BAB 2 : SANKSI DAN KEGELAPAN

Tring... tring... tring!

​Alarm di sudut meja berdering nyaring tepat pukul 06.00 WIB. Angga tersentak, mengusap wajahnya yang kusut. Ruangan 2x3 meter itu berantakan. Sebagai Manajer Logistik selama lima tahun, waktu libur adalah kemewahan yang tak pernah ia miliki. Rasa lelah dan bayang-bayang masa lalu terus menghantuinya.

​Angga merapikan kertas yang berceceran dengan sangat telaten dan detail. Setelah selesai, ia mengempaskan tubuh di sofa. Matanya terpejam, melayang pada sosok Anna—kekasih yang meninggalkannya tanpa kabar setelah delapan tahun bersama. Luka itu begitu dalam, membekukan hatinya untuk wanita mana pun.

​Usai membasuh muka dan mengenakan kemeja navy resmi perusahaan, Angga menatap cermin. Model rambut short and spiky mempertegas wajah tampannya yang dingin. Pukul 07.50 WIB, agenda rapat dan pengawasan barang sudah menanti.

​Namun saat melangkah keluar ruangan, raut wajahnya seketika menyipit tajam. ​Di depan meja administrasi, tiga bawahannya yaitu Lulu, Indah dan Rama malah berkerumun. Mood pagi Angga hancur seketika.

​"Ngapain berkerumun? Sudah tak ada pekerjaan?" Tegur Angga dingin, suaranya menggelegar menghentikan obrolan mereka.

​Seketika atmosfer di ruangan itu membeku. Langkah sepatu kulit Angga mendekat dengan aura mengintimidasi.

​"Sial..." gumam Rama, pucat pasi.

​"Lulu, gimana dong?" bisik Indah gemetaran, berlindung di balik punggung Lulu.

​"Tenang, Ndah. Kita hadapi" bisik Lulu pelan.

​"Kenapa diam? Apa kalian sudah bosan kerja dan ingin dipecat?" ketus Angga, menatap mereka satu per satu dengan pandangan meremehkan.

​"A-anu, Pak... Indah bisa jelaskan..." Rama memberanikan diri menunjuk Indah.

​Indah yang terdesak langsung berlutut dan bersimpuh di lantai.

"Maafkan saya, Pak! Saya melakukan kesalahan lagi..."

​Lulu terperanjat melihat tindakan Indah yang berlebihan. Ia berusaha menarik lengan Indah untuk berdiri, namun Indah menolaknya sambil menunduk dalam.

​Angga menghela napas berat, menatap Indah dengan tatapan muak. Indah memang terkenal manja, anak orang kaya yang masuk lewat "jalur belakang" dan sudah puluhan kali membuat kekacauan stok hingga perusahaan rugi.

​"Cepat katakan, kesalahan apa lagi?" potong Angga tak sabar.

​"Saya... belum menyelesaikan pencatatan barang yang Bapak minta. Saya lupa..." Indah gugup.

​Angga memijat pelipisnya yang mendadak pening. Aturan perusahaan harusnya sudah cukup untuk memecat Indah, namun intervensi orang tua Indah membuat posisinya tertahan.

​Melihat Indah yang pucat ketakutan, Lulu akhirnya melangkah ke depan.

​"Saya yang salah, Pak" potong Lulu tegas dan tenang.

"Sebagai pengawas, saya lalai mengingatkan dan memeriksa pekerjaan Indah"

​Sontak Rama dan Indah membelalak. Angga tersenyum sinis, menatap Lulu yang berani pasang badan.

​Melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 09.20 WIB dan rapat pimpinan segera dimulai, Angga menahan amarahnya.

​"Indah, berdiri!" perintah Angga datar. Indah bergegas bangkit.

"Mulai hari ini, gaji kamu dipotong dan kamu dilarang menyentuh tugas apa pun."

​Ajaibnya, Indah justru tersenyum lega. Asal tidak dipecat dan bisa terus melihat Angga, ia tidak peduli.

​Pandangan tajam Angga kini beralih sepenuhnya pada Lulu.

"Dan kamu... temui saya di ruangan setelah rapat. Jangan coba-coba pulang sebelum bertemu saya. Pekerjaanmu malam ini akan sangat banyak"

​"Baik, Pak. Saya tidak akan pulang" sahut Lulu tenang, meski dalam hati ia menelan ludah membayangkan luasnya area gudang di malam hari.

​Malam makin larut dan waktu sudah menunjukkan Pukul 22.30 WIB, kantor logistik sudah sepi dan mencekam. Rama dan Indah sudah pulang lebih dulu setelah sempat mewanti-wanti Lulu agar berhati-hati.

