Bab 5 – Wilayah Tak Bertanda

ESS Horizon melaju stabil dengan kecepatan warp.

Di layar navigasi, peta bintang mulai bertambah sedikit demi sedikit. Setiap sistem yang mereka lewati langsung dipindai dan disimpan ke dalam basis data kapal.

AURA melaporkan.

"Wilayah baru berhasil dipetakan."

"Radius pemindaian bertambah 2,8 tahun cahaya."

Kapten Idris mengangguk.

"Simpan seluruh data."

"Sudah."

Kael memperhatikan layar utama.

Di luar jendela hanya terlihat cahaya bintang yang memanjang akibat perjalanan warp.

"Berapa lama lagi sampai titik pemberhentian pertama?" tanyanya.

Navigator menjawab, "Tiga belas jam."

---

Suasana di kapal mulai lebih santai.

Karena seluruh sistem berjalan normal, sebagian kru memanfaatkan waktu untuk saling mengenal.

Di ruang makan, Darius membawa nampan berisi makanan.

"Masih belum terbiasa dengan makanan sintetis?" tanyanya kepada Lyra.

Lyra menggeleng.

"Bukan soal rasanya."

"Lalu?"

"Saya lebih suka memasak."

Darius tertawa.

"Di kapal ini kita beruntung kalau sempat makan tepat waktu."

Rina yang duduk di sebelah mereka ikut tersenyum.

"Kalau misi selesai, saya ingin mencoba masakan Dokter Lyra."

"Kalau kita semua pulang dengan selamat, saya masakkan."

"Janji?"

"Janji."

Percakapan sederhana itu membuat suasana menjadi lebih akrab.

---

Sementara itu, Kael berada di ruang observasi.

AURA muncul sebagai hologram.

"Anda belum beristirahat selama sembilan belas jam."

"Aku belum mengantuk."

"Saya mendeteksi tingkat kelelahan mulai meningkat."

Kael tersenyum tipis.

"Sejak kapan kau mengkhawatirkan manusia?"

"Itu salah satu fungsi saya."

Kael memandang ruang antarbintang di luar kaca.

"AURA."

"Ya."

"Menurutmu, bagaimana kemungkinan kita menemukan sesuatu di Asterion?"

AI itu menjawab tanpa jeda.

"Berdasarkan data yang tersedia, kemungkinan menemukan sumber sinyal sebesar 67 persen."

"Dan kemungkinan kita pulang?"

"Tidak cukup data untuk menghitungnya."

Kael mengangguk pelan.

Jawaban itu terdengar lebih jujur daripada perkiraan apa pun.

---

Enam jam kemudian.

Alarm pendek berbunyi di dek komando.

Seluruh perwira segera kembali ke pos masing-masing.

"Ada apa?" tanya Kapten Idris.

Operator sensor memperbesar layar.

"Kami menangkap objek di depan."

"Jarak?"

"Lima juta kilometer."

"Identifikasi."

Beberapa detik berlalu.

AURA menjawab.

"Objek bukan kapal."

"Bukan asteroid."

"Komposisinya didominasi logam."

Kael mendekati layar.

"Perbesar."

Gambar yang muncul masih buram.

Bentuknya tidak beraturan.

Seolah-olah merupakan kumpulan pecahan yang saling menempel.

"Kita dekati perlahan."

Perintah Kapten Idris langsung dijalankan.

---

Semakin dekat...

Semakin jelas bentuk objek tersebut.

Darius mengernyit.

"Itu seperti..."

Lyra menyela.

"Bangunan?"

"Tidak."

Kael menggeleng.

"Lebih mirip puing."

ESS Horizon berhenti pada jarak aman.

Drone pengintai segera diluncurkan.

Seluruh kru memperhatikan tayangan langsung dari kamera drone.

Puing logam itu berukuran hampir dua ratus meter.

Sebagiannya hangus.

Sebagian lagi tertutup lapisan es tipis.

Rina memperbesar salah satu sisi benda itu.

"Tunggu."

"Ada tulisan."

Resolusi gambar ditingkatkan.

Huruf demi huruf mulai terlihat.

Kapten Idris berdiri dari kursinya.

"Itu..."

Kael membaca tulisan yang mulai tampak jelas.

"...bahasa standar PPM."

Ruangan langsung sunyi.

Darius membaca dengan suara pelan.

"ESV..."

Huruf berikutnya hilang akibat kerusakan.

"...Pioneer."

AURA segera melakukan pencarian data.

"Tidak ditemukan kapal PPM dengan nama tersebut pada arsip publik."

Kapten Idris menoleh.

"Arsip rahasia."

AURA memproses ulang.

Beberapa detik kemudian jawabannya muncul.

"Data ditemukan."

"ESV Pioneer."

"Status: Rahasia tingkat Omega."

"Tahun keberangkatan: 2338."

