Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Ayahku bernama Ages Sabiru

Langit Jakarta masih berwarna jingga ketika sebuah pazero hitam berhenti di depan gerbang SMP Bintang Nusantara.Seorang pria tinggi dengan kemeja putih yang lengannya digulung turun dari kursi kemudi. Wajahnya tampan, rahangnya tegas, dan sorot matanya teduh. Siapa pun yang melihatnya pasti mengira ia adalah kakak dari siswa yang akan dijemputnya.

Padahal, pria itu adalah seorang ayah.

"Pap!"

Seorang remaja laki-laki berlari kecil sambil mengangkat tas ranselnya.Senyumnya lebar ketika menghampiri pria itu.

"Kok jemput sendiri? Bukannya papa ada meeting?" tanyanya.

Ages Sabiru tersenyum tipis, lalu mengacak rambut putranya.

"Gampang lah,Meeting bisa diatur. Tapi jemput anak papa lebih penting."

Kalandra Sabiru terkekeh. "Kalau teman-teman denger, nanti mereka bilang aku anak manja.Apalagi kalau si Jevan tau beuh..ketawanya pasti bakal paling keras."

"Biarin. Selama papa masih sehat, papa bakal jemput kamu."

Ucapan sederhana itu selalu membuat hati Kalandra menghangat.

"Lagian Abang kamu Sean juga sama di jemput sama Om mu waktu SMP gini."

"Iya,tapi kan sekarang Bang Sean udah bawa motor sendiri." Jawab Kala "Terus aku kapan boleh bawa motor sendiri Pap?"

"Nanti kalau sudah besar kaya Sean." Jawabnya singkat.

Kala hanya mengdengus kesal,jawaban yang sejak dulu tak pernah berubah. Ia kemudian membuka pintu mobil, lalu duduk di samping ayahnya.

"Gimana,capek gak di sekolah?"

"Capek dikit."

"Laper?"

Kala memegang perutnya. "Banget."

Ages langsung menyalakan mesin. "Bakso?"

Kala langsung berseru. "Mau!"

"Dua mangkuk?" Tanya Ages menoleh sebentar.

"Kalau Papa yang bayarin, lima juga sanggup."

"Itu jatuhnya maruk,dek."

Mereka tertawa bersamaan.

Sepuluh menit kemudia,mobil Ages tiba di tempat tujuan.Warung bakso langganan mereka tidak pernah berubah sejak Kalandra masih SD.Pemilik warung bahkan hafal pesanan keduanya.

"Seperti biasa ya, Pak Ages? Bakso urat satu, bakso komplit satu."

"Iya, Bu."

Sambil menunggu pesanan datang, Ages memperhatikan wajah putranya. "PR banyak dek?"

"Ada beberapa,but so far so good."

"Gimana nilai matematika?"

"Alhamdulillah adek dapat sembilan puluh."

Ages mengangguk bangga. "Hadiahnya apa?"

Sejak kecil,Ages selalu menyiapkan reward kecil untuk sang anak setiap Kala mendapat nilai bagus.Bukannya lebay,namun Ages hanya ingin mengapresiasi usaha sang anak sekecil apapun.

Kalandra menyeringai. "Motor."

Ages tertawa pelan. "Nilai sembilan puluh minta motor?"

"Ya kali aja Papa luluh."

"Belum."

Kala hanya menghembuskan nafas kasar.

"Naikin dulu jadi sembilan puluh lima."

"Berat pap,itu sembilan puluh juga aku harus berjuang sampai berdarah-darah."

Ages berdecih kecil melihat sang anak yang terlihat lebay. "Motor juga berat."

Kalandra hanya bisa geleng-geleng kepala. "Kala udah kelas 3 SMP loh pap,yang lain udah bawa motor sendiri ke sekolah."

"Itu yang lain,bukan kamu."

Kala berdecak kesal mendengarnya.

"Masuk SMAN Taruna,otw beli motor."

Kala berbinar mendengarnya. "Serius Pap? Gak prank kan ?"

Ages geleng kepala dibuatnya."Kapan papa pernah prank kamu?"

Kala tersenyum lebar,ucapan sang ayah memanglah tak pernah bohong.Jika sudah berjanji pasti akan di tepatinya.Tapi senyumnya tak lama pudar.

"Tapi masuk sekolah itu susah Pap."

"Abang kamu saja bisa masuk,masa kamu gak bisa." Jawab Ages enteng. "Persiapkan dari sekarang,papa yakin...abang kamu bisa masuk,kamu juga pasti bisa masuk."

Kala hanya diam,ia bingung namun ia sudan bertekad untuk sekolah di tempat yang sama dengan Abangnya menimba ilmu.

