Bab 3 – Persiapan

Rapat berakhir hampir dua jam kemudian.

Sebelum meninggalkan ruangan, setiap anggota tim diminta menyerahkan seluruh perangkat komunikasi pribadi. Sebagai gantinya, mereka menerima sebuah gelang identitas berwarna hitam.

Petugas keamanan menjelaskan fungsinya.

"Gelang ini adalah identitas resmi kalian selama misi. Seluruh akses ke ESS Horizon menggunakan gelang ini, mulai dari membuka pintu hingga mengakses data. Jangan sampai hilang."

Darius memasang gelangnya sambil bergumam, "Kalau hilang?"

"Anda tidak akan bisa masuk ke kamar sendiri."

Beberapa orang tertawa kecil.

Suasana yang sejak tadi tegang mulai sedikit mencair.

---

Di koridor luar, Kael berjalan berdampingan dengan Kapten Idris.

"Kau kelihatan sedang berpikir."

Kael mengangguk.

"Ada yang mengganggu."

"Apa?"

"Kenapa hanya dua belas orang?"

Kapten Idris menatap ke depan.

"Menurutmu berapa kru ideal untuk ekspedisi seperti ini?"

"Lima puluh sampai seratus."

"Itu juga pendapatku."

"Lalu kenapa dua belas?"

Kapten Idris berhenti di depan lift.

"Itu pertanyaan yang sama dengan yang kutanyakan kepada Dewan."

"Jawaban mereka?"

"'Semakin sedikit orang yang tahu, semakin kecil risikonya.'"

"Risiko apa?"

Kapten Idris menggeleng.

"Mereka tidak menjelaskan."

Pintu lift terbuka.

Keduanya masuk tanpa melanjutkan pembicaraan.

---

Sementara itu, Lyra menuju laboratoriumnya untuk membereskan penelitian yang belum selesai.

Asistennya, Nia, sudah menunggu.

"Jadi benar?"

Lyra mengangguk.

"Aku berangkat lusa."

"Berapa lama?"

"Belum ada kepastian."

Nia menghela napas.

"Kalau begitu penelitian tanaman di Vega-12 bagaimana?"

"Kamu yang lanjutkan."

"Aku?"

"Kamu sudah ikut proyek ini selama tiga tahun."

"Tapi..."

"Nia."

Lyra menatap asistennya.

"Kalau aku tidak kembali, seluruh data penelitian menjadi tanggung jawabmu."

Nia terdiam.

Ia ingin membantah, tetapi tidak sanggup.

---

Di hanggar utama, ESS Horizon mulai dipersiapkan.

Puluhan kontainer logistik dimasukkan ke ruang kargo.

Robot pengangkat bekerja tanpa henti.

Insinyur reaktor memeriksa inti energi kapal untuk terakhir kalinya.

"Kondisi reaktor?"

"Stabil."

"Cadangan bahan bakar?"

"Cukup untuk empat tahun operasi."

Darius melihat daftar logistik.

"Kenapa persediaan makanan sebanyak ini?"

Petugas logistik menjawab,

"Perintah langsung dari Dewan."

"Padahal misi ini diperkirakan kurang dari satu tahun."

"Perintahnya tetap empat tahun."

Darius saling berpandangan dengan Kael.

Tidak ada yang mengomentari lagi.

---

Sore harinya seluruh anggota tim mendapat kesempatan memeriksa kapal.

Kapten Idris memimpin tur singkat.

"Ini dek komando."

"Di bawahnya ruang mesin."

"Dek tiga berisi laboratorium."

"Dek empat adalah ruang medis."

"Dek lima untuk tempat tinggal kru."

Ia berhenti di depan sebuah pintu besar.

"Ruangan ini hanya bisa diakses oleh saya, Kael, dan AURA."

Seorang analis data bertanya.

"Isinya apa?"

"Pusat data rahasia."

"Termasuk data sinyal?"

"Ya."

Tidak ada pertanyaan lanjutan.

---

Ketika rombongan tiba di laboratorium biologi, Lyra mulai memeriksa fasilitas yang tersedia.