Semua orang saling berpandangan.

Kael langsung menghitung dalam pikirannya.

"Itu hampir seratus lima puluh tahun lalu."

AURA melanjutkan.

"Status misi..."

Kalimatnya terhenti sejenak.

"...Hilang."

Tidak ada seorang pun yang berbicara.

Mereka baru beberapa hari meninggalkan wilayah PPM.

Namun mereka sudah menemukan bukti bahwa cerita Dewan memang benar.

Ekspedisi-ekspedisi yang menghilang bukan sekadar rumor.

Jejak mereka masih ada.

Dan ESS Horizon baru saja menemukan yang pertama.

Episodes
1 Bab 1 – Perintah Prioritas
2 Bab 2 – Dua Belas Orang
3 Bab 3 – Persiapan
4 Bab 4 – Keberangkatan
5 Bab 5 – Wilayah Tak Bertanda
6 Bab 6 – Jejak Pertama
7 Bab 7 – Rekaman Terakhir
8 Bab 8 – Sumber Sinyal
9 Bab 9 – Objek Tanpa Jejak
10 Bab 10 – Pos Observasi Tujuh
11 Bab 11 – Memasuki Pos Observasi Tujuh
12 Bab 12 – Lorong yang Sunyi
13 Bab 13 – Arsip yang Terlupakan
14 Bab 14 – Ruang Pertemuan
15 Bab 15 – Keputusan Kapten
16 Bab 16 – Orang Pertama yang Terbangun
17 Bab 17 – Kesaksian Sofia
18 Bab 18 – Penjaga Terakhir
19 Bab 19 – Zona Inti
20 Bab 20 – Penghalang
21 Bab 21 – Sistem Omega
22 Bab 22 – Warisan Elias
23 Bab 23 – Kapal yang Tak Dikenal
24 Bab 24 – Garis Keturunan
25 Bab 25 – Armada yang Hilang
26 Bab 26 – Gelombang Pertama
27 Bab 27 – Pesan dari Armada
28 Bab 28 – Keputusan Sang Navigator
29 Bab 29 – Dewan Kapal
30 Bab 30 – Kapal Pioneer
31 Bab 31 – Kunci Navigator
32 Bab 32 – Target Baru
33 Bab 33 – Suara dari Kegelapan
34 Bab 34 – Awak yang Terpilih
35 Bab 35 – Dua Suara
36 Bab 36 – Delapan Awak
37 Bab 37 – Peluncuran
38 Bab 38 – Lompatan Pertama
39 Bab 39 – Di Balik Formasi Sigma
40 Bab 40 – Ujian Pertama
41 Bab 41 – Pilihan Pertama
42 Bab 42 – Kuburan Armada
43 Bab 43 – Penjaga Kuburan
44 Bab 44 – Menara Penjaga
45 Bab 45 – Langkah Pertama
46 Bab 46 – Bayangan di Dalam Menara
47 Bab 47 – Kebangkitan
48 Bab 48 – Segel yang Retak
49 Bab 49 – Ruang Inti
50 Bab 50 – Inti Asterion
51 Bab 51 – Suara dari Balik Pintu
52 Bab 52 – Rekaman yang Mustahil
53 Bab 53 – Gema Masa Lalu
54 Bab 54 – Kebenaran yang Dipilih
55 Bab 55 – Tujuh Segel
56 Bab 56 – Pewaris Navigator
57 Bab 57 – Pintu yang Tidak Dibuka
58 Bab 58 – Penjaga Terakhir
59 Bab 59 – Celah Pertama
60 Bab 60 – Tangan dari Kegelapan
61 Bab 61 – Langit yang Padam
62 Bab 62 – Ruang Fondasi
63 Bab 63 – Penjaga Cahaya
64 Bab 64 – Runtuhnya Segel Kedua
65 Bab 65 – Bayangan yang Berbisik
66 Bab 66 – Rahasia di Bawah Fondasi
67 Bab 67 – Anak dari Ark
68 Bab 68 – Pilihan Para Pewaris
69 Bab 69 – Armada Tanpa Lambang
70 Bab 70 – Orion
71 Bab 71 – Kesepakatan yang Mustahil
72 Bab 72 – Langit yang Terbelah
73 Bab 73 – Cahaya Pertama
74 Bab 74 – Perisai Asterion
75 Bab 75 – Lorong Menuju Gerbang
76 Bab 76 – Melangkah Maju
77 Bab 77 – Tangan dari Kegelapan
78 Bab 78 – Pengorbanan Pertama
79 Bab 79 – Sumpah Lima Ribu Tahun
80 Bab 80 – Gerbang yang Tertutup
81 Bab 81 – Setelah Pertempuran
82 Bab 82 – Warisan Asterion
83 Bab 83 – Perjalanan Pulang
