Asap hitam perlahan hilang terbawa angin sore, menyisakan bau hangus yang masih menggantung di udara Cikabuyutan. Hati terasa perih melihat tiang kayu menghitam, atap jerami jadi abu, dan gubuk tempat berkumpul kini rata dengan tanah. Namun di balik kehancuran itu, satu hal belum padam: semangat untuk tetap hidup.
Sejak fajar warga sudah bangun lebih awal. Tak ada lagi teriakan ketakutan atau denting senjata, yang terdengar hanya suara kapak membelah kayu, batu yang digeser, dan percakapan pelan saling menguatkan. Mereka bekerja bahu-membahu tanpa membeda-bedakan nasib. Bapak yang masih punya kayu di kebun membagikannya, ibu yang berasnya tinggal sedikit menakarnya adil untuk anak-anak yang belum makan sejak kemarin.
Mbah Suryanata ikut mengangkat sepotong papan sambil berkata lantang namun lembut.
“Urang silih rojong, silih geuingkeun.”
Kata-kata itu meresap ke dalam hati. Perlahan gubuk sederhana mulai berdiri kembali, meski belum sekuat dulu. Lahan yang sempat terbengkalai kini dibersihkan dari puing untuk ditanami padi dan palawija. Anak-anak membantu memunguti batu, perempuan menenun atap dari daun kelapa, pemuda menarik balok kayu dari sungai. Setiap hari ada perubahan kecil yang menumbuhkan harapan kembali.
Namun di hari keempat, harapan itu mulai retak.
Pagi itu Nyi Yati datang berlari ke balai kampung dengan wajah pucat, napas tersengal dan kerudung berantakan.
“Anakku, Dira, hilang sejak semalam! Aku cari ke rumah teman, ke sawah, tak ada satu pun tahu!”
Seketika pekerjaan terhenti. Para pemuda langsung berpencar memanggil nama Dira ke arah hutan, sungai, dan gubuk kosong. Bayu dan Karta ikut mencari sampai ke pinggir Wana Kelor.
Di tepi Sungai Cikaret, sekitar setengah jam dari kampung, mereka menemukan jejak yang membuat darah Bayu dingin. Di lumpur basah terlihat bekas tapak kaki, bukan sandal bambu warga. Jejaknya banyak dan mengarah ke timur—ke arah Kadipaten Ciaruteun. Di sampingnya ada potongan tali ijuk dan noda kecokelatan yang sudah kering.
Karta…
SANGHYANG RASA
BAB 11: MEMBANGUN KEMBALI CIKABUYUTAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments