Bonus dari Sang Ratu CEO

​Deru mesin Honda Supra Fit tahun 2006 itu membelah aspal Jalan M.H. Thamrin dengan ketukan silinder yang tidak lagi berirama seperti mesin bebek tua pada umumnya. Berkat sisa energi sistem dari "misi terbang" di Tambora, motor itu melesat stabil di kecepatan delapan puluh kilometer per jam tanpa ada gejala getar pada stang maupun bodi plastik pembungkusnya yang sudah retak di beberapa sudut. Di atas jok kulit tiruan yang busanya sudah menipis, Citra Kirana duduk dengan kedua tangan mencengkeram erat sisi jaket ojol hijau lumut milik Arya.

​Bagi seorang wanita yang setiap harinya berpindah dari satu lobi hotel bintang lima ke lobi gedung pencakar langit dengan menumpangi Mercedes-Maybach S-Class berperedam suara premium, sensasi menaiki motor bebek di tengah hari bolong adalah sebuah gegar budaya yang ekstrem. Embusan angin Jakarta yang membawa partikel debu halus dan sisa pembakaran solar dari bus kota langsung menerpa wajah cantiknya. Namun, anehnya, Citra tidak merasa risih sama sekali. Fokus indranya justru teralihkan sepenuhnya oleh punggung lebar pria di depannya.

​Dari jarak sedekat ini, Citra bisa mencium aroma tubuh Arya yang sangat khas. Itu bukan wangi parfum mahal berbahan dasar ambergris atau oud yang biasa dipakai oleh para kolega bisnisnya di SCBD. Ini adalah perpaduan aroma matahari yang hangat, sabun batang murah yang segar, dan aroma maskulin alami yang keluar dari pori-pori kulit seorang pekerja keras. Setiap kali Arya melakukan manuver selap-selip di antara barisan mobil yang terjebak kemacetan, tubuh molek Citra tanpa sengaja terdorong ke depan, membuat dadanya yang penuh beberapa kali menekan punggung tegap Arya. Sentuhan-sentuhan tidak sengaja itu mengirimkan desiran hangat yang membuat jantung sang CEO muda berdegup dua kali lebih cepat di balik blazer navy-nya.

​Sementara itu, di balik helm INK bututnya, Arya sedang sibuk mengendalikan gejolak pikirannya sendiri. Monolog batinnya berjalan dengan kecepatan penuh, menyaingi putaran mesin motornya.

​“Aduh, ini si Mbak CEO kenapa meluknya kencang banget sih? Gua tahu tubuh gua proporsional dan dada gua bidang, tapi kalau nempel terus begini bisa-bisa konsentrasi gua buyar di jalan. Fokus, Arya, fokus! Inget pesen Bapak tadi pagi di teras rumah. Ketampanan itu cuma bungkus, yang penting kejujuran dan keselamatan penumpang. Tapi... ya salam, ini sistem bener-bener gak main-main kalau ngasih pelanggan. Visualnya spek dewi kayangan begini, mana baunya wangi banget lagi kayak konter kosmetik mall mewah. Terus nasib si cowok jas abu-abu buncit tadi gimana ya? Semoga dia gak meledak di lobi Menara BCA.”

​Arya melirik ke arah kaca spion kirinya yang diganjal kardus. Di sana, layar holografis God-Phone 13 Pro Max masih menyala tipis, menampilkan status misi yang kini berubah menjadi hijau terang:

​[STATUS MISI: PACAR SEWAAN BERHASIL]

​Target Utama (Citra Kirana) terhindar dari intimidasi sosial.

​Skor Kepuasan Pelanggan: Menunggu Penurunan Penumpang.

​Sisa Waktu Durasi Kekuatan Sementara (Karbo-Kinesis): 4 Menit 12 Detik.

​"Kita mau ke mana ini, Nona Citra?" teriak Arya sedikit keras agar suaranya bisa menembus bisingnya jalanan dan desau angin yang menerpa helm.

​Citra sedikit memajukan wajahnya ke samping telinga Arya, membuat helai rambut hitam bergelombangnya yang wangi menyentuh leher Arya. "Bawa aku ke kafe kecil yang sepi di daerah Menteng. Jalan Teuku Umar. Aku butuh menenangkan diri sebentar dari kekacauan ini."

​"Siap, Bos Besar!" sahut Arya spontan, menggunakan panggilan yang biasa ia lontarkan pada ibunya di rumah, yang langsung membuat Citra tersenyum tipis di belakang punggungnya.

​Arya segera memutar stang motornya ke arah kiri, berbelok memotong jalur lambat menuju kawasan elit Menteng. Rumah-rumah besar bergaya kolonial dengan pepohonan rindang di pinggir jalan langsung menyambut mereka, memberikan sedikit kesejukan di tengah teriknya cuaca Jakarta Pusat. Setelah berkendara selama kurang lebih tujuh menit, Arya menghentikan motor Supranya di depan sebuah kedai kopi kecil bernuansa klasik dengan eksterior bata merah yang tersembunyi di balik rimbunnya pohon mahoni.

​Begitu motor berhenti sempurna dan standar samping diturunkan, Citra segera turun dari jok belakang. Dia melepas helm merah muda cadangan milik Arya dengan gerakan yang sedikit canggung karena rambutnya agak berantakan terkena angin. Namun, alih-alih terlihat buruk, rambut yang sedikit acak-acakan itu justru membuat penampilannya terlihat sangat sensual dan natural.

​Arya ikut turun dari motor, menerima helm dari tangan Citra dengan senyuman ramah yang memperlihatkan rahang tegas dan bayangan jenggot tipisnya yang menawan. "Sudah sampai, Nona Citra. Total ongkosnya sesuai aplikasi aja, dua belas ribu rupiah."

​Citra tertegun sejenak mendengar nominal tersebut. Dua belas ribu rupiah untuk sebuah tindakan penyelamatan harga diri yang nilainya bahkan tidak bisa dibeli dengan uang miliaran rupiah. Dia menatap Arya dengan pandangan mata yang dalam, dipenuhi rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap sosok driver ojol di hadapannya ini.

​"Dua belas ribu?" Citra menarik napas panjang, merapikan blazernya yang sedikit kusut. "Kamu baru saja menghancurkan reputasi mantan tunanganku, membuatku lolos dari tekanan investasi bodongnya, dan menyelamatkan mukaku di depan seluruh staf menara. Dan kamu hanya meminta dua belas ribu rupiah?"

​Arya terkekeh pelan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ya kan aturannya begitu dari perusahaan, Nona. Saya cuma menjalankan tugas sesuai pesanan yang masuk ke HP saya. Masalah perut mantan tunangan Nona yang mendadak melar... ya mungkin itu karena dia kebanyakan makan donat komersil aja sebelum ketemu kita."

​Citra menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan sikap rendah hati dan polos yang ditunjukkan oleh Arya. Pria-pria di lingkaran sosialnya biasanya akan langsung menyombongkan diri atau meminta imbalan kontrak bisnis bernilai fantastis jika memiliki kemampuan seperti yang ditunjukkan Arya tadi. Namun, driver di depannya ini justru terlihat sangat tulus dan tidak memiliki niat terselubung sama sekali. Hal itu membuat benteng pertahanan di hati Citra yang terkenal dingin mendadak runtuh selapis lagi.

​Citra mengambil ponsel pintarnya dari dalam tas kerja Hermes miliknya. Jarinya bergerak cepat di atas layar, membuka aplikasi ojek online reguler yang tersambung dengan sistem Godjek milik Arya. Tanpa ragu, Citra langsung menggeser tuas penilaian ke kanan, memberikan Bintang 5 mutlak, lalu mengetikkan ulasan singkat di kolom komentar: “Driver terbaik, sangat profesional, berkarisma, dan bisa diandalkan dalam situasi darurat.”

​Tidak hanya itu, Citra juga menekan tombol tip tambahan digital melalui saldo dompet elektroniknya dengan nominal maksimal yang diizinkan oleh sistem aplikasi reguler.

​"Aku sudah menyelesaikan ulasannya. Dan aku juga sudah mengirimkan sedikit tambahan untuk uang bensin motormu," kata Citra dengan nada suara yang melembut, sangat berbeda dengan suaranya saat berbicara dengan Dewa di lobi tadi.

