BAB 3 : SUARA DI BALIK BAYANG

​Aroma mint yang tajam dan sentuhan dingin di dahinya perlahan menarik kesadaran Lulu dari kegelapan pekat.

​Mata Lulu terbuka perlahan. Pandangannya kabur hanya menangkap siluet tegap seorang pria yang sedang berlutut di sampingnya. Bayangan perundungan masa SMA dan sosok misterius di gudang tadi kembali menjejali pikirannya.

​"J-jangan mendekat!" jerit Lulu histeris sambil memeluk dirinya sendiri, berusaha mundur ketakutan.

​"Tenang! Ini saya!"

​Sebuah suara berat dan tegas menahan bahu Lulu, mencegahnya menabrak sudut rak besi yang tajam. Saat penglihatannya kembali fokus, bayangan menakutkan itu sirna menguak sosok Angga yang menatapnya dengan raut wajah penuh kecemasan yang tak mampu ia sembunyikan.

​Lampu sorot darurat kecil dari ponsel Angga menyinari wajah Lulu yang pucat pasi dan basah oleh keringat dingin. Tubuh wanita itu masih gemetar hebat.

​"Pak... Angga?" suara Lulu tercekat, napasnya masih terengah-engah.

​"Kamu pingsan. Lampu gudang korsleting" kata Angga. Suaranya kembali diusahakan sedatar mungkin, tetapi cengkeraman tangannya di bahu Lulu terasa begitu erat dan protektif.

"Kenapa kamu berteriak ketakutan seperti itu? Kamu punya claustrophobia?"

​Lulu menggeleng pelan, enggan membeberkan trauma masa lalunya.

"T-tadi... saya mendengar suara langkah kaki mendekat, Pak. Saya pikir..."

​Angga memicingkan mata, melirik ke sekeliling lorong gudang yang sunyi dan remang.

"Langkah kaki? Itu langkah kaki saya. Saya kembali ke gudang karena berkas penting saya tertinggal di meja kamu, dan saya mendengar kamu berteriak"

​Seketika Lulu merasa bodoh sekaligus lega yang luar biasa. Jadi langkah cepat di tengah kegelapan tadi adalah Angga, bukan sosok pembunuh atau perundung dalam bayangannya.

​"Bisa berdiri?" tanya Angga singkat.

​Lulu mencoba bertumpu pada kakinya, tetapi lututnya yang lemas langsung menyerah. Ia hampir tersungkur jika saja lengan kekar Angga tidak dengan cepat menyergap pinggangnya.

​Tanpa mengucap sepatah kata pun dan tanpa memedulikan protes pelan dari Lulu, Angga menyusupkan tangan satunya di bawah lipatan lutut Lulu. Dalam satu gerakan mantap, Angga mengangkat tubuh wanita itu ke dalam gendongannya (bridal style).

​"P-pak! Saya bisa jalan sendiri"

​"Diam," potong Angga dingin, meski napas hangatnya yang berembus di pelipis Lulu membocorkan detak jantungnya yang berdebar tak beraturan.

"Kamu lemas. Jangan membantah kalau tidak mau saya jatuhkan"

​Lulu akhirnya membisu, menyandarkan kepalanya di dada bidang Angga. Di sana, di balik kemeja navy yang rapi, Lulu bisa mendengar detak jantung sang Manajer yang terasa cepat seolah pria dingin itu baru saja berlari ketakutan setengah mati.

​Angga membawa Lulu ke ruang kerjanya yang menyala terang oleh lampu darurat pribadi. Ia meletakkan Lulu dengan hati-hati di sofa empuk tempat biasanya ia menerima tamu VIP.

​Angga berlalu sejenak dan kembali membawa segelas air hangat serta secangkir teh manis. Ia menyodorkannya pada Lulu, lalu mengambil duduk di sofa seberang.

​"Minum," perintahnya singkat.

​Lulu menyesap teh manis itu perlahan. Rasa hangat menyapu kerongkongannya, perlahan meredakan gemetar di tangannya.

"Terima kasih, Pak... dan maaf saya malah merepotkan"

​Angga menatap Lulu dalam diam. Dari jarak sedekat ini tanpa tumpukan dokumen yang membatasi, Angga baru menyadari betapa ringkihnya wanita yang selama ini selalu pasang badan untuk kesalahan orang lain. Di balik kacamata tebalnya, mata Lulu memancarkan kepolosan dan ketulusan yang langka sesuatu yang sudah lama tidak Angga lihat sejak Anna pergi.

​Anna... Nama itu mendadak melintas di benak Angga, tetapi anehnya bayangan Anna kali ini samar dan tertutup oleh rasa khawatir yang asing terhadap wanita di hadapannya saat ini.