​Lulu yang menahan kantuk akhirnya tertidur di atas mejanya.

​BRAK!

​Setumpuk berkas tebal dijatuhkan kasar ke mejanya, membuat Lulu tersentak bangun. Ia menyambar kacamatanya dan mendapati Angga berdiri tegap di hadapannya.

​"Nyenyak tidurnya?" sindir Angga dingin.

"Cocokkan semua berkas ini dengan barang di gudang malam ini juga. Satu saja ada kesalahan, surat pemecatanmu langsung keluar"

​Tanpa menunggu jawaban, Angga berlalu. Lulu menghela napas, mengatur alarm ponselnya setiap satu jam agar tidak tertidur lalu berjalan menuju gudang penyimpanan yang luas dan remang.

​Di antara tumpukan barisan rak tinggi, Lulu mulai memeriksa barang satu per satu. Namun saat ia fokus mencatat...

​PLEK! TRASSSHH!

​Seluruh lampu gudang mendadak padam total. Kegelapan pekat langsung menelan ruangan.

​"A-apa ada orang di luar?" panggil Lulu, suaranya mulai bergetar.

​Ia meraba saku celananya kosong! Ponselnya tertinggal di meja kerja. Panik mulai menguasai dirinya. Trauma masa lalu saat ia dikunci di ruangan gelap oleh perundung SMA-nya mendadak bangkit, mencekik lehernya hingga sulit bernapas.

​"Tolong! Pak Angga... Tolong!" teriak Lulu histeris dalam kegelapan.

​Tap... tap... tap...

​Bukan jawaban yang ia dapat, melainkan suara langkah kaki berayun cepat di atas lantai semen. Langkah itu bukan langkah santai melainkan langkah mantap yang dengan sengaja bergerak lurus menuju ke arahnya!

​"S-siapa di sana...?" bisik Lulu dengan tubuh gemetar hebat dan keringat dingin membasahi pelipis.

​Sesosok bayangan bertubuh tinggi besar berdiri makin dekat di dalam kegelapan. Sebelum Lulu sempat menjerit, pandangannya menggelap total dan tubuhnya ambruk pingsan ke lantai.

Terpopuler

Comments

Kartika Candrabuwana

Kartika Candrabuwana

listriknya mati atau konslet tuh? sabotase?

2026-08-20

1

🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪

🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪

🗿 jangan² Lulu korban selanjutnya

2026-08-18

1

Rhica_Yubie

Rhica_Yubie

Di luar sana masih ada wanita yg jauh lebih baik dari mantan mu ngga,, lupakan saja dia dan rasa sakit itu.

2026-08-26

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG : JERITAN DI KEGELAPAN
2 BAB 1 : TARGET SANG ATASAN
3 BAB 2 : SANKSI DAN KEGELAPAN
4 BAB 3 : SUARA DI BALIK BAYANG
5 BAB 4 : DESAS - DESUS BAYANGAN LALU
6 BAB 5 : DENDAM & JANJI
7 BAB 6 : BAYANG - BAYANG KEBENARAN YANG TERBALIK
8 BAB 7 : LUKA LAMA & PERTEMUAN TAK TERDUGA
9 BAB 8 : BAYANG - BAYANG DI LAMPU KOTA
10 BAB 9 : SISA ALKOHOL & PERTEMUAN TAK TERDUGA
11 BAB 10 : TEKANAN, INTRIK & UNDANGAN TAK TERDUGA
12 BAB 11 : JEBAKAN & BAYANG - BAYANG DARI KEJAUHAN
13 BAB 12 : SATU MALAM, WAJAH BARU
14 BAB 13 : SENGATAN DI UJUNG JARI
15 BAB 14 : DI ANTARA DUA SERIGALA
16 BAB 15 : SAUDARA YANG KEJAM
17 BAB 16 : KAMU MENYELAMATKAN KU
18 BAB 17 : HAMPA
19 BAB 18 : DEBARAN DI BALIK DENYUT KOTA
20 BAB 19 : MENEPIS RASA
21 BAB 20 : JEJAK YANG TERTINGGAL
22 BAB 21 : DI ANTARA BAYANG DAN KEWAJIBAN
23 BAB 22 : GARIS BATAS YANG DI TOLAK
24 BAB 23 : BAYANGAN CINTA PERTAMA
25 BAB 24 : ANTARA JARAK & PERHATIAN
26 BAB 25 : SALAH PAHAM YANG MANIS
27 BAB 26 : PERSIMPANGAN TAKDIR
28 BAB 27 : DUA RAHASIA DI SATU RUANGAN
29 BAB 28 : SATU MOBIL BERSAMA PEMANGSA
30 BAB 29 : PERGOLAKAN HATI
31 BAB 30 : SINYAL YANG HILANG
32 BAB 31 : KABAR BAHAGIA & GELISAH TERSEMBUNYI
33 BAB 32 : MATA YANG TAK BISA BERBOHONG
34 BAB 33 : GOSIP KUBIKEL & ANAK EMAS
35 BAB 34 : DI BAWAH LAMPU YANG TEMARAM
36 PEMERAN KARAKTER "ANGSA CANTIKKU"
37 BAB 35 : DI BALIK SUASANA PANTRI YANG TEMARAM
38 BAB 36 : PERTEMUAN TAK TERDUGA
39 BAB 37 : TAMPARAN REALITA
40 BAB 38 : PAGI YANG SEMBAB
41 BAB 39 : KILAS DENDAM DI BALIK SEDAN
42 BAB 40 : BIDAK BARU DALAM PERMAINAN
43 BAB 41 : KEMBALINYA SANG GUNUNG ES
44 BAB 42 : HUKUMAN UNTUK MU
45 BAB 43 : UJIAN DI RUANG MAHONI
46 BAB 44 : KEPANIKAN DI RUANG MAHONI
47 BAB 45 : BATAS AKHIR & RASA BERSALAH
48 BAB 46 : JAWABAN SEBELUM KATA PERTAMA
Episodes

