bab 5 perlakuan

Biel menoleh kearah sumber suara, seraut wajah tampan segera ia temukan.

Biel mundur beberapa langkah kebelakang.

" kenapa diam saja ?! benarkan yang kukatakan ?!

kau mencuri balon itukan ?! " sentak bocah laki laki itu lagi.

Bocah itu adalah Steve, cucu laki laki keluarga Lee yang sebenarnya juga adalah kakak satu ayah Biel.

" tidak....ini punyaku " jawab Biel sambil menggeleng dan suaranya terdengar takut.

Ia memang takut kepada Steve karena Steve yang selalu berbuat jahat dan memperlakukannya dengan sangat buruk.

Steve selalu memanggilnya anak haram.

" punyamu kau bilang ?!

Oh...jadi sekarang anak haram ini sudah berani berbohong ya ?! Berikan padaku balon itu....

anak seperti kamu tidak pantas punya balon seperti itu " ucap Steve sambil melangkah maju.

Biel sekali lagi mundur kebelakang sambil menyembunyikan balonnya ke belakang tubuhnya.

" aku tidak bohong, ini balonku .... mamaku yang membelikannya untukku " jawab Biel sambil terus menghindar dari Steve yang kini ingin mengambil balon miliknya.

" ha ha ha.....mama kau bilang ?! Kau panggil pelayan yang melahirkanmu itu mama.... ?!

tak tahu malu.....

Kau pikir pelayan itu pantas kau panggil mama hehhh ?!!!!

Dan kau pikir anak haram sepertimu itu layak memanggil mama ?!

lucu sekali....dasar tak tahu diri, benar apa kata mamaku....

kau dan pelayan itu memang benalu, kalian tak seharusnya tinggal tempat ini " Steve mengejek Biel.

Dan sungguh kata kata Steve itu sukses membuat hati Biel terasa begitu sakit.

Matanya memerah dan berkaca kaca.

Ia memang masih berusia lima tahun, tapi sungguh ia sangat mengerti dan paham arti dari ucapan kakak tirinya itu.

Tapi ia tak bisa berbuat apa apa selain diam dan menahan rasa sakit di hatinya, mamanya tak pernah mengizinkan ia untuk melawan apalagi membalas perbuatan Steve.

Katanya.....

( sabar ya sayang......nanti mama akan membawamu pergi dari sini )

Apalagi ia sadar, tubuhnya sangat kecil jika di bandingkan dengan tubuh Steve yang tinggi besar.

Meski ia masih kelas enam SD, tapi tubuh Steve sudah seperti anak SMP.

Postur tubuh Steve tegap dan tinggi besar.

Ia juga jago taekwondo.

Sungguh Biel tak berkutik di hadapan kakak tirinya itu.

" ada apa ini ?! kenapa kalian berada di sini....?! " sebuah suara membuat Biel juga Steve menoleh.

Seorang wanita cantik dengan penampilannya yang glamor dan elegan berada tak jauh dari mereka berdua.

Dia adalah nyonya Shahnaz,

Ibunda Steve.

Di sisinya nampak berdiri seorang bocah laki laki lain yang saat ini juga turut menatapnya.

Sejenak mata bocah laki laki itu bertemu dengan mata sendu Biel.

Mata nyonya Shahnaz yang tadinya terarah kepada Steve kini segera beralih kepada Biel dan tatapannya berubah tajam dan penuh kebencian.

" apa kau membuat ulah lagi ?! Dasar anak tak tahu diri..... " ucap wanita itu dengan kasar kepada Biel.

Biel tertunduk,

Ia tak punya keberanian menjawab wanita itu.

" Steve...." panggil Shahnaz kemudian kepada sang putra yang berdiri tak jauh di depan Biel.

" iya my.. " jawab Steve dengan cepat.

" kemari dan beri salam pada kakakmu, dua Minggu ini dia akan tinggal bersama kita karena dia sedang libur dari asramanya.

Mommy harap kalian bisa libur bersama " ucap wanita itu lagi.

Steve tak langsung mendekat, ia diam terlebih dulu sebelum akhirnya ia mendekat dan menyapa sosok di sisi sang mami.

" salam kakak...." sapanya kemudian pada sosok itu yang tak lain adalah Erick Harvard Wiratmaja.

Harvard adalah nama dari keluarga Shahnaz, sementara Wiratmaja adalah nama keluarga sang ayah.

Ya....

Erick adalah putra Shahnaz dari pernikahannya yang pertama dengan seorang pribumi.

Itu artinya....

Dia adalah kakak tiri satu ibu dengan Steve.

Usianya dua tahun lebih tua dari Steve, selama ini ia sudah tinggal di asrama sejak SD.

Hanya saat liburan seperti ini ia akan pulang ke rumah.

Tapi tidak kerumah ini,

Erick sangat jarang pulang kerumah sang ibu karena ia lebih suka pulang ke rumah kakek dan neneknya dari pihak sang ayah yang telah tiada.

Mereka adalah keluarga militer,

Kakeknya seorang mantan angkatan darat berpangkat kolonel dan neneknya adalah mantan seorang jaksa.

Sementara mendiang sang ayah adalah seorang tentara sama seperti sang kakek dulu.

Ia berpangkat jendral ketika tiada dan masih menjadi suami Shahnaz dulu.

Dulu pernikahan Shahnaz dan ayah dari Erick yang bernama Ruben Haris Wiratmaja tidak di restui oleh kedua orang tua Shahnaz karena ayah Erick yang hanyalah seorang anggota militer meski ia sudah berpangkat jendral.