"Peralatannya baru semua."

Kepala teknisi mengangguk.

"Laboratorium ini dibangun sesuai daftar yang Anda kirim enam bulan lalu."

Lyra terlihat heran.

"Enam bulan?"

"Ya."

"Saya tidak pernah mengirim daftar."

Teknisi membuka tabletnya.

"Permintaan itu memakai identitas Anda."

Lyra mengambil tablet tersebut.

Di layar memang tercantum namanya.

Namun tanggal pengirimannya membuat dahinya berkerut.

Enam bulan yang lalu.

Saat itu ia sedang berada di planet Argen dan tidak memiliki akses ke jaringan pusat PPM.

"Ini aneh..."

"Ada masalah?"

Lyra mengembalikan tablet.

"Mungkin kesalahan administrasi."

Meski berkata demikian, ia sama sekali tidak yakin.

---

Malam menjelang.

Sebagian besar anggota tim sudah kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Kael memilih tetap berada di hanggar.

Ia memperhatikan ESS Horizon yang kini hampir selesai dipersiapkan.

"Aku tahu kau ada di sini."

Kael menoleh.

Darius datang membawa dua gelas kopi.

"Satu untukmu."

"Terima kasih."

Mereka berdiri menghadap kapal.

"Kau percaya sama sinyal itu?" tanya Darius.

"Percaya."

"Maksudku, kau percaya itu berasal dari makhluk lain?"

Kael meminum kopinya sebelum menjawab.

"Aku tidak tahu."

"Tapi kalau Dewan merahasiakannya selama tiga minggu, berarti mereka menemukan sesuatu yang tidak ada dalam laporan resmi."

Darius mengangguk pelan.

"Itu juga yang kupikirkan."

---

Di waktu yang hampir bersamaan...

Di sebuah ruangan yang jauh lebih dalam dari markas armada, hanya ada tiga orang.

Laksamana Rowan.

Ketua Dewan PPM.

Dan seorang wanita tua yang memimpin Divisi Intelijen.

Sebuah layar menampilkan data yang tidak pernah diperlihatkan kepada dua belas anggota ekspedisi.

Ketua Dewan memecah keheningan.

"Apakah mereka sudah diberi seluruh informasi?"

Wanita tua itu menjawab singkat.

"Belum."

"Bagian mana yang disembunyikan?"

Ia menyentuh layar.

Peta Galaksi Asterion muncul.

Kemudian muncul beberapa titik kecil berwarna biru.

Jumlahnya puluhan.

"Itu apa?" tanya Rowan.

"Ekspedisi."

"Maksud Anda..."

"Ya."

Wanita itu menarik napas pelan.

"Dalam seratus lima puluh tahun terakhir..."

"...PPM telah mengirim dua puluh tiga ekspedisi ke arah Galaksi Asterion."

Rowan langsung menatapnya.

"Dua puluh tiga?"

"Benar."

"Lalu kenapa arsip resmi hanya mencatat satu?"

"Karena dua puluh dua lainnya..."

Wanita itu menghentikan kalimatnya sejenak.

"...tidak pernah kembali."

Ruangan kembali sunyi.

Ketua Dewan mematikan layar.

"Kalau begitu, semoga ekspedisi kedua puluh empat membawa jawaban."

