BAB 1 : TARGET SANG ATASAN

Bip! Bip! Bip!

​Alarm di ponsel Lulu meraung tepat pukul 06.00 WIB. Lulu tersentak bangun dari tidur yang gelisah, napasnya memburu seolah habis berlari jauh. Sisa-sisa mimpi buruk yang samar masih menggelayuti benaknya, namun ketakutan itu langsung berganti dengan kepanikan yang nyata saat melihat jam. ​Hanya satu nama yang langsung menghantam kesadarannya yaitu Angga.

​Pria itu tidak kenal kata toleransi. Bagi Angga, satu detik keterlambatan atau satu kesalahan kecil dalam berkas adalah dosa besar yang taruhannya adalah karier.

​Tanpa membuang waktu untuk meregangkan badan, Lulu melompat dari tempat tidur, menyambar handuk dan menyelesaikan urusan kamar mandi dalam waktu rekor. Ia mengabaikan perutnya yang melilit perih karena belum diisi sejak semalam. Rasa lapar jauh lebih bisa ditoleransi daripada menghadapi tatapan mematikan Pak Angga.

​Ia menyambar map dokumen tebal yang semalaman ia kerjakan hingga matanya berkaca-kaca, mengenakan kemeja dan kacamata seadanya, lalu berlari keluar kamar kos.

​"Lulu! Tumben berangkat jam segini?" sapa Lastri, tetangga kosnya, keheranan melihat Lulu berlari kesetanan menuju taksi online yang baru saja tiba.

​"Aku buru-buru, Las! Takut Pak Angga sudah di kantor!" teriak Lulu tanpa sempat menoleh, langsung melompat masuk ke dalam mobil.

​Di dalam taksi yang membelah kemacetan Jakarta, dada Lulu masih berdegup kencang. Ia memeluk erat map dokumen di pangkuannya, seolah itu adalah perisai nyawanya. Sudah dua tahun ia bertahan di bawah tekanan pria sedingin es itu.

Pak Angga usianya yang baru 28 tahun sudah memegang kendali penuh atas divisi Administrasi dan Pergudangan dengan tangan besi. Parasnya tampan di atas rata-rata, namun auranya begitu dominan dan matanya seakan bisa menembus pikiran siapa pun yang menatapnya.

​Begitu taksi berhenti, Lulu berlari melintasi lobi, menempelkan sidik jari di mesin fingerprint dan akhirnya bernapas lega saat berhasil menginjakkan kaki di ruang divisinya.

​"Hah... Syukurlah, tepat waktu" Lulu menyeka keringat dingin di dahinya.

​"Eits, tumben baru sampai? Biasanya jam lima subuh sudah stay," sapa Rama, rekan kerjanya tersebut dari balik meja.

​"Aku menyelesaikan laporan ini semalaman, Ram. Sesuai arahan Pak Angga" sahut Lulu sambil meletakkan tumpukan berkas tebal di meja.

​Rama melotot melihat ketebalan berkas itu.

"Gila... Cuma kamu yang tahan sama siksaan Pak Angga. Harusnya kamu yang jadi bos di sini, bukannya dia yang sukanya cuma menekan bawahan"

​"Hush! Jaga ucapanmu, Ram!" Bisik Lulu panik, matanya melirik ke sekeliling ruangan, takut sang bos tiba-tiba muncul.

​Tiba-tiba, pintu ruangan terdorong kasar. Indah berlari masuk dengan wajah pucat pasi, pelipisnya basah oleh keringat dingin.

​"Gawat... Gawat banget!" suara Indah gemetaran, matanya berkaca-kaca menatap Lulu dan Rama.

​"Kamu kenapa, Ndah?" tanya Rama bingung melihat kepanikan total rekannya itu.

​"Dokumen pencatatan barang yang diminta Pak Angga hari ini... aku belum menyelesaikannya" bisik Indah, suaranya hampir hilang.

"Gimana ini? Pak Angga pasti bakal pecat aku..." Ujarnya kembali.

​Seketika, atmosfer di ruangan itu membeku.

Seluruh staf tahu aturan main tunggal di divisi ini yaitu Kesalahan satu orang adalah kegagalan satu tim dan hukuman dari Angga adalah neraka.

​Prok! Prok! Prok!

​Suara tepukan tangan yang pelan dan ritmis, namun bergema dingin memotong udara yang mencekam.

