Bab 04. Tersangka

Sampai pagi datang dan sama sekali masih tidak ada kabar dari Taufik bahwa pria itu pergi entah ke mana, Revan sudah bingung mencari ke sana kemari karena dia tidak tahu sang adik pergi ke mana, ada rasa bingung dan juga panik namun dia berusaha untuk tetap tenang agar Bu Warti tidak semakin takut juga.

Yang paling penting saat ini dia telah melaporkan hal itu kepada Pak RT agar mendapat bantuan juga mencari keberadaan Taufik yang entah ada di mana, Aisyah juga sudah turun tangan karena dia memiliki keluarga besar sehingga memiliki power yang cukup tinggi untuk bergerak dan mencari keberadaan Taufik tersebut.

Jelas Desa kembali heboh namun sebagian warga masih tidak peduli karena beranggapan Taufik adalah seorang laki-laki dan Kemungkinan dia hanya pergi ke sebuah tempat untuk mencari hiburan, namun sebagian warga justru mengira bahwa bisa saja Taufik telah mengalami nasib yang begitu buruk seperti nasib Auzar yang malang itu.

Ada sebagian memang berpikir demikian namun sebagian berusaha untuk cuek saja, Revan yang paling panik Karena dia sudah tahu bahwa Aisyah tidak ada bertemu dengan Taufik dan kenapa sang adik bisa menghilang begitu saja tanpa ada kabar berita sama sekali, Jadi sekarang seluruh orang berusaha mencari keberadaan Taufik yang masih entah ada di mana.

''Itu motor Taufik ada di dekat sawah milik Pak Beni.'' Davin berteriak karena dia juga ikut mencari keberadaan Taufik.

Para warga yang Mendengar hal itu tentu saja langsung berlari untuk menuju sawah milik Pak Beni agar bisa melihat Apakah memang Taufik ada di sana, sebab motor pemuda itu terparkir di dekat area persawahan dan kemungkinan dirinya juga ada di sekitar sawah tersebut.

''Ya allah, sedang apa dia sejak tadi malam ada di sawah ini?'' Bu Warti berlari sembari mengangkat rok yang dia pakai.

''Apa dia memang resmi berpacaran dengan Putri?'' Aisyah terdiam karena Pak Beni memang memiliki anak bernama Putri.

''Ya allah!''

''Ibu!'' Revan kaget karena Bu Warti berteriak keras setelah melihat apa yang ada di sana.

''La Ilaha Illallah.'' Pak RT juga mengusap dada berulang kali setelah melihat ke dalam pondok milik Pak Beni.

''Tidak! anakku tidak boleh mengalami nasib seperti ini, Siapa yang sudah melakukan kekejaman kepada Taufik?!'' Pekik Bu Warti sembari memeluk jasad tersebut.

''Ya allah, Allahu Akbar!'' Revan juga terduduk lemas setelah melihat keadaan sang adik.

Taufik ditemukan di dalam pondok dalam keadaan mirip seperti Auzar karena dia sudah tidak memiliki kepala lagi, hanya tersisa bagian tubuh dan itu semua bergelimang darah sehingga banyak semut yang berdatangan ke sana untuk memakan darah yang sudah mulai mengering itu.

''Dia mirip Mas Auzar!'' Ulya tertegun karena dia masih trauma dengan kejadian tersebut.

''Tidak usah melihat kalau kakak tidak kuat!'' Ina menutup mata Ulya.

''Ini pasti pelakunya sangat sama dan dia terus mencari korban seperti ini, kita harus menghentikan pelaku agar dia tidak mencari korban lagi.'' Ulya berkata dengan gemetar.

Pak RT segera memerintah para warga untuk mengurus mayat dari Taufik tersebut agar tidak semakin lama dibiarkan begitu saja di dalam pondok itu, kasihan juga melihat mayat yang sudah bergelimangan dengan darah dan kemungkinan besar tadi malam kejadian itu berlangsung, Revan sampai tidak tahu harus berkata apa lagi karena dia juga sangat syok melihat keadaan sang adik.

''Ayo Kita semua membawa mayat Taufik untuk pulang ke rumah dan segera dikuburkan.'' Pak RT memberi himbauan kepada seluruh warga.