​"Terima kasih banyak, Nona. Semoga rezekinya makin lancar," jawab Arya tulus sambil memberikan hormat militer kecil yang jenaka, membuat Citra terhibur dan tertawa kecil. Senyuman manis dari sang CEO tercantik itu sempat membuat beberapa sopir pribadi yang sedang menunggu majikannya di seberang jalan terpesona sampai melongo.

​Tepat setelah Citra melangkah masuk ke dalam pintu kaca kafe klasik tersebut, kantong celana jins Arya mendadak bergetar dengan frekuensi tinggi yang sangat spesifik. Suara notifikasi yang akrab namun selalu berhasil membuat bulu kuduknya berdiri kembali bergema secara eksklusif di dalam gendang telinganya.

​TING-TONG!

​[MISI PREMIUM SELESAI DENGAN REKOR SEMPURNA!]

​Ulasan Pelanggan: Bintang 5 (Kategori: Kepuasan Mutlak Ratu Bisnis).

​Bonus Uang Tunai Digital Masuk ke Rekening Mitra: Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah).

​Konversi Energi Karbo-Kinesis Sementara Menjadi Hadiah Permanen Bermutasi!

​Arya langsung melotot sampai matanya hampir keluar dari rongga saat membaca nominal bonus lima juta rupiah yang tertera di layar God-Phone-nya. Lima juta rupiah untuk satu kali tarikan dekat? Itu setara dengan hasil narik ojol reguler dari subuh sampai tengah malam selama dua bulan penuh tanpa henti! Tangannya gemetar hebat sampai hampir menjatuhkan ponsel gaib tersebut.

​“Gila! Lima juta rupiah?! Ini beneran uang halal kan? Bukan hasil ngepet digital atau pencucian uang koruptor? Ya Allah, kalau Ibu lihat saldo ATM gua berubah begini, bisa-bisa gua dikira melihara babi ngepet di Tambora!” batin Arya berteriak panik sekaligus girang bukan main.

​Namun sebelum rasa syoknya terhadap uang lima juta itu mereda, suara asisten sistem wanita yang super ramah namun bernada sensual kembali melanjutkan pengumuman hadiah permanennya.

​[HADIAH PERMANEN UTAMA AKTIF: SKILL "MATA DIET DEWA" (KARBO-KINESIS MUTASI)]

​Penjelasan: Mitra Arya kini memiliki kemampuan permanen untuk melihat kandungan kalori, lemak, dan karbohidrat dari makanan apa pun hanya dengan pandangan mata.

​Fitur Tambahan: Mitra dapat memindahkan maksimal 500 kalori dari makanan yang sedang dilihat ke objek lain atau menguapkannya ke udara sekali sehari tanpa mengubah rasa makanan tersebut.

​[HADIAH BONUS ITEM FISIK: JAKET OJOL PREMIUM "ANTI-GOSONG INDESTRUCTIBLE"]

​Item telah dikirim secara gaib dan langsung menggantikan jaket ojol lama yang sedang Anda kenakan saat ini!

​Arya tersentak. Dia merasakan sensasi hangat yang menjalar di seluruh tubuhnya, terutama di area bahu dan dada. Ketika dia menunduk untuk melihat tubuhnya sendiri, Arya terkejut setengah mati. Jaket ojol hijau lumutnya yang tadinya kusam, robek tipis di bagian ketiak, dan berbau asap knalpot, kini telah berubah wujud secara instan.

​Jaket baru itu berwarna hijau zamrud yang sangat pekat dan mengkilap layaknya serat karbon premium. Bahannya terasa sangat ringan, sejuk di kulit meskipun cuaca Jakarta sedang panas-panasnya, dan memiliki potongan slim-fit yang dengan sangat sempurna menonjolkan lekuk otot dada serta bahu bidang Arya yang atletis. Logo perusahaan ojek online di bagian dada dan punggungnya disulam menggunakan benang perak khusus yang bisa memantulkan cahaya secara elegan jika terkena sinar matahari. Jaket itu mendadak membuat penampilan Arya naik kelas, dari seorang driver ojol biasa menjadi seperti seorang pembalap motor GP profesional yang sedang melakukan sesi pemotretan majalah olahraga internasional.

​“Ya ampun... jaketnya keren banget sih ini. Tapi tunggu... Mata Diet Dewa? Menguapkan lima ratus kalori? Ini sistem sebenarnya mau bikin gua jadi ojol apa jadi personal trainer pribadi para artis Citayam Fashion Week?!” Arya menggelengkan kepalanya pasrah, meratapi fungsi kekuatannya yang selalu berada di luar nalar sehat manusia biasa.

​Arya mencoba menguji kemampuan barunya. Dia memalingkan pandangannya ke arah gerobak pedagang gorengan yang mangkal di sudut jalan Teuku Umar, sekitar sepuluh meter dari posisinya berdiri. Begitu matanya fokus menatap barisan pisang goreng dan bakwan yang baru diangkat dari wajan penuh minyak panas, sebuah display holografis kecil berwarna merah mendadak muncul melayang di atas gerobak tersebut, hanya bisa dilihat oleh mata Arya.

​[OBJEK: BAKWAN GORENG TEPUNG (BALA-BALA)]

​Kandungan: 280 Kalori per biji.

​Kandungan Lemak Jenuh: Tinggi (Minyak goreng curah dipakai ulang 7 kali).

​Status: Sangat tidak direkomendasikan untuk lingkar pinggang Anda.

​Arya ternganga. “Gila, canggih banget! Gua bisa lihat isi daleman gorengan tanpa harus dibelah pakai pisau. Ini kalau gua jualan obat pelangsing badan, pasti langsung laku keras!”

​Merasa misinya hari ini sudah selesai dengan hasil yang sangat memuaskan, Arya segera menaiki kembali motor Supranya. Dia memakai helm INK bututnya—yang sayangnya tidak ikut di-upgrade oleh sistem sehingga kontrasnya terlihat agak lucu dengan jaket premium barunya—lalu menghidupkan mesin. Suara mesin Supra Fit itu kini terdengar jauh lebih halus, hampir tidak bersuara layaknya motor listrik masa depan berkat peningkatan energi sistem.

​Arya menarik tuas gasnya perlahan, meninggalkan kawasan Menteng menuju basecamp "PODOMORO" di Tambora. Pikirannya sudah melayang ke pasar swalayan terdekat. Dengan uang bonus lima juta rupiah di tangan, siang ini dia berniat membelikan ibunya beras kualitas premium pandan wangi, beberapa kilogram daging sapi segar untuk dimasak rendang, dan mungkin sebuah kipas angin baru untuk ditaruh di teras rumah agar bapaknya tidak kepanasan lagi saat mengajak ngobrol burung perkutut bisunya yang malang.

​Namun, yang tidak diketahui oleh Arya, di dalam kedai kopi klasik Menteng, Citra Kirana sedang duduk di dekat jendela kaca besar yang menghadap langsung ke jalan raya. Kedua matanya yang indah menatap lurus ke arah kepergian punggung tegap Arya yang dibalut jaket hijau mengkilap baru sampai motor bebek tua itu hilang di tikungan jalan.

​Citra menyesap cangkir kopi cappuccino hangatnya perlahan, sementara tangan kirinya masih memegang ponsel yang menampilkan profil driver Arya Prasetya dengan rating bintang 5 yang bersinar. Sebuah senyuman misterius yang penuh dengan kerinduan dan ketertarikan mendalam terukir di bibir ranumnya yang merah.

​"Arya Prasetya..." gumam Citra dengan suara yang pelan namun penuh dengan penekanan emosional. "Pria unik yang sangat menarik. Kamu pikir setelah merusak hari mantan tunanganku dan memelukku seerat itu di depan umum, kamu bisa pergi begitu saja dan kembali menarik penumpang reguler? Tidak semudah itu, Driver Tampan. Aku akan memastikan kamu menjadi milikku, setidaknya sebagai driver pribadi seumur hidupku."

​Citra segera membuka aplikasi pesan singkatnya, menghubungi sekretaris pribadinya di kantor dengan instruksi yang sangat spesifik untuk melacak data lengkap dan wilayah operasional driver bernama Arya Prasetya tersebut. Badai romansa baru, kesalahpahaman tingkat tinggi, dan persaingan terselubung dengan Alya Nindita—mahasiswi kedokteran yang juga sedang dilanda kasmaran di Kebayoran Baru—kini resmi dimulai tanpa disadari sedikit pun oleh sang ojol tampan dari gang sempit Tambora.

