BAB 3 : BUSUR DAN PISAU PENUNGGU GOA

Cahaya api dari goa utama menerobos masuk samar-samar.

Debu yang mengendap selama ratusan tahun terangkat. Berterbangan di udara seperti salju keemasan. Berputar bersama angin segar yang masuk dari celah pintu.

Pandangan mereka semakin terbiasa, dan apa yang mereka lihat membuat napas Bayu dan Karta tertahan.

Ruangannya sempit namun terasa luas. Dindingnya halus dan bersih tanpa retakan tidak seperti di goa bagian luar.

Ukiran daun dan sulur yang terlihat pudar seolah di makan waktu menghiasi setiap sudut ruangan. Setiap guratannya menampakan jejak tangan pengrajin dari zaman yang telah lama berlalu.

Di tengah ruangan terdapat meja batu datar berwarna lebih gelap daripada dinding dan memantulkan sinar api dari luar.

Sebuah kotak kayu coklat tua berbentuk persegi panjang permukaannya halus dan terawat. Berada di tengah meja batu seolah belum lama diletakan.

Langkah kaki Bayu terasa ringan, rasa sakit di bahu berganti dengan getaran halus. Semakin mendekat getarannya semakin terasa seakan ada jantung yang berdetak mengikuti setiap langkahnya.

Karta mengikutinya dari belakang. Tangannya menarik ujung baju Bayu. Matanya melebar, tidak berkedip.

“Kang… Naon ieu?” bisiknya. Suaranya gemetar, antara takut dan penasaran.

Bayu berhenti tepat di depan kotak. Ia menarik napas dalam-dalam.

“Aku tidak tahu,” jawabnya pelan. “Tapi rasanya… seperti menunggu kita.”

Tangannya masih gemetar ketika menyentuh sisi kotak kayu.Terasa hangat seolah masih menyimpan sisa kehangatan dari pemilik pertama.

Ia membuka tutupnya perlahan. Tidak ada suara. Hanya bunyi halus seperti napas yang tertahan.

KREET...

Tutupnya terbuka sendiri, seolah menyambut kedatangan mereka.

Di dalamnya berisi dua buah senjata yang berjajar rapi di atas sehelai kain pudar.

Benda pertama adalah busur.

Sebuah busur dari kayu cendana. Tingginya sebadan Bayu. Lengkungannya indah. Berukir sulur indah dari ujung ke ujung.

Tali busurnya dari serat pandan yang dipintal kuat. Terlihat halus dan kuat mengkilap seperti benang perak. Di sampingnya berjajar tujuh anak panah berujung tumpul.

Di sebelah busur terdapat pisau pendek.

Bergagangnya sama dengan busur berhias batu hitam kecil mengkilap ujung gagang. Berbilah kusam yang memancarkan aura ketenangan.

Bayu terdiam. Tenggorokannya terasa kering.

Tanpa sadar tangannya menyentuh gagang busur itu.

Seketika dunia berubah.

Rasanya seperti ribuan jarum yang menusuk pembuluh darah. Dari telapak tangan menyebar ke seluruh tubuh.

Seakan terbangun dari tidur panjang. Semua otot dan sarafnya kembali hidup.

Pandangannya menjadi tajam. Ia bisa melihat dengan jelas serat kayu, Bisa mendengar detak jantung Karta. Bisa merasakan angin yang bergerak pelan di dalam ruangan.

Pengetahuan itu masuk perlahan ke dalam kepalanya.

Cara membaca arah angin.

"Cara menentukan jarak dan sasaran.

Cara menjaga keseimbangan tubuh ketika menarik busur.

Cara membuat obat dari daun.

Cara mencari akar yang bisa mengusir racun.

Semua hal yang tidak pernah ia pelajari. Kini ada di dalam kepalanya. Seolah ia telah hidup selama ratusan tahun.

Namun kehangatan itu tidak bertahan lama.

Hanya beberapa detik dan rasa lemas datang dengan cepat.

Dadanya bergetar. Ia terbatuk dua kali, terlihat darah merah di telapak tangan. Tubuhnya terhuyung mundur dan busur yang ia genggam semakin terasa berat, seperti mengangkat sebongkah batu.

“Kang Bayu! Kamu kenapa?” Karta panik. Ia langsung menyangga bahu kakaknya.

Bayu menggeleng sambil menelan ludah agar rasa pahit di mulutnya hilang.

“Tidak apa-apa…” suaranya serak. “Hanya merasa lemas. Tenaganya keluar masuk terlalu cepat.”

Karta mengangguk cepat. Tetapi matanya masih tertuju pada kotak itu.

Rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya.

Perlahan ia mengulurkan tangannya. Memegang gagang pisau pendek itu dengan kedua tangan. Rasanya berbeda seakan tak ada rasa. Hanya getaran halus yang turun ke kaki menembus ke tanah.

Gundukan, Retakan. Bahkan makhluk yang bergerak di dalam tanah. Semut. Cacing. Akar pohon yang menjalar bisa ia rasakan.