Begitu dua mangkok baso datang,keduanya langsung larut dalam suasana ramai namun terasa hangat.

Tidak banyak yang tahu bahwa tawa mereka hari ini lahir dari perjalanan yang panjang.

Enam belas tahun lalu, Ages pernah menjadi laki-laki yang nyaris kehilangan semangat hidup.Istrinya memilih pergi bersama pria lain, meninggalkan seorang bayi yang bahkan belum genap berusia satu tahun.

Hari itu, Ages tidak menangis karena ditinggalkan.Ia menangis karena melihat Kalandra kecil terus mencari ibunya.

Sejak saat itu, Ages berjanji pada dirinya

sendiri.Jika Kalandra kehilangan kasih sayang seorang ibu...maka ia akan berusaha menjadi ayah terbaik yang pernah ada.

Pagi bekerja,malam menemani belajar.Saat Kala sakit Ages selalu bergadang di samping ranjang.

Saat ulang tahun, ia menghias rumahnya sendiri di bantu sang kaka dan istrinya.

Saat Hari Ayah di sekolah, ia datang dengan senyum paling lebar meski baru pulang dari perjalanan dinas.Ia tidak pernah ingin putranya merasa berbeda dari anak-anak lain.Apalagi merasakan kurangnya kasih sayang dan perhatian.

Dan hari demi hari, Kalandra tumbuh menjadi remaja yang ceria, sopan, dan sangat menyayangi ayahnya.

Malam mulai turun ketika mereka tiba di rumah.Rumah dua lantai yang hangat itu memang terasa sepi karena hanya dihuni dua orang.

Namun, setiap sudutnya dipenuhi foto-foto Kalandra sejak bayi.Foto pertama masuk TK,SD dan SMP.

"Pap..."

"Iya?"

"Makasih ya."

Ages menoleh.

"Buat apa?"

"Udah jadi the best father for me."

Untuk beberapa detik, Ages terdiam.

Ia tersenyum kecil, lalu menepuk bahu putranya. "Terima kasih juga... karena sudah memilih tetap menjadi anak Papa."

Kalandra terkekeh. "Emangnya aku punya pilihan?"

"Enggak."

"Ya kali aja ada pilihan lain."

"Memang mau milih siapa?" Tanya Ages dengan kening berkerut.

"Yoo Yeon-Seok."

Ages memicinkan matanya. "Aktor Korea yang di drama dokter itu? Yang kemarin kamu dan tante mu tonton?"

Kala tersenyum besar "Iya.Idola nya tante mami,yang kata tante mami gantengnya gak ada obat."

Mata Ages seketika melotot mendengarnya.

"Mimpi!"

Setelah itu mereka kembali tertawa membuat suasana rumah terasa hangat.

Tidak ada yang menyangka, di balik tawa sederhana itu, masa lalu yang pernah mereka kubur perlahan akan kembali hadir.

Dan ketika hari itu tiba, hubungan ayah dan anak ini akan diuji dengan cara yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

"Dek,"

Kala menoleh."Iya,pap."

"Besok pulang sekolah di jemput Mang Soleh ya,papa harus menengok karyawan papa yang kemarin terjadi kecelakaan kerja."

"Kecelakaan kerja...kok bisa?"

"Kemarin waktu ada pengecekan mesin,ada miskom sama dua orang karyawan papa itu yang bikin mesin korslet dan bikin salah satu karyawan itu kesetrum"

"Ya ampun,kok.ngeri gitu ya dengarnya."

"Ya itulah yang namanya kurang fokus dan teliti."

"Terus yang kesetrum itu gimana keadaannya?"

"Papa belum tau pasti gimana kondisinya sekarang,tapi baru dapat laporan katanya bagian tangannya melepuh."

"Astaghfirullah,kasih banget sih.Ya udah mending papa cepat-cepat tengok orang itu terus minta perawatan yang terbaik buat dia biar bisa sembuh lagi.Terus keluarganya gimana pap? Papa harus kasih biaya juga,kan pasti ada istri dan anaknya yang harus ia tanggung."

Ages mengangguk,bibirnya tersenyum melihat sifat Kalandra yang selalu peduli dengan orang lain.

"Iya,tidak usah khawatir.Ini masuk kedalam kecelakaan kerja,dari perusahaan bertanggung jawab penuh sama korban dan keluarganya."

Kalandra tersenyum lebar,ia percaya jika sang ayah pasti tidak akan membiarkan orang lain menderita apalagi dia salah satu karyawan perusahaannya juga.

.......

.......

.......

...♡ Sabiru ♡...

Terpopuler

Comments

Nurgusnawati Nunung

Nurgusnawati Nunung

hadir.. kompak ya papa sama anak..