​"Kenapa kamu selalu mau menanggung kesalahan Indah?" tanya Angga tiba-tiba, memecah keheningan. Ton suaranya tidak lagi ketus, melainkan dipenuhi rasa ingin tahu yang dalam.

​Lulu menunduk, memainkan jemarinya di cangkir.

"Indah tidak jahat, Pak... dia hanya kurang paham. Lagipula, saya pengawasnya. Kalau dia gagal, berarti saya juga gagal membimbingnya"

​Angga tertawa kecil sebuah tawa samar dan tipis yang baru pertama kali Lulu dengar selama dua tahun bekerja di sana. Ketampanan Angga saat tersenyum begitu menyihir hingga membuat Lulu terpaku.

​"Kamu terlalu baik, Lulu. Di dunia kerja terutama di bawah pengawasan saya kebaikan tanpa batas cuma akan dijadikan keset oleh orang lain" ujar Angga pelan, namun matanya menatap Lulu dengan intensitas yang membuat napas Lulu tertahan.

​Angga berdiri, mengambil jasnya yang tersampir di kursi kerja.

​"Kerja malam ini selesai. Simpan semua berkas itu. Saya yang akan mengantar kamu pulang"

​Lulu mendongak kaget "Tapi, Pak, barang-barang di gudang belum selesai dicek"

​"Itu perintah, bukan penawaran" potong Angga tegas sembari meraih kunci mobilnya.

"Saya tidak mau bertanggung jawab kalau bawahan saya mati pingsan di gudang hanya karena terlalu keras kepala"

​Saat Angga berjalan mendahuluinya menuju pintu, Lulu terdiam di tempatnya. Di balik sosok atasan bertangan besi yang sangat ditakuti seluruh karyawan, malam ini Lulu melihat celah kecil dari perhatian yang disembunyikan Angga rapat-rapat.

​Namun, saat mereka melangkah keluar dari gedung kantor yang sepi menuju area parkir yang remang, dari kejauhan di balik bayang-bayang pohon tua di seberang jalan sepasang mata di balik topeng hitam polos terus mengawasi setiap pergerakan mereka dengan dingin.

Terpopuler

Comments

Rhica_Yubie

Rhica_Yubie

apakah hati Angga akan luluh dengan keberadaan lulu?

2026-08-27

1

Renarenn

Renarenn

aku bayangin scene ini ada suara "syalalalala" gitu🙏🤭

2026-08-25

1

Cimol krispy

Cimol krispy

Bener banget. Ditempat kerja, kalau kamu terlihat baik dan suka menolong, kamu malah dimanfaatkan sama rekan kerja

2026-08-17

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG : JERITAN DI KEGELAPAN
2 BAB 1 : TARGET SANG ATASAN
3 BAB 2 : SANKSI DAN KEGELAPAN
4 BAB 3 : SUARA DI BALIK BAYANG
5 BAB 4 : DESAS - DESUS BAYANGAN LALU
6 BAB 5 : DENDAM & JANJI
7 BAB 6 : BAYANG - BAYANG KEBENARAN YANG TERBALIK
8 BAB 7 : LUKA LAMA & PERTEMUAN TAK TERDUGA
9 BAB 8 : BAYANG - BAYANG DI LAMPU KOTA
10 BAB 9 : SISA ALKOHOL & PERTEMUAN TAK TERDUGA
11 BAB 10 : TEKANAN, INTRIK & UNDANGAN TAK TERDUGA
12 BAB 11 : JEBAKAN & BAYANG - BAYANG DARI KEJAUHAN
13 BAB 12 : SATU MALAM, WAJAH BARU
14 BAB 13 : SENGATAN DI UJUNG JARI
15 BAB 14 : DI ANTARA DUA SERIGALA
16 BAB 15 : SAUDARA YANG KEJAM
17 BAB 16 : KAMU MENYELAMATKAN KU
18 BAB 17 : HAMPA
19 BAB 18 : DEBARAN DI BALIK DENYUT KOTA
20 BAB 19 : MENEPIS RASA
21 BAB 20 : JEJAK YANG TERTINGGAL
22 BAB 21 : DI ANTARA BAYANG DAN KEWAJIBAN
23 BAB 22 : GARIS BATAS YANG DI TOLAK
24 BAB 23 : BAYANGAN CINTA PERTAMA
25 BAB 24 : ANTARA JARAK & PERHATIAN
26 BAB 25 : SALAH PAHAM YANG MANIS
27 BAB 26 : PERSIMPANGAN TAKDIR
28 BAB 27 : DUA RAHASIA DI SATU RUANGAN
29 BAB 28 : SATU MOBIL BERSAMA PEMANGSA
30 BAB 29 : PERGOLAKAN HATI
31 BAB 30 : SINYAL YANG HILANG
32 BAB 31 : KABAR BAHAGIA & GELISAH TERSEMBUNYI
33 BAB 32 : MATA YANG TAK BISA BERBOHONG
34 BAB 33 : GOSIP KUBIKEL & ANAK EMAS
35 BAB 34 : DI BAWAH LAMPU YANG TEMARAM
36 PEMERAN KARAKTER "ANGSA CANTIKKU"
37 BAB 35 : DI BALIK SUASANA PANTRI YANG TEMARAM
38 BAB 36 : PERTEMUAN TAK TERDUGA
39 BAB 37 : TAMPARAN REALITA
40 BAB 38 : PAGI YANG SEMBAB
41 BAB 39 : KILAS DENDAM DI BALIK SEDAN
42 BAB 40 : BIDAK BARU DALAM PERMAINAN
43 BAB 41 : KEMBALINYA SANG GUNUNG ES
44 BAB 42 : HUKUMAN UNTUK MU
45 BAB 43 : UJIAN DI RUANG MAHONI
46 BAB 44 : KEPANIKAN DI RUANG MAHONI
47 BAB 45 : BATAS AKHIR & RASA BERSALAH
48 BAB 46 : JAWABAN SEBELUM KATA PERTAMA
Episodes