Gagang pisau berdenyut pelan di tangannya. Memberi tahu jika ada bahaya mendekat, getarannya akan semakin kuat.

Lalu pengetahuan itu datang lagi.

Cara berjalan seperti angin.

Cara membaca jejak di tanah dan di daun.

Cara membedakan daun yang bisa dimakan dan beracun hanya dengan sentuhan.

Namun semua ada bayarannya.

Kepalanya terasa berputar. Seperti berada di atas pohon, pandangan kabur dan telinga berdenging.

“Karta!”

Ia segera melepaskan genggamannya. Dan jatuh terduduk. Wajahnya pucat dengan nafas yang tersengal sengal.

Bayu segera mengembalikan busur ke dalam kotak. Ia berjongkok dan menyangga adiknya.

“Jangan dipaksa,” katanya tegas. “Ini bukan mainan.”

Karta mengusap matanya yang berkunang-kunang dan mengangguk pelan.

“Aku… aku bisa mendengar tanah berbicara, Kang. Tapi kepalaku mau pecah.”

Mereka terdiam.

Mereka menatap dua benda di dalam kotak. Bukan hanya kagum,tapi ada rasa yang berbeda

Baru sekarang mereka sadar. Semua ada bayarannya.

Dengan tenaga.

Dengan darah.

Dengan tubuh yang memiliki batas.

Kekuatan busur itu bisa membuat Bayu melihat jauh dan menembak tepat sasaran. Tetapi jika terlalu lama digunakan, akan membuatnya batuk darah.

Pisau itu membuat Karta bisa merasakan bahaya dan berjalan tanpa suara. Tetapi jika terlalu lama digenggam, kepalanya terasa mau pecah dan tubuhnya menjadi lemas.

Bayu menarik napas panjang. Dadanya masih terasa sesak.

Ia menutup kotak itu perlahan. Seolah tahu bahwa mereka akan membutuhkannya lagi.

Ia menatap Karta yang mulai membaik. Wajahnya masih terlihat pucat tetapi napasnya sudah mulai teratur.

Lalu ia menoleh ke pintu batu yang masih terbuka. Cahaya dari luar masuk membelah kegelapan.

Di luar sana, masih ada ketidakadilan yang belum selesai.

Di dalam diri mereka ada kekuatan yang tidak pernah mereka bayangkan.

Namun ada batas yang harus dijaga.

Mereka belum tahu cara mengendalikannya.

Tetapi satu hal yang pasti.

Sejak mereka menyentuh busur dan pisau itu, hidup mereka tidak akan sama lagi.

Dan jauh di dalam gelapnya hutan, di balik dinding gua yang tertutup itu...

Ada kekuatan kuno yang baru terbangun.

Menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan jalan.

Entah itu jalan keadilan.

Atau jalan yang penuh bahaya dan pengorbanan yang tidak terduga.

---

Episodes
1 BAB 1 : API DI CIKABUYUTAN
2 BAB 2 : PINTU DI BALIK LUMUT
3 BAB 3 : BUSUR DAN PISAU PENUNGGU GOA
4 BAB 4 : PESAN DARI MASA LALU
5 BAB 5 : HARGA SEBUAH KEKUATAN
6 BAB 6 : DUA PILIHAN
7 BAB 7 : DI ANTARA PUING DAN RERUNTUHAN
8 BAB 8 : KEDATANGAN JAKA WIRADIPA
9 BAB 9 : SANGHYANG RASA BERAKSI
10 BAB 10 : PAMANAH RASA
11 BAB 11: MEMBANGUN KEMBALI CIKABUYUTAN
12 BAB 12 : PASAR CIKAWUNG
13 BAB 13 : KETELEDORAN KARTA
14 Bab 14 : PERKELAHIAN TAK TERDUGA
15 BAB 15 : PETUNJUK MISTERIUS
16 BAB 16 : SALAH PAHAM
17 BAB 17 : WARUNG MAKAN SEDERHANA
18 BAB 18 : HANYA PEDAGANG DESA
19 BAB 19 : BERTARUNG BERSAMA
20 BAB 20 : PAMANAH RASA
21 BAB 21 : BURONAN KADIPATEN
22 BAB 22 : FITNAH ISTANA
23 BAB 23 : KARTA SANG MATA MATA
24 BAB 24: JEBAKAN DI WANA KELOR
25 BAB 25 : PERAMPOK BERHATI MULIA
26 BAB 26 : KEMUNCULAN KI JAKA JAGAD
27 BAB 27 : KECURIGAAN LARASATI
28 BAB 28 : PENYUSUPAN KARTA DI KADIPATEN
29 BAB 29 : PERTARUNGAN DI JEMBATAN
30 BAB 30 : ANTARA BENCI DAN CEMBURU
31 BAB 31 : GUDANG HARTA KEBOBOLAN
32 BAB 32 : KARTA TERTANGKAP
33 BAB 33 : MENYELAMATKAN KARTA
34 34 : BUKTI DI HUTAN
35 BAB 35 : FITNAH SEMAKIN KUAT
36 BAB 36 : RENCANA KARTA
37 BAB 37 : PERTEMUAN DI KUIL TUA
38 BAB 38 : RENCANA KONYOL
39 BAB 39 : SERIGALA BERBULU DOMBA
40 BAB 40 : BUKTI
41 BAB 41 : FITNAH RADEN SUKMA
42 BAB 42 : KARTA JADI PAHLAWAN
43 BAB 43 : PERAMPOKAN TERAKHIR
44 BAB 44 : TOPENG JAKA JAGAD
45 BAB 45 : PANAH KE 7
46 BAB 46 : SIDANG RAKYAT
47 BAB 47 : PEMECATAN ADIPATI RANGGA
48 BAB 48 : TAWARAN RAJA
49 BAB 49 : PERMINTAAN MAAF SUKMA
50 BAB 50 : NAMA BARU
51 BAB 51 : CERITA DI BALIK PINTU RAHASIA
52 BAB 52 : TAMU DI BATAS DESA
53 BAB 53 : KERIS DAN TONGKAT
54 BAB 54 : GUNUNG SANGKUR
55 BAB 55 : MENUJU PUNCAK
56 BAB 56 : UJI RASA
57 BAB 57 : PENGINTAI
58 BAB 58 : JEJAK
59 BAB 59 : PINTU GERBANG
Episodes

