Pukul 9:30 pagi, Daffa tiba di kediaman Yuanita. Wanita itu kini telah menikah lagi dan sudah dikaruniai dua orang putri dari pernikahannya dengan seorang Jaksa.
Suasana rumah itu tenang, berbau wangi bunga melati yang tertata rapi di sudut ruang tamu, namun ketenangan itu terasa semu di hadapan Daffa.
Suaminya sedang tidak di rumah saat Daffa berkunjung. Yuanita tidak bisa menolak kunjungan Daffa, karena Daffa mengancam akan melaporkan semua perbuatan buruk Yuanita pada suaminya yang seorang Jaksa penuntut umum itu.
Ancaman itu terasa seperti pisau yang menempel di leher. Suaminya yang menjunjung tinggi kebenaran pasti tak akan pernah bisa memaafkan masa lalu yang kelam itu.
"Ada hal mendesak apa, sampai seorang pewaris tunggal keluarga Surya mengunjungi kediaman saya?" tanya Yuanita membuka pembicaraan, berusaha terdengar tenang meski tangannya saling meremas di balik lipatan roknya.
Daffa tidak merespon, ia hanya diam menatap lekat wajah wanita yang seumuran Mamanya itu. Wajah itu ternyata tidak jauh lebih cantik dari Amanda, namun ada sesuatu yang berbeda di sana. Di balik keramahan yang dipaksakan, tersembunyi beban berat yang entah sudah berapa lama dipikulnya.
Yuanita tersenyum penuh arti saat menatap wajah Daffa sedikit lebih lama, "Wajahmu benar-benar mirip dengan Dimas," gumamnya, suaranya hampir berbisik. Raut wajahnya langsung berubah merah menahan luapan emosi, matanya berkaca-kaca seakan nama itu sendiri mampu merobek luka yang sudah lama ia kubur rapat-rapat.
Daffa masih diam, memperhatikan gerak-gerik wanita itu. Dari sorot matanya Daffa dapat melihat raut penyesalan yang amat sangat dalam, penyesalan yang begitu tulus hingga membuat dada Daffa ikut terasa sesak sejenak. Apa yang sebenarnya disesali wanita ini? Dan seberapa besar perannya dalam kematian Papa?
"Kau datang untuk menanyakan perihal kecelakaan itu, bukan?" Yuanita menatap lurus ke mata Daffa, seakan tak ingin menyembunyikan apa pun lagi.
"Ya. Bagus, anda langsung mengerti maksud kedatang…
Nur Halimah (Harga Sebuah Ketulusan)
Jejak masa lalu dari mulut Yuanita
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments
sunaryati jarum
Semoga lancar dan cepat berhasil Daffa
2026-09-09
1
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
ternyata begitu kakek meninggal, semua malah terbongkar
2026-09-09
0
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
Laah.. ternyata amanda tauu..🙀
2026-09-09
0