Bab 03. Hilang kemana?

Sebulan berlalu dengan cepat namun para warga masih sibuk membicarakan tentang kepala Auzar yang sampai saat ini masih belum juga ketemu, Ulya sudah tidak menjadi tersangka lagi karena membuktikan bahwa dirinya memang sama sekali tidak bersalah Dan ini semua menjadi misteri yang begitu sulit untuk dipecahkan karena pelaku juga belum di ketahui sampai saat ini.

Para warga sibuk membayangkan bagaimana bisa orang yang sedang tertidur namun mendadak saja hilang kepala seperti itu, akibat dari masalah tersebut maka kini banyak yang merasa cemas namun mereka beranggapan bahwa mungkin saja itu adalah ulah salah satu musuh dari keluarga tersebut sehingga tega melakukan hal seperti itu.

''Kau mau ke mana malam-malam begini?'' tegur Revan ketika melihat Taufik akan keluar dari rumah.

''Aisyah mengajak aku bertemu jadi mau keluar dulu menemui dia.'' ujar Taufik.

''Jangan terlalu malam kau pulang karena Ibu pasti akan cemas.'' Revan memberi pesan kepada sang adik dan dia kembali fokus menonton televisi.

Taufik hanya mengangguk pelan dan dia segera berjalan pergi meninggalkan rumah untuk mengambil motor yang ada di sebelah, Aisyah memang mendadak saja mengajak dia bertemu karena ingin membicarakan sesuatu sehingga Taufik pun memutuskan untuk bertemu dengan sang kekasih, meski dalam hati dia sudah menebak bahwa itu tidak seberapa penting.

Motor Taufik segera meninggalkan rumah dan membelah kegelapan malam karena sekarang memang sudah cukup malam, warga juga agak jarang keluar setelah kejadian yang menimpa keluarga Ulya karena mereka takut nanti akan terjadi sesuatu seperti itu terhadap diri mereka juga, sehingga banyak yang mengurung diri di dalam rumah bila sudah malam.

Terlebih lagi para polisi juga masih belum berhasil menangkap pelaku itu sehingga mereka sangat yakin bahwa pelaku masih berkeliaran kesana kemari dengan hati bahagia, lebih baik mereka menjaga diri agar jangan sampai bertemu dengan pelaku seperti itu sehingga nyawa mereka pasti akan selamat dan tidak terancam bila ada di dalam rumah seperti sekarang.

"Kemana tadi Taufik?" tanya Bu Warti setelah keluar dari kamar.

"Paling ketemu Aisyah, Bu." Revan menjawab cepat.

''Lagi kondisi begini tapi dia malah keluar malam saja, Padahal kalau ketemu bisa masih agak sore.'' keluh Bu Warti sambil menatap jendela rumah.

''Mungkin ini agak penting dan mungkin saja soal pekerjaan jadi tidak bisa ditunda lagi.'' Revan masih berusaha untuk membela sang adik.

''Kadang Aisyah itu kalau punya kehendak tidak bisa ditolak sehingga Taufik terus saja menuruti dan seperti sekarang.'' Bu Warti memang sudah hafal dengan tabiat sang calon menantu.

''Tidak apa apa, selagi Taufik mampu maka Biarkan saja karena kita juga tidak tahu nanti ke depan akan bagaimana.'' Revan tersenyum manis

Bu Warti mengangguk kecil dan dia segera masuk ke dalam kamar lagi meski perasaannya juga agak cemas karena takut nanti terjadi sesuatu yang tidak baik kepada Taufik, sebagai orang tua tentu saja dia tidak bisa tenang kalau anak keluar malam seperti sekarang ini.

Namun bila terlalu mengekang nanti malah yang ada justru akan membuat Taufik berontak dan mereka akan bertengkar satu sama lain, jadi lebih baik bila Bu Warti memilih diam dan menasehati secara perlahan saja agar Taufik sadar bahwa segala sesuatu dari sang kekasih bisa dia tolak secara perlahan.

''Taufik kalau sudah kenal cinta dia memang sangat bodoh sekali.'' Revan menggerutu sendirian.

''Sambil kamu chat dia biar tahu kalau ini sudah malam dan jangan terlalu lama.'' Bu Warti berteriak dari dalam kamar.

''Iyaaaa!'' teriak Revan juga sambil meraih ponsel yang ada di dekat nya.

Segera dia chat sang adik agar Jangan pulang terlalu malam karena nanti justru akan menimbulkan pertengkaran di rumah ini, Bu Warti adalah orang yang cukup ketat sehingga bila Dia memberikan waktu maka harus pulang di waktu yang itu juga dan tidak ada negosiasi sama sekali, entah itu untuk Revan atau untuk Taufik.

...****************...

''Eh astaga!'' Revan membuka mata karena dia memang tertidur di depan televisi.

''Huaaaaam, sudah pulang apa belum Taufik ini ya?'' Revan segera bangkit untuk melihat keadaan karena tadi dia memang tertidur sehingga tidak tahu apa sang adik sudah pulang atau belum.

''Fik! sudah pulang kau?'' Revan membuka pintu kamar.

Namun ternyata memang kamar itu masih kosong sehingga menandakan bahwa Taufik belum pulang ke rumah malam ini, Revan melihat jam pada ponsel yang menunjukkan sudah pukul tiga pagi, namun kenapa sampai saat ini Taufik masih belum juga pulang ke rumah sehingga Revan mendadak saja merasa cemas dan takut bila nanti Ibu mereka akan tahu.

''Aih bocah sialan ini, buat masalah saja!'' kesal Revan keluar dari rumah.

''Ha motor dia memang belum ada, belum pulang dia!'' Revan segera menghubungi nomor Taufik.

Lama Revan menunggu agar segera diangkat oleh Taufik namun ternyata sama sekali tidak dijawab, tentu itu semakin membuat emosi Revan menyala-nyala karena ini sudah sangat malam dan dia berpesan agar jangan pulang terlalu malam namun ternyata Taufik sampai sekarang tak kunjung pulang.

''Aisyah!'' Revan agak membentak pada kekasih adik dia.

''Iya, Bang?'' Aisyah menjawab dengan suara mengantuk.

''Mana Taufik? suruh dia pulang sekarang!'' titah Revan berusaha mengendalikan emosi juga.

''Taufik tidak ada ketemu sama aku, Bang.'' jelas Aisyah mulai bingung juga.

''Kau serius, sejak tadi sore kau tidak ketemu dia?!'' kaget Revan.

''Demi allah aku tidak bertemu dengan Taufik, emang dia kemana sekarang, Bang?!'' Aisyah mulai panik juga.

''Tadi dia pergi dari rumah dan malah mengatakan kalau mau bertemu dengan kamu.'' jelas Revan.

Aisyah yang Mendengar hal itu tentu saja menjadi terbakar oleh api cemburu karena dia beranggapan bahwa mungkin saja Taufik bertemu dengan wanita lain, namun dia berbohong kepada Revan karena keluarga Taufik hanya tahu bahwa pria itu menjalin hubungan dengan Aisyah saja dan mereka memang sudah di tahap yang mulai serius.

''Berarti benar tentang dugaan ku itu, kami bertengkar karena aku menuduh Dia sedang sibuk chat dengan wanita lain dan mungkin dia bertemu dengan wanita itu.'' Aisyah berkata dengan suara gemetar.

''Ya sudah kalau memang begitu maka aku akan mencari Taufik terlebih dahulu.'' Revan memutuskan sambungan.

''Ya allah jadi benar kalau dia memang selingkuh!'' Aisyah menangis pilu.

Mereka memang bertengkar tadi siang hanya karena Aisyah memang telah menemukan chat yang menurut dia sama sekali tidak pantas, sebagai seorang wanita maka dia sudah mengerti kemana arah pembicaraan itu dan dia malah bertengkar dengan Taufik karena pria itu kekeh mengatakan bahwa orang yang ada di dalam chat tersebut hanya teman biasa.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.

Terpopuler

Comments

FiaNasa

FiaNasa

jangan² Revan jadi korban kepala kedua nih,,bukankah udah sebulan peristiwa suami Alya yg hilang kepalanya,,jadi skrg mungkin ad korban lagi,,

2026-07-29

1

Ayuk Witanto

Ayuk Witanto

siapa yang hendak di temui Taufik dan kenapa dia tak pulang?apa dia sudah jadi korban

2026-07-30

0

Betri Betmawati

Betri Betmawati

kmn menghilang nya Taufik
JD dia pergi menemui.siapa
apa dia udh meninggal jg

2026-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Misteri kepala
2 Bab 02. Masih misteri
3 Bab 03. Hilang kemana?
4 Bab 04. Tersangka
5 Bab 05. Saksi mata
6 Bab 06. Revan tidak percaya
7 Bab 07. Bu endang melihat
8 Bab 08. Kuntilanak magang
9 Bab 09. Nasib sial
10 Bab 10. Terbangun
11 Bab 11. bertemu Arya
12 Bab 12. Naik kambing
13 Bab 13. Member edan
14 Bab 14. Dapat genderuwo
15 Bab 15. Menjewer kuntilanak
16 Bab 16. Iblis tanpa kepala
17 Bab 17. Kesal pada Revan
18 Bab 18. Ketemu Pak Lurah
19 Bab 19. Kebun singkong
20 Bab 20. aroma bangkai
21 Bab 21. Bertemu Taufik
22 Bab 22. Usil bukan main
23 Bab 23. Hadiah untuk majikan
24 Bab 24. kepala sumbing
25 Bab 25. Mencari genderuwo
26 Bab 26. Xavier vs genderuwo
27 Bab 27. di siram air
28 Bab 28. Andini turun tangan
29 Bab 29. percaya diri
30 Bab 30. Hukuman dewa iblis
31 Bab 31. Siapa yang menyamar
32 Bab 32. Masih saja debat
33 Bab 33. Dapat kabar
34 Bab 34. Di kubur besok
35 Bab 35. Ketakutan
36 Bab 36. Kuntilanak naksir
37 Bab 37. Protes kuntilanak
38 Bab 38. Ulah Nana
39 Bab 39. Berbincang
40 Bab 40. Airin dan Nana
41 Bab 41. Angkuh nya Nana
42 Bab 42. Yasmin kena tampar
43 Bab 43. Hinaan pedas
44 Bab 44. Penampakan Ulya
45 Bab 45. Cerita masa lalu
46 Bab 46. Lapor Pak RT
47 Bab 47. Bertemu tuyul
48 Bab 48. Bekerja
49 Bab 49. Kena hantam
50 Bab 50. Dapat info
51 Bab 51. Merajuk
52 Bab 52. Mencari Imron
53 Bab 53. cerita Mbah Suparno
54 Bab 54. Tragedi lain desa
55 Bab 55. Panik semua
56 Bab 56. Jebakan
57 Bab 57. Iblis jangkung
58 Bab 58. Dapat tahanan
59 Bab 59. Perasaan Nessa
60 Bab 60. masih mencari
61 Bab 61. akar bajakan
62 Bab 62. Melayat
63 Bab 63. Kuku ungu
64 Bab 64. Sudah terlambat
65 Bab 65. Kecemasan semua orang
66 Bab 66. Masuk jurang
67 Bab 67. Duri buaya
68 Bab 68. Bertemu Arlan
69 Bab 69. bulu mata polkadot
70 Bab 70. Pertempuran berat
71 Bab 71. Digo patah hati
72 Bab 72. Masih di jurang
73 Bab 73. Mengalahkan buaya
74 Bab 74. Menghajar Imron
75 Bab 75. Burung hantu vs buaya
76 Bab 76. Masih vs buaya
77 Bab 77. Usus keluar
78 Bab 78. Patah Arka
79 Bab 79. Hampir berhasil
80 Bab 80. Di bawa pulang
81 Bab 81. Gigi buaya
82 Bab 82. Arlan vs Kiara
83 Bab 83. Membawa pulang
84 Bab 84. Menghajar genderuwo
85 Bab 85. luka parah
86 Bab 86. Jadi buluk
87 Bab 87. Semua terkurung