Updated 48 Episodes

1
PROLOG : JERITAN DI KEGELAPAN
2
BAB 1 : TARGET SANG ATASAN
3
BAB 2 : SANKSI DAN KEGELAPAN
4
BAB 3 : SUARA DI BALIK BAYANG
5
BAB 4 : DESAS - DESUS BAYANGAN LALU
6
BAB 5 : DENDAM & JANJI
7
BAB 6 : BAYANG - BAYANG KEBENARAN YANG TERBALIK
8
BAB 7 : LUKA LAMA & PERTEMUAN TAK TERDUGA
9
BAB 8 : BAYANG - BAYANG DI LAMPU KOTA
10
BAB 9 : SISA ALKOHOL & PERTEMUAN TAK TERDUGA
11
BAB 10 : TEKANAN, INTRIK & UNDANGAN TAK TERDUGA
12
BAB 11 : JEBAKAN & BAYANG - BAYANG DARI KEJAUHAN
13
BAB 12 : SATU MALAM, WAJAH BARU
14
BAB 13 : SENGATAN DI UJUNG JARI
15
BAB 14 : DI ANTARA DUA SERIGALA
16
BAB 15 : SAUDARA YANG KEJAM
17
BAB 16 : KAMU MENYELAMATKAN KU
18
BAB 17 : HAMPA
19
BAB 18 : DEBARAN DI BALIK DENYUT KOTA
20
BAB 19 : MENEPIS RASA
21
BAB 20 : JEJAK YANG TERTINGGAL
22
BAB 21 : DI ANTARA BAYANG DAN KEWAJIBAN
23
BAB 22 : GARIS BATAS YANG DI TOLAK
24
BAB 23 : BAYANGAN CINTA PERTAMA
25
BAB 24 : ANTARA JARAK & PERHATIAN
26
BAB 25 : SALAH PAHAM YANG MANIS
27
BAB 26 : PERSIMPANGAN TAKDIR
28
BAB 27 : DUA RAHASIA DI SATU RUANGAN
29
BAB 28 : SATU MOBIL BERSAMA PEMANGSA
30
BAB 29 : PERGOLAKAN HATI
31
BAB 30 : SINYAL YANG HILANG
32
BAB 31 : KABAR BAHAGIA & GELISAH TERSEMBUNYI
33
BAB 32 : MATA YANG TAK BISA BERBOHONG
34
BAB 33 : GOSIP KUBIKEL & ANAK EMAS
35
BAB 34 : DI BAWAH LAMPU YANG TEMARAM
36
PEMERAN KARAKTER "ANGSA CANTIKKU"
37
BAB 35 : DI BALIK SUASANA PANTRI YANG TEMARAM
38
BAB 36 : PERTEMUAN TAK TERDUGA
39
BAB 37 : TAMPARAN REALITA
40
BAB 38 : PAGI YANG SEMBAB
41
BAB 39 : KILAS DENDAM DI BALIK SEDAN
42
BAB 40 : BIDAK BARU DALAM PERMAINAN
43
BAB 41 : KEMBALINYA SANG GUNUNG ES
44
BAB 42 : HUKUMAN UNTUK MU
45
BAB 43 : UJIAN DI RUANG MAHONI
46
BAB 44 : KEPANIKAN DI RUANG MAHONI
47
BAB 45 : BATAS AKHIR & RASA BERSALAH
48
BAB 46 : JAWABAN SEBELUM KATA PERTAMA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!