2026-07-31

1

lihat semua
Episodes
1 Ayahku bernama Ages Sabiru
2 Pagi hangat di rumah Sabiru
3 Si Tampan yang tengil
4 Kala yang manja
5 Camping bersama keluarga
6 Keramaian di rumah Sabiru
7 Ages,papa yang sedang khawatir
8 Sean khawatir tapi gengsi
9 Kala yang marah dan kesal
10 Menjadi seorang Kaka yang siaga
11 Tidak seperti yang mereka pikirkan
12 Duda muda jadi target para wanita
13 Antara pematik,kertas dan angin
14 Liburan di rumah Kakek Sabiru
15 Tiga hari yang tidak di sadari
16 Rencana Nadira untuk Sabiru
17 Luka di hari spesial Kalandra
18 Janji yang kembali patah
19 Air mata di tengah Air hujan
20 Luka yang bukan hanya milik Kala
21 Lima jam penantian
22 Menunggu sebuah keajaiban
23 Akhir dari mimpi buruk
24 Merangkai kembali cermin yang pecah
25 Kehadiran teman untuk tawa Kala
26 Istirahatlah sebentar,pap!
27 Satu kalimat,menorehkan luka
28 Kemarahan seorang Ayah
29 Masih ada kami,keluarga....
30 Kembali ke rumah
31 Hari kelulusan Kala
32 Kalandra dan kebahagiaannya
33 Hari baru,dunia baru
34 Senyum manis di hari pertama
35 Kala yang tidak suka kesendirian
36 Bertemu lagi
37 Jejak seseorang Misterius
38 Rasa yang tak bisa di sembunyikan
39 Foto masalalu dan kenangan burul
40 Satu teman satu rahasia terbuka
41 Cinta yang perlahan merubah Kala
42 Ages juga merasakannya
43 Hari yang tak berpihak pada Naya
44 Pahami dan Sadari keadaannya,Kala!
45 Antara Paket Misterius dan Kabar buruk
46 Keputusan Nayara
47 Nayara kembali ke Desa
48 Kalandra akhirnya menyadari semuanya
49 Masalalu yang kembali datang
50 Sedikit petunjuk
51 Titik terang masa lalu.
52 Kebenaran yang menyakitkan
53 Menyelesaikan 1
54 Tragedi timah panas
55 Sebuah pengalihan
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Ayahku bernama Ages Sabiru
2
Pagi hangat di rumah Sabiru
3
Si Tampan yang tengil
4
Kala yang manja
5
Camping bersama keluarga
6
Keramaian di rumah Sabiru
7
Ages,papa yang sedang khawatir
8
Sean khawatir tapi gengsi
9
Kala yang marah dan kesal
10
Menjadi seorang Kaka yang siaga
11
Tidak seperti yang mereka pikirkan
12
Duda muda jadi target para wanita
13
Antara pematik,kertas dan angin
14
Liburan di rumah Kakek Sabiru
15
Tiga hari yang tidak di sadari
16
Rencana Nadira untuk Sabiru
17
Luka di hari spesial Kalandra
18
Janji yang kembali patah
19
Air mata di tengah Air hujan
20
Luka yang bukan hanya milik Kala
21
Lima jam penantian
22
Menunggu sebuah keajaiban
23
Akhir dari mimpi buruk
24
Merangkai kembali cermin yang pecah
25
Kehadiran teman untuk tawa Kala
26
Istirahatlah sebentar,pap!
27
Satu kalimat,menorehkan luka
28
Kemarahan seorang Ayah
29
Masih ada kami,keluarga....
30
Kembali ke rumah
31
Hari kelulusan Kala
32
Kalandra dan kebahagiaannya
33
Hari baru,dunia baru
34
Senyum manis di hari pertama
35
Kala yang tidak suka kesendirian
36
Bertemu lagi
37
Jejak seseorang Misterius
38
Rasa yang tak bisa di sembunyikan
39
Foto masalalu dan kenangan burul
40
Satu teman satu rahasia terbuka
41
Cinta yang perlahan merubah Kala
42
Ages juga merasakannya
43
Hari yang tak berpihak pada Naya
44
Pahami dan Sadari keadaannya,Kala!
45
Antara Paket Misterius dan Kabar buruk
46
Keputusan Nayara
47
Nayara kembali ke Desa
48
Kalandra akhirnya menyadari semuanya
49
Masalalu yang kembali datang
50
Sedikit petunjuk
51
Titik terang masa lalu.
52
Kebenaran yang menyakitkan
53
Menyelesaikan 1
54
Tragedi timah panas
55
Sebuah pengalihan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!