Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

BAB 1 Mau Kenalan

Di sebuah acara pesta bisnis yang dihadiri ratusan orang, Arasya menemani Daddy-nya menghadiri acara itu karena Mommy sedang ada urusan di luar kota.

"Ara!" panggil Melly dengan sangat senang, berlari sambil menghampiri Ara, sahabat karibnya.

"Pelan-pelan, Melly, kalau Daddy kamu jatuh langsung stroke itu," tawa jahat Daddy Ara melihat sahabatnya yang sudah berumur ditarik sambil berlari oleh anak gadisnya.

"Kalau itu terjadi, aku juga akan menyuruh Ara melakukan hal yang sama padamu agar aku ada teman di rumah sakit," ucap Daddy Melly menepuk lengan sahabatnya itu.

Mereka tertawa bersama.

"Daddy, kami jalan-jalan berdua, ya," kata Ara berdiri memeluk sebelah lengan sahabatnya dengan senang.

"Ehhhhh, Daddy membawa kalian untuk menemani kami, malah mau jalan berdua," geleng kepala Daddy menatap mereka berdua.

"Ayolah, Daddy, kalian kan bisa jalan berdua juga," tawa Melly melihat tatapan geli kedua pria paruh baya itu.

"Cocok, sama-sama terlihat seperti bujang lapuk," tawa jahat Ara mengolok-olok kedua pria paruh baya yang kini bernasib sama.

Sama-sama ditinggal istri keluar kota!

"Kalian ini," mereka berdua langsung lari begitu Daddy akan mencubit bibir mereka.

Mereka berdua berjalan santai menikmati suasana di tengah banyaknya tamu di acara bisnis.

"Mel, duduk di sini dulu, yuk, acara intinya masih setengah jam lagi," kata Ara mengajak Melly duduk di sofa yang tersedia.

"Halah, bilang aja mau cuci mata lihat yang bening-bening," tatapan sebelah mata Melly, namun tetap ikut duduk di sebelah Ara.

"Hehehehe, ayolah, best," kata Ara duduk merangkul pundak Melly, dan seperti dugaan Melly, mata centil Ara tidak berhenti bergerak menatap satu per satu pria yang hadir di acara bisnis ini.

Dari ratusan tamu yang sedari tadi Ara pandangi, ada satu pria yang mencuri perhatian Ara bahkan sejak pertama kali melihatnya, Ara tidak pernah bisa berpaling darinya.

"Ara, sadarlah," ucap Melly sampai menggoyang tubuh Ara yang sedari tadi melek seperti lupa kalau dia masih di atas dunia.

"Hehehe," kekeh Ara, namun matanya masih menatap pria itu hingga Melly mencubit paha Ara saat mengikuti pandangannya.

"Ara, jangan gila, kamu, dia pria dewasa," ucap Melly meraih wajah sahabatnya yang sangat nekat kalau sudah suka itu agar menatapnya.

"Itu pria dewasa, kemungkinan sudah punya istri," ucap Melly menasihati sahabatnya.

Ara ketika suka seseorang, dia akan mengejar layaknya cegil!

"Belum, tidak ada cincin di jarinya," senyum lebar Ara ketika mendapati seseorang yang tipe dia banget.

"Ara, tapi—" belum selesai ucapan Melly sudah langsung disambung Ara.

"Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku," ucap Ara menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa masih dengan stelan jas kerjanya.

"Ara, jangan gila, ya," Melly langsung memegang sebelah tangan Ara yang akan langsung berjalan menghampiri pria itu.

"Haaaaa, lepaskan, Mel, Ara ingin berkenalan dengannya," rengek Ara yang sudah kembali duduk setelah ditarik Melly.

"Ara, ini di acara bisnis, bukan kampus, dan ingat, kita datang ke sini menemani Daddy, jangan melakukan hal-hal yang akan merugikan Daddy," nasihat Melly menyadarkan Ara.

"Ehhhh, iya, untung kamu ingatkan," ucap Ara langsung stay cool mendengar ucapan Melly.

Hilang sudah jiwa cegil Ara yang tadinya meronta-ronta!

.......

Ketika acara inti berlangsung, Ara dan Melly duduk bersama Daddy mereka menyaksikan acara yang sangat meriah itu.

"Ooooh, namanya Sean, dia tampan sekali," bisik Ara meronta-ronta meremas tangan Melly ketika melihat pria pujaannya naik ke atas panggung.

"Ara," Melly mempelototi Ara yang malah meronta-ronta di saat semua tamu diam sampai beberapa orang menoleh ke arah mereka.

"Hehehe, maaf, maaf, Mell, ampun," kata Ara langsung bersembunyi di balik punggung Melly ketika sahabatnya itu sudah marah beneran dalam mode serius.

"Maafin Ara, Mell," rengek Ara ketika Melly hanya diam saja.

"Sudah, aku bilang, tenang," ucap Melly yang selain sahabat sudah menganggap Ara seperti adiknya yang sangat dia sayangi.

Melly tidak ingin Ara malu nantinya hanya karena hal spontanitas yang dilakukan.