Kedua orang tua Shahnaz adalah seorang pengusaha handal, dan jelas mereka ingin Shahnaz juga menikah dengan seorang pengusaha bukan seorang anggota militer yang menurut mereka tidak akan bisa kaya seperti mereka.

Erick mengangguk merespon sapaan Steve, mereka memang tak sedekat itu.

Di dalam hati, Steve tak suka dengan Erick.

 Menurutnya,

Erick adalah saingannya.

" ya sudah....

Erick...ayo ikut mommy, sapa papi dan kakekmu...

saat ini kakekmu sedang sakit.....ku harap kau mengerti apa yang harus kamu lakukan nanti ...."

ucap Shahnaz lagi dan Erick mengangguk.

Tak lama ia mulai melangkah lebih dulu menuju pintu utama meninggalkan Steve yang saat ini menatapnya dengan tatapan tak suka.

Erick mengikuti langkah sang mommy di belakangnya, namun sejenak ia berhenti dan menoleh kepada Biel yang masih diam dan menunduk sejak tadi.

" ayo Erick....sedang apa kamu di sana ?! " hardik sang mami ketika ia sadar Erick menghentikan langkahnya.

" iya...." jawab Erick dan kemudian ia melanjutkan langkahnya mengikuti langkah Shahnaz menuju pintu utama.

Sementara itu,

Steve masih saja setia mengiringi langkah sang ibu dan kakak tirinya dengan tatapan tak suka.

Ia tak pernah suka setiap kali sang ibu membawa Erick ke rumah ini.

Terpopuler

Comments

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘴𝘪𝘣 𝘣𝘪𝘦𝘭🥺

2026-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 bab 1 malam
2 Bab 2 rumah sakit
3 bab 3 Cryssy
4 bab 4 masa lalu
5 bab 5 perlakuan
6 bab 6 tragedi
7 bab 7 tak berdaya
8 bab 8 tertuduh
9 bab 9 terbuang
10 bab 10 pergi
11 bab 11 niat
12 bab 12 bertemu kembali
13 bab 13 mendekat
14 bab 14 setuju
15 bab 15 rahasia
16 bab 16 kerja
17 bab 17 berhasil
18 bab 18 lagi
19 bab 19 sebuah perhatian
20 bab 20 " Beee......
21 bab 21 ancaman
22 bab 22 kejahatan
23 bab 23 mencari
24 bab 24 menghampiri
25 bab 25 bersama
26 bab 26 kegagalan pengiriman
27 bab 27 rapuhnya Shahnaz
28 bab 28 menghalangi
29 bab 29 membawa Biel
30 bab 30 masih menahan
31 bab 31 rencana busuk Shahnaz
32 bab 32 perintah
33 bab 33 menjalankan perintah
34 bab 34 bahagia yang tak di sadari
35 bab 35 sedikit memaksa
36 bab 36 Erick Harvard
37 bab 37 klaim Erick atas Biel
38 bab 38 mulai berani
39 bab 39 perhatian
40 bab 40 penolakan
41 bab 41 bertemu Steve
42 bab 42 kemarahan Erick
43 bab 43 seseorang
44 bab 44 rahasia yang mulai terkuak
45 bab 45 " ada apa.......
46 bab 46 aktifitas yang mencurigakan
47 bab 47 tujuan yang sama
48 bab 48 meyakinkan
49 bab 49 bertemu ibu
50 bab 50 kenyataan
51 bab 51 langkah awal
52 bab 52 tak akan tinggal diam
53 bab 53 upaya
54 bab 54 memaksa
55 bab 55 memiliki
56 bab 56 cinta
57 bab 57 hati yang masih keras
58 bab 58 interaksi
59 bab 59 seutuhnya
Episodes

Updated 59 Episodes

1
bab 1 malam
2
Bab 2 rumah sakit
3
bab 3 Cryssy
4
bab 4 masa lalu
5
bab 5 perlakuan
6
bab 6 tragedi
7
bab 7 tak berdaya
8
bab 8 tertuduh
9
bab 9 terbuang
10
bab 10 pergi
11
bab 11 niat
12
bab 12 bertemu kembali
13
bab 13 mendekat
14
bab 14 setuju
15
bab 15 rahasia
16
bab 16 kerja
17
bab 17 berhasil
18
bab 18 lagi
19
bab 19 sebuah perhatian
20
bab 20 " Beee......
21
bab 21 ancaman
22
bab 22 kejahatan
23
bab 23 mencari
24
bab 24 menghampiri
25
bab 25 bersama
26
bab 26 kegagalan pengiriman
27
bab 27 rapuhnya Shahnaz
28
bab 28 menghalangi
29
bab 29 membawa Biel
30
bab 30 masih menahan
31
bab 31 rencana busuk Shahnaz
32
bab 32 perintah
33
bab 33 menjalankan perintah
34
bab 34 bahagia yang tak di sadari
35
bab 35 sedikit memaksa
36
bab 36 Erick Harvard
37
bab 37 klaim Erick atas Biel
38
bab 38 mulai berani
39
bab 39 perhatian
40
bab 40 penolakan
41
bab 41 bertemu Steve
42
bab 42 kemarahan Erick
43
bab 43 seseorang
44
bab 44 rahasia yang mulai terkuak
45
bab 45 " ada apa.......
46
bab 46 aktifitas yang mencurigakan
47
bab 47 tujuan yang sama
48
bab 48 meyakinkan
49
bab 49 bertemu ibu
50
bab 50 kenyataan
51
bab 51 langkah awal
52
bab 52 tak akan tinggal diam
53
bab 53 upaya
54
bab 54 memaksa
55
bab 55 memiliki
56
bab 56 cinta
57
bab 57 hati yang masih keras
58
bab 58 interaksi
59
bab 59 seutuhnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!