Updated 59 Episodes

1
BAB 1 : API DI CIKABUYUTAN
2
BAB 2 : PINTU DI BALIK LUMUT
3
BAB 3 : BUSUR DAN PISAU PENUNGGU GOA
4
BAB 4 : PESAN DARI MASA LALU
5
BAB 5 : HARGA SEBUAH KEKUATAN
6
BAB 6 : DUA PILIHAN
7
BAB 7 : DI ANTARA PUING DAN RERUNTUHAN
8
BAB 8 : KEDATANGAN JAKA WIRADIPA
9
BAB 9 : SANGHYANG RASA BERAKSI
10
BAB 10 : PAMANAH RASA
11
BAB 11: MEMBANGUN KEMBALI CIKABUYUTAN
12
BAB 12 : PASAR CIKAWUNG
13
BAB 13 : KETELEDORAN KARTA
14
Bab 14 : PERKELAHIAN TAK TERDUGA
15
BAB 15 : PETUNJUK MISTERIUS
16
BAB 16 : SALAH PAHAM
17
BAB 17 : WARUNG MAKAN SEDERHANA
18
BAB 18 : HANYA PEDAGANG DESA
19
BAB 19 : BERTARUNG BERSAMA
20
BAB 20 : PAMANAH RASA
21
BAB 21 : BURONAN KADIPATEN
22
BAB 22 : FITNAH ISTANA
23
BAB 23 : KARTA SANG MATA MATA
24
BAB 24: JEBAKAN DI WANA KELOR
25
BAB 25 : PERAMPOK BERHATI MULIA
26
BAB 26 : KEMUNCULAN KI JAKA JAGAD
27
BAB 27 : KECURIGAAN LARASATI
28
BAB 28 : PENYUSUPAN KARTA DI KADIPATEN
29
BAB 29 : PERTARUNGAN DI JEMBATAN
30
BAB 30 : ANTARA BENCI DAN CEMBURU
31
BAB 31 : GUDANG HARTA KEBOBOLAN
32
BAB 32 : KARTA TERTANGKAP
33
BAB 33 : MENYELAMATKAN KARTA
34
34 : BUKTI DI HUTAN
35
BAB 35 : FITNAH SEMAKIN KUAT
36
BAB 36 : RENCANA KARTA
37
BAB 37 : PERTEMUAN DI KUIL TUA
38
BAB 38 : RENCANA KONYOL
39
BAB 39 : SERIGALA BERBULU DOMBA
40
BAB 40 : BUKTI
41
BAB 41 : FITNAH RADEN SUKMA
42
BAB 42 : KARTA JADI PAHLAWAN
43
BAB 43 : PERAMPOKAN TERAKHIR
44
BAB 44 : TOPENG JAKA JAGAD
45
BAB 45 : PANAH KE 7
46
BAB 46 : SIDANG RAKYAT
47
BAB 47 : PEMECATAN ADIPATI RANGGA
48
BAB 48 : TAWARAN RAJA
49
BAB 49 : PERMINTAAN MAAF SUKMA
50
BAB 50 : NAMA BARU
51
BAB 51 : CERITA DI BALIK PINTU RAHASIA
52
BAB 52 : TAMU DI BATAS DESA
53
BAB 53 : KERIS DAN TONGKAT
54
BAB 54 : GUNUNG SANGKUR
55
BAB 55 : MENUJU PUNCAK
56
BAB 56 : UJI RASA
57
BAB 57 : PENGINTAI
58
BAB 58 : JEJAK
59
BAB 59 : PINTU GERBANG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!