84 Bab 84 – Rahasia yang Terhapus
85 Bab 85 – Rumah
86 Bab 86 – Dunia yang Berubah
87 Bab 87 – Sinyal Baru
88 Bab 88 – Langit yang Sama
89 Bab 89 – Cahaya yang Tak Pernah Padam
90 Bab 90 – Sebelum Sinyal Berikutnya
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 1 – Perintah Prioritas
2
Bab 2 – Dua Belas Orang
3
Bab 3 – Persiapan
4
Bab 4 – Keberangkatan
5
Bab 5 – Wilayah Tak Bertanda
6
Bab 6 – Jejak Pertama
7
Bab 7 – Rekaman Terakhir
8
Bab 8 – Sumber Sinyal
9
Bab 9 – Objek Tanpa Jejak
10
Bab 10 – Pos Observasi Tujuh
11
Bab 11 – Memasuki Pos Observasi Tujuh
12
Bab 12 – Lorong yang Sunyi
13
Bab 13 – Arsip yang Terlupakan
14
Bab 14 – Ruang Pertemuan
15
Bab 15 – Keputusan Kapten
16
Bab 16 – Orang Pertama yang Terbangun
17
Bab 17 – Kesaksian Sofia
18
Bab 18 – Penjaga Terakhir
19
Bab 19 – Zona Inti
20
Bab 20 – Penghalang
21
Bab 21 – Sistem Omega
22
Bab 22 – Warisan Elias
23
Bab 23 – Kapal yang Tak Dikenal
24
Bab 24 – Garis Keturunan
25
Bab 25 – Armada yang Hilang
26
Bab 26 – Gelombang Pertama
27
Bab 27 – Pesan dari Armada
28
Bab 28 – Keputusan Sang Navigator
29
Bab 29 – Dewan Kapal
30
Bab 30 – Kapal Pioneer
31
Bab 31 – Kunci Navigator
32
Bab 32 – Target Baru
33
Bab 33 – Suara dari Kegelapan
34
Bab 34 – Awak yang Terpilih
35
Bab 35 – Dua Suara
36
Bab 36 – Delapan Awak
37
Bab 37 – Peluncuran
38
Bab 38 – Lompatan Pertama
39
Bab 39 – Di Balik Formasi Sigma
40
Bab 40 – Ujian Pertama
41
Bab 41 – Pilihan Pertama
42
Bab 42 – Kuburan Armada
43
Bab 43 – Penjaga Kuburan
44
Bab 44 – Menara Penjaga
45
Bab 45 – Langkah Pertama
46
Bab 46 – Bayangan di Dalam Menara
47
Bab 47 – Kebangkitan
48
Bab 48 – Segel yang Retak
49
Bab 49 – Ruang Inti
50
Bab 50 – Inti Asterion
51
Bab 51 – Suara dari Balik Pintu
52
Bab 52 – Rekaman yang Mustahil
53
Bab 53 – Gema Masa Lalu
54
Bab 54 – Kebenaran yang Dipilih
55
Bab 55 – Tujuh Segel
56
Bab 56 – Pewaris Navigator
57
Bab 57 – Pintu yang Tidak Dibuka
58
Bab 58 – Penjaga Terakhir
59
Bab 59 – Celah Pertama
60
Bab 60 – Tangan dari Kegelapan
61
Bab 61 – Langit yang Padam
62
Bab 62 – Ruang Fondasi
63
Bab 63 – Penjaga Cahaya
64
Bab 64 – Runtuhnya Segel Kedua
65
Bab 65 – Bayangan yang Berbisik
66
Bab 66 – Rahasia di Bawah Fondasi
67
Bab 67 – Anak dari Ark
68
Bab 68 – Pilihan Para Pewaris
69
Bab 69 – Armada Tanpa Lambang
70
Bab 70 – Orion
71
Bab 71 – Kesepakatan yang Mustahil
72
Bab 72 – Langit yang Terbelah
73
Bab 73 – Cahaya Pertama
74
Bab 74 – Perisai Asterion
75
Bab 75 – Lorong Menuju Gerbang
76
Bab 76 – Melangkah Maju
77
Bab 77 – Tangan dari Kegelapan
78
Bab 78 – Pengorbanan Pertama
79
Bab 79 – Sumpah Lima Ribu Tahun
80
Bab 80 – Gerbang yang Tertutup
81
Bab 81 – Setelah Pertempuran
82
Bab 82 – Warisan Asterion
83
Bab 83 – Perjalanan Pulang
84
Bab 84 – Rahasia yang Terhapus
85
Bab 85 – Rumah
86
Bab 86 – Dunia yang Berubah
87
Bab 87 – Sinyal Baru
88
Bab 88 – Langit yang Sama
89
Bab 89 – Cahaya yang Tak Pernah Padam
90
Bab 90 – Sebelum Sinyal Berikutnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!