Si Tampan yang tengil

Pagi hari suasana SMP Bintang Nusantara sudah ramai sejak bel pertama belum berbunyi.

Para siswa berjalan menuju kelas masing-masing. Sebagian sibuk mengobrol, sebagian lainnya berlari karena takut terlambat.

Namun, di antara keramaian itu, ada satu sosok yang selalu berhasil menarik perhatian.

Kalandra Sabiru.

Dengan seragam yang sedikit berantakan,rambut yang tidak terlalu rapi, dan tas yang hanya disampirkan di satu bahu, Kalandra berjalan santai menuju kelasnya.

"Kala!"

Teriakan seorang siswi membuat Kalandra berhenti.

Ia menoleh.

Seorang gadis menghampirinya dengan membawa sebuah kotak kecil.

"Ini buat kamu."

Kalandra menatap kotak itu. "Isinya paan?"

"Cokelat."

"Kenapa?" tanya nya singkat.

Gadis itu langsung tersipu,pipinya berubah merona. "Ya... nggak kenapa-kenapa."

Kalandra menerima cokelat itu dengan senyum lebar. "Thanks."

Gadis itu tersenyum malu, lalu segera pergi.

Baru beberapa langkah, Kalandra membuka kotak tersebut.Satu cokelat langsung masuk ke mulutnya. "Enak."

"KALANDRA!"

Teriakan keras dari belakang membuat Kalandra menoleh.Raka, sahabatnya sejak kecil berjalan menghampirinya dengan wajah kesal.

"Apaan?"

Raka melihat kotak yang di pegang Kala, "Itu cokelat dari siapa?"

"Biasalah dari penggemar."

"Penggemar apaan?"

"Penggemar Kalandra Sabiru." Jawabnya jumawa.

Raka memutar bola matanya. "Percaya diri banget Lo."

"Fakta."

Namun Raka tak bisa menampik jika ucapan Kala benar adanya,hampir seluruh siswi di sekolannya merupakan para penggemar Kala.

"Lo tuh kalau nggak tampan, udah pasti banyak yang mukul."

Kalandra mengangguk santai. "Untung gue tampan."

Raka hanya bisa menghela napas. "Serah Lo deh,anaknya Pak Ages emang tingkat kepedeannya melebihi hartanya."

"Oh jelas! Kalandra Sabiru the world wide handsome."

Raka menoyor kepala Kala gemas."Stres..."

Keduanya kemudian berjalan bersamaan menuju kelasnya.Di dalam kelas, Kalandra duduk di bangku paling belakang bersama Raka.

Bukan karena ia tidak mampu duduk di depan.Justru sebaliknya,Kalandra merupakan salah satu siswa dengan nilai terbaik di angkatannya.Hanya saja, ia merasa duduk di belakang jauh lebih nyaman.

"Kal, tugas fisika udah?" tanya Raka.

"Udah."

"Pinjam."

"Bayar."

Raka menatapnya tidak percaya.

"Bayar apa?"

"Traktir bakso."

"Dasar pemeras."

"Namanya juga bisnis."

"Kek orang miskin aja lo minta traktir."

"Serah lo,pokoknya simbiosis mutualisme...lo butuh catatan gue,gue butuh bakso.Impas kan?"

Raka menghela napas panjang. "Yaudah, nanti gue traktir."

Kalandra langsung menyerahkan bukunya. "Nih." Kemudian menjabat tangan Raka ."Sedang bekerja sama dengan anda Tuan Raka."

Raka hanya mendengus kasar.Raka membuka buku tersebut dan langsung terdiam.

"Ini apaan?"

"Jawaban."

"Ini tulisan lo?"

"Iya."

"Kenapa kayak cacing kesetrum?"

Kalandra langsung merebut bukunya. "Jangan menghina karya seni."

"Karya seni apaan? Ini tulisan atau sandi rahasia?"

Kalandra baru hendak membalas ketika guru fisika masuk.

"Selamat pagi."

"Selamat pagi, Pak."

Suasana kelas langsung berubah tenang.Pelajaran dimulai,tak ada lagi Kala yang tengil dan manja yang ada hanyalah seorang Kalandra Sabiru yang begitu serius.

Satu jam kemudian, guru fisika membagikan hasil ulangan.

"Nilai tertinggi kali ini diraih oleh..."

Semua siswa mulai menebak-nebak.

"Kalandra Sabiru."

Beberapa teman langsung bertepuk tangan.Kalandra hanya mengangkat tangan sambil tersenyum puas. "Terima kasih. Terima kasih...saya tau saya memang se Ok itu." Ucapnya narsis membuat semua temannya tertawa.

"Belum juga jadi juara satu nasional!" seru Raka.

Kalandra menoleh. "Iri bilang bos!."

"Nilai kita cuma beda satu."

"Tapi tetap di bawah gue Tuan Raka Atmadja."