''Apa kita tidak memanggil polisi terlebih dahulu?'' Davin bertanya kepada Pak RT.

''Gimana, Van? apa kita perlu memanggil polisi untuk menyelidiki kasus ini.'' Pak RT bertanya kepada keluarga yang bersangkutan.

''Ya, aku pasti memanggil polisi untuk menyelidiki Siapa yang telah membunuh Taufik.'' Revan justru akan memanggil polisi karena dia ingin masalah ini segera di usut sampai selesai.

''Baiklah, kalau begitu polisi akan menangani kasus ini agar bisa mengetahui siapa yang menjadi pelaku.'' Pak RT juga tidak melarang.

Revan merasa bahwa hanya polisi yang bisa mengurus masalah ini dan dia tidak ada beranggapan bahwa ini bersangkutan dengan hal gaib, tadi Davin ingin menyarankan sesuatu kepada pemuda itu namun melihat Revan yang sangat yakin maka Davin memilih untuk menutup mulut kembali, dia tidak ingin berdebat dan kemungkinan nanti justru hanya akan memicu pertengkaran di antara mereka berdua karena Pemikiran yang sangat berbeda.

...****************...

''Huhuuu Ya Allah kenapa bisa terjadi hal seperti itu kepada Taufik?!'' Bu Warti terduduk lemas di sofa ruang tamu.

''Kasihan sekali memang Taufik karena dia masih muda namun malah mengalami nasib yang seperti itu.'' Intan berkata dengan suara lirih.

''Yang namanya nyawa memang sama sekali tidak ada yang tahu, Lagian kenapa Taufik keluar di malam hari seperti itu?'' Salsa berkata sembari menarik nafas panjang.

''Kalau kata Revan dia berpamitan ingin bertemu dengan Aisyah, tapi Aisyah sendiri mengatakan tidak ada jadwal bertemu dengan Taufik.'' Bu Warti berkata dengan sangat heran.

''Aku memang tidak ada mengajak bertemu dengan Taufik.'' Aisyah berkata pelan dan dia juga bingung dengan ini semua.

''Ponsel Taufik ada di mana sekarang, apa tadi tidak ketemu juga?'' Salsa baru ingat bahwa mereka bisa saja mencari tahu lewat Ponsel itu.

Revan menggeleng pelan karena dia sama sekali tidak menemukan keberadaan ponsel sang adik Ketika menemukan mayat tadi, entah ke mana pergi ponsel Taufik namun yang jelas mereka tidak tahu siapa sebenarnya orang yang telah mengajak Taufik bertemu di malam hari.

Aisyah juga merasa sangat penasaran karena dia usai bertengkar dengan sang kekasih sehingga rasa curiga memenuhi diri gadis itu, rasa ingin bertemu langsung dengan Putri dan bertanya apakah memang dia telah mengajak Taufik bertemu dan apa memang gadis itu yang menjadi teman chat selama ini ketika Aisyah sedang sibuk bekerja.

''Soal gadis yang menjadi permasalahan kalian ribut itu apa kau mengetahui dia siapa?'' Revan bertanya kepada Aisyah.

''Aku tidak tahu secara pasti namun aku memiliki dua tersangka, kalau tidak Iis maka pasti Putri anak Pak Beni.'' Aisyah berkata dengan sangat yakin.

''Iis perawan tua itu?!'' Salsa langsung kaget mendengar ucapan Aisyah.

Aisyah mengangguk karena kalau chat dengan Iis maka dia pernah melihat secara langsung tapi kalau dengan Putri itu masih hanya dugaan saja, mereka bertengkar karena Taufik telah berhubungan dengan gadis lain meski Aisyah tidak tahu apakah itu memang memicu perselingkuhan atau hanya sebatas teman biasa namun yang jelas itu semua menjadi awal mula pertengkaran di antara mereka berdua.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.

Terpopuler

Comments

Betri Betmawati

Betri Betmawati

siwarti itu bukunya Mak si Amir ya dia hidup lg punya anak baru
masih misterius siapa pelakunya untuk apalh kepala orang diambil seram ya

2026-07-29

2

Raffaza Direzky87

Raffaza Direzky87

ini si Davin siapa ya... apa si Davin yg 5 sekawan itu,soalnya ada salsa juga... apa tragedi hilangnya kepala ini ada di kampungnya devin

2026-07-29

1

Ela Jutek

Ela Jutek

itu yg di curi cuma palanya apa buat pajangan atau buat yg lain🤔

2026-07-29

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Misteri kepala
2 Bab 02. Masih misteri
3 Bab 03. Hilang kemana?
4 Bab 04. Tersangka
5 Bab 05. Saksi mata
6 Bab 06. Revan tidak percaya
7 Bab 07. Bu endang melihat
8 Bab 08. Kuntilanak magang
9 Bab 09. Nasib sial
10 Bab 10. Terbangun
11 Bab 11. bertemu Arya
12 Bab 12. Naik kambing
13 Bab 13. Member edan
14 Bab 14. Dapat genderuwo
15 Bab 15. Menjewer kuntilanak
16 Bab 16. Iblis tanpa kepala
17 Bab 17. Kesal pada Revan
18 Bab 18. Ketemu Pak Lurah
19 Bab 19. Kebun singkong
20 Bab 20. aroma bangkai
21 Bab 21. Bertemu Taufik
22 Bab 22. Usil bukan main
23 Bab 23. Hadiah untuk majikan
24 Bab 24. kepala sumbing
25 Bab 25. Mencari genderuwo
26 Bab 26. Xavier vs genderuwo
27 Bab 27. di siram air
28 Bab 28. Andini turun tangan
29 Bab 29. percaya diri
30 Bab 30. Hukuman dewa iblis
31 Bab 31. Siapa yang menyamar
32 Bab 32. Masih saja debat
33 Bab 33. Dapat kabar
34 Bab 34. Di kubur besok
35 Bab 35. Ketakutan
36 Bab 36. Kuntilanak naksir
37 Bab 37. Protes kuntilanak
38 Bab 38. Ulah Nana
39 Bab 39. Berbincang
40 Bab 40. Airin dan Nana
41 Bab 41. Angkuh nya Nana
42 Bab 42. Yasmin kena tampar
43 Bab 43. Hinaan pedas
44 Bab 44. Penampakan Ulya
45 Bab 45. Cerita masa lalu
46 Bab 46. Lapor Pak RT
47 Bab 47. Bertemu tuyul
48 Bab 48. Bekerja
49 Bab 49. Kena hantam
50 Bab 50. Dapat info
51 Bab 51. Merajuk
52 Bab 52. Mencari Imron
53 Bab 53. cerita Mbah Suparno
54 Bab 54. Tragedi lain desa
55 Bab 55. Panik semua
56 Bab 56. Jebakan
57 Bab 57. Iblis jangkung
58 Bab 58. Dapat tahanan
59 Bab 59. Perasaan Nessa
60 Bab 60. masih mencari
61 Bab 61. akar bajakan
62 Bab 62. Melayat
63 Bab 63. Kuku ungu
64 Bab 64. Sudah terlambat
65 Bab 65. Kecemasan semua orang
66 Bab 66. Masuk jurang
67 Bab 67. Duri buaya
68 Bab 68. Bertemu Arlan
69 Bab 69. bulu mata polkadot
70 Bab 70. Pertempuran berat
71 Bab 71. Digo patah hati
72 Bab 72. Masih di jurang
73 Bab 73. Mengalahkan buaya
74 Bab 74. Menghajar Imron
75 Bab 75. Burung hantu vs buaya
76 Bab 76. Masih vs buaya
77 Bab 77. Usus keluar
78 Bab 78. Patah Arka
79 Bab 79. Hampir berhasil
80 Bab 80. Di bawa pulang
81 Bab 81. Gigi buaya
82 Bab 82. Arlan vs Kiara
83 Bab 83. Membawa pulang
84 Bab 84. Menghajar genderuwo
85 Bab 85. luka parah
86 Bab 86. Jadi buluk