Episodes
1 Bab 1 – Perintah Prioritas
2 Bab 2 – Dua Belas Orang
3 Bab 3 – Persiapan
4 Bab 4 – Keberangkatan
5 Bab 5 – Wilayah Tak Bertanda
6 Bab 6 – Jejak Pertama
7 Bab 7 – Rekaman Terakhir
8 Bab 8 – Sumber Sinyal
9 Bab 9 – Objek Tanpa Jejak
10 Bab 10 – Pos Observasi Tujuh
11 Bab 11 – Memasuki Pos Observasi Tujuh
12 Bab 12 – Lorong yang Sunyi
13 Bab 13 – Arsip yang Terlupakan
14 Bab 14 – Ruang Pertemuan
15 Bab 15 – Keputusan Kapten
16 Bab 16 – Orang Pertama yang Terbangun
17 Bab 17 – Kesaksian Sofia
18 Bab 18 – Penjaga Terakhir
19 Bab 19 – Zona Inti
20 Bab 20 – Penghalang
21 Bab 21 – Sistem Omega
22 Bab 22 – Warisan Elias
23 Bab 23 – Kapal yang Tak Dikenal
24 Bab 24 – Garis Keturunan
25 Bab 25 – Armada yang Hilang
26 Bab 26 – Gelombang Pertama
27 Bab 27 – Pesan dari Armada
28 Bab 28 – Keputusan Sang Navigator
29 Bab 29 – Dewan Kapal
30 Bab 30 – Kapal Pioneer
31 Bab 31 – Kunci Navigator
32 Bab 32 – Target Baru
33 Bab 33 – Suara dari Kegelapan
34 Bab 34 – Awak yang Terpilih
35 Bab 35 – Dua Suara
36 Bab 36 – Delapan Awak
37 Bab 37 – Peluncuran
38 Bab 38 – Lompatan Pertama
39 Bab 39 – Di Balik Formasi Sigma
40 Bab 40 – Ujian Pertama
41 Bab 41 – Pilihan Pertama
42 Bab 42 – Kuburan Armada
43 Bab 43 – Penjaga Kuburan
44 Bab 44 – Menara Penjaga
45 Bab 45 – Langkah Pertama
46 Bab 46 – Bayangan di Dalam Menara
47 Bab 47 – Kebangkitan
48 Bab 48 – Segel yang Retak
49 Bab 49 – Ruang Inti
50 Bab 50 – Inti Asterion
51 Bab 51 – Suara dari Balik Pintu
52 Bab 52 – Rekaman yang Mustahil
53 Bab 53 – Gema Masa Lalu
54 Bab 54 – Kebenaran yang Dipilih
55 Bab 55 – Tujuh Segel
56 Bab 56 – Pewaris Navigator
57 Bab 57 – Pintu yang Tidak Dibuka
58 Bab 58 – Penjaga Terakhir
59 Bab 59 – Celah Pertama
60 Bab 60 – Tangan dari Kegelapan
61 Bab 61 – Langit yang Padam
62 Bab 62 – Ruang Fondasi
63 Bab 63 – Penjaga Cahaya
64 Bab 64 – Runtuhnya Segel Kedua
65 Bab 65 – Bayangan yang Berbisik
66 Bab 66 – Rahasia di Bawah Fondasi
67 Bab 67 – Anak dari Ark
68 Bab 68 – Pilihan Para Pewaris
69 Bab 69 – Armada Tanpa Lambang
70 Bab 70 – Orion
71 Bab 71 – Kesepakatan yang Mustahil
72 Bab 72 – Langit yang Terbelah
73 Bab 73 – Cahaya Pertama
74 Bab 74 – Perisai Asterion
75 Bab 75 – Lorong Menuju Gerbang
76 Bab 76 – Melangkah Maju
77 Bab 77 – Tangan dari Kegelapan
78 Bab 78 – Pengorbanan Pertama
79 Bab 79 – Sumpah Lima Ribu Tahun
80 Bab 80 – Gerbang yang Tertutup
81 Bab 81 – Setelah Pertempuran
82 Bab 82 – Warisan Asterion
83 Bab 83 – Perjalanan Pulang
84 Bab 84 – Rahasia yang Terhapus
85 Bab 85 – Rumah
86 Bab 86 – Dunia yang Berubah
87 Bab 87 – Sinyal Baru
88 Bab 88 – Langit yang Sama
89 Bab 89 – Cahaya yang Tak Pernah Padam
90 Bab 90 – Sebelum Sinyal Berikutnya
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 1 – Perintah Prioritas