​Semua orang di ruangan itu mendadak mematung, seolah darah mereka berhenti mengalir. Langkah kaki bersepatu kulit mahal terdengar mantap mendekati mereka. Sosok pria bertubuh tegap dengan kemeja hitam yang lengannya tergulung hingga siku berdiri tepat di belakang Indah. Auranya begitu pekat dan dominan, mengintimidasi setiap pasang mata.

​Angga...

​Pria itu tidak tersenyum. Matanya tajam, dingin dan menusuk. Tanpa memedulikan Indah yang sudah gemetar hebat, Angga melangkah maju dan menyandarkan sebelah tangannya di meja Lulu. Ia menunduk sedikit, mengikis jarak hingga wajahnya hanya tersisa beberapa sentimeter dari Lulu. Manik matanya yang kelam mengunci pandangan Lulu tanpa ampun.

​"Jadi..." suara Angga berat, tenang, namun menyengat hingga ke tulang belakang.

"...siapa yang mau bertanggung jawab atas keteledoran ini sebelum saya membuat kalian semua menyesal pernah bekerja di sini?"

​Lulu menahan napas. Jantungnya berdegup begitu keras dan liar di dalam rongga dadanya, menimbulkan sensasi sesak yang menghimpit. Di bawah kungkungan tatapan tajam pria yang kini menatapnya seolah ia adalah satu-satunya objek berharga sekaligus mangsa utama di ruangan itu, Lulu benar-benar membeku tak mampu berkutik ataupun berpaling.

Terpopuler

Comments

Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)

Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)

pak Angga CEO yang tegas ya

2026-08-18

2

ginevra

ginevra

ya mau gimana lagi, kita kerja kan butuh gaji. kalau nggak ditahan mau kerja apa. zaman sekarang cari kerjaan itu susah. ya kan lulu

2026-08-13

1

Renarenn

Renarenn

lulu plis jangan jadi pahlawan ya aku takut kamu nutupin keslahan si indah kamunya yang kena marah huhuhu

2026-08-21

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG : JERITAN DI KEGELAPAN
2 BAB 1 : TARGET SANG ATASAN
3 BAB 2 : SANKSI DAN KEGELAPAN
4 BAB 3 : SUARA DI BALIK BAYANG
5 BAB 4 : DESAS - DESUS BAYANGAN LALU
6 BAB 5 : DENDAM & JANJI
7 BAB 6 : BAYANG - BAYANG KEBENARAN YANG TERBALIK
8 BAB 7 : LUKA LAMA & PERTEMUAN TAK TERDUGA
9 BAB 8 : BAYANG - BAYANG DI LAMPU KOTA
10 BAB 9 : SISA ALKOHOL & PERTEMUAN TAK TERDUGA
11 BAB 10 : TEKANAN, INTRIK & UNDANGAN TAK TERDUGA
12 BAB 11 : JEBAKAN & BAYANG - BAYANG DARI KEJAUHAN
13 BAB 12 : SATU MALAM, WAJAH BARU
14 BAB 13 : SENGATAN DI UJUNG JARI
15 BAB 14 : DI ANTARA DUA SERIGALA
16 BAB 15 : SAUDARA YANG KEJAM
17 BAB 16 : KAMU MENYELAMATKAN KU
18 BAB 17 : HAMPA
19 BAB 18 : DEBARAN DI BALIK DENYUT KOTA
20 BAB 19 : MENEPIS RASA
21 BAB 20 : JEJAK YANG TERTINGGAL
22 BAB 21 : DI ANTARA BAYANG DAN KEWAJIBAN
23 BAB 22 : GARIS BATAS YANG DI TOLAK
24 BAB 23 : BAYANGAN CINTA PERTAMA
25 BAB 24 : ANTARA JARAK & PERHATIAN
26 BAB 25 : SALAH PAHAM YANG MANIS
27 BAB 26 : PERSIMPANGAN TAKDIR
28 BAB 27 : DUA RAHASIA DI SATU RUANGAN
29 BAB 28 : SATU MOBIL BERSAMA PEMANGSA
30 BAB 29 : PERGOLAKAN HATI
31 BAB 30 : SINYAL YANG HILANG
32 BAB 31 : KABAR BAHAGIA & GELISAH TERSEMBUNYI
33 BAB 32 : MATA YANG TAK BISA BERBOHONG
34 BAB 33 : GOSIP KUBIKEL & ANAK EMAS
35 BAB 34 : DI BAWAH LAMPU YANG TEMARAM
36 PEMERAN KARAKTER "ANGSA CANTIKKU"
37 BAB 35 : DI BALIK SUASANA PANTRI YANG TEMARAM
38 BAB 36 : PERTEMUAN TAK TERDUGA
39 BAB 37 : TAMPARAN REALITA
40 BAB 38 : PAGI YANG SEMBAB
41 BAB 39 : KILAS DENDAM DI BALIK SEDAN
42 BAB 40 : BIDAK BARU DALAM PERMAINAN
43 BAB 41 : KEMBALINYA SANG GUNUNG ES
44 BAB 42 : HUKUMAN UNTUK MU
45 BAB 43 : UJIAN DI RUANG MAHONI
46 BAB 44 : KEPANIKAN DI RUANG MAHONI
47 BAB 45 : BATAS AKHIR & RASA BERSALAH
48 BAB 46 : JAWABAN SEBELUM KATA PERTAMA
Episodes

