bab 4 masa lalu

Dinginnya angin malam menjelang dini hari sungguh dingin menusuk tulang.

Bagi semua orang normal, angin itu tentu akan membuat mereka mengeratkan jaket mereka atau bahkan menarik selimut mereka untuk membungkus tubuh mereka untuk berlindung dari dingin.

Tapi hal itu tidak untuk seseorang yang saat ini nampak tengah duduk dengan tenang di sebuah bangku batu di bawah lampu yang ada di koridor rumah sakit.

Biel....

Setelah cukup lama berada di kamar Cryssy, ia keluar dari ruangan itu dan kini ia sedang duduk sendirian.

Netranya menatap lurus ke depan, tepatnya ke arah kegelapan di hadapannya sana.

Gelap....

Gelap sekali pemandangan di depan sana, segelap hidupnya saat ini, dulu dan nanti menurutnya.

Sejak kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua angkatnya dan juga sukses membuat kakak angkatnya koma, Biel tak lagi memiliki harapan untuk bisa memiliki kehidupan yang lebih indah dan terang.

Ia mulai sadar ...

Kehidupannya mungkin memang tak akan pernah di takdirkan indah dan cerah.

Biel terdengar menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.

Angannya melayang dan ingatannya perlahan kembali ke pada 15 tahun yang lalu.

Flass on

" mama.....mama....." seorang gadis kecil yang sangat cantik dengan pakaiannya berwarna jingga dengan bando warna senada di atas kepalanya nampak berlari ke arah seorang wanita muda dengan penampilan yang begitu biasa dan baru saja turun dari sebuah taksi.

Di salah satu tangannya...wanita muda itu nampak menentang keranjang besar berisi belanjaan.

Sangking besarnya, ia terlihat jelas sedang keberatan hingga pundaknya miring ke bawah ke arah di mana keranjang itu ia bawa.

Sementara tangannya yang lain nampak memegang tali kecil sebuah balon gas.

" tetap di sana sayang, mama yang akan datang padamu " ucap wanita muda itu dengan lembut.

Dia adalah ibu Biel,

Sarawati Calista, seroang hadia yatim piatu yang bekerja di rumah besar itu.

Ia menjadi salah satu pelayan di rumah besar itu sejak dua tahun yang lalu.

Sebuah tempat penyedia tenaga kerja menjadi perantara antara dirinya dan pemilik rumah itu.

Usianya masih sangat muda saat ini.....

yakni 18 tahun. Namun ia sudah harus di panggil ibu oleh seorang gadis kecil berusia 5 tahun bernama Gabriela Calista.

Hal itu terpaksa terjadi kepadanya karena insiden yang sungguh sangat tidak ia harapkan menimpa dirinya.

Ia terpaksa hamil karena perbuatan tuan muda rumah itu yang saat itu sedang dalam kondisi mabuk.

Ricard Mantow,

Putra tunggal tuan Lee Mantow. Seorang pengusaha besar yang bergerak di bidang perkebunan sawit, kopi, coklat dan masih banyak yang lainnya.

Sayangnya....

Meski hal itu di ketahui semua orang terutama ayah tuan muda itu yakni tuan Lee Mantow juga ketika semua orang tahu itu tahu akibat tragedi itu ia akhirnya hamil dan melahirkan.

Ia tetap tak mendapat keadilan sama sekali karena tuan muda yang telah memiliki seorang istri.

Ricard Lee Mantow sendiri sebenarnya adalah seorang duda tanpa seorang anak. istrinya yang pertama pergi meninggalkannya begitu saja karena setelah lima tahun pernikahan mereka ia tak kunjung hamil.

Istri pertamanya di tuduh mandul oleh keluarga laki laki itu.

Selanjutnya setelah mengurus perceraiannya secara legal,

ia di nikahkan kembali dengan seorang janda yang juga merupakan putri pengusaha yang juga adalah relasi bisnis tuan Lee Mantow.

Pada intinya....

Pernikahan mereka adalah karena alasan bisnis.

Tak ada tanggung jawab lain yang di terima oleh seorang Sarawati apalagi sebuah pernikahan selain ia yang tetap di izinkan tinggal di rumah dengan merawat anaknya dan di beri gaji tiga kali lipat di banding gaji pekerja rumah ini yang lain.

Saraswati tak berdaya selain menerima keadaan,

Ia tak memiliki siapapun dan apapun untuk membesarkan dan merawat anaknya itu.

Namun satu hal baik ia terima,

Tuan besar Lee yang sebenarnya adalah kakek putrinya ternyata masih memiliki hati nurani.

Nyatanya ialsah satu satunya orang di rumah besar ini selain dirinya yang masih mau memperdulikan Biel.

Bahkan ayahnya sendiri sama sekali tak pernah sekalipun menyapanya apalagi memberinya perhatian.

Meski tak begitu nampak, tapi setidaknya....tuan besar Lee masih mau menanyakan tentang kondisi dan pertumbuhan Biel.

Tak jarang, laki laki tua itu memanggil Biel dan mengajaknya berkeliling kebun yang ada di rumah itu.

Bahkan yang memberikan nama Gabriela Calista kepada Biel adalah laki laki tua itu.

Saraswati melangkah cepat kearah Biel agar sang putri tak datang padanya.

" mama bawa apa ?! itu untuk Biel ?! " tanya bocah berwajah cantik dan lucu itu.

" iya ...ini hadiah dari mama untuk Biel karena sudah pintar tidak ikut mama ke pasar " jawab Saraswati sambil memberikan tali balon yang ia bawa kepada putrinya itu.

Biel kecil berjingkrak kegirangan.

Ia senang bukan main, kemarin Steve putra nyonya Shahnaz yang merupakan cucu kesayangan keluarga Mantow telah lebih dulu memiliki balon seperti ini. Dan jujur ia sangat ingin juga memiliki balon seperti itu.

Nyonya Shahnaz adalah menantu ke dua keluarga Mantow, atau tepatnya ia adalah istri kedua tuan muda Ricard.

Wanita itu sangat membenci Sarawati juga Biel.

Menurutnya Saraswati dan Biel adalah hama yang harus ia singkirkan hingga tak bersisa.

Segala cara sudah ia lakukan demi untuk menyingkirkan dua orang itu dari rumah ini, tapi nyatanya tuan besar Lee masih melindungi dua orang itu.

" ayo masuk sayang, main balonnya di dalam saja ya....

mama harus merapikan belanjaan mama dulu..." ucap Saraswati

" tidak mau, Biel mau di sini dulu....."

" baiklah...tapi di sini saja ya.....jangan kemana mana apalagi masuk ke dalam ya ...." pesan Saraswati kepada Biel dan Biel mengangguk mengerti.

Selama ini Biel memang tak pernah masuk ke dalam rumah besar.

Ia hanya berada di ruang belakang.

Sekalipun ia tak pernah masuk ke dalam rumah besar itu apalagi melewati pintu utama.

Saraswati melangkah masuk ke arah pintu samping untuk masuk dalam rumah dan Biel berdiri di tempatnya sambil memainkan balon barunya.

Ia tersenyum senyum dan bernyanyi lirih sambil memainkan balonnya.

di putarnya balon itu ke kiri dan ke kanan.

Hingga tiba tiba......

" hei anak haram.....

balon punya siapa itu ?! Kau mencuri ya.....?! " sebuah suara bernada hardikkan dan tuduhan membuatnya terkejut,

Biel sontak menoleh ke arah sumber suara.

Seorang bocah laki laki berusia 12 tahun berdiri dengan congkaknya di belakang sana tak jauh darinya.

