Bab 05. Saksi mata

Bingung dan juga takut kini para warga rasakan ketika sudah ada dua orang yang menjadi korban kepala hilang seperti itu, namun sejauh ini masih tidak ada yang menduga bahwa itu adalah perbuatan sesat dari seseorang atau bahkan orang yang memiliki pesugihan karena mereka mengatakan bahwa yang tinggal di desa ini terlihat biasa saja.

Pak RT juga masih berusaha untuk mencari tahu apa sebenarnya yang telah terjadi di Desa mereka ini sehingga dia berusaha keras dan terus mencari info, tapi Bara warga terus menyimpulkan bahwa tidak ada keanehan selama dua bulan terakhir dan kemungkinan besar ini adalah ulah dari seseorang yang sedang menimba ilmu hitam.

Karena sudah ada prasangka seperti itu maka Pak RT memutuskan untuk menemui Davin dan para teman-teman karena dia memahami bahwa Davin memiliki pengalaman gaib yang cukup dalam, terlebih lagi mereka selama ini juga sudah mengalami beberapa banyak hal di dalam hidup ketika dengan urusan tentang setan dan juga pesugihan.

Davin terdiam seketika saat Pak RT mengatakan bahwa bisa saja ini adalah ulah dari seseorang yang sedang menimba ilmu hitam itu, Andi yang ada di sebelah Davin juga tidak bisa menjawab karena ingatan mereka kembali pada salah satu teman yang telah tiada, tapi dulu yang dia curi adalah mayat sehingga ini cukup berbeda.

Ahmad hanya mencuri mayat di dalam kuburan dan dia sudah lama tiada di desa ini sehingga tidak mungkin kembali lagi untuk ulah, masih ada beberapa lagi kemungkinan bahwa itu adalah ulah dari orang lain namun mereka tinggal juga di desa ini sehingga korban masih ada di desa ini saja.

''Aku sudah menghubungi para RT dari desa lain dan mereka mengatakan bahwa tidak ada tragedi seperti ini.'' Pak RT berkata dengan wajah serius.

''Ya kita juga tidak bisa langsung menyimpulkan kalau ini ulah dari orang yang sedang mencari ilmu.'' jawab Davin.

''Kan tapi aneh saja karena ada manusia yang hilang kepala dan mereka sekarang sudah ada dua korban.'' Andi juga mulai kepikiran.

''Malam purnama, Auzar kemarin meninggal dunia di malam purnama juga.'' Davin baru ingat dengan hal itu.

''Benar, tadi malam juga malam bulan purnama dan Taufik meninggal dalam keadaan tidak memiliki kepala.'' Andi setuju dengan hal tersebut.

Mereka terdiam dalam pikiran yang begitu panjang karena masih berusaha menebak apa yang telah terjadi dan siapa yang telah melakukan kejahatan itu di desa mereka sekarang, Kenapa semua terasa begitu mencekam dan siapa yang sudah tega melakukan hal sedemikian jahat kepada tetangga mereka sendiri di sini.

''Apa langsung minta tolong saja sama ketua?'' tawar Davin.

''Kau kan ingat sendiri pesan dia, jangan dikit dikit mendatangi ketua!'' sergah Andi.

''Iya, sebab dia juga lelah dan pusing juga.'' keluh Davin pelan sekali.

''Kita juga masih belum tahu secara pasti apa ini bersangkutan dengan setan atau tidak.'' Ucap pak RT.

Davin mengangguk paham dan mereka juga mempertimbangkan bila harus meminta tolong kepada ketua yang ada di desa sebelah, semua harus dipertimbangkan secara ulang dan mereka harus mendapatkan bukti yang tepat apakah memang ini berhubungan dengan setan atau hanya orang yang sedang menimba ilmu hitam tak jadi Desa mereka sekarang.

''Tolong terus pantau saja, kita harus mulai menjaga.'' pesan Pak RT.

''Kita patroli sampai pagi kali ya kalau pas malam bulan purnama.'' usul Davin.

''Nanti malam kita pula yang mau jadi tumbal!'' Andi heboh sendiri.

''Ya kan kita banyak orang dan ramai ramai, kau ini penakut sekali sih!'' kesal Davin.

Andi terdiam tidak menjawab ucapan Davin lagi karena memang benar dia adalah orang yang paling penakut di antara mereka semua, sebab tragedi yang pernah dia rasakan sungguh sangat luar biasa sehingga masih menimbulkan rasa trauma yang begitu besar di dalam diri dan sampai sekarang bila terbayang maka dirinya akan mengalami rasa takut yang berlebihan.

...****************...

''Aduuh ya allah berat sekali jadi nelayan begini.'' Pak Muh meletakan jala di belakang rumah.

''Tapi alhamdulillah dapat udang banyak, kalau di jual dapat lah ini tiga ratusan.'' Pak Muh masih bersyukur juga.

Kleteeeek.

''Apa itu?!'' Pak Muh mendengar suara berisik dari arah kebun singkong yang mulai tinggi.

Takut pula bila nanti malah singkong dia habis dimakan oleh babi hutan, maka Pak Muh kembali menyambar senter yang sudah dia Letakkan dan mendatangi kebun singkong milik dia itu untuk memperhatikan apakah memang ada babi hutan yang sedang memakan singkong atau ada orang yang sedang mencuri singkong milik dia.

''Hooo ternyata babi berkepala manusia!'' Pak Muh menyeringai karena dia melihat kaki manusia di sekitaran kebun Singkong itu.

''Tunggu kau ya, siapa sih yang jadi maling? padahal kalau minta saja bakal aku kasih kok!'' kesal Pak Muh.

Namun ketika dia mendongak untuk melihat Siapa orang tersebut yang sudah mencuri singkong milik dia ini, Pak Mung sama sekali tidak melihat ada kepala manusia di sana sehingga pria itu kebingungan dan kembali berjongkok untuk memperhatikan kaki yang masih terlihat dengan jarak sekitar beberapa meter dari dirinya berdiri sekarang, jelas itu adalah kaki manusia namun kenapa tidak ada kepala yang bisa dia lihat.

''Tidak ada kepala nya!'' Pak Muh serasa mau pingsan ketika dia melihat batang leher itu.

''Hooorrrk, Hoooorrk!''

''Ya allah apa ini hantu nya Auzar dan Taufik ya?'' batin Pak Muh dengan keringat dingin.

''Pinjam kepalaaaaaa, kepala siapa yang mau aku pinjam.....

''Lindungi aku, Ya allah!'' Pak Muh tidak berani berdiri karena jarak nya sangat dekat sekali.

Mata pria tua ini masih bisa melihat kalau itu memang kaki manusia biasa, namun ketika melihat keatas maka semua berubah menjadi seram tidak terkendali karena tidak ada kepala yang bertengger di sana, bahkan darah juga berhamburan seolah kepala itu baru saja di putus.

''Kepalaaaaa....

''Jangan kesini, tolong jangan kesini.'' Pak Muh telungkup di atas tanah.

''Hoooorrrk..... Hooorrrk.....

''Aku baru dapat dua!'' lirih mahluk itu.

''Dapat dua?'' Pak Muh kaget dan memberanikan diri untuk melihat.

''La Ilaha Illallah! itu kepala Auzar dan juga Taufik.'' jerit Pak Mun di dalam hati dia saat ini.

Mahluk tanpa kepala itu menenteng kepala manusia sebanyak dua biji di tangan kanan dia sekarang, Pak Mu masih bisa mengenali bahwa itu adalah kepala milik Auzar dan juga milik Taufik, karena sudah melihat secara langsung seperti ini maka Pak Muh menyimpulkan bahwa yang membunuh dua pria itu adalah makhluk tidak berkepala ini.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.

Terpopuler

Comments

Betri Betmawati

Betri Betmawati

waduh itu setan atau apa ya dia mau berapa bnyk kepala udh dapet dua dia bilang baru dapat 2
apa dia mati tanpa kepala penasaran banget?

2026-07-30

0

mifta

mifta

iih....serem yaaa agak2 takut aku klu baca lagi sndri di rmh

2026-07-30

1

Vinandia

Vinandia

itu setan gak ada kepala, dia ngomong pake apa? 😭😭

2026-08-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Misteri kepala
2 Bab 02. Masih misteri
3 Bab 03. Hilang kemana?
4 Bab 04. Tersangka
5 Bab 05. Saksi mata
6 Bab 06. Revan tidak percaya
7 Bab 07. Bu endang melihat
8 Bab 08. Kuntilanak magang
9 Bab 09. Nasib sial
10 Bab 10. Terbangun
11 Bab 11. bertemu Arya
12 Bab 12. Naik kambing
13 Bab 13. Member edan
14 Bab 14. Dapat genderuwo
15 Bab 15. Menjewer kuntilanak
16 Bab 16. Iblis tanpa kepala
17 Bab 17. Kesal pada Revan
18 Bab 18. Ketemu Pak Lurah
19 Bab 19. Kebun singkong
20 Bab 20. aroma bangkai
21 Bab 21. Bertemu Taufik
22 Bab 22. Usil bukan main
23 Bab 23. Hadiah untuk majikan
24 Bab 24. kepala sumbing
25 Bab 25. Mencari genderuwo
26 Bab 26. Xavier vs genderuwo
27 Bab 27. di siram air
28 Bab 28. Andini turun tangan
29 Bab 29. percaya diri
30 Bab 30. Hukuman dewa iblis
31 Bab 31. Siapa yang menyamar
32 Bab 32. Masih saja debat
33 Bab 33. Dapat kabar
34 Bab 34. Di kubur besok
35 Bab 35. Ketakutan
36 Bab 36. Kuntilanak naksir
37 Bab 37. Protes kuntilanak
38 Bab 38. Ulah Nana
39 Bab 39. Berbincang
40 Bab 40. Airin dan Nana
41 Bab 41. Angkuh nya Nana
42 Bab 42. Yasmin kena tampar
43 Bab 43. Hinaan pedas
44 Bab 44. Penampakan Ulya
45 Bab 45. Cerita masa lalu
46 Bab 46. Lapor Pak RT
47 Bab 47. Bertemu tuyul
48 Bab 48. Bekerja
49 Bab 49. Kena hantam
50 Bab 50. Dapat info
51 Bab 51. Merajuk
52 Bab 52. Mencari Imron
53 Bab 53. cerita Mbah Suparno
54 Bab 54. Tragedi lain desa
55 Bab 55. Panik semua
56 Bab 56. Jebakan
57 Bab 57. Iblis jangkung
58 Bab 58. Dapat tahanan
59 Bab 59. Perasaan Nessa
60 Bab 60. masih mencari
61 Bab 61. akar bajakan
62 Bab 62. Melayat
63 Bab 63. Kuku ungu
64 Bab 64. Sudah terlambat
65 Bab 65. Kecemasan semua orang
66 Bab 66. Masuk jurang
67 Bab 67. Duri buaya
68 Bab 68. Bertemu Arlan
69 Bab 69. bulu mata polkadot
70 Bab 70. Pertempuran berat
71 Bab 71. Digo patah hati
72 Bab 72. Masih di jurang
73 Bab 73. Mengalahkan buaya
74 Bab 74. Menghajar Imron
75 Bab 75. Burung hantu vs buaya
76 Bab 76. Masih vs buaya
77 Bab 77. Usus keluar
78 Bab 78. Patah Arka
79 Bab 79. Hampir berhasil
80 Bab 80. Di bawa pulang
81 Bab 81. Gigi buaya
82 Bab 82. Arlan vs Kiara
83 Bab 83. Membawa pulang
84 Bab 84. Menghajar genderuwo
85 Bab 85. luka parah
86 Bab 86. Jadi buluk
87 Bab 87. Semua terkurung
88 Bab 88. Racun Sukma
89 Bab 89. Malah menuduh
90 Bab 90. Mencari dukun
91 Bab 91. Sadewa
92 Bab 92. Melepaskan cinta
93 Bab 93. Patah hati