Updated 48 Episodes

1
PROLOG : JERITAN DI KEGELAPAN
2
BAB 1 : TARGET SANG ATASAN
3
BAB 2 : SANKSI DAN KEGELAPAN
4
BAB 3 : SUARA DI BALIK BAYANG
5
BAB 4 : DESAS - DESUS BAYANGAN LALU
6
BAB 5 : DENDAM & JANJI
7
BAB 6 : BAYANG - BAYANG KEBENARAN YANG TERBALIK
8
BAB 7 : LUKA LAMA & PERTEMUAN TAK TERDUGA
9
BAB 8 : BAYANG - BAYANG DI LAMPU KOTA
10
BAB 9 : SISA ALKOHOL & PERTEMUAN TAK TERDUGA
11
BAB 10 : TEKANAN, INTRIK & UNDANGAN TAK TERDUGA
12
BAB 11 : JEBAKAN & BAYANG - BAYANG DARI KEJAUHAN
13
BAB 12 : SATU MALAM, WAJAH BARU
14
BAB 13 : SENGATAN DI UJUNG JARI
15
BAB 14 : DI ANTARA DUA SERIGALA
16
BAB 15 : SAUDARA YANG KEJAM
17
BAB 16 : KAMU MENYELAMATKAN KU
18
BAB 17 : HAMPA
19
BAB 18 : DEBARAN DI BALIK DENYUT KOTA
20
BAB 19 : MENEPIS RASA
21
BAB 20 : JEJAK YANG TERTINGGAL
22
BAB 21 : DI ANTARA BAYANG DAN KEWAJIBAN
23
BAB 22 : GARIS BATAS YANG DI TOLAK
24
BAB 23 : BAYANGAN CINTA PERTAMA
25
BAB 24 : ANTARA JARAK & PERHATIAN
26
BAB 25 : SALAH PAHAM YANG MANIS
27
BAB 26 : PERSIMPANGAN TAKDIR
28
BAB 27 : DUA RAHASIA DI SATU RUANGAN
29
BAB 28 : SATU MOBIL BERSAMA PEMANGSA
30
BAB 29 : PERGOLAKAN HATI
31
BAB 30 : SINYAL YANG HILANG
32
BAB 31 : KABAR BAHAGIA & GELISAH TERSEMBUNYI
33
BAB 32 : MATA YANG TAK BISA BERBOHONG
34
BAB 33 : GOSIP KUBIKEL & ANAK EMAS
35
BAB 34 : DI BAWAH LAMPU YANG TEMARAM
36
PEMERAN KARAKTER "ANGSA CANTIKKU"
37
BAB 35 : DI BALIK SUASANA PANTRI YANG TEMARAM
38
BAB 36 : PERTEMUAN TAK TERDUGA
39
BAB 37 : TAMPARAN REALITA
40
BAB 38 : PAGI YANG SEMBAB
41
BAB 39 : KILAS DENDAM DI BALIK SEDAN
42
BAB 40 : BIDAK BARU DALAM PERMAINAN
43
BAB 41 : KEMBALINYA SANG GUNUNG ES
44
BAB 42 : HUKUMAN UNTUK MU
45
BAB 43 : UJIAN DI RUANG MAHONI
46
BAB 44 : KEPANIKAN DI RUANG MAHONI
47
BAB 45 : BATAS AKHIR & RASA BERSALAH
48
BAB 46 : JAWABAN SEBELUM KATA PERTAMA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!