"Mell, Ara, Daddy naik ke atas panggung sebentar, kalian jangan ke mana-mana," pesan kedua Daddy mereka.

"Baik, Daddy," jawab mereka serempak.

Keesokan harinya.

Sepulang dari kampus, Ara mengendarai mobilnya dengan perasaan kesal bercampur sedih padahal mereka sudah janji bakalan pergi ke mal siang ini, tapi Melly tiba-tiba malah dibawa keluar negeri oleh Daddy-nya.

"Mana baliknya minggu depan, Ara jadi sendirian, mau main sama siapa lagi, Ara," ucap Ara terus merungut kesal di sepanjang jalan menuju mal.

Setelah memarkirkan mobilnya, Ara berjalan lambat memasuki mal dengan perasaan kurang bahagia karena tidak ada sahabat karibnya.

Ting.

"Wahhhhh, I LOVE YOU, Daddy," kata Ara langsung melonjak senang dan mengecupi ponselnya ketika notifikasi TF-an Daddy-nya masuk.

"Ara benar-benar mencintaimu, Daddy sayang," kata Ara berjalan sambil bergoyang ceria ke dalam mal setelah dikirimkan 200 juta oleh Daddy-nya.

Hilang sudah kesedihan Ara.

Brakkkk.

"Aduhhhh," ringis Ara yang jatuh terduduk di lantai setelah menabrak seorang wanita tinggi bak model internasional, bahkan jika Ara berdiri mungkin hanya sebahunya.

"Siapa yang menaruh tiang listrik di sini," ucap Ara tanpa dosa berdiri sambil membersihkan bajunya setelah ucapannya membuat beberapa orang tertawa.

"Kalau jalan lihat orang di sekitarmu dan perhatikan arah," ucap wanita itu dengan kesal dikatai tiang listrik oleh gadis itu, padahal jelas-jelas gadis itu yang menabraknya, untung dia tidak ikutan jatuh ke lantai karena masih bisa berdiri seimbang.

"Halo, kakak ganteng," sapa Ara melambaikan tangan ketika pria pujaannya lewat bersama beberapa staf ke dekat mereka.

"Hehhhh, dasar genit, aku belum selesai bicara malah merayu pria lain," wanita itu bertambah kesal.

"Ada apa?" suara berat Sean berhenti berjalan, begitu pun 5 orang di belakangnya.

"Mau kenalan," kata Ara langsung mengulurkan tangannya dan menatap Sean sampai pupil matanya membesar.

"Aku bertanya pada dia, bukan padamu," ucap Sean yang sama sekali tidak mengenali gadis itu.

"Tuan Muda, gadis ini menabrakku dan tidak cukup sampai di situ, dia malah mengatai aku tiang listrik, bukannya minta maaf," ucap Rose yang merupakan sekretaris Sean.

Beberapa pria di belakang Sean mengulum senyum yang nyaris menjadi tawa jika tidak menutup mulut.

"Maaf, Tuan Muda," ucap mereka serempak ketika Sean menoleh menatap mereka.

"Gadis, minta maaf padanya," ucap Sean menatap gadis yang berdiri di hadapannya masih mengulurkan tangan dengan tatapan yang tidak pernah beralih dari Sean.

"Baik, maafkan Ara, Tante," kata Ara dengan patuh langsung minta maaf.

"Tante?" ucap Rose mendelik dengan perasaan tidak terima dipanggil Tante.

