Rombongan prajurit penarik upeti segera berbalik arah. Mereka berjalan tergesa-gesa seolah dikejar sesuatu yang tak terlihat. Dua orang menyangga Jaka Wiradipa yang terpincang-pincang menahan sakit di pahanya. Setiap langkah membuatnya mengerang pelan, wajah menegang, keringat dingin membasahi pelipis.
Sepanjang jalan ia terus melirik ke belakang. Bingung dan takut bercampur jadi satu. Dari mana panah itu datang? Mengapa hanya melumpuhkan tanpa membunuh? Dan bagaimana bisa kembali sendiri seolah punya nyawa? Tak satu pun anak buahnya berani bersuara. Mereka hanya saling pandang, lalu mempercepat langkah menjauh.
Begitu suara langkah dan denting senjata hilang, suasana berubah pelan. Dari ketakutan mencekam, beralih jadi heran yang bercampur lega mendalam. Warga yang tadi hanya bisa menunduk pasrah, kini perlahan berani mengangkat kepala. Mereka saling bertukar pandang, berbisik pelan seolah kekuatan itu masih berdiri di antara mereka.
Seorang gadis remaja yang tadi didorong hingga jatuh, kini merangkak mengambil keranjang yang terbalik. Di dalamnya sisa sayuran masih utuh. Ia memegang sebatang kangkung, lalu menatap Mang Darma dengan mata berkaca.
“Mang… tadi saat emang didorong, aku pikir kami semua akan diusir sampai ke tengah hutan,” suaranya bergetar. “Tapi tiba-tiba… semuanya berhenti begitu saja.”
Ia mengusap kepala gadis itu lembut.
“Kita tidak sendirian, Nyai. Ada yang menjaga kita, walau tak terlihat.”
“Kalian juga melihatnya?” bisik seorang ibu sambil mendekap anaknya erat. “Panah itu melesat begitu cepat, tak tahu dari mana asalnya.”
“Benar sekali,” jawab Mang Darma yang baru bisa berdiri. “Tepat menancap di paha, membuatnya jatuh. Tapi tak merusak urat atau tulang. Seolah hanya ingin menghentikan, bukan mencabut nyawa.”
Seorang pemuda menatap tajam ke arah hutan.
“Dan yang paling aneh… setelah menancap, panah itu lepas sendiri lalu hilang. Tak ada bekas, tak ada yang bisa mengambilnya.”
Bisikan itu menyebar perlahan. Di wajah mereka mulai muncul harapan…
SANGHYANG RASA
BAB 10 : PAMANAH RASA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments