Pencuri Kepala

Pencuri Kepala

Bab 01. Misteri kepala

''Aduh sesak mau buang air besar pula.'' keluh Ulya.

''Mau pergi sendirian juga takut, sih rasa nya malam ini agak merinding memang.'' Ulya menatap seluruh kamar nya yang rapi itu.

''Mas Auzar kalau di bangunkan marah tidak ya? dia kan mengeluh lelah sejak tadi sore.'' batin Ulya sangat panik dan bingung.

Sebab sekarang isi perut sudah meronta-ronta ingin keluar dan dia juga tidak berani kalau pergi sendirian ke kamar mandi, meski kamar mandi ada di dalam rumah namun tetap saja entah kenapa Ulya merasa malam ini dia merasa sangat merinding dan tidak berani untuk keluar dari dalam kamar tersebut.

Orang akan berpikiran bahwa Ulya sedang manja karena mereka adalah pengantin baru dan kemungkinan ingin terus bersama dengan sang suami, padahal nyatanya saat ini Ulya memang merasakan ketakutan sehingga dia memutuskan untuk menahan saja terlebih dahulu karena rasa takut itu lebih besar daripada rasa sakit pada perut yang ingin buang air tersebut.

Auzar tertidur pulas sejak tadi sore karena dia mengatakan sendiri bahwa hari ini terasa begitu lelah kerja di kebun sawit milik mereka, jadi Ulya merasa agak sungkan untuk membangunkan sang suami, namun untuk bertahan sampai pagi sepertinya dia juga tidak sanggup karena perut ini sangat mendesak dan ingin segera keluar.

Sudah berguling-guling ke sana kemari untuk menahan rasa sakit itu namun tetap tidak mau hilang sehingga wanita ini pun berbalik menatap tubuh Sang suami yang tertutup dengan selimut tebal, tangan Ulya maju mundur untuk membuka selimut itu karena bingung dan juga rasa takut di dalam diri dia semakin besar.

Auzar adalah sosok yang tegas dan bila dia sudah mengatakan lelah maka sudah pasti dirinya tidak akan pernah mau diganggu, terlebih lagi Ulya terkadang merasa bahwa kamar mandi ini sangat dekat dan tidak pantas bila dia sampai menyimpan rasa takut, tapi tetap saja dirinya tidak sanggup pula menahan rasa takut itu untuk pergi seorang diri.

''Ah bodo amat lah, perut kok sakit sekali kok ini.'' Ulya memang sudah tidak tahan.

Terserah Auzar yang akan memarahi dia atau akan menjitak kepala dia. namun yang jelas Ulya sudah tidak sanggup menahan rasa sakit perut itu dan dia memutuskan untuk membangunkan sang suami agar bisa mengantar ke kamar mandi.

''Sayang.''

Wuuuuttt.

Ulya terdiam seribu bahasa dengan pandangan mata tak lepas dari tubuh Sang suami yang sedang berbaring itu, jangankan untuk berteriak ini dia mengucap sepatah kata saja sudah tidak mampu karena ini sangat di luar nalar dan juga kebingungan yang sangat besar menghampiri wanita muda ini.

''Ya allah, Ya allah!'' Ulya kebingungan dan tangan dia gemetar sembari memperhatikan dengan seksama.

''Mas Auzar, ka... kamu tidak prank aku kan?'' Ulya masih mengira bahwa ini semua hanya tipuan.

''Mas ini membuat aku takut, Mas!'' Ulya berteriak karena melihat kepala sang suami sudah tidak ada dan pada bagian leher terdapat sayatan yang begitu rapi.

Darah sebenarnya begitu banyak tapi karena mereka tidur di atas kasur empuk maka darah itu bisa meresap kemana-mana dan sepenuhnya telah tertutup oleh selimut, kalau saja Ulya tidak membuka maka dia tidak akan mengetahui bahwa sang suami sudah meninggal dalam keadaan kepala hilang.

''IBUUUUUUU!'' kuliah berteriak keras sembari membuka pintu kamar.

Braaak.

Braaaak.

''Bu bangun, Bu!'' pekik Ulya sudah seperti orang gila.

Braaak, Braaaak.

''Buka pintu nya sekarang, Bu! aku takut sendirian di luar.'' Ulya semakin tidak karuan karena takut dan juga syok ini.

''Kakak kenapa sih?!'' Ina keluar dari kamar karena dia memang belum tidur.

Jadi ketika mendengar suara Ulya yang terus berteriak memanggil Ibu mereka di dalam kamar, Ina memutuskan untuk keluar dari kamar juga dan melihat apa yang telah terjadi sehingga Ulya berteriak seperti orang gila dan menggebrak pintu kamar seolah tidak memiliki rasa sopan sama sekali.

''Kenapa Kakak menangis?'' Ina datang mendekat karena Ulya memang terlihat sangat berantakan.

''Tolong Mas Auzar di kamar, Ina!'' rintih Ulya dengan tubuh gemetar.

''Kalian bertengkar ya? kenapa tangan mu penuh darah!'' Ina juga berteriak kaget melihat darah di tangan Ulya.

''Kalian berdua ini tidak tahu malam ya? Ibu mau istirahat dan sekarang kalian berdua ribut di depan kamar seperti ini.'' Bu Endang dari dalam kamar karena dia mendengar suara keributan itu.

''Yang ribut itu Kak Ulya, Mungkin dia bertengkar sama Mas Auzar sehingga tubuh dia penuh dengan darah itu.'' Ina menunjuk Ulya.

''Ya allah, Ulya! apa yang kamu lakukan sama Auzar?'' Bu Endang juga kaget sekali.

''Mas Auzar, tolong Mas Auzar di dalam kamar.'' Ulya menangis gemetar dan memeluk Bu Endang.

Bu Endang semakin kebingungan karena dia merasakan sendiri bagaimana tubuh Sang anak gemetar kencang, Ulya Pasti sangat ketakutan sehingga sampai seperti ini respon dia saat memeluk sang ibu, entah apa sebenarnya yang terjadi namun Ina memutuskan untuk segera masuk ke dalam kamar itu untuk memperhatikan lebih jauh.

''AAAAAARRRRRRK!'' Ina juga menjerit keras setelah melihat keadaan Auzar.

Ulya dan Bu Endang masuk juga ke dalam kamar itu dan kali ini mereka semua memang dilanda dengan rasa takut terta kaget yang sangat luar biasa, menantu keluarga ini sudah meninggal dunia dalam keadaan kepala hilang entah ke mana, tentu itu menjadi sebuah misteri karena mereka sama sekali tidak mendengar ada orang masuk di dalam rumah ini.

''Siapa yang sudah melakukan ini pada Mas Auzar, Bu?'' rintih Ulya di sela rasa takut nya.

Bu Endang sama sekali sudah tidak bisa menjawab karena sebenarnya dia juga menyimpan ketakutan yang begitu besar melihat tubuh Sang menantu sudah tidak punya kepala, Untung saja Ina masih ingat dan dia segera keluar dari rumah untuk meminta tolong kepada warga sekitar dan tak lupa mengabari ketua RT Kampung mereka saat ini.

''Siapa yang sudah membunuh suamiku seperti ini? Siapa yang masuk ke dalam rumah tadi, Bu!'' Ulya berteriak karena dia memang sangat ketakutan serta tidak terima.

''Nak tenang dulu, ini perlu penyelidikan besar karena rasanya aneh saja bila Kepala dia mendadak hilang.'' ujar Bu Endang.

''Aku sama sekali tidak mendengar ada suara aneh.'' ujar Ulya.

Ya, menurut Ulya ini sangat aneh dan tidak tahu kenapa bisa seperti itu karena dia sama sekali tidak mendengar suara dari sebelah, Padahal mereka tidur bergandengan namun entah kenapa wanita itu tidak mendengar suara sang suami merintih atau bahkan menjerit kesakitan saat Kepala dia terpenggal habis.

Hallo guys, jumpa lagi dengan cerita autor Novita Jungkook Untuk yang kesekian kalinya ya, semoga kalian suka dan semoga cerita ini juga dapat uang Sekian dan terima kasih. 🤣🤣

Terpopuler

Comments

Eli Rahma

Eli Rahma

seneng deh ada yg angettt...masih ngebul nih...😊😊😊
makasih thor udah ada yg baru lg...sukses selalu buat othor..🥰🥰

2026-07-28

0

al thania

al thania

ya Allah susah banget nyari untung kembali ke tempat kemarin cari judul baru trus cari di pencarian akhirnya ketemu, apa cuma saya doank ya ga bisa liat profil semua novelnya 😢

2026-07-28

2

Fanita Aini

Fanita Aini

ini ceritanya seperti di novel Sebelumnya kan ya Purnama berdarah itu? cuman yang waktu itu ambilnya jantung, Nah kalau yang ini ambilnya kepala, tapi tetap sama karena kejadiannya Di malam bulan purnama juga

2026-07-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Misteri kepala
2 Bab 02. Masih misteri
3 Bab 03. Hilang kemana?
4 Bab 04. Tersangka
5 Bab 05. Saksi mata
6 Bab 06. Revan tidak percaya
7 Bab 07. Bu endang melihat
8 Bab 08. Kuntilanak magang
9 Bab 09. Nasib sial
10 Bab 10. Terbangun
11 Bab 11. bertemu Arya
12 Bab 12. Naik kambing
13 Bab 13. Member edan
14 Bab 14. Dapat genderuwo
15 Bab 15. Menjewer kuntilanak
16 Bab 16. Iblis tanpa kepala
17 Bab 17. Kesal pada Revan
18 Bab 18. Ketemu Pak Lurah
19 Bab 19. Kebun singkong
20 Bab 20. aroma bangkai
21 Bab 21. Bertemu Taufik
22 Bab 22. Usil bukan main
23 Bab 23. Hadiah untuk majikan
24 Bab 24. kepala sumbing
25 Bab 25. Mencari genderuwo
26 Bab 26. Xavier vs genderuwo
27 Bab 27. di siram air
28 Bab 28. Andini turun tangan
29 Bab 29. percaya diri
30 Bab 30. Hukuman dewa iblis
31 Bab 31. Siapa yang menyamar
32 Bab 32. Masih saja debat
33 Bab 33. Dapat kabar
34 Bab 34. Di kubur besok
35 Bab 35. Ketakutan
36 Bab 36. Kuntilanak naksir
37 Bab 37. Protes kuntilanak
38 Bab 38. Ulah Nana
39 Bab 39. Berbincang
40 Bab 40. Airin dan Nana
41 Bab 41. Angkuh nya Nana
42 Bab 42. Yasmin kena tampar
43 Bab 43. Hinaan pedas
44 Bab 44. Penampakan Ulya
45 Bab 45. Cerita masa lalu
46 Bab 46. Lapor Pak RT
47 Bab 47. Bertemu tuyul
48 Bab 48. Bekerja
49 Bab 49. Kena hantam
50 Bab 50. Dapat info
51 Bab 51. Merajuk
52 Bab 52. Mencari Imron
53 Bab 53. cerita Mbah Suparno
54 Bab 54. Tragedi lain desa
55 Bab 55. Panik semua
56 Bab 56. Jebakan
57 Bab 57. Iblis jangkung
58 Bab 58. Dapat tahanan
59 Bab 59. Perasaan Nessa
60 Bab 60. masih mencari
61 Bab 61. akar bajakan
62 Bab 62. Melayat
63 Bab 63. Kuku ungu
64 Bab 64. Sudah terlambat
65 Bab 65. Kecemasan semua orang
66 Bab 66. Masuk jurang
67 Bab 67. Duri buaya
68 Bab 68. Bertemu Arlan
69 Bab 69. bulu mata polkadot
70 Bab 70. Pertempuran berat
71 Bab 71. Digo patah hati
72 Bab 72. Masih di jurang
73 Bab 73. Mengalahkan buaya
74 Bab 74. Menghajar Imron
75 Bab 75. Burung hantu vs buaya
76 Bab 76. Masih vs buaya
77 Bab 77. Usus keluar
78 Bab 78. Patah Arka
79 Bab 79. Hampir berhasil
80 Bab 80. Di bawa pulang