Episodes
1 Ketampanan yang Sia-Sia
2 Barikade Tawuran & Bintang 5 Pertama
3 Aroma Kopi Mbak Sri dan Nasi Timbel Penuh Doa
4 Pacar Sewaan & Perut Buncit
5 Bonus dari Sang Ratu CEO
6 Jaket Baru
7 Rezeki
8 Protokol Darurat Sistem
9 Super Model Pedas Mampus!
10 Desahan Super Model
11 Tiara Puspita
12 Bebek Terbang
13 Panggilan Darurat Stabilitas Pangkalan Ojol Tambora
14 Misi Rahasia
15 Makan Malam Terbaik
16 Basecamp Baru
17 Restu Ibu
18 Preman Elite
19 Restu Mertua Elite
20 Reuni Hangat Dua Hati yang Terabaikan
21 Ciuman Pertama
22 Intrik Kopi Pagi
23 Pertemuan Tidak Terduga
24 Rahasia yang Terungkap
25 Menara Cakrawala
26 Kunang-Kunang di Tepi Kolam
27 Petuah Bapak
28 Fitnah Palsu di Ruang Rapat Federasi
29 Skandal Berita Pagi
30 Surat dari Kerajaan Pratama
31 Tim Legal di Bawah Pohon Beringin
32 Retak dari Dalam
33 Pak Karto dan Angin yang Berbalik
34 Suara yang Tidak Bisa Dibungkam
35 Yang Terjebak di Antara Dua Ketakutan
36 Panggilan dari Sang Patriark
37 Pilihan yang Tidak Pernah Adil
38 Sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat
39 Bayang-Bayang Lima Tahun Lalu
40 Barisan Preman di Bawah Pohon Beringin
41 Kebebasan yang Dibeli
42 Pengakuan di Warung Kopi Bekasi
43 Balapan Menuju Kebenaran
44 Berita Acara Pemeriksaan
45 Pulang ke Rumah, Ancaman Baru
46 Gedung Merah Putih
47 Kartu yang Disimpan
48 Jejak Sopir yang Hilang
49 Bengkel Kecil di Karawang
50 Sidang Praperadilan
51 Berlomba dengan Waktu
52 Status Tersangka
53 Vonis Pengadilan
54 Kambing Guling dan Kode Etik Rating Bintang Lima
55 Comeback Sang Ojol Tambora
56 Makan Malam di Menara Kaca
57 Genderowo Penunggu TPU
58 Sesajen Rokok Samsoe
59 Nasihat di Warkop, Panggilan dari Galeri
60 Sesi Foto di Galeri L'Amour
61 Viral di Linimasa
62 Kemeja yang Salah Kancing
63 Sidang Tanpa Palu
64 Pindahan
65 Balas Dendam Dedi Gacor
66 Masuk TV
67 Sofa Ruang Tunggu
68 Pria Sehat dan Isi Kepalanya
69 Toko yang Baru Buka
70 Panggilan Darurat
71 Terjebak di Loker
72 Lima Orang di Bawah Jembatan
73 Lima Orang di Bawah Jembatan
74 Foto yang Disimpan Tiga Puluh Tahun
75 Aroma Anggur
76 Pagi yang Kacau dan Sisi Lain Sang Bos
77 Tom Cat Jenis Predator dan Konspirasi Kerah Jaket
78 Salep Lavender dan Pengintai Gang Buntu
79 Kopi, Kanvas, dan Salep Lavender di Atas Paha Sang Ratu
80 Dansa Di Atas Bara dan Tamparan yang Sempurna
81 Gelombang Cemburu dan Antrean Janji
82 Skandal Pangkalan dan Orderan Abang-Abang Kesurupan K-Pop
83 Langkah Seirama dan Manisnya Es Krim
84 Punggung yang Menghangatkan Malam dan Janji di Bawah Langit Kota
85 Oppa Ojol, Pijatan Ajaib, dan Rahasia Kamar Alya
86 18+ Teori Anatomi, Keingintahuan Ilmiah, dan Gejolak di Atas Kasur Putih
87 Bumbu-Bumbu Dapur, Aroma Garam, dan Restu di Meja Makan
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Ketampanan yang Sia-Sia
