Bab 2 rumah sakit

Brrmmm.......

Sebuah motor sport berwarna hitam memasuki area parkir sebuah rumah sakit kecil yang berada di dalam sebuah perkampungan di pinggiran kota.

Puskesmas Jabon nama rumah sakit itu.

Pukul Dua dini hari,

Biel nampak turun dari motor itu, melepas helmnya dan segera melangkah masuk ke dalam rumah sakit itu.

Seolah sudah mengenal dan terbiasa dengan tempat dan orang orang di sana, gadis berwajah dingin dan datar itu menyapa petugas di pos jaga kemudian memberikan beberapa bungkus rokok padanya.

" terimakasih mbk......kemana saja, lama tak jumpa ?! " ucap petugas pos itu.

Biel tak menjawab, tapi ia hanya tersenyum tipis dan hanya melambaikan tangannya menanggapi pertanyaan sang petugas sembari terus melangkah.

Sampai di lobi rumah sakit, seorang perawat jaga juga menyapanya.

Biel mendekat dan tersenyum kecil dan tipis hingga nyaris tak terlihat.

Di sana ia memberikan kantong plastik berisi beberapa bungkus makanan.

" ini untuk kalian " ucapnya

" terimakasih mbk.....lama tidak kesini ?! " ucap sang perawat jaga ramah.

" aku sibuk....." jawabnya singkat dan kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan meja perawat jaga itu.

Langkah kaki Biel menyusuri lorong koridor rumah sakit yang lengang dan sepi.

Terus melangkah dengan tatapan lurus ke depan.

Sampai di sebuah bangsal, ia berhenti tepat di depan pintu sebuah ruangan.

Gadis itu melepas topi hodienya dan menghela nafas berat.

Rambutnya yang ia ikat asal ke atas nampak sedikit acak acakan.

Tatapannya terarah lurus ke arah dalam ruangan yang bisa di lihat dari kaca yang ada di pintu itu.

Seseorang nampak berbaring tak berdaya di atas brangkar dengan peralatan medis yang menempel di tubuhnya.

Rumah sakit ini memang rumah sakit kecil, tapi peralatan yang menempel pada seseorang di dalam sana adalah peralatan medis yang biasa ada di rumah sakit rumah sakit besar.

Kenapa bisa begitu ?!!

Jawabannya adalah Biel sendiri......

Dengan semua pekerjaan yang ia jalani termasuk menjadi seorang kurir obat obatan terlarang,

inilah yang ia inginkan......

Memberikan perawatan mahal untuk seseorang itu.

Ia tak bisa membawa seseorang itu ke rumah sakit di tengah kota walau sebenarnya ia sangat ingin.

Ia khawatir, keselamatan seseorang itu akan terancam di sana.

Cklek....

Setelah berdiri sangat lama di depan pintu, gadis cantik berwajah dingin itu akhirnya membuka pintu ruangan dan melangkah masuk ke dalam.

Kembali ia menghentikan langkahnya dan berdiri tegak di tengah ruangan.

Dadanya terasa sesak tiba tiba, seseorang yang berbaring tak berdaya di atas brangkar sana membuat tubuhnya gemetar.

Posisi dan kondisi seseorang itu tetap sama dengan saat terakhir ia datang kemari hampir dua bulan yang lalu.

" Cryssi......" desisnya pelan nyaris tak terdengar.

" apa kabar ?!..... ini sudah sangat lama sekali.......kapan kau akan sadar..... ?! " desisnya lagi masih dengan suara yang pelan dan nyaris tak terdengar.

Kedua bola matanya berkaca kaca menatap seseorang yang terbaring tak berdaya itu.

Biel masih tenggelam dengan tatapan matanya kepada sosok seseorang yang berbaring di atas brangkar hingga ia tak menyadari kehadiran seseorang di belakangnya.

" Biel.....

kau datang ?! "

sapa seorang pria dewasa berwajah tampan dengan postur tubuh yang atletis dan berdiri tegak di belakangnya.

Sapaan seseorang itu membuat Biel meliriknya sejenak sembari mengusap air matanya yang mengalir tanpa permisi di pipinya dengan kasar.

Seolah ia malu air matanya akan di ketahui oleh laki laki itu.