88 Bab 88. Racun Sukma
89 Bab 89. Malah menuduh
90 Bab 90. Mencari dukun
91 Bab 91. Sadewa
92 Bab 92. Melepaskan cinta
93 Bab 93. Patah hati
94 Bab 94.Menjadi masalah
95 Bab 95. Mencari penawar
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Bab 01. Misteri kepala
2
Bab 02. Masih misteri
3
Bab 03. Hilang kemana?
4
Bab 04. Tersangka
5
Bab 05. Saksi mata
6
Bab 06. Revan tidak percaya
7
Bab 07. Bu endang melihat
8
Bab 08. Kuntilanak magang
9
Bab 09. Nasib sial
10
Bab 10. Terbangun
11
Bab 11. bertemu Arya
12
Bab 12. Naik kambing
13
Bab 13. Member edan
14
Bab 14. Dapat genderuwo
15
Bab 15. Menjewer kuntilanak
16
Bab 16. Iblis tanpa kepala
17
Bab 17. Kesal pada Revan
18
Bab 18. Ketemu Pak Lurah
19
Bab 19. Kebun singkong
20
Bab 20. aroma bangkai
21
Bab 21. Bertemu Taufik
22
Bab 22. Usil bukan main
23
Bab 23. Hadiah untuk majikan
24
Bab 24. kepala sumbing
25
Bab 25. Mencari genderuwo
26
Bab 26. Xavier vs genderuwo
27
Bab 27. di siram air
28
Bab 28. Andini turun tangan
29
Bab 29. percaya diri
30
Bab 30. Hukuman dewa iblis
31
Bab 31. Siapa yang menyamar
32
Bab 32. Masih saja debat
33
Bab 33. Dapat kabar
34
Bab 34. Di kubur besok
35
Bab 35. Ketakutan
36
Bab 36. Kuntilanak naksir
37
Bab 37. Protes kuntilanak
38
Bab 38. Ulah Nana
39
Bab 39. Berbincang
40
Bab 40. Airin dan Nana
41
Bab 41. Angkuh nya Nana
42
Bab 42. Yasmin kena tampar
43
Bab 43. Hinaan pedas
44
Bab 44. Penampakan Ulya
45
Bab 45. Cerita masa lalu
46
Bab 46. Lapor Pak RT
47
Bab 47. Bertemu tuyul
48
Bab 48. Bekerja
49
Bab 49. Kena hantam
50
Bab 50. Dapat info
51
Bab 51. Merajuk
52
Bab 52. Mencari Imron
53
Bab 53. cerita Mbah Suparno
54
Bab 54. Tragedi lain desa
55
Bab 55. Panik semua
56
Bab 56. Jebakan
57
Bab 57. Iblis jangkung
58
Bab 58. Dapat tahanan
59
Bab 59. Perasaan Nessa
60
Bab 60. masih mencari
61
Bab 61. akar bajakan
62
Bab 62. Melayat
63
Bab 63. Kuku ungu
64
Bab 64. Sudah terlambat
65
Bab 65. Kecemasan semua orang
66
Bab 66. Masuk jurang
67
Bab 67. Duri buaya
68
Bab 68. Bertemu Arlan
69
Bab 69. bulu mata polkadot
70
Bab 70. Pertempuran berat
71
Bab 71. Digo patah hati
72
Bab 72. Masih di jurang
73
Bab 73. Mengalahkan buaya
74
Bab 74. Menghajar Imron
75
Bab 75. Burung hantu vs buaya
76
Bab 76. Masih vs buaya
77
Bab 77. Usus keluar
78
Bab 78. Patah Arka
79
Bab 79. Hampir berhasil
80
Bab 80. Di bawa pulang
81
Bab 81. Gigi buaya
82
Bab 82. Arlan vs Kiara
83
Bab 83. Membawa pulang
84
Bab 84. Menghajar genderuwo
85
Bab 85. luka parah
86
Bab 86. Jadi buluk
87
Bab 87. Semua terkurung
88
Bab 88. Racun Sukma
89
Bab 89. Malah menuduh
90
Bab 90. Mencari dukun
91
Bab 91. Sadewa
92
Bab 92. Melepaskan cinta
93
Bab 93. Patah hati
94
Bab 94.Menjadi masalah
95
Bab 95. Mencari penawar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!