2
Bab 2 – Dua Belas Orang
3
Bab 3 – Persiapan
4
Bab 4 – Keberangkatan
5
Bab 5 – Wilayah Tak Bertanda
6
Bab 6 – Jejak Pertama
7
Bab 7 – Rekaman Terakhir
8
Bab 8 – Sumber Sinyal
9
Bab 9 – Objek Tanpa Jejak
10
Bab 10 – Pos Observasi Tujuh
11
Bab 11 – Memasuki Pos Observasi Tujuh
12
Bab 12 – Lorong yang Sunyi
13
Bab 13 – Arsip yang Terlupakan
14
Bab 14 – Ruang Pertemuan
15
Bab 15 – Keputusan Kapten
16
Bab 16 – Orang Pertama yang Terbangun
17
Bab 17 – Kesaksian Sofia
18
Bab 18 – Penjaga Terakhir
19
Bab 19 – Zona Inti
20
Bab 20 – Penghalang
21
Bab 21 – Sistem Omega
22
Bab 22 – Warisan Elias
23
Bab 23 – Kapal yang Tak Dikenal
24
Bab 24 – Garis Keturunan
25
Bab 25 – Armada yang Hilang
26
Bab 26 – Gelombang Pertama
27
Bab 27 – Pesan dari Armada
28
Bab 28 – Keputusan Sang Navigator
29
Bab 29 – Dewan Kapal
30
Bab 30 – Kapal Pioneer
31
Bab 31 – Kunci Navigator
32
Bab 32 – Target Baru
33
Bab 33 – Suara dari Kegelapan
34
Bab 34 – Awak yang Terpilih
35
Bab 35 – Dua Suara
36
Bab 36 – Delapan Awak
37
Bab 37 – Peluncuran
38
Bab 38 – Lompatan Pertama
39
Bab 39 – Di Balik Formasi Sigma
40
Bab 40 – Ujian Pertama
41
Bab 41 – Pilihan Pertama
42
Bab 42 – Kuburan Armada
43
Bab 43 – Penjaga Kuburan
44
Bab 44 – Menara Penjaga
45
Bab 45 – Langkah Pertama
46
Bab 46 – Bayangan di Dalam Menara
47
Bab 47 – Kebangkitan
48
Bab 48 – Segel yang Retak
49
Bab 49 – Ruang Inti
50
Bab 50 – Inti Asterion
51
Bab 51 – Suara dari Balik Pintu
52
Bab 52 – Rekaman yang Mustahil
53
Bab 53 – Gema Masa Lalu
54
Bab 54 – Kebenaran yang Dipilih
55
Bab 55 – Tujuh Segel
56
Bab 56 – Pewaris Navigator
57
Bab 57 – Pintu yang Tidak Dibuka
58
Bab 58 – Penjaga Terakhir
59
Bab 59 – Celah Pertama
60
Bab 60 – Tangan dari Kegelapan
61
Bab 61 – Langit yang Padam
62
Bab 62 – Ruang Fondasi
63
Bab 63 – Penjaga Cahaya
64
Bab 64 – Runtuhnya Segel Kedua
65
Bab 65 – Bayangan yang Berbisik
66
Bab 66 – Rahasia di Bawah Fondasi
67
Bab 67 – Anak dari Ark
68
Bab 68 – Pilihan Para Pewaris
69
Bab 69 – Armada Tanpa Lambang
70
Bab 70 – Orion
71
Bab 71 – Kesepakatan yang Mustahil
72
Bab 72 – Langit yang Terbelah
73
Bab 73 – Cahaya Pertama
74
Bab 74 – Perisai Asterion
75
Bab 75 – Lorong Menuju Gerbang
76
Bab 76 – Melangkah Maju
77
Bab 77 – Tangan dari Kegelapan
78
Bab 78 – Pengorbanan Pertama
79
Bab 79 – Sumpah Lima Ribu Tahun
80
Bab 80 – Gerbang yang Tertutup
81
Bab 81 – Setelah Pertempuran
82
Bab 82 – Warisan Asterion
83
Bab 83 – Perjalanan Pulang
84
Bab 84 – Rahasia yang Terhapus
85
Bab 85 – Rumah
86
Bab 86 – Dunia yang Berubah
87
Bab 87 – Sinyal Baru
88
Bab 88 – Langit yang Sama
89
Bab 89 – Cahaya yang Tak Pernah Padam
90
Bab 90 – Sebelum Sinyal Berikutnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!