87 Bab 87. Semua terkurung
88 Bab 88. Racun Sukma
89 Bab 89. Malah menuduh
90 Bab 90. Mencari dukun
91 Bab 91. Sadewa
92 Bab 92. Melepaskan cinta
93 Bab 93. Patah hati
94 Bab 94.Menjadi masalah
95 Bab 95. Mencari penawar
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Bab 01. Misteri kepala
2
Bab 02. Masih misteri
3
Bab 03. Hilang kemana?
4
Bab 04. Tersangka
5
Bab 05. Saksi mata
6
Bab 06. Revan tidak percaya
7
Bab 07. Bu endang melihat
8
Bab 08. Kuntilanak magang
9
Bab 09. Nasib sial
10
Bab 10. Terbangun
11
Bab 11. bertemu Arya
12
Bab 12. Naik kambing
13
Bab 13. Member edan
14
Bab 14. Dapat genderuwo
15
Bab 15. Menjewer kuntilanak
16
Bab 16. Iblis tanpa kepala
17
Bab 17. Kesal pada Revan
18
Bab 18. Ketemu Pak Lurah
19
Bab 19. Kebun singkong
20
Bab 20. aroma bangkai
21
Bab 21. Bertemu Taufik
22
Bab 22. Usil bukan main
23
Bab 23. Hadiah untuk majikan
24
Bab 24. kepala sumbing
25
Bab 25. Mencari genderuwo
26
Bab 26. Xavier vs genderuwo
27
Bab 27. di siram air
28
Bab 28. Andini turun tangan
29
Bab 29. percaya diri
30
Bab 30. Hukuman dewa iblis
31
Bab 31. Siapa yang menyamar
32
Bab 32. Masih saja debat
33
Bab 33. Dapat kabar
34
Bab 34. Di kubur besok
35
Bab 35. Ketakutan
36
Bab 36. Kuntilanak naksir
37
Bab 37. Protes kuntilanak
38
Bab 38. Ulah Nana
39
Bab 39. Berbincang
40
Bab 40. Airin dan Nana
41
Bab 41. Angkuh nya Nana
42
Bab 42. Yasmin kena tampar
43
Bab 43. Hinaan pedas
44
Bab 44. Penampakan Ulya
45
Bab 45. Cerita masa lalu
46
Bab 46. Lapor Pak RT
47
Bab 47. Bertemu tuyul
48
Bab 48. Bekerja
49
Bab 49. Kena hantam
50
Bab 50. Dapat info
51
Bab 51. Merajuk
52
Bab 52. Mencari Imron
53
Bab 53. cerita Mbah Suparno
54
Bab 54. Tragedi lain desa
55
Bab 55. Panik semua
56
Bab 56. Jebakan
57
Bab 57. Iblis jangkung
58
Bab 58. Dapat tahanan
59
Bab 59. Perasaan Nessa
60
Bab 60. masih mencari
61
Bab 61. akar bajakan
62
Bab 62. Melayat
63
Bab 63. Kuku ungu
64
Bab 64. Sudah terlambat
65
Bab 65. Kecemasan semua orang
66
Bab 66. Masuk jurang
67
Bab 67. Duri buaya
68
Bab 68. Bertemu Arlan
69
Bab 69. bulu mata polkadot
70
Bab 70. Pertempuran berat
71
Bab 71. Digo patah hati
72
Bab 72. Masih di jurang
73
Bab 73. Mengalahkan buaya
74
Bab 74. Menghajar Imron
75
Bab 75. Burung hantu vs buaya
76
Bab 76. Masih vs buaya
77
Bab 77. Usus keluar
78
Bab 78. Patah Arka
79
Bab 79. Hampir berhasil
80
Bab 80. Di bawa pulang
81
Bab 81. Gigi buaya
82
Bab 82. Arlan vs Kiara
83
Bab 83. Membawa pulang
84
Bab 84. Menghajar genderuwo
85
Bab 85. luka parah
86
Bab 86. Jadi buluk
87
Bab 87. Semua terkurung
88
Bab 88. Racun Sukma
89
Bab 89. Malah menuduh
90
Bab 90. Mencari dukun
91
Bab 91. Sadewa
92
Bab 92. Melepaskan cinta
93
Bab 93. Patah hati
94
Bab 94.Menjadi masalah
95
Bab 95. Mencari penawar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!