" hemmm....." jawab gadis itu kemudian

" kemana saja kau selama ini ?! Rasanya sudah sangat lama kau tidak datang ?! Kau juga tidak menerima panggilanku dan membalas pesanku ?! " tanya sosok itu lagi.

" maaf dokter Evan.....aku sibuk " jawab Biel tanpa bergeming sedikitpun dari posisinya saat ini.

Tatapan matanya pun tak bergeming sedikitpun dari sosok seseorang yang tadi ia sebut Crysst itu.

Seseorang yang bernama dokter Evan itu menghela nafas kemudian melangkah maju dan berhenti tepat di sisi Biel.

Ia menatap dalam kepada wajah Biel yang jelas terlihat lelah.

" sebaiknya kau istirahat saja, kau terlihat sangat lelah "

ucap dokter Evan kemudian sembari tangannya terulur kearah gadis itu hendak menyentuh pundaknya.

Tapi belum sempat ia menyentuh pundak gadis itu, Biel menghindar dan menggeser tubuhnya menjauh dari pria berusia 30 tahun itu.

Dokter Evan menghela nafas,

" aku tidak bermaksud apa apa, aku hanya khawatir padamu ....

lama tidak melihatmu, aku...."

" buang jauh jauh perasaanmu itu padaku dokter Evan,

aku bukan wanita yang pantas kau beri perasaan seperti itu.

Siapa aku dan dari mana asalku hanya akan membuatmu berada dalam masalah.

Dan aku harap.....perasaanmu padaku itu tidak mempengaruhi perawatanmu kepadanya.... "

ucap Biel terdengar dingin sembari menatap sosok yang terbaring tak berdaya di atas brangkar sana.

Mendengar ucapan Biel, dokter Evan menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.

Tiga tahun yang lalu ia bertemu dengan sosok dingin tak tersentuh di hadapannya itu di sebuah rumah sakit.

Biel datang atas rekomendasi dokter yang merawat seseorang yang katanya adalah saudaranya dan saat ini menjadi pasiennya.

Pertemuan demi pertemuan dan latar belakang yang ia dengar tentang gadis itu dari dokter sebelumnya yang merawat Cryssy yang adalah kakak sepupunya membuatnya diam diam memperhatikan sosok Biel.

Tanpa ia sadari,

Rasa cinta tumbuh di hatinya untuk gadis itu. Tapi sayang.....

ketika ia mencoba mengungkapkan perasaanya dan menawarkan kehidupan yang layak untuknya.....

gadis itu menolaknya mentah mentah.

Dokter Evan tak bisa berbuat apa apa meski sekedar untuk meyakinkan Biel atas cintanya. Biel begitu dingin dan sulit untuk di pahami apalagi untuk di taklukkan.

" bagaimana kondisinya ?! " tanya Biel kemudian.

" masih tetap sama seperti saat kamu tinggalkan terakhir kali " jawab dokter Evan.

" tak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu dan berdoa,

kami sudah melakukan segalanya, tapi.....

kondisinya memang sangat sulit.

hanya keajaiban yang bisa membuatnya bangun kembali "

lanjut dokter Evan lagi sembari ikut menatap ke arah tatapan Biel saat ini.

Yakni kepada seseorang yang masih terbaring tak berdaya di atas brangkar di depan sana.

Mendengar jawaban dokter Evan, tubuh Biel terasa membeku.

Ia melangkah mendekat ke arah brangkar dan tiba tiba jatuh bersimpuh di depan brangkar itu.

" Cryssy.....maafkan aku ...." desisnya pelan dengan suara bergetar.

Dokter Evan ikut melangkah mendekat.

" Biel.....berhenti terus menyalahkan dirimu, kau sudah melakukan banyak hal dan upaya untuk kesembuhannya.

Kau bahkan sudah berhasil mendatangkan peralatan seperti ini untuknya.

Tapi ini sudah takdir....."

ucap dokter Evan berusaha menenangkan Biel yang saat ini duduk bersimpuh di bawahnya.

Pundak gadis itu nampak naik turun tanda ia sedang menangis.

Biel tak bergeming, pundaknya masih nampak turun naik.