Raka hendak melempar penghapus, tetapi Kalandra segera menghindar.Tawa memenuhi kelas.Kalandra memang seperti itu.Tengil, menyebalkan, tetapi sulit untuk dibenci.

Jam istirahat datang, Kalandra dan Raka berjalan menuju kantin.Beberapa siswi yang berpapasan langsung tersenyum kepadanya.

Kalandra membalas senyum mereka.Raka menyikut lengannya.

"Lu sadar nggak sih, hampir semua cewek di sekolah ini kenal sama lu?"

"Alhamdulillah."

"Bukan itu maksud gue."

"Lah terus?"

"Lu nggak ada yang disukai?"

Kalandra berhenti berjalan.Ia berpikir sejenak.

"Ada."

Raka langsung terkejut. "Whoaa,siapa?"

Kalandra tersenyum. "Bokap gue."

Raka melotot mendengarnya. "Bangke!"

Kalandra kemudian berjalan kembali. "Kalau cewek mah nanti aja."

Raka mengejar langkahnya. "Jadi lu nggak mau pacaran?"

"Belum."

"Kenapa?"

"Ribet."

"Ribet apanya?"

"Harus laporan terus."

Raka mengangguk-angguk. "Padahal kalau punya pacar, mungkin ada yang ingetin makan."

Kalandra mengangkat bahu. "Di rumah ada papa."

"Kalau ada yang marah-marah?"

"Di rumah juga ada papa."

Raka menatapnya dengan wajah heran. "Kayaknya hidup lu terlalu bergantung banget sama bokap lu."

Kalandra tersenyum kecil. "Bukan bergantung."

Ia berhenti sejenak. "Tapi kenyamanan hidup gue ada di Pak.Ages Sabiru dan duit nya."

Jawaban itu membuat Raka tertawa. "Dasar PEA!"

Kalandra ikut tertawa,memang benar baginya Ages Sabiru adalah hidupnya.Baginya sang papa adalah dunianya.

Bagi Kalandra, rumah bukan sekadar tempat untuk tidur.

Rumah adalah tempat di mana ada seseorang yang selalu menunggunya.

Seseorang yang akan bertanya apakah ia sudah makan.

Seseorang yang akan mengomel ketika ia tidur terlalu malam.

Dan seseorang yang selalu membuat Kalandra merasa bahwa dunia tidak pernah benar-benar sendirian adalah..

Ages Sabiru.

..

Sore menjelang, Kalandra baru saja keluar dari gerbang sekolah ketika sebuah mobil hitam berhenti di depannya.Kaca mobil turun,Ages menatap putranya dari balik kemudi.

"Naik dek."

Kalandra langsung tersenyum. "Jemput saya Tuan?"

Ages berdecak, "Kalau bukan jemput kamu, memangnya papa mau jemput siapa?"

Kalandra masuk ke dalam mobil. "Pap.."

"Hm."

"Teman-teman aku banyak yang suka sama aku."

Ages meliriknya."Bagus dong." bibirnya tersenyum kecil.

"Terus?"

"Terus apa?" Tanya Ages bingung

"Biasanya papa nanya siapa."

Ages kembali fokus pada jalan. "Papa tidak tertarik."

Kalandra mengerutkan kening. "Kenapa?"

"Karena mereka bukan anak papa."

Kalandra tertawa. "Berarti papa cuma tertarik sama aku?"

"Betul."

"Berarti aku anak kesayangan?"

Ages tersenyum tipis. "Adek anak satu-satunya buat papa."

Kalandra langsung terdiam.

"Pap..."

"Hm?"

"Kalau nanti aku punya pacar, papa bakal marah?"

Ages menoleh sebentar. "Tergantung."

Kala mengerutkan keningnya. "Tergantung apa?"

"Kalau dia bisa mengalahkan Papa dalam merebut perhatianmu."

Kalandra langsung tertawa. "Kasihan banget pacar adek nanti."

Ages hanya tersenyum. "Makanya adek jangan dulu mikirin pacaran,kamu masih kecil...fokus sekolah dulu."

"Iya lah, adek juga belum kepikiran sama hal yang kaya gitu."

"Tapi kata Sean,kamu suka di kasih makanan sama teman-teman kamu yang cewe."

Kala tertawa. "Sayang aja pap kalau gak di terima,kan jatuhnya jadi menolak rezeki."

Ages geleng kepala mendengarnya,"Kamu tuh ya..."

Kala hanya tersenyum saja.

Tanpa mereka sadari, percakapan sederhana itu kelak akan menjadi sesuatu yang sangat mereka ingat.Karena suatu hari nanti akan ada seseorang yang benar-benar datang ke dalam kehidupan Kalandra.

Seseorang yang perlahan akan membuat perhatian Kalandra terbagi.

Dan Ages Sabiru akan menyadari bahwa putranya yang selama ini selalu berada di sisinya perlahan mulai tumbuh dewasa.

...^^^.^^^...

