Hening kembali menyelimuti lorong itu. Halimah menyandarkan punggungnya di balik pintu, jantungnya masih berdegup kencang, namun perlahan rasa waspada itu mulai bergeser menjadi harap. Ia mendengar suara Gio yang berusaha bangkit, diikuti suara Tiger yang menahannya agar tidak memaksakan diri.
"Nyonya Halimah," suara Tiger terdengar lembut namun tegas dari balik pintu, "Saya tahu Nyonya ragu. Saya bisa mengerti itu. Tapi tolong percayalah. Bos sedang dalam perjalanan ke sini. Sepertinya Bos akan tiba tidak lama lagi. Selama kami ada di sini, tidak ada satu pun orang asing yang bisa mendekat."
Halimah menatap bros kupu-kupu di tangannya, lalu perlahan mengusap permukaannya yang berkilau. Daffa... dia akan segera datang. Dia pasti datang.
Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, Halimah perlahan membuka kunci pintu. Pintu terbuka sedikit, cukup untuk melihat ke luar. Di lorong itu, Tiger berdiri tegak di samping pintu, sementara Gio duduk bersandar di dinding, wajahnya pucat dan keringat dingin menetes di pelipisnya.
Melihat wajah mereka yang dikenalnya, napas Halimah terasa lega seketika. Ia membuka pintu lebih lebar.
"Masuklah..." ucapnya pelan, mundur memberi ruang bagi mereka.
Tiger segera masuk, matanya dengan cepat memindai seluruh sudut ruang, ke jendela, ke pintu balkon, untuk memastikan tidak ada siapa pun yang bisa menyembunyikan diri di sana. Sementara itu, Gio berusaha berdiri, kakinya masih terasa lemas, namun ia tetap masuk namun membiarkan pintu terbuka lebar.
"Terima kasih, Nyonya," kata Tiger setelah memastikan ruangan itu aman. Ia berbalik menghadap Halimah, "Mulai sekarang, jangan buka pintu untuk siapa pun selain Bos. Bahkan jika ada yang mengaku petugas gedung atau polisi, hubungi saya dulu."
Halimah mengangguk pelan, matanya beralih ke Gio yang menunduk dalam, tak berani menatapnya.
"Gio..." panggil Halimah pelan.
"Maaf, Nyonya..." suara Gio pecah, tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya. "Saya seharusnya menjaga Nyonya. Tapi saya lengah. Merek…
Nur Halimah (Harga Sebuah Ketulusan)
Semuanya aman
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments
sunaryati jarum
Alhamdulillah semua aman, semoga orang yang mencelakai Alm Dimas,ayah Daffa dan sopirnya yang diculik,selamat.Ayo up lagi Thoor
2026-09-03
1
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
aku masih penasaran nasib pak mujib dan anaknya🤗
2026-09-03
1
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
jd pada grogi semua ya. liat bos nya saling berpelukan. pelan2 menyingkir dulu😄
2026-09-03
0