB 68 Berbaikan
69
BAB 69 Menyentuh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!