.......

.......

...♡ Sabiru ♡...

Terpopuler

Comments

Nurgusnawati Nunung

Nurgusnawati Nunung

Ampun... se tengil itu namanya Kalandra. hahaha

2026-07-31

1

Danny Muliawati

Danny Muliawati

bagus cerita nya

2026-07-23

1

lihat semua
Episodes
1 Ayahku bernama Ages Sabiru
2 Pagi hangat di rumah Sabiru
3 Si Tampan yang tengil
4 Kala yang manja
5 Camping bersama keluarga
6 Keramaian di rumah Sabiru
7 Ages,papa yang sedang khawatir
8 Sean khawatir tapi gengsi
9 Kala yang marah dan kesal
10 Menjadi seorang Kaka yang siaga
11 Tidak seperti yang mereka pikirkan
12 Duda muda jadi target para wanita
13 Antara pematik,kertas dan angin
14 Liburan di rumah Kakek Sabiru
15 Tiga hari yang tidak di sadari
16 Rencana Nadira untuk Sabiru
17 Luka di hari spesial Kalandra
18 Janji yang kembali patah
19 Air mata di tengah Air hujan
20 Luka yang bukan hanya milik Kala
21 Lima jam penantian
22 Menunggu sebuah keajaiban
23 Akhir dari mimpi buruk
24 Merangkai kembali cermin yang pecah
25 Kehadiran teman untuk tawa Kala
26 Istirahatlah sebentar,pap!
27 Satu kalimat,menorehkan luka
28 Kemarahan seorang Ayah
29 Masih ada kami,keluarga....
30 Kembali ke rumah
31 Hari kelulusan Kala
32 Kalandra dan kebahagiaannya
33 Hari baru,dunia baru
34 Senyum manis di hari pertama
35 Kala yang tidak suka kesendirian
36 Bertemu lagi
37 Jejak seseorang Misterius
38 Rasa yang tak bisa di sembunyikan
39 Foto masalalu dan kenangan burul
40 Satu teman satu rahasia terbuka
41 Cinta yang perlahan merubah Kala
42 Ages juga merasakannya
43 Hari yang tak berpihak pada Naya
44 Pahami dan Sadari keadaannya,Kala!
45 Antara Paket Misterius dan Kabar buruk
46 Keputusan Nayara
47 Nayara kembali ke Desa
48 Kalandra akhirnya menyadari semuanya
49 Masalalu yang kembali datang
50 Sedikit petunjuk
51 Titik terang masa lalu.
52 Kebenaran yang menyakitkan
53 Menyelesaikan 1
54 Tragedi timah panas
55 Sebuah pengalihan
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Ayahku bernama Ages Sabiru
2
Pagi hangat di rumah Sabiru
3
Si Tampan yang tengil
4
Kala yang manja
5
Camping bersama keluarga
6
Keramaian di rumah Sabiru
7
Ages,papa yang sedang khawatir
8
Sean khawatir tapi gengsi
9
Kala yang marah dan kesal
10
Menjadi seorang Kaka yang siaga
11
Tidak seperti yang mereka pikirkan
12
Duda muda jadi target para wanita
13
Antara pematik,kertas dan angin
14
Liburan di rumah Kakek Sabiru
15
Tiga hari yang tidak di sadari
16
Rencana Nadira untuk Sabiru
17
Luka di hari spesial Kalandra
18
Janji yang kembali patah
19
Air mata di tengah Air hujan
20
Luka yang bukan hanya milik Kala
21
Lima jam penantian
22
Menunggu sebuah keajaiban
23
Akhir dari mimpi buruk
24
Merangkai kembali cermin yang pecah
25
Kehadiran teman untuk tawa Kala
26
Istirahatlah sebentar,pap!
27
Satu kalimat,menorehkan luka
28
Kemarahan seorang Ayah
29
Masih ada kami,keluarga....
30
Kembali ke rumah
31
Hari kelulusan Kala
32
Kalandra dan kebahagiaannya
33
Hari baru,dunia baru
34
Senyum manis di hari pertama
35
Kala yang tidak suka kesendirian
36
Bertemu lagi
37
Jejak seseorang Misterius
38
Rasa yang tak bisa di sembunyikan
39
Foto masalalu dan kenangan burul
40
Satu teman satu rahasia terbuka
41
Cinta yang perlahan merubah Kala
42
Ages juga merasakannya
43
Hari yang tak berpihak pada Naya
44
Pahami dan Sadari keadaannya,Kala!
45
Antara Paket Misterius dan Kabar buruk
46
Keputusan Nayara
47
Nayara kembali ke Desa
48
Kalandra akhirnya menyadari semuanya
49
Masalalu yang kembali datang
50
Sedikit petunjuk
51
Titik terang masa lalu.
52
Kebenaran yang menyakitkan
53
Menyelesaikan 1
54
Tragedi timah panas
55
Sebuah pengalihan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!