2
Barikade Tawuran & Bintang 5 Pertama
3
Aroma Kopi Mbak Sri dan Nasi Timbel Penuh Doa
4
Pacar Sewaan & Perut Buncit
5
Bonus dari Sang Ratu CEO
6
Jaket Baru
7
Rezeki
8
Protokol Darurat Sistem
9
Super Model Pedas Mampus!
10
Desahan Super Model
11
Tiara Puspita
12
Bebek Terbang
13
Panggilan Darurat Stabilitas Pangkalan Ojol Tambora
14
Misi Rahasia
15
Makan Malam Terbaik
16
Basecamp Baru
17
Restu Ibu
18
Preman Elite
19
Restu Mertua Elite
20
Reuni Hangat Dua Hati yang Terabaikan
21
Ciuman Pertama
22
Intrik Kopi Pagi
23
Pertemuan Tidak Terduga
24
Rahasia yang Terungkap
25
Menara Cakrawala
26
Kunang-Kunang di Tepi Kolam
27
Petuah Bapak
28
Fitnah Palsu di Ruang Rapat Federasi
29
Skandal Berita Pagi
30
Surat dari Kerajaan Pratama
31
Tim Legal di Bawah Pohon Beringin
32
Retak dari Dalam
33
Pak Karto dan Angin yang Berbalik
34
Suara yang Tidak Bisa Dibungkam
35
Yang Terjebak di Antara Dua Ketakutan
36
Panggilan dari Sang Patriark
37
Pilihan yang Tidak Pernah Adil
38
Sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat
39
Bayang-Bayang Lima Tahun Lalu
40
Barisan Preman di Bawah Pohon Beringin
41
Kebebasan yang Dibeli
42
Pengakuan di Warung Kopi Bekasi
43
Balapan Menuju Kebenaran
44
Berita Acara Pemeriksaan
45
Pulang ke Rumah, Ancaman Baru
46
Gedung Merah Putih
47
Kartu yang Disimpan
48
Jejak Sopir yang Hilang
49
Bengkel Kecil di Karawang
50
Sidang Praperadilan
51
Berlomba dengan Waktu
52
Status Tersangka
53
Vonis Pengadilan
54
Kambing Guling dan Kode Etik Rating Bintang Lima
55
Comeback Sang Ojol Tambora
56
Makan Malam di Menara Kaca
57
Genderowo Penunggu TPU
58
Sesajen Rokok Samsoe
59
Nasihat di Warkop, Panggilan dari Galeri
60
Sesi Foto di Galeri L'Amour
61
Viral di Linimasa
62
Kemeja yang Salah Kancing
63
Sidang Tanpa Palu
64
Pindahan
65
Balas Dendam Dedi Gacor
66
Masuk TV
67
Sofa Ruang Tunggu
68
Pria Sehat dan Isi Kepalanya
69
Toko yang Baru Buka
70
Panggilan Darurat
71
Terjebak di Loker
72
Lima Orang di Bawah Jembatan
73
Lima Orang di Bawah Jembatan
74
Foto yang Disimpan Tiga Puluh Tahun
75
Aroma Anggur
76
Pagi yang Kacau dan Sisi Lain Sang Bos
77
Tom Cat Jenis Predator dan Konspirasi Kerah Jaket
78
Salep Lavender dan Pengintai Gang Buntu
79
Kopi, Kanvas, dan Salep Lavender di Atas Paha Sang Ratu
80
Dansa Di Atas Bara dan Tamparan yang Sempurna
81
Gelombang Cemburu dan Antrean Janji
82
Skandal Pangkalan dan Orderan Abang-Abang Kesurupan K-Pop
83
Langkah Seirama dan Manisnya Es Krim
84
Punggung yang Menghangatkan Malam dan Janji di Bawah Langit Kota
85
Oppa Ojol, Pijatan Ajaib, dan Rahasia Kamar Alya
86
18+ Teori Anatomi, Keingintahuan Ilmiah, dan Gejolak di Atas Kasur Putih
87
Bumbu-Bumbu Dapur, Aroma Garam, dan Restu di Meja Makan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!