94 Bab 94.Menjadi masalah
95 Bab 95. Mencari penawar
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Bab 01. Misteri kepala
2
Bab 02. Masih misteri
3
Bab 03. Hilang kemana?
4
Bab 04. Tersangka
5
Bab 05. Saksi mata
6
Bab 06. Revan tidak percaya
7
Bab 07. Bu endang melihat
8
Bab 08. Kuntilanak magang
9
Bab 09. Nasib sial
10
Bab 10. Terbangun
11
Bab 11. bertemu Arya
12
Bab 12. Naik kambing
13
Bab 13. Member edan
14
Bab 14. Dapat genderuwo
15
Bab 15. Menjewer kuntilanak
16
Bab 16. Iblis tanpa kepala
17
Bab 17. Kesal pada Revan
18
Bab 18. Ketemu Pak Lurah
19
Bab 19. Kebun singkong
20
Bab 20. aroma bangkai
21
Bab 21. Bertemu Taufik
22
Bab 22. Usil bukan main
23
Bab 23. Hadiah untuk majikan
24
Bab 24. kepala sumbing
25
Bab 25. Mencari genderuwo
26
Bab 26. Xavier vs genderuwo
27
Bab 27. di siram air
28
Bab 28. Andini turun tangan
29
Bab 29. percaya diri
30
Bab 30. Hukuman dewa iblis
31
Bab 31. Siapa yang menyamar
32
Bab 32. Masih saja debat
33
Bab 33. Dapat kabar
34
Bab 34. Di kubur besok
35
Bab 35. Ketakutan
36
Bab 36. Kuntilanak naksir
37
Bab 37. Protes kuntilanak
38
Bab 38. Ulah Nana
39
Bab 39. Berbincang
40
Bab 40. Airin dan Nana
41
Bab 41. Angkuh nya Nana
42
Bab 42. Yasmin kena tampar
43
Bab 43. Hinaan pedas
44
Bab 44. Penampakan Ulya
45
Bab 45. Cerita masa lalu
46
Bab 46. Lapor Pak RT
47
Bab 47. Bertemu tuyul
48
Bab 48. Bekerja
49
Bab 49. Kena hantam
50
Bab 50. Dapat info
51
Bab 51. Merajuk
52
Bab 52. Mencari Imron
53
Bab 53. cerita Mbah Suparno
54
Bab 54. Tragedi lain desa
55
Bab 55. Panik semua
56
Bab 56. Jebakan
57
Bab 57. Iblis jangkung
58
Bab 58. Dapat tahanan
59
Bab 59. Perasaan Nessa
60
Bab 60. masih mencari
61
Bab 61. akar bajakan
62
Bab 62. Melayat
63
Bab 63. Kuku ungu
64
Bab 64. Sudah terlambat
65
Bab 65. Kecemasan semua orang
66
Bab 66. Masuk jurang
67
Bab 67. Duri buaya
68
Bab 68. Bertemu Arlan
69
Bab 69. bulu mata polkadot
70
Bab 70. Pertempuran berat
71
Bab 71. Digo patah hati
72
Bab 72. Masih di jurang
73
Bab 73. Mengalahkan buaya
74
Bab 74. Menghajar Imron
75
Bab 75. Burung hantu vs buaya
76
Bab 76. Masih vs buaya
77
Bab 77. Usus keluar
78
Bab 78. Patah Arka
79
Bab 79. Hampir berhasil
80
Bab 80. Di bawa pulang
81
Bab 81. Gigi buaya
82
Bab 82. Arlan vs Kiara
83
Bab 83. Membawa pulang
84
Bab 84. Menghajar genderuwo
85
Bab 85. luka parah
86
Bab 86. Jadi buluk
87
Bab 87. Semua terkurung
88
Bab 88. Racun Sukma
89
Bab 89. Malah menuduh
90
Bab 90. Mencari dukun
91
Bab 91. Sadewa
92
Bab 92. Melepaskan cinta
93
Bab 93. Patah hati
94
Bab 94.Menjadi masalah
95
Bab 95. Mencari penawar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!