81 Bab 81. Gigi buaya
82 Bab 82. Arlan vs Kiara
83 Bab 83. Membawa pulang
84 Bab 84. Menghajar genderuwo
85 Bab 85. luka parah
86 Bab 86. Jadi buluk
87 Bab 87. Semua terkurung
88 Bab 88. Racun Sukma
89 Bab 89. Malah menuduh
90 Bab 90. Mencari dukun
91 Bab 91. Sadewa
92 Bab 92. Melepaskan cinta
93 Bab 93. Patah hati
94 Bab 94.Menjadi masalah
95 Bab 95. Mencari penawar
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Bab 01. Misteri kepala
2
Bab 02. Masih misteri
3
Bab 03. Hilang kemana?
4
Bab 04. Tersangka
5
Bab 05. Saksi mata
6
Bab 06. Revan tidak percaya
7
Bab 07. Bu endang melihat
8
Bab 08. Kuntilanak magang
9
Bab 09. Nasib sial
10
Bab 10. Terbangun
11
Bab 11. bertemu Arya
12
Bab 12. Naik kambing
13
Bab 13. Member edan
14
Bab 14. Dapat genderuwo
15
Bab 15. Menjewer kuntilanak
16
Bab 16. Iblis tanpa kepala
17
Bab 17. Kesal pada Revan
18
Bab 18. Ketemu Pak Lurah
19
Bab 19. Kebun singkong
20
Bab 20. aroma bangkai
21
Bab 21. Bertemu Taufik
22
Bab 22. Usil bukan main
23
Bab 23. Hadiah untuk majikan
24
Bab 24. kepala sumbing
25
Bab 25. Mencari genderuwo
26
Bab 26. Xavier vs genderuwo
27
Bab 27. di siram air
28
Bab 28. Andini turun tangan
29
Bab 29. percaya diri
30
Bab 30. Hukuman dewa iblis
31
Bab 31. Siapa yang menyamar
32
Bab 32. Masih saja debat
33
Bab 33. Dapat kabar
34
Bab 34. Di kubur besok
35
Bab 35. Ketakutan
36
Bab 36. Kuntilanak naksir
37
Bab 37. Protes kuntilanak
38
Bab 38. Ulah Nana
39
Bab 39. Berbincang
40
Bab 40. Airin dan Nana
41
Bab 41. Angkuh nya Nana
42
Bab 42. Yasmin kena tampar
43
Bab 43. Hinaan pedas
44
Bab 44. Penampakan Ulya
45
Bab 45. Cerita masa lalu
46
Bab 46. Lapor Pak RT
47
Bab 47. Bertemu tuyul
48
Bab 48. Bekerja
49
Bab 49. Kena hantam
50
Bab 50. Dapat info
51
Bab 51. Merajuk
52
Bab 52. Mencari Imron
53
Bab 53. cerita Mbah Suparno
54
Bab 54. Tragedi lain desa
55
Bab 55. Panik semua
56
Bab 56. Jebakan
57
Bab 57. Iblis jangkung
58
Bab 58. Dapat tahanan
59
Bab 59. Perasaan Nessa
60
Bab 60. masih mencari
61
Bab 61. akar bajakan
62
Bab 62. Melayat
63
Bab 63. Kuku ungu
64
Bab 64. Sudah terlambat
65
Bab 65. Kecemasan semua orang
66
Bab 66. Masuk jurang
67
Bab 67. Duri buaya
68
Bab 68. Bertemu Arlan
69
Bab 69. bulu mata polkadot
70
Bab 70. Pertempuran berat
71
Bab 71. Digo patah hati
72
Bab 72. Masih di jurang
73
Bab 73. Mengalahkan buaya
74
Bab 74. Menghajar Imron
75
Bab 75. Burung hantu vs buaya
76
Bab 76. Masih vs buaya
77
Bab 77. Usus keluar
78
Bab 78. Patah Arka
79
Bab 79. Hampir berhasil
80
Bab 80. Di bawa pulang
81
Bab 81. Gigi buaya
82
Bab 82. Arlan vs Kiara
83
Bab 83. Membawa pulang
84
Bab 84. Menghajar genderuwo
85
Bab 85. luka parah
86
Bab 86. Jadi buluk
87
Bab 87. Semua terkurung
88
Bab 88. Racun Sukma
89
Bab 89. Malah menuduh
90
Bab 90. Mencari dukun
91
Bab 91. Sadewa
92
Bab 92. Melepaskan cinta
93
Bab 93. Patah hati
94
Bab 94.Menjadi masalah
95
Bab 95. Mencari penawar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!