Terpopuler

Comments

partini

partini

ko g ada notif ya

2026-07-14

0

Betri Betmawati

Betri Betmawati

kaya bangat tu Dedy Ara ngasih duit ngk tanggung tanggung

2026-07-14

1

Yel

Yel

akhirnyaaa 🤭 ditunggu sampe end ya thor wkwk

2026-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Mau Kenalan
2 BAB 2 Jangan di Blokir
3 BAB 3 Mencintai ugal-ugalan
4 BAB 4 Aturan Lama
5 BAB 5 Sang pewaris
6 BAB 6 Cemburu
7 BAB 7 Cinta si gadis polos
8 BAB 8 Cinta Pemaksaan
9 BAB 9 Pacar kecilku
10 BAB 10 Ternyata dia adalah pria matang
11 BAB 11 Sedikit Kecewa
12 BAB 12 Siapa itu
13 BAB 13 Sudah saat nya
14 BAB 14 Jangan menangis
15 BAB 15 Asisten Dosen
16 BAB 16 Ara mau putus
17 BAB 17 Ara tantrum
18 BAB 18 Mencintai Ara
19 BAB 19 Bermanja-manja
20 BAB 20 Memohon Pada Sean
21 BAB 21 Tidak mau menerima uang jajan
22 BAB 22 Jalan tengah
23 BAB 23 Ingin mengenalkan
24 BAB 24 Batal
25 BAB 25 Sangat menyayangi pacar kecil
26 BAB 26 Menghadiri acara pesta
27 BAB 27 Pacar kecil Sean yang polos
28 BAB 28 Sean cemburu
29 BAB 29 Kesalahpahaman
30 BAB 30 Jahatnya Sean
31 BAB 31 Galak layaknya harimau
32 BAB 32 Permasalahan
33 BAB 33 Wanita pendamping
34 BAB 34 Tidak menyalahkan orang lain
35 BAB 35 Bertemu tiga tahun lagi
36 BAB 36 Ini tidak mudah
37 BAB 37 Hanya Ingin Bertemu Ara
38 BAB 38 Bertemu sekali saja
39 BAB 39 Lekas Kembali
40 BAB 40 Ara pulang!.
41 BAB 41 Kenapa tidak berubah
42 BAB 42 Suka pada pria lain
43 BAB 43 Kamu menculiknya
44 BAB 44 Sebuah feedback
45 BAB 45 Ingin Merawat Sean
46 BAB 46 Mengetahui kebenaran
47 BAB 47 Habis kesabaran
48 BAB 48 Hilang rasa malu
49 BAB 49 Sama persis
50 BAB 50 Bertemu Ibu
51 BAB 51 Bersama Ara
52 BAB 52 Tidur di kamar Sean
53 BAB 53 Prinsip Sean
54 BAB 54 Tidak cocok dan jelek
55 BAB 55 Ingin Menikah
56 BAB 56 Berikan satu alasan
57 BAB 57 Menggantikan Daddy
58 BAB 58 Apa yang akan terjadi
59 BAB 59 Selalu bersama
60 BAB 60 Jangan menyakiti nya
61 BAB 61 Penjara bawah tanah
62 BAB 62 Ingin menaklukkan dunia
63 BAB 63 Hantu dunia nyata
64 BAB 64 Daddy
65 BAB 65 Gadis bandel
66 BAB 66 Salah paham
67 BAB 67 Tidak ada pernikahan rahasia
68 BAB 68 Berbaikan
69 BAB 69 Menyentuh
Episodes

Updated 69 Episodes

1
BAB 1 Mau Kenalan
2
BAB 2 Jangan di Blokir
3
BAB 3 Mencintai ugal-ugalan
4
BAB 4 Aturan Lama
5
BAB 5 Sang pewaris
6
BAB 6 Cemburu
7
BAB 7 Cinta si gadis polos
8
BAB 8 Cinta Pemaksaan
9
BAB 9 Pacar kecilku
10
BAB 10 Ternyata dia adalah pria matang
11
BAB 11 Sedikit Kecewa
12
BAB 12 Siapa itu
13
BAB 13 Sudah saat nya
14
BAB 14 Jangan menangis
15
BAB 15 Asisten Dosen
16
BAB 16 Ara mau putus
17
BAB 17 Ara tantrum
18
BAB 18 Mencintai Ara
19
BAB 19 Bermanja-manja
20
BAB 20 Memohon Pada Sean
21
BAB 21 Tidak mau menerima uang jajan
22
BAB 22 Jalan tengah
23
BAB 23 Ingin mengenalkan
24
BAB 24 Batal
25
BAB 25 Sangat menyayangi pacar kecil
26
BAB 26 Menghadiri acara pesta
27
BAB 27 Pacar kecil Sean yang polos
28
BAB 28 Sean cemburu
29
BAB 29 Kesalahpahaman
30
BAB 30 Jahatnya Sean
31
BAB 31 Galak layaknya harimau
32
BAB 32 Permasalahan
33
BAB 33 Wanita pendamping
34
BAB 34 Tidak menyalahkan orang lain
35
BAB 35 Bertemu tiga tahun lagi
36
BAB 36 Ini tidak mudah
37
BAB 37 Hanya Ingin Bertemu Ara
38
BAB 38 Bertemu sekali saja
39
BAB 39 Lekas Kembali
40
BAB 40 Ara pulang!.
41
BAB 41 Kenapa tidak berubah
42
BAB 42 Suka pada pria lain
43
BAB 43 Kamu menculiknya
44
BAB 44 Sebuah feedback
45
BAB 45 Ingin Merawat Sean
46
BAB 46 Mengetahui kebenaran
47
BAB 47 Habis kesabaran
48
BAB 48 Hilang rasa malu
49
BAB 49 Sama persis
50
BAB 50 Bertemu Ibu
51
BAB 51 Bersama Ara
52
BAB 52 Tidur di kamar Sean
53
BAB 53 Prinsip Sean
54
BAB 54 Tidak cocok dan jelek
55
BAB 55 Ingin Menikah
56
BAB 56 Berikan satu alasan
57
BAB 57 Menggantikan Daddy
58
BAB 58 Apa yang akan terjadi
59
BAB 59 Selalu bersama
60
BAB 60 Jangan menyakiti nya
61
BAB 61 Penjara bawah tanah
62
BAB 62 Ingin menaklukkan dunia
63
BAB 63 Hantu dunia nyata
64
BAB 64 Daddy
65
BAB 65 Gadis bandel
66
BAB 66 Salah paham
67
BAB 67 Tidak ada pernikahan rahasia
68
BAB 68 Berbaikan
69
BAB 69 Menyentuh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!