Daffa terpaku di balik kemudi, napasnya tercekat di tenggorokan. Ponsel di tangannya terasa seberat batu, jari-jarinya gemetar hebat hingga nyaris terlepas. Foto itu masih terlihat jelas di layar.
Pak Mujib, mata tertutup kain hitam, pisau tajam menancap di belakang lehernya. Ancaman itu bukan main-main. Mereka tahu ke mana ia pergi, apa yang ia cari, dan siapa yang ia tuju. Ia sedang di awasi!
"Siapa kau..." geramnya lagi, kali ini lebih pelan, penuh keputusasaan yang menyesakkan dada.
Daffa menatap jalanan di depannya yang seakan berputar perlahan. Di satu sisi, Halimah sendirian di apartemen, sinyal dan kamera pengawas tiba-tiba mati. Di sisi lain, Pak Mujib kini menjadi sandera, nyawanya tergantung pada satu keputusan Daffa.
Dan di antara keduanya, bayangan Albert Lee dan Amanda terlintas di kepalanya. Ia tidak benar-benar tahu, apakah dua manusia itu komplotan, atau justru Albert memanfaatkan Amanda untuk misinya.
Daffa mengusap wajahnya dengan kasar, menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan pikirannya yang kacau balau. Ia tidak bisa membiarkan emosi menguasainya sekarang. Satu langkah salah, dan bisa jadi Halimah atau Pak Mujib yang berakhir mati.
"Tiger," gumamnya, segera menekan tombol panggil kembali ke nomor itu.
Dering terdengar panjang sekali sebelum akhirnya terangkat.
"Bos?" Suara Tiger terdengar sedikit terengah, seakan ia sedang berlari.
"Pak Mujib diculik," ucap Daffa langsung, tanpa basa-basi, suaranya datar namun penuh amarah yang tertahan, "Mereka mengirim foto ancaman. Jika saya menanyakan hal apapun padanya, mereka akan membunuhnya. Sepertinya saya sedang di awasi."
Tiger terdiam sejenak, lalu menghela napas berat, "Itu berarti Pak Mujib memang memegang rahasia besar terkait kecelakaan puluhan tahun lalu, Bos. Mereka tidak mau rahasia itu sampai ke telinga Anda. Soal orang yang mungkin mengawasi Bos, akan segera saya cari tahu."
"Aku tahu itu!" Daffa membentak, lalu menekan pangkal hidungnya yang terasa nyeri. "Tapi sekarang aku terjebak…
Nur Halimah (Harga Sebuah Ketulusan)
Prioritas utama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments
sunaryati jarum
Lega Halimah baik' - baik saja.Mungkin mengalihkan penculikan Mujid
2026-08-30
1
Lia Aulia
cukup menegangkan ya bab ini
2026-09-07
1