Updated 48 Episodes

1
PROLOG : JERITAN DI KEGELAPAN
2
BAB 1 : TARGET SANG ATASAN
3
BAB 2 : SANKSI DAN KEGELAPAN
4
BAB 3 : SUARA DI BALIK BAYANG
5
BAB 4 : DESAS - DESUS BAYANGAN LALU
6
BAB 5 : DENDAM & JANJI
7
BAB 6 : BAYANG - BAYANG KEBENARAN YANG TERBALIK
8
BAB 7 : LUKA LAMA & PERTEMUAN TAK TERDUGA
9
BAB 8 : BAYANG - BAYANG DI LAMPU KOTA
10
BAB 9 : SISA ALKOHOL & PERTEMUAN TAK TERDUGA
11
BAB 10 : TEKANAN, INTRIK & UNDANGAN TAK TERDUGA
12
BAB 11 : JEBAKAN & BAYANG - BAYANG DARI KEJAUHAN
13
BAB 12 : SATU MALAM, WAJAH BARU
14
BAB 13 : SENGATAN DI UJUNG JARI
15
BAB 14 : DI ANTARA DUA SERIGALA
16
BAB 15 : SAUDARA YANG KEJAM
17
BAB 16 : KAMU MENYELAMATKAN KU
18
BAB 17 : HAMPA
19
BAB 18 : DEBARAN DI BALIK DENYUT KOTA
20
BAB 19 : MENEPIS RASA
21
BAB 20 : JEJAK YANG TERTINGGAL
22
BAB 21 : DI ANTARA BAYANG DAN KEWAJIBAN
23
BAB 22 : GARIS BATAS YANG DI TOLAK
24
BAB 23 : BAYANGAN CINTA PERTAMA
25
BAB 24 : ANTARA JARAK & PERHATIAN
26
BAB 25 : SALAH PAHAM YANG MANIS
27
BAB 26 : PERSIMPANGAN TAKDIR
28
BAB 27 : DUA RAHASIA DI SATU RUANGAN
29
BAB 28 : SATU MOBIL BERSAMA PEMANGSA
30
BAB 29 : PERGOLAKAN HATI
31
BAB 30 : SINYAL YANG HILANG
32
BAB 31 : KABAR BAHAGIA & GELISAH TERSEMBUNYI
33
BAB 32 : MATA YANG TAK BISA BERBOHONG
34
BAB 33 : GOSIP KUBIKEL & ANAK EMAS
35
BAB 34 : DI BAWAH LAMPU YANG TEMARAM
36
PEMERAN KARAKTER "ANGSA CANTIKKU"
37
BAB 35 : DI BALIK SUASANA PANTRI YANG TEMARAM
38
BAB 36 : PERTEMUAN TAK TERDUGA
39
BAB 37 : TAMPARAN REALITA
40
BAB 38 : PAGI YANG SEMBAB
41
BAB 39 : KILAS DENDAM DI BALIK SEDAN
42
BAB 40 : BIDAK BARU DALAM PERMAINAN
43
BAB 41 : KEMBALINYA SANG GUNUNG ES
44
BAB 42 : HUKUMAN UNTUK MU
45
BAB 43 : UJIAN DI RUANG MAHONI
46
BAB 44 : KEPANIKAN DI RUANG MAHONI
47
BAB 45 : BATAS AKHIR & RASA BERSALAH
48
BAB 46 : JAWABAN SEBELUM KATA PERTAMA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!