Terpopuler

Comments

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪

2026-07-15

0

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘯𝘺𝘪𝘮𝘢𝘬 𝘬𝘢

2026-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 bab 1 malam
2 Bab 2 rumah sakit
3 bab 3 Cryssy
4 bab 4 masa lalu
5 bab 5 perlakuan
6 bab 6 tragedi
7 bab 7 tak berdaya
8 bab 8 tertuduh
9 bab 9 terbuang
10 bab 10 pergi
11 bab 11 niat
12 bab 12 bertemu kembali
13 bab 13 mendekat
14 bab 14 setuju
15 bab 15 rahasia
16 bab 16 kerja
17 bab 17 berhasil
18 bab 18 lagi
19 bab 19 sebuah perhatian
20 bab 20 " Beee......
21 bab 21 ancaman
22 bab 22 kejahatan
23 bab 23 mencari
24 bab 24 menghampiri
25 bab 25 bersama
26 bab 26 kegagalan pengiriman
27 bab 27 rapuhnya Shahnaz
28 bab 28 menghalangi
29 bab 29 membawa Biel
30 bab 30 masih menahan
31 bab 31 rencana busuk Shahnaz
32 bab 32 perintah
33 bab 33 menjalankan perintah
34 bab 34 bahagia yang tak di sadari
35 bab 35 sedikit memaksa
36 bab 36 Erick Harvard
37 bab 37 klaim Erick atas Biel
38 bab 38 mulai berani
39 bab 39 perhatian
40 bab 40 penolakan
41 bab 41 bertemu Steve
42 bab 42 kemarahan Erick
43 bab 43 seseorang
44 bab 44 rahasia yang mulai terkuak
45 bab 45 " ada apa.......
46 bab 46 aktifitas yang mencurigakan
47 bab 47 tujuan yang sama
48 bab 48 meyakinkan
49 bab 49 bertemu ibu
50 bab 50 kenyataan
51 bab 51 langkah awal
52 bab 52 tak akan tinggal diam
53 bab 53 upaya
54 bab 54 memaksa
55 bab 55 memiliki
56 bab 56 cinta
57 bab 57 hati yang masih keras
58 bab 58 interaksi
59 bab 59 seutuhnya
Episodes

Updated 59 Episodes

1
bab 1 malam
2
Bab 2 rumah sakit
3
bab 3 Cryssy
4
bab 4 masa lalu
5
bab 5 perlakuan
6
bab 6 tragedi
7
bab 7 tak berdaya
8
bab 8 tertuduh
9
bab 9 terbuang
10
bab 10 pergi
11
bab 11 niat
12
bab 12 bertemu kembali
13
bab 13 mendekat
14
bab 14 setuju
15
bab 15 rahasia
16
bab 16 kerja
17
bab 17 berhasil
18
bab 18 lagi
19
bab 19 sebuah perhatian
20
bab 20 " Beee......
21
bab 21 ancaman
22
bab 22 kejahatan
23
bab 23 mencari
24
bab 24 menghampiri
25
bab 25 bersama
26
bab 26 kegagalan pengiriman
27
bab 27 rapuhnya Shahnaz
28
bab 28 menghalangi
29
bab 29 membawa Biel
30
bab 30 masih menahan
31
bab 31 rencana busuk Shahnaz
32
bab 32 perintah
33
bab 33 menjalankan perintah
34
bab 34 bahagia yang tak di sadari
35
bab 35 sedikit memaksa
36
bab 36 Erick Harvard
37
bab 37 klaim Erick atas Biel
38
bab 38 mulai berani
39
bab 39 perhatian
40
bab 40 penolakan
41
bab 41 bertemu Steve
42
bab 42 kemarahan Erick
43
bab 43 seseorang
44
bab 44 rahasia yang mulai terkuak
45
bab 45 " ada apa.......
46
bab 46 aktifitas yang mencurigakan
47
bab 47 tujuan yang sama
48
bab 48 meyakinkan
49
bab 49 bertemu ibu
50
bab 50 kenyataan
51
bab 51 langkah awal
52
bab 52 tak akan tinggal diam
53
bab 53 upaya
54
bab 54 memaksa
55
bab 55 memiliki
56
bab 56 cinta
57
bab 57 hati yang masih keras
58
bab 58 interaksi
59
bab 59 seutuhnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!