Terpopuler

Comments

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘪𝘦𝘭 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘦𝘸𝘢𝘵𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢💪

2026-07-16

0

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

𝘮𝘪𝘳𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘬𝘭𝘢𝘪 𝘯𝘢𝘴𝘪𝘣 𝘣𝘪𝘦𝘭🥺

2026-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 bab 1 malam
2 Bab 2 rumah sakit
3 bab 3 Cryssy
4 bab 4 masa lalu
5 bab 5 perlakuan
6 bab 6 tragedi
7 bab 7 tak berdaya
8 bab 8 tertuduh
9 bab 9 terbuang
10 bab 10 pergi
11 bab 11 niat
12 bab 12 bertemu kembali
13 bab 13 mendekat
14 bab 14 setuju
15 bab 15 rahasia
16 bab 16 kerja
17 bab 17 berhasil
18 bab 18 lagi
19 bab 19 sebuah perhatian
20 bab 20 " Beee......
21 bab 21 ancaman
22 bab 22 kejahatan
23 bab 23 mencari
24 bab 24 menghampiri
25 bab 25 bersama
26 bab 26 kegagalan pengiriman
27 bab 27 rapuhnya Shahnaz
28 bab 28 menghalangi
29 bab 29 membawa Biel
30 bab 30 masih menahan
31 bab 31 rencana busuk Shahnaz
32 bab 32 perintah
33 bab 33 menjalankan perintah
34 bab 34 bahagia yang tak di sadari
35 bab 35 sedikit memaksa
36 bab 36 Erick Harvard
37 bab 37 klaim Erick atas Biel
38 bab 38 mulai berani
39 bab 39 perhatian
40 bab 40 penolakan
41 bab 41 bertemu Steve
42 bab 42 kemarahan Erick
43 bab 43 seseorang
44 bab 44 rahasia yang mulai terkuak
45 bab 45 " ada apa.......
46 bab 46 aktifitas yang mencurigakan
47 bab 47 tujuan yang sama
48 bab 48 meyakinkan
49 bab 49 bertemu ibu
50 bab 50 kenyataan
51 bab 51 langkah awal
52 bab 52 tak akan tinggal diam
53 bab 53 upaya
54 bab 54 memaksa
55 bab 55 memiliki
56 bab 56 cinta
57 bab 57 hati yang masih keras
58 bab 58 interaksi
59 bab 59 seutuhnya
60 bab 60 yang sebenarnya
Episodes

Updated 60 Episodes

1
bab 1 malam
2
Bab 2 rumah sakit
3
bab 3 Cryssy
4
bab 4 masa lalu
5
bab 5 perlakuan
6
bab 6 tragedi
7
bab 7 tak berdaya
8
bab 8 tertuduh
9
bab 9 terbuang
10
bab 10 pergi
11
bab 11 niat
12
bab 12 bertemu kembali
13
bab 13 mendekat
14
bab 14 setuju
15
bab 15 rahasia
16
bab 16 kerja
17
bab 17 berhasil
18
bab 18 lagi
19
bab 19 sebuah perhatian
20
bab 20 " Beee......
21
bab 21 ancaman
22
bab 22 kejahatan
23
bab 23 mencari
24
bab 24 menghampiri
25
bab 25 bersama
26
bab 26 kegagalan pengiriman
27
bab 27 rapuhnya Shahnaz
28
bab 28 menghalangi
29
bab 29 membawa Biel
30
bab 30 masih menahan
31
bab 31 rencana busuk Shahnaz
32
bab 32 perintah
33
bab 33 menjalankan perintah
34
bab 34 bahagia yang tak di sadari
35
bab 35 sedikit memaksa
36
bab 36 Erick Harvard
37
bab 37 klaim Erick atas Biel
38
bab 38 mulai berani
39
bab 39 perhatian
40
bab 40 penolakan
41
bab 41 bertemu Steve
42
bab 42 kemarahan Erick
43
bab 43 seseorang
44
bab 44 rahasia yang mulai terkuak
45
bab 45 " ada apa.......
46
bab 46 aktifitas yang mencurigakan
47
bab 47 tujuan yang sama
48
bab 48 meyakinkan
49
bab 49 bertemu ibu
50
bab 50 kenyataan
51
bab 51 langkah awal
52
bab 52 tak akan tinggal diam
53
bab 53 upaya
54
bab 54 memaksa
55
bab 55 memiliki
56
bab 56 cinta
57
bab 57 hati yang masih keras
58
bab 58 interaksi
59
bab 59 seutuhnya
60